NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Trik Licik Raja Vampir

Entah dengan kebohongan. Entah dengan jarak. Bahkan jika ia harus menjadi orang jahat dalam hidup Ivory seperti dalam mimpinya, Elena sama sekali tidak peduli. Ya, di dua kamar yang hanya dipisahkan oleh satu dinding tipis, dua saudari itu terjaga dalam kegelisahan masing-masing.

Dimana yang satu terombang-ambing oleh panggilan masa lalu yang tak ia pahami, dan yang lain bersiap melawan takdir itu sendiri.

...****************...

Sementara jauh di luar sana, di balik gelap malam yang pekat, Raja Vampir menunggu. Karena ia tahu waktu sang Ratu untuk mengingat semuanya, cepat atau lambat akan segera datang. Namun, ditengah lamunannya Dorian, Denzel, Theron dan bahkan Elias tiba-tiba menghadapnya.

“Yang mulia, ada hal penting yang ini kami laporkan,” ucap Dorian mewakilkan yang lainnya.

“Ada apa?” tanya Ragnar.

“Kaum werewolf telah mengetahui tentang keberadaan reinkarnasi Ratu. Maaf, saya terlambat menyadarinya,” ujar Theron penuh penyesalan.

“Sepertinya tidak hanya kaum werewolf saja yang sedang menargetkan reinkarnasi dari sang Ratu, tapi juga sisa penyihir hitam juga sudah mengetahuinya.” Elias menyela, karena dia tahu bahwa berita itu sangat penting.

“Sisa dari penyihir hitam katamu?” Denzel memastikan.

“Benar! Di sebuah bangunan tua tak jauh dari sini, aku menemukan lilin-lilin hitam menyala membentuk lingkaran. Aku bahkan melihat seorang wanita berjubah gelap menorehkan simbol berdarah di lantai, bibirnya melantunkan mantra penuh dendam… mantra sihir hitam. Namun, saat aku berniat mendekat mereka langsung menghilang,” jelas Elias lebih detail.

“Jika sisa pengikut sihir hitam masih ada, maka reinkarnasi Ratu Ivory akan semakin dalam bahaya. Kesalahpahaman kaum werewolf pada kita selama ini bahkan sudah sulit diatasi, sekarang ditambah dengan kemunculan penyihir hitam?” Dorian tidak bisa membayangkan dengan situasi yang harus mereka hadapi kedepannya.

“Yang Mulia, itu artinya kau tidak memiliki banyak waktu lagi. Kita harus segera memastikan apakah benar dia adalah reinkarnasi Ratu Ivory. Jika benar, maka kita harus segera membangkitkan kekuatannya,” ujar Denzel.

“Tidak perlu terburu-buru, Denzel! Aku rasa mereka juga tidak akan bergerak sembarangan.” Ragnar masih terlihat tenang, meski ia telah mengetahui bahwa kaum werewolf dan sisa pengikut sihir hitam juga menargetkan reinkarnasi dari Ratunya.

“Untuk saat ini, aku hanya akan fokus memastikan kebenaran tentang keberadaan tanda itu sekaligus mendekatinya secara perlahan.”

Ragnar telah memutuskan, maka Denzel dan yang lainnya hanya bisa mematuhi keputusan tersebut dan tetap fokus dengan tugas masing-masing. Walau begitu ia tetap harus waspada terhadap musuhnya.

Siapa sangka dulu yang dikira sebagai sahabat sejati, kini berubah menjadi musuh abadi karena kesalahpahaman yang sulit dijelaskan. Anda saja dulu Ragnar tidak terpancing jebakan musuh, maka saat ini dirinya dan kaum werewolf pasti masih berhubungan baik sebagai teman.

...****************...

Keesokan paginya, Elena dan Ivory kembali berangkat bekerja bersama. Hari ini adalah pengumuman dibagian mana, Ivory akan bekerja kedepannya. Sebuah pengumuman yang ditunggu sejak mereka diterima bekerja, akhirnya keluar juga. Sebuah pengumuman singkat yang mengguncang lantai kantor tersebut.

“Mulai hari ini,” ujar Denzel di ruang rapat, suaranya tenang namun berwibawa, “Ivory Asteria akan menjabat sebagai sekretaris pribadi Tuan Rowan sebagai pengganti saya. Sedangkan saya sendiri akan pindah kebagian Executive perusahaan sebagai Direktur.”

Ruangan mendadak sunyi. Ivory hanya bisa terpaku di tempatnya, jantungnya berdegup kencang. Di sudut ruangan, Elena menegang, wajahnya pucat. Lain halnya dengan Ragnar yang terus menatap Ivory dengan senyuman samar namun penuh makna. Permainan baru saja dimulai.

“Keputusan sudah final,” katanya datar namun berwibawa. “Mulai besok, kalian semua bekerja sesuai dengan posisi masing-masing yang hari ini dibagikan.”

Ivory semakin membeku di kursinya. Kata sekretaris itu terdengar sederhana, tetapi semua orang di ruangan tahu artinya yaitu akses penuh, kedekatan konstan, dan yang paling berbahaya Ivory akan semakin berada dekat dengan orang yang harus dia hindari sebisa mungkin.

Kursi di sebelahnya berderit keras.

“Tidak,” ujar Elena, kakak perempuan Ivory, berdiri tanpa menunggu izin. Matanya menatap tajam ke arah Ragnar, sama sekali tak gentar oleh aura menekan yang menyelimuti pria itu. “Ini bukan bagian dari kesepakatan awal. Ivory jelas-jelas mencantumkan bagian administrasi untuk posisi yang dia lamar. Kenapa anda mengubah posisinya dengan sesuka hati.”

Ragnar mengangkat pandangan, senyum tipis terukir di sudut bibirnya. “Kesepakatan awal? Melamar posisi administrasi? Namun, apakah kau lupa kalau keputusan akhir jelas berada di tanganku sebagai pemilik dari perusahaan ini.”

Elena menahan amarahnya. Ia menoleh pada Ivory, suaranya melunak namun sarat kecemasan. “Kita sudah sepakat. Kau harus menjauh darinya jika ingin tetap bekerja di perusahaan ini, Ivory!”

Ivory menelan ludah. Ia tahu apa yang dimaksud kakaknya. Sejak hari pertama bekerja, bayangan Ragnar memang selalu mengintainya. Tatapan merah gelap itu, perhatian yang terlalu terfokus, ketertarikan yang tak pernah diucapkan. Ivory tahu persis apa yang ingin Kakaknya lakukan, lantas ia hanya mengangguk memberikan ijin bagi kakaknya mengambil keputusan.

Elena kembali menghadap Ragnar, setelah mendapatkan isyarat dari adiknya. “Kalau begitu,” katanya tegas, “kami mengundurkan diri. Bersama dari perusahaan anda ini.”

Beberapa eksekutif dan karyawan di sana jelas tampak terkejut. Namun Ragnar hanya tersenyum tipis seraya menyandarkan punggungnya, seolah ia sudah menunggu kalimat itu. Ya, Ragnar sudah memperkirakan semuanya sejak awal bahwa wanita bernama Elena itu akan berusaha memisahkannya dengan Ivory.

“Mengundurkan diri tentu hak kalian,” ujarnya ringan. “Selama kalian siap menanggung konsekuensinya.”

“Konsekuensi?” ulang Elena.

Ragnar menggeser sebuah map tipis ke tengah meja ke depan Elena. Dimana wanita itu langsung meraih mapnya dan membukanya. Wajahnya yang semula keras perlahan kehilangan warna.

“Ini… ini tidak mungkin,” gumamnya. “Denda pengunduran diri sebesar ini… i-ini sepuluh kali lipat dari kontrak awal!”

Ivory ikut melihat, napasnya tercekat. Angka di kertas itu terasa seperti hukuman mati.

“Kontrak ini berbeda,” ujar Elena, suaranya bergetar antara marah dan panik. “Kontrak kami tidak seperti ini.”

Ragnar menoleh sedikit ke arah Denzel yang masih berdiri di posisinya. “Mana mungkin? Sejak awal kontraknya jelas, apakah kalian tidak membacanya dengan teliti sebelum tanda tangan?”

Tidak ada yang menyangka bahwa dibalik perubahan isi kontrak kerja itu adalah perbuatan Denzel yang merupakan penyihir terbaik. Jangankan mengubah isi kontrak, memindahkan beberapa gunung sekaligus Denzel akan mudah bagi Denzel hanya dengan kedipan mata. Diam-diam Ragnar dan Denzel saling menatap satu sama lain, tersenyum puas karena rencana mereka berjalan dengan lancar.

“Kalian boleh berhenti, tapi… bayar seluruh denda yang tertera dalam kontrak kerja yang sudah kalian berdua tanda tangani itu.”

Kata Denzel tenang, tetapi dibalik ketenangan itu ia ingin sekali tertawa lepas melihat ekspresi bingung Elena dan karyawan yang lainnya.

Bersambung ….

1
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu kelanjutannya kak semangat terus ya
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author.. Semoga sehat selalu.. 🙏🥰
Fahmi Ardiansyah
iya terserah kmu ivori
Desyi Alawiyah
Sangat menarik dan luar biasa.. 😇
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author, makasih udah up.. 🙏
Desyi Alawiyah
Aku juga nurut kamu Ivory, terserah kamu mau melakukan apapun... Yang penting kamu dan Elena baik-baik saja...

Tapi, apakah Ragnar akan nyerah gitu aja? Pasti Ragnar akan semakin gencar mendekati Ivory dan terus mencari tanda itu..

Iya ngga sih... 😩
Desyi Alawiyah
Lanjut lagi dong kak...

Terus kapan nih, Ragnar lihat tanda dibelakang telinganya Ivory... Ngga sabar pengen lihat reaksinya... 😋

Meskipun Ragnar udah yakin kalo Ivory reinkarnasi Ratu nya, tapi Ragnar belum lihat tanda itu kan? 😌😌😌
Desyi Alawiyah
Oh, begitu ceritanya...

Penyihir hitam dan Ratu Vampir emang kakak beradik, tapi mereka terpisah. Gitu yah?
Fahmi Ardiansyah
lanjut kak.
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Update lagi dong Kak.. 🤭🙏
Fahmi Ardiansyah
tu ratumu LG marah Ragnar n susah di redamkan.
Desyi Alawiyah
Nggantung lagi ceritanya..

Ivory mau bilang apa yah ke Elena? Apa Ivory udah tahu, kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir? 🤔
Desyi Alawiyah
Nah loh Ragnar, reinkarnasi Ratu mu marah tuh... Kamu sih pake bohong segala... 🤭
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
ya tunggu aja bentar LG pulng kok adkmu.tpi jgn kaget entar klu nyampek rumah cemberut n marah.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah seharusnya lukanya yg lebih parah LG n pertahankan agar lukanya gak hilng Ragnar skrg ivory merasa tertipu aku pastikan besok ivory pasti masih kecewa n marah.
Fahmi Ardiansyah
yaelah Ragnar caper bisa2 ivory malah merasa bersalah tu.
Fahmi Ardiansyah
aku senang cerita nya tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!