NovelToon NovelToon
KULEPAS DENGAN BISMILLAH

KULEPAS DENGAN BISMILLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jihan Fahera

Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagas Membentak Dara

Kembali lagi ke Dara. Setelah pulang belanja di mang Asep. Dara langsung memasak yaitu soto bening. Pertama tama Dara mencuci ceker dan dada ayam yang sudah di potong. Lalu merebus ayam dan ceker sebari menunggu ceker dan dada ayam empuk, Dara membuat bumbu tambahannya karena kalau pakai bumbu raciknya saja menurut Dara kurang enak jadi Dara menambahkan bumbu agar rasanya tambah nampol setelah bumbu selesai di ulek dan sudah halus Dara menumis bumbunya setelah bumbu sudah harum, Dara menambahkan kaldu ayam dari rebusan ayam tadi. Tak lupa juga memasukan daun salam, sereh, dan daun jeruk. Udah segitu aja malah tutorial membuat soto bening hehe.

Kembali lagi ke laptop. Setelah selesai memasak Dara menyapu dan dimulai dari area dapur, lalu kamar tamu, kamar suaminya, ruang tamu sampai teras.

Setelah selesai Dara menuju ke tempat cuci baju.

"Hais,, ternyata udah numpuk bajunya, males nyuci tapi lebih males dengerin ocehannya mertua kalau tau bajunya belum di cuci, ayo semangat, jadi babunya sebentar lagi selesai kok" ucap Dara yang menyemangati dirinya.

 Dara pun merendam pakaian mertuanya yang sudah menumpuk lalu Dara menuju ke kamar untuk mengambil baju Bagas yang ada di sampiran. Karena kebiasaan Bagas suka menggantung baju yang sudah kotor dikamar tidak langsung di taruh di bak yang diluar kamar mandi yang sudah disiapkan Dara untuk pakaian kotor.

"Kebiasaan deh, ini baju pada cementel. Mana orangnya masih tidur lagi. Nanti kalau menurut dia masih bersih dan akan di pakai lagi tapi aku cuci dianya marah marah. Tapi kalau gak di cuci mataku sepet, ah,, bodo amat lah eh amat gak bodo di cuci semua aja bajunya mas Bagas" guman Dara.

Dara mencuci baju sambil Mendengarkan lagu yang lagi viral sesekali juga mengikuti alunan musiknya.

Duh sayang ngapuntenne saestu

Yen dereng saget nuruti opo karepmu

Tapi Ojo sumelang 

Ono dino liyane 

bakal tak upayane mbuh kepiye corone...

"Enak banget lagunya, tapi gak berlaku bagi aku, minta duwit gara gara habis buat belanja sayur dikatain boros. Pengen beli daster disuruh kerja tapi dengan catatan pekerjaan rumah semua harus beres. Tapi takutnya kalau kerja malah gak dikasih uang sama mas Bagas soalnya udah punya duwit sendiri malah double peran ku nanti. Udah jadi babu ditambah tulang punggung buat nyukupi kebutuhan rumah haiss" guman Dara sedikit mendesah.

"Tibak e luweh penak krungu "bakal tak upayakne mboh kepiye corone" tiwas diarani "kowe kurang bersyukur" lanjut Dara lagi sambil mengucek pakaian kotornya.

("Ternyata lebih enak dengar "akan aku usahakan entah bagaimana caranya" dari pada dikatain "kamu kurang bersyukur")

"beruntung banget perempuan diluar sana yang dapat suami bertanggungjawab, setia, gak tukang selingkuh jadi bisa tuh menerapkan prinsip sekali seumur hidup" ucap Dara lagi.

Ya begitulah Dara kalau sudah merasa stres jalan satu satunya bergumam sendiri sesekali misuh misuh yang tak jelas, agar plong.

"DARA..." Teriak Bu Dewi dari dapur. Dara yang mendengar namanya dipanggil hanya mengendikan bahunya.

"Bodoamat Bu, pura pura gak denger aja deh, untung nyetel musiknya keras jadi punya alasan xixixi" ucap Dara lirih yang sengaja ingin ngerjain ibu mertuanya. Dara yang mendengar langkah kaki yang mulai mendekat langsung pura pura menirukan nyanyi.

"DARA" teriak Bu Dewi yang tak jauh dari Dara. Dara yang mendengar teriakan Bu Dewi pura pura kaget.

"Eh,, copot, copot, astaghfirullah,,, kenapa sih Bu teriak teriak, bisa gak sih kalau ngomong itu pelan pelan aja gak usah pake urat. Ini rumah bukan hutan loh bu" ucap Dara yang pura pura kaget.

"Apa kamu bilang?, kalau ngomong pelan pelan?, dari tadi ibu udah manggil kamu tapi dasar kamunya aja yang budek,,, lagian ngapain sih mutar musik keras keras. Berisik tau" sewot Bu Dewi.

"Oalah ternyata tadi udah manggil toh,," ucap Dara dengan enteng lalu melanjutkan acara mengucek pakaian yang masih satu ember tanpa menanyakan kenapa mertuanya memanggil.

"DARA.....!" Teriak Bu Dewi lagi.

"Kenapa sih Bu,, ini masih pagi loh,, tolong lah jangan teriak teriak kedengaran tetangga loh, ibu apa gak malu?" ucap Dara santai.

"Ini baju ibu kamu setrika. Nanti ibu mau keluar sama Bagas dan Dita buat beli seserahan" ucap Bu Dewi lalu menaruh baju tersebut di meja dekat dapur. Lalu pergi meninggalkan Dara.

"Enak banget nyuruh nyuruh,, gunanya tangan buat apa sih buk?,, gak tau sini masih repot" ucap kesal Dara sambil melihat mertuanya meninggalkan baju yang mau disetrika.

Dara pun melanjutkan acara mencucinya dengan cepat karena perutnya sudah mulai keroncongan minta di isi.

Setelah selesai mencuci Dara pun beristirahat sejenak.

"Akhirnya selesai,, sarapan dulu lah" guman Dara lalu berjalan menuju dapur. Setelah sampai dapur Dara melihat suaminya dan ibu mertuanya sedang sarapan dengan tenang.

"Sini dek,, ayo sarapan" ajak Bagas yang melihat Dara memasuki dapur.

"Masakan mu emang gak ada duanya selalu enak" puji Bagas setelah Dara duduk disampingnya.

"Iya lah mas,, aku kan emang pintar masak jadi apapun yang aku masak selalu enak, cuman suamiku aja yang bersyukur kalau di kasih lauk kangkung sama ikan asin katanya gak enak, tapi kayaknya kemarin katanya masakan aku gak enak ya rasanya hambar kenapa sekarang berubah hmm" sindir Dara.

"Kamu itu aku kasih uang buat belanja loh, tapi yang kamu beli cuma ikan asin Mulu, paling mentok beli ceker, emangnya aku kucing kamu kasih ikan asin setiap hari" sahut Bagas yang merasa disindir.

"Loh loh,, aku kan masak tergantung kamu ngasih uang loh, kalau cukupnya cuma buat beli ikan asin ya udah, sekarang semua naik mas, apalagi uang belanja aku selalu....." Ucapan Dara terputus.

"Udah Dar, kamu itu kalau dinasehati suami ngejawab terus, udah cepetan selesai in sarapan mu terus segera setrika baju ibu. Nanti jam sembilan ibu sama Bagas mau jemput Dita" ucap Bu Dewi yang memotong ucapan Dara.

"Ibu gak lihat apa, baju belum yang aku cuci tadi belum aku jemur loh Bu, emang ibu gak bisa ya nyetrika sendiri. Hayolah Bu kali ini ibu ngertiin aku. Aku dari tadi belum istirahat loh Bu, aku bukan robot loh Bu aku ini manusia yang punya rasa capek bahkan robot pun kalau sudah lama di gunain alias panas juga harus di istirahat kan sejenank. Kalau aku sakit saat pernikahan nya mas Bagas sama ulat bulu..." Ucapan Dara terpotong.

"CUKUP. Istri ku punya nama, namanya Dita jangan kamu katain dia ulat bulu. Harusnya kamu bersyukur kamu gak bisa memberikan aku anak, tapi masih ada orang yang mau mengandung anak ku. Dia yang menyempurnakan hidupku. Gak kaya kamu yang mandul masih aja gak bersyukur" bentak Bagas. Dara yang dibentak oleh suaminya seketika berkaca-kaca. Dan tanpa pamit Dara meninggalkan dapur dan tidak jadi sarapan.

"Udah,, ayo lanjut sarapan biarin aja si Dara nanti kalau lapar pasti cari sendiri" ucap ibu Dewi yang menganggap kejadian tadi seperti angin yang hanya lewat. Bagas pun melanjutkan sarapannya yang sejenak tertunda.

Sedangkan disisi lain. Saat ini Dara sedang berada di kamar tamu. Dara berusaha agar air matanya tidak jatuh namun dia sadar dia perempuan. Sebesar apapun masalah kalau suaminya sudah membentaknya dunia seperti hancur.

"Hiks Hiks,, apa perempuan yang gak bisa mempunyai anak merupakan aib?, aku baru nikah 2 tahun loh, sedangkan diluaran sana ada yang baru dikasih kepercayaan pas sembilan tahun pernikahan" guman Dara sambil menyeka air matanya.

1
sunaryati jarum
xTidak usah ditangisi Dara, setelah ini kau semoga menemukan kebahagiaan bersama pasangan yang mencintai dan setia
Sunaryati
Segera sonsong kehancuran hidupmu bersama istri baru yang bergaya hidup baru dan merawat kandungan yang bukan benihmu Bagas 🤣🤣🤣🤭
Jihan Fahera: sabar menunggu kelanjutan ceritanya ya kak😍, insyaallah setiap jam tujuh malam🙏
total 1 replies
Susilawati Arum
Kenapa lah para istri di novel itu kok bodoh2 banget ya..heran aku
Jihan Fahera: biasanya karena cinta kak, orang pinter pun bisa menjadi bodoh 🤭🙏
total 1 replies
Jihan Fahera
update setiap jam 19:00 WIB🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!