Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
"Bagai mana bu? Apa kira susulan saja mbak Vira ke kantor nya? Kita udah gak punya uang lagi!" Raya bertanya pada bu Tuti.
"Iya, kita harus menyusul Vira ke kantor. Lagian kan ibu tidak mau kalau sampai dia mengetahui bahwa kakak mu sudah menikah lagi!" Bu Tuti takut jika sampai Vira mengetahui pernikahan Bayu dan Miranda. Bu Tuti tidak mau jika sampai Vira melapor kan pada pada orang tua nya, maka hancur sudah semua nya.
Bu Tuti tahu bahwa perusahan itu milik orang tua nya Vira, jika mereka mengetahui bahwa putri mereka di dua kan maka orang tua Vira pasti akan mengambil alih lagi perusahaan itu dari Bayu.
Bu Tuti tidak ingin kehilangan kemewahan yang selama ini dia nikmati, dia tahu seperti apa sulit nya kehidupan mereka sebelum Bayu menikah dengan Vira. Dulu dia adalah buruh cuci gosok, dan Bayu harus bekerja serabutan sambil kuliah untuk membantu nya.
Tapi semua nya berubah ketika Bayu bekerja sebagai staf biasa di perusahaan orang tua nya Vira, bahkan setelah menikah dia di angkat sebagai pemimpin di sana. Rumah yang di tempati oleh bu Tuti dan juga Raya pun di renovasi dengan menggunakan uang Vira.
"Ayo Bu, kita ke kantor nya mbak Vira!" Ucapan Raya seketika membuyar kan lamunan bu Tuti.
"Ayo cepat, ibu tidak mau kalau sampai ada orang yang memberi tahu Vira tentang pernikahan kakak mu!" Bu Tuti tampak semakin panik.
Bergegas kedua nya menuju ke kantor yang selama ini di pimpinan oleh anak nya, mereka ingin membawa Vira pergi dari sana. Karena kalau Vira tetap di sana dia takut ada yang memberi tahu tentang pernikahan putra nya.
Sementara itu, saat ini Vira sedang sibuk mengurusi pekerjaan nya. Banyak pekerjaan yang sengaja di tinggal kan oleh Bayu karena dia ingin berbulan madu, kini semua nya sudah di ambil alih oleh Vira.
Tok, tok, tok.
Pintu ruangan kerja Vira di ketuk dari luar.
"Masuk!" Jawab Vira tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop nya.
"Maaf bu Vira, di luar ada mertua dan adik ipar nya bu Vira. Mereka memaksa untuk masuk dan bertemu dengan bu Vira!" Sandra, sekretaris Vira memberi tahu nya.
"Suruh mereka masuk!" Vira memberi perintah pada Sandra.
"Baik bu!" Jawab Sandra sambil pergi dari ruangan nya Vira.
Tidak lama kemudian bu Tuti dan Raya masuk ke ruangan nya Vira, mereka berdua masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Mereka bersikap seolah - olah mereka adalah pemilik tempat ini.
"Vira, apa yang kau lakukan di sini?" Bu Tuti bertanya dengan ketus.
"Ibu bisa lihat sendiri kan apa yang sedang aku lakukan?" Bukan nya menjawab pertanyaan dari bu Tuti, Vira kini malah balik bertanya pada ibu mertua nya.
"Vira, seharus nya kau tinggal di rumah mengurusi anak - anak mu, urusan kantor biar kan Bayu yang menyelesaikan nya!" Bu Tuti kini mulai melunak kan suara nya di hadapan Vira.
"Sekarang apakah ibu bisa melihat di mana mas Bayu sekarang? Lagian bu, aku bisa mengurusi anak - anak ku sekalipun aku ada di kantor!" Ujar Vira sambil menutup laptop yang ada di hadapan nya.
"Bayu sedang dinas Vira, dia sedang mengurusi pekerjaan nya yang ada di luar kota!" Ujar Bu Tuti dengan yakin.
"Benar kah?" Tanya Vira dengan tatapan tajam.
Melihat tatapan tajam dan penuh selidik dari mata Vira, seketika bu Tuti menjadi gugup. Dia memilih diam saja dari pada salah bicara nanti nya.
"Mbak, kami datang ke sini mau meminta uang. Mas Bayu belum mengirim kan uang untuk aku dan ibu!" Tidak ingin ibu nya salah bicara, Raya dengan cepat mengutarakan apa yang menjadi tujuan mereka kemari.
"Aku baru 2 hari kembali ke kantor ini, jadi aku tidak punya uang. Tunggu saja Mas Bayu pulang, dia juga belum memberikan uang bulanan untuk ku!" Jawab Vira dengan menyungging kan sebuah senyum di sudut bibir nya.
"Bayu sedang tidak di ganggu Vira, jadi kami sengaja meminta pada mu!" Bu Tuti tampak kesal mendengar ucapan menantu nya.
"Kenapa mas Bayu tidak bisa di ganggu bu? Apakah mas Bayu sekarang sedang bersama gundik nya?" Tanya Vira dengan tatapan mengintimidasi.
"Apa maksud mu Vira?" Tanya bu Tuti dengan wajah pucat.
"Jelas ibu tahu semua maksud saya, sekarang tinggal kan kantor ini dan silahkan tunggu mas Bayu pulang jika kalian butuh uang!" Vira mengusir ibu mertua nya dan juga adik ipar nya.
"Tapi mbak, mbak Bayu nya akan pulang minggu depan!" Ujar Raya lagi.
"Mas Bayu akan tiba di sini besok, bukan minggu depan. Jadi kalian bisa menunggu nya hingga besok, aku sibu silakan tinggal kan aku!" Usir Vira dengan tegas.
Dengan raut wajah kesal, akhirnya bu Tuti dan juga Raya pergi meninggal kan kantor itu. Harapan mereka ingin mendapat kan uang kini lenyap sudah, mereka ketar - ketir dengan nasib mereka ke depan nya.
"Bu, menurut ibu apakah mbak Vira sudah mengetahui semua nya?" Tanya Raya pada ibu nya ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
"Ibu tidak tahu Raya, tapi yang pasti Bayu harus tahu semua ini. Bayi harus segera bertindak sebelum keduluan sama Vira!" Bu Tuti tampak sedikit cemas dengan apa yang akan menimpa mereka.
Sesampainya di rumah, bu Tuti bergegas menghubungi Bayu. Dia ingin agar anak nya bergerak lebih cepat sebelum ketahuan orang tua nya Vira.
"Hallo Bayu!" Bu Tuti menyapa anak nya ketika panggilan nya di jawab langsung sama Bayu.
"Ada apa bu?" Tanya Bayu dari seberang sana.
"Bayu, kamu harus cepat pulang nak. Bisa gawat ini jika kamu tidak segera pulang!" Bu Tuti berkata dengan cemas pada anak sulung nya.
"Memang nya ada apa bu?" Tanya Bayu lagi dengan penasaran.
"Tadi ibu ke rumah nya Vira buat meminta uang, tali Vira tidak ada di rumah, dia sekarang ada di kantor. Dan ibu sama Raya menyusul nya ke kantor, seperti nya dia sudah tahu semua nya. Ibu bisa melihat dari cara bicara nya, pulang lah nak dan kau harus bertindak secepat nya!" Bu Tuti menceritakan semua nya pada Bayu.
"Baik lah bu, hari ini aku akan pulang segera. Aku juga sudah menduga bahwa ini adalah ulah nya Vira, semua tiket hotel kami di batal kan dan rekening ku sekarang di beku kan saat kami tiba di sini. Aku akan pulang sekarang!" Bayu pun memutuskan sambungan telepon dari ibu nya.
Bu Tuti dan Raya tampak sangat cemas, mereka tahu apa konsekuensi nya jika menyakiti Vira. Orang tua Vira tidak akan tinggal diam, bisa saja Bayu akan di tendang jika tidak segera bertindak.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅