mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33 undangan
Ketika Xyra merasakan gelisah dan tidak nyaman berada di dalam dekapan Yari sang suami,
Di tempat lain...
Bryan menatap dalam foto demi foto yang ada di dalam ponselnya.
Jari jarinya menggulir dengan pelan tapi pasti setiap gambar yang ada di sana.
Sampai pada di mana foto yang menampilkan wajah sendu dan pucat Xyra yang tengah terlelap...
Bryan berhenti menggulir.
Ya,
Bryan mengambil banyak foto Xyra secara diam diam sejak ia merasa berbeda dan lain terhadap wanita itu.
Ia bahkan juga memindahkan rekaman cctv yang ada di kamarnya yang merekan kejadian ia sedang bersama Xyra ke dalam ponselnya.
Dan terakhir adalah tadi siang....
Ia terus mengambil gambar Xyra yang masih pingsan dengan kamera ponselnya.
Jari Bryan mengusap lembut layar ponselnya yang menampilkan wajah Xyra yang nampak terpejam.
" aku tak perduli....cepat atau lambat, laki laki itu harus melepasmu " desis Bryan dengan suara penuh tekanan.
" laki laki itu tidak layak untukmu apalagi untuk kau cintai " imbuh Bryan lagi.
Ingatannya melayang pada panggilan telephon laki laki yang ia tahu adalah suami Xyra kepadanya beberapa waktu yang lalu.
Tangan Bryan meremas kuat ponselnya hingga urat urat di punggung tangannya nampak menonjol.
" laki laki pecundang...." umpat Bryan lirih.
🍀
Pagi di vila nyonya Laura,
Pukul sembilan pagi Bryan nampak menuruni anak tangga.
Ia baru sampai di tengah tengah anak tangga ketika ia melihat sang nenek sedang berjemur.
Seolah lupa jika Xyra tak lagi bekerja di vila ini, Bryan melangkah cepat menuruni anak tangga dan segera mendekati sang nenek.
Sampai di pintu, ia tertegun...
Sang nenek hanya bersama madam Liana.
" tuan muda...selamat pagi " sapa madam Liana yang melihat keberadaannya lebih dulu.
Nyonya Laura ikut menoleh menatap sang cucu yang masih terdiam.
" Xyxi.....tidak akan lagi terlihat di vila ini karena ia sudah berhenti " ucap nyonya Laura seolah paham apa yang sedang di cari sang cucu.
Bryan yang sebenarnya juga sudah tahu perihal hal itu masih terdiam.
Wajahnya berubah gelap.
" Bryan...pikirkan sekali lagi niatmu yang ingin memiliki Xyxi " ucap nyonya Laura lagi
Bryan masih terdiam.
" Xyxi adalah wanita baik baik....
tidak akan mudah bagimu untuk membuat dia mau berpaling kepadamu.
kau tahu....
Menurut nenek, selain cinta....
Xyxi juga merasa berhutang budi kepada suaminya itu...." ucap nyonya Laura lagi
" kemarilah...." panggil nyonya Laura kepada Bryan yang masih terdiam seperti patung di ambang pintu.
Bryan melangkah pelan dan mendekat kepada sang nenek,
Tak lama Bryan nampak berjongkok di hadapan sang nenek yang duduk di atas kursi rodanya.
Kedua tangannya ia letakkan di atas pangkuan wanita tua itu kemudian menyusul kepalanya.
Bryan seperti laki laki tak berdaya kini.
Ia merasa lemah, hingga hanya untuk mengangkat kepalanya saja ia seperti tak sanggup.
Nyonya Laura menghela nafas, tangannya terulur mengusap rambut tebal sang cucu.
Ia seakan bisa merasakan kesedihan dan keresahan yang saat ini tengah di rasakan Bryan.
Begitupun dengan madam Liana yang berdiri di belakang kursi roda sang majikan
" nenek...." panggil Bryan.
" hem..."
" menurutmu....apa mereka melakukan itu setiap malam sehingga Xyxi begitu mencintai laki laki itu...?! " cicit Bryan seperti orang bodoh.
Nyonya Laura sedikit tersentak mendengar pertanyaan cucunya itu,
Wanita tua itu mengangkat kepalanya dan menatap Liana sejenak.
Madam Liana tak bisa berkata apa apa.
" nenek...kenapa kau diam ?! "
" Bryan...
kau bukan lagi anak kecil, usiamu bahkan sudah 30 tahun.
meski kau belum pernah menikah, tapi nenek yakin tentang hal seperti itu kau pasti juga sudah sangat pahamkan ?! " jawab nyonya Laura kemudian.
Mendengar jawaban sang nenek, Bryan kian menenggelamkan wajahnya di pangkuan sang nenek.
" kepalaku terasa mau pecah jika aku memikirkan hal itu nenek...." jawab Bryan kemudian.
Suaranya terdengar bergetar.
Nyonya Laura menatap sang cucu sendu, jantungnya berdesir.
Ia kian takut dan khawatir,
Cinta terlarang cucunya itu akan semakin membuat cucunya itu tenggelam pada kesedihannya sendiri.
" Bryan....
kau tahu kau tidak boleh rapuh dan jatuh hanya karena hal seperti ini.
Kau ingat....ada banyak beban yang juga penting di pundakmu ?!
Sudah aku ingatkan padamu....
Cintamu itu terlarang, tidak akan mudah bagimu untuk mewujudkannya.
Bahkan mungkin itu bisa di bilang mustahil " ucap nyonya Laura
" Xyxi tidak sedang berada dalam rumah tangga yang bermasalah dengan suaminya,
dia hanya bermasalah dengan keluarga suaminya saja...
Tapi bukan dengan suaminya....
kau paham itu ?! " lanjut nyonya Laura lagi
" jangan membuat nenek kecewa....kau tidak serapuh ini "
Bryan masih terdiam dan tak bergerak sedikitpun, hingga pak Sofyan datang mendekat...
Bryan masih betah dalam posisi yang sama.
" permisi nyonya " pamit pria baya itu, netranya melirik sejenak ke arah sang tuan muda.
" ada apa pak Sofyan ?! " tanya nyonya Laura
" ada surat undangan dari desa sebelah nyonya..."
jawab pak Sofyan sambil menyerah sebuah kertas undangan berbingkai indah dan rapi kepada sang majikan.
" undangan ?! Undangan apa ?! "
" undangan untuk menghadiri open house tahun baru nyonya " jawab pak Sofyan.
Nyonya Laura mengerutkan keningnya.
" tahun baru ?! " cicit nyonya Laura dengan raut wajah penuh tanya,
Tahun baru sudah berlalu dua bulan yang lalu, tapi kenapa masih ada acara tahun baru....tanyanya di dalam hati.
" iya nyonya....open house tahun baru " jawab pak Sofyan menegaskan.
" ah ya baiklah, terserah mereka....tapi....apa aku mengenal mereka sehingga mereka mengundangku.... ?! " tanya nyonya Laura lagi kemudian.
" entahlah nyonya...tapi mereka adalah salah satu keluarga terpandang di desa itu.
Keluarga Wirahadi Atmaja " jelas pak Sofyan.
Bryan mengangkat kepalanya dan menoleh kepada pak Sofyan.
" Wirahadi Atmaja ?! " tanya Bryan
" ya tuan muda "
" pengusaha bengkel itu ?! "
" ya benar tuan muda...."
Wajah Bryan berubah,
" baiklah...kami akan datang " jawab Bryan kemudian.
Tak lama pak Sofyan pun pamit undur diri.
Selepas kepergian pak Sofyan, Nyonya Laura menatap sang cucu.
" kamu mengenal mereka Bryan ?! " tanyanya kemudian.
" tidak nenek, tapi aku tahu siapa mereka "
" siapa mereka ?! "
" coba nenek tebak "
" Bryan...jangan main main dengan nenek, nenek baru tinggal di sini satu tahun belakangan ini.
Dan ini adalah undangan pertama nenek di sini "
Mendengar jawaban sang nenek, Bryan tersenyum tipis.
" mereka adalah keluarga suami Xyxi " jawab Bryan dengan wajahnya yang sudah berubah tegas dan kembali dingin.
Sementara nyonya Laura,
Wanita tua itu terbelalak, begitu juga madam Liana.
" jadi....Xyxi adalah menantu orang terpandang begitu maksudmu ?! " cicit nyonya Laura
" hemm...." jawab Bryan.
" tapi...kenapa....?! "
" tapi kenapa ia masih harus bekerja sebagai pelayan di vila kita ini ?! " jawab Bryan
" asal nenek tahu...suami Xyxi juga memiliki showroom mobil dan motor yang sangat besar dan luas "
" benarkah Bryan ?! " wajah nyonya Laura jelas menunjukkan keterkejutannya.
" ya itu benar nenek....
Jika Xyxi adalah menantu keluarga kaya seperti itu tapi dia malah masih bekerja keras di sini....
Menurut nenek seberapa buruk dia di perlakukan oleh keluarga laki laki itu ?!
Bisakah nenek bayangkan bagaimana hari hari yang Xyxi jalani selama ini ?! "
" Bryan....." cicit nyonya Laura
" buruk sekali....
tapi aku bersumpah itu tidak akan lama lagi...." Bryan menjawab pertanyaannnya sendiri
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘