agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sabar itu ada batasnya
di cengkramnya lengan lea kuat, lea meringis menahan sakit tapi dia tetap diam, pintu lift terbuka agam yang melihat bundanya di cengkram erat seketika darahnya mendidih.
"lepaskan tangan kotormu dari bundaku" suaranya menggema di koridor lantai tiga tatapan matanya setajam elang, rahangnya mengeras dan tangannya terkepal menampilkan buku-buku jarinya.
clara dan lea menatap agam yang teriak, clara mencebik kesal "ck apa itu anakmu, hasil kejadian malam itu?
lea hanya menepis tangan lea dan menghampiri agam
hahhaaa berarti ini anak harammu, menyedihkan...
lea tak dapat menahan kesabaran lebih lama lagi, hatinya diselimuti kabut merah menyala di hampirinya clara
plakk
"diam kau, aku tak mempermasalahkan apapun yang kau lakukan padaku, tapi tidak dengan anakku"
dia anakku bukan anak haram kau mengerti" teriak lea
clara tersenyum sinis memegang sebelah pipinya yang terasa panas, "kau dan anak harammu ini akan mendapat akibatnya lea, tunggu pembalasanku
agam menatap sinis "jangan bermimpi kau bisa mengusikku dan bundaku, sebaliknya kau harus berhati-hati" ucapnya tenang dan penuh penekanan
clara pergi meninggalkan lea dan agam, dia menuju kediaman nugraha.
agam menatap lengan bundanya, terdapat gurat memerah di lengan bundanya, ditariknya tangan sang bunda menuju ruangan apartemen mereka, di tariknya sang bunda duduk di sofa, dia mencari kotak obat, di oleskannya salep pereda nyeri, "apa sakit bun"
tidak sayang, lea menatap haru pada putranya yang berusaha melindunginya
"bunda kenapa" agler yang baru keluar dari kamar
tak apa sayang, sini peluk bunda nak, di peluknya kedua buah hatinya, kalian anak bunda, hanya anak bunda.
agam terdiam tapi tatapan dingin itu hanya dia yang tau
"bun aku ke kamar ya" ucapnya
pergila istirahat nak, "aku juga bun" sahut agler yang mengikuti saudaranya tanpa mendengar sahutan bundanya
di kancingnya pintu ketika mereka sampai di dalam
apa ada sesuatu yang terjadi" tanya agler yang memperhatikan raut wajah sang kakak
ular itu membuat ulah" jawabnya
agler bingung jadi dia hanya menautkan alisnya saja
saudara tiri bunda tadi melukai tangannya"
agler mengedipkan matanya, "lalu apa rencanamu"
diamlah dan lihat saja" lanjutnya
uncle apa kau sudah melihat foto itu, tangkap dia dan jangan lepaskan" ucap agam melalui sambungan telpon
ya, uncle sudah melihatnya, kau bisa percaya uncle besok kau sudah mendapatkan kabarnya" jawab orang di sebrang sana
aku percaya padamu uncle, klik telp dimatikan
apa sudah ada kabar dari rumah sakit mengenai hasil DNA itu" tanya agam pada agler
sepertinya dokter itu belum mengabarkannya" jawabnya
🌻🌻🌻
presdir aku mendapatkan jejak alamat IP yang di hapus penyusup itu" kata asisten jhon
erik hanya menatap dan mendengar asistennya berbicara sambil memainkan ballpoint di tangannya
tapi alamat IP itu terletak di apartemen tempat anda tinggal" ucapnya selanjutnya
jadi orang tersebut ada di sekitarku" baiklah urus pekerjaanmu selanjutnya, akan ku urus sisanya, akan ku temukan penyusup itu
🌻🌻🌻
mommyyyyyy....
mom, dimana mom ku bi? apa kau melihatnya," clara celingukan mencari mommynya yang tak kunjung di temukannya
berjalan menuju ruang kerja dia terus berteriak memanggil mommynya, ceklek mom oh astaga , jadi dari tadi aku sibuk berteriak mencarimu dan kau asik dengan gigolomu," ucap clara kesal
mom jenar dengan santai, memunguti pakaiannya, dan mengenakannya kembali, "diam clara bisa tinggalkan ruangan ini sebentar, setlah itu kita bicara"
blam "clara melengos pergi meninggalkan dua orang di dalam ruang kerja itu.