NovelToon NovelToon
TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_va

Nara menjalin hubungan asmara dengan Dewa sejak duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian Nara dilamar sang kekasih. Tetapi, di hari pernikahan, Nara menikah dengan orang lain yaitu Rama.

Rama adalah tunangan sepupunya yang bernama Gita.

Hidup memang sebercanda itu. Dewa dan Gita diam-diam menjalin hubungan di belakang Nara. Hubungan itu hingga membuahkan kehidupan di rahim Gita.

Demi ayahnya, Nara menerima Rama. Menjadi istri dari lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap.



Simak cerita selengkapnya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_va, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan

"Pak, pak, Nara dan Rama liburan," ucap Risna sangat antusias.

Rahmat yang sedang memberi toping donat, menoleh sekilas, bertanya pelan, "Liburan ke mana?"

"Katanya sih ke pantai. Nggak jelas pantai mana, nanti ibu tanyain," jawab Risna memandangi ponselnya apakah mengganggu jika menelepon.

Risna akhirnya mengirim pesan saja, menanyakan liburan di mana dan apakah menginap di hotel.

"Nih, udah selesai. Sana kalau mau diantar donatnya." kata Rahmat membereskan beberapa mangkok yang dibawa ke wastafel.

Risna mendapatkan pesanan empat kotak donat, masing-masing berisi sepuluh donat dengan berbagai toping. Selain mengandalkan gaji dari suaminya yang bekerja di toko roti, keuntungan dari menerima pesanan bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak kekurangan juga tidak berlebihan.

Donat-donat itu ditaruh di dalam kotak berwarna cokelat tua. Bagian tengah tertempel stiker bulat bertuliskan nama, Donat Pak Rahmat.

"Waktu datang bawa sepatu sepakbola, ibu perhatikan Nara dan Rama mulai dekat. Tidak seperti awal-awal nikah. Terkesan jaga jarak," kata Risna.

Rahmat mengangguk. "Nara yang biasanya terlihat cuek, jadi agak-agak manja ke Rama." timpal Rahmat yang mulai mencuci peralatan membuat kue.

"Ibu pergi dulu, Pak," pamit Risna.

"Iya, hati-hati."

Risna mengendarai motor satu-satunya yang dimiliki. Mengantar ke tiga alamat yang berbeda. Satu pelanggan ada yang memesan dua kotak donat.

Walaupun langit berawan, namun tidak turun hujan. Risna mengucap syukur karena cuaca bersahabat. Dari mengantar donat, Risna mampir ke toko sembako membeli beras empat kilogram dan satu kilogram telor.

Dari toko sembako, dia mampir ke tempat arisan RT. Demi kerukunan bersama, Risna ikut serta. Kadang berangkat, kadang tidak. Risna memberikan uang dua puluh lima ribu.

"Nitip ya, nggak bisa nunggu," katanya.

"Sibuk, Bu Risna?" tanya Bu Rere.

"Agak masuk angin, Bu Rere," sahut Trisna.

"Eh, Bu. Tadi aku lihat Nara dan Rama naik mobil loh," seloroh Bu Dwi.

"Rama sempat turun sebentar di minimarket. Dua jam-an yang lalu sih...."

"Oh, Nara diajak suaminya liburan, Bu Ibu." jawab Risna.

"Sewa mobil aja bangga...." celetuk Yuni yang duduk di pojokan.

"Nggak apa-apa sewa, Yun. Mampunya memang sewa. Yang penting niat Rama ngajak Nara liburan." Risna tersenyum.

"Udah, Yun. Nggak perlu urusi Nara. Kamu urusi si Gita. Kita hidup masing-masing."

Yuni mendecakkan lidahnya. Memilih diam daripada lebih dipermalukan.

"Mari ibu-ibu." Risna berjalan cepat menuju motornya.

Sore itu, Risna merasa sangat bahagia. Melangit doa pernikahan Nara dan Rama langgeng sampai ajal. Risna juga mendoakan Rama segera mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

...****************...

Rama berada di balkon, jemari kanannya terselip rokok yang menyala. Kedua matanya memandangi rintik hujan. Ia tidak berpengalaman dalam hal sentuh menyentuh. Hanya sebatas ciuman yang lumayan jago.

Dihisapnya rokok. Asap putih keluar dari bibir itu. Beberapa hari yang lalu, Rama menonton video semi. Juga membaca serta mencari tahu titik-titik sensitif.

Rama mematikan rokok yang kemudian dibuang di tempat sampah khusus membuang puntung rokok. Sudah lima belas menit lamanya Nara di dalam kamar mandi.

Kaca jendela balkon ditutup rapat karena hujan makin deras. Rama merogoh ke dalam saku celana, mengeluarkan satu bungkus kondom yang dibelinya di minimarket. Pengaman itu disimpan di tas pakaian miliknya. Hanya untuk berjaga-jaga, kalau-kalau Nara ingin menunda momongan.

Di dalam kamar mandi, Nara memakai lingerie pemberian Sekar. Bagian punggung terbuka sampai pinggang, belahan dada sangat rendah, dan pendek sekali. Tubuhnya hampir telanjang.

Karena tidak percaya diri, Nara menutup tubuhnya dengan jubah handuk. Setelah menarik dan mengembuskan napas panjang, Nara membuka pintu kamar mandi. Tampak Rama duduk di sofa menonton televisi.

Suaminya itu menoleh dan tersenyum. "Aku juga mau mandi," ucap Rama.

Nara hanya mengangguk saking gugupnya. Masih sore, apakah Rama tetap akan menyerang? Atau ditunda sampai malam.

Walaupun sudah menghirup udara banyak-banyak, Nara merasa tidak tenang. Gugup setengah mati karena akan memberikan mahkotanya.

Nara setengah berbaring di tempat tidur seraya membalas pesan dari ibunya. Memberitahu nama hotel. Nara kemudian memotret bagian jendela lalu dikirim ke ibunya.

Risna cepat sekali membalas: (Semalam lima ratus ribuan, kan? Nginep berapa hari?]

Nara: [Aku nggak tahu, Bu. Mungkin dua harian.]

Kamar yang ditempati jenis suite room. Lebih luas dan ada ruang tamu kecil. Nara memandang ke luar jendela, hujan masih turun disertai angin. Padahal masih jam empat sore, tetapi di luar cukup gelap seperti menjelang malam.

Nara beralih memandangi pintu kamar yang tidak tertutup sempurna. Masih ada sedikit celah sehingga bisa melihat bayangan Rama yang lewat.

Degup jantung Nara makin tidak beraturan. Buru-buru mengalihkan pandangan ketika pintu terbuka. Nara membaca ulang pesan dari ibunya.

"Lapar?" tanya Rama yang bertelanjang dada. Hanya memakai celana piyama panjang yang tidak pas di pinggang. Sedikit melorot, memperlihatkan bawah pusar.

Nara menoleh. "Belum lapar."

"Ibuk telepon?"

"Nggak. Hanya tanya di mana kita menginap," sahut Nara meletakkan ponselnya di meja lampu.

Rama tersenyum miring melihat istrinya masih memakai jubah handuk. "Nggak ganti baju?"

Nara terkesiap. Menunduk ke bawah. Tali simpul jubah mengendur sehingga sedikit memperlihatkan apa yang dipakainya.

Rama mendekati istrinya, menarik Nara sampai berdiri. Perlahan menarik tali jubah hingga terlepas. Kedua tangannya bergerak ke arah pundak istrinya menurunkan jubah yang terjauh di lantai.

Nara tersenyum gugup. Sekuat tenaga mengumpulkan kepercayaan diri. Rama suaminya, tidak perlu malu.

"Mas...." Nara tidak mengerti kenapa Rama mundur satu langkah.

Kulit putih itu terlihat mulus dan bersih. Paha dan tungkai kaki yang memikat, belahan dada yang mengintip malu-malu dari balik lingerie.

Rama mendekat lagi. Lebih dekat. Tangan kanannya memegang pinggang. Kulit Nara terasa lembut dan hangat di telapak tangannya.

Mengimbangi Rama, Nara merangkul leher. Tubuh mereka mulai merapat.

"Istriku," kata Rama membawa tubuh Nara rubuh di atas tempat tidur. Posisi mereka miring saling berhadapan.

Rama memangut bibir Nara, sedangkan tangannya melanglang buana ke mana-mana. Meremas buah dada yang pas digenggaman tangan.

Terengah-engah Nara menikmati setiap sentuhan dari suaminya. Lingerie yang dipakai mulai tidak beraturan karena ulah Rama.

Rama menarik baju dinas sampai terlepas. Untuk pertama kalinya ia melihat bentuk tubuh istrinya. Sepasang buah pir yang bulat bertangkai cokelat muda. Perut yang rata.

"Kamu sangat indah," kata Rama kembali mengungkung tubuh istrinya.

Nara mendesah kala Rama menikmati dadanya. Membuat miliknya makin basah. Rama kembali mengulum bibir Nara sembari melepas penutup tubuh terakhir.

Mata sayu Nara menatap suaminya yang sedang melepas celana piyama. Sekarang keduanya polos. Dan, Rama mulai memposisikan miliknya di milik Nara. Mempersatukan raga yang mulai sama-sama dahaga.

...****************...

Rama memeluk tubuh istrinya setelah memainkan dawai asmara nan bergairah juga sangat melelahkan. Rama yang amatir agak kesusahan menembus milik Nara. Tidak sesuai ekspektasi, karena bingung dan ragu-ragu. Sangat menggebu di pemanasan, lalu kebingungan bagaimana cara masuknya. Sempat tidak tega karena Nara mengeluh agak sakit. Hingga akhirnya mampu terbenam sempurna.

Nara memejam, yang dirasakan hanya perih dan kebas. Belum bisa mencapai titik tertinggi karena belum tahu caranya. Tidak mengapa, masih ada sesi-sesi berikutnya. Masih banyak waktu belajar. Ya, belajar percintaan yang memuaskan.

"Maaf," bisik Rama.

"Mas Rama ada-ada saja. Kenapa minta maaf?"

"Aku menyakitimu," jawab Rama.

Nara membuang napas pelan.

"Karena pertama kalinya memang gitu, Mas. Punya Mas Rama sakit nggak?"

"Agak pegel." Rama tergelak.

"Laper, Mas. Pingin makan dan minum yang segar-segar."

Rama memesan layanan kamar. Memesan makanan dan minuman untuk mengisi perut. Lalu dia masuk ke kamar mandi, membersihkan diri. Sedangkan Nara malas bergerak. Tubuhnya bagai dihantam ombak yang besar. Lemas dan tidak bertenaga.

Nara baru turun dari pembaringan sepuluh menit kemudian. Dia membersihkan area intim, yang mengeluarkan darah segar. Nara sempat panik sendiri. Tapi tidak keluar darah lagi.

"Ada apa?" Rama menyeruak masuk ke dalam kamar mandi.

"Sisa darah masih keluar, Mas," jawab Nara.

"Udah berhenti kok. Mungkin udah habis he..he.. he."

Rama memeluk istrinya. Mencium ubun-ubun Nara.

"Aku sangat mencintaimu," katanya.

Nara membalas pelukan Rama. "Aku juga ...."

Wacana jalan-jalan belum terealisasi. Mereka berdua lebih senang saling belajar sehingga sama-sama pro.

Pagi hari, di hari ketiga. Nara duduk di balkon, sibuk memotret sarapan di nampan kayu yang tebal. Rencana dua hari bertambah menjadi tiga hari yang digunakan untuk jalan-jalan.

Nara beralih memotret pantai. Cuaca cerah sangat mendukung. Lalu dia masuk ke dalam, menggenggam tangan Rama yang masih tidur.

Tiga foto diunggah di akun IG, foto sarapan, pemandangan pantai, dan foto tangan yang saling menggenggam. Tidak ada kata-kata caption romantis hanya ada emoticon cinta dan keterangan nama hotel.

Rama yang terbangun, merengkuh pinggang Nara yang duduk di sisi tempat tidur. "Pagi."

"Pagi, Mas," balas Nara.

Di tempat lain, Gita tersedak minumannya karena postingan Nara lewat. Panas sekali melihat tangan saling menggenggam di atas seprai yang kusut.

"Ck. Cuma di pinggiran pantai aja pamer...." Gita ngomel sendiri.

"Sarapan kayak gitu aja dipost. Kampungan."

"Halah cuma hotel bintang empat. Paling di standard room. Bukan kamar mahal."

*

*

*

*

Selamat sahur buat teman² semuanya 🥰

1
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
sepanjang jalan kenangan kak😂
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜: Nah itu masalah nya😭😭😭😭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
꧁ռǟռǟ꧂
panggilan pak rete Kayak nama korea "suho eh suha" 😄😄😄
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Pingsan dong Bu😂😂😂

Org yg berpacaran kalau sudah menikah n tinggal brng akan ketahuan sifat nya
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Hmmmmm kecelakaan Radit di sengaja,

Nindy juga bukan anak radit kah 🤨🤨

Siapa dibelakang Bianca, yg pasti org penting yg bisa melindungi nya 👀
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Iri bilang bos 😂

Selalu menilai diri perfect, pdhal etikamu 0 NOL, , , , pamer sana sini ciihh, , , ,

Org macam spt mu harus di panasi sama kemesraan Nara & Rama
Tri Wahyuni: si gita minta di tampol 😭🤭
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
mulai kebongkar nih siapa Bianca...
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Yg banyak atuh kak,
nanggung kelanjutan nya 😬😬
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
𝐈𝐬𝐭𝐲
Bu Risna Shok ternyata memiliki menantu orang kaya😂😂
Tri Wahyuni: shik shak shock 🤭🤣
total 1 replies
꧁ռǟռǟ꧂
suka sama ceritanya tentang kehidupan sehari hari,, baca sambil bayangin, Kalo gk masuk di bayangan brati ceritanya kurang masuk di Hati......
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor...
𝐈𝐬𝐭𝐲
syirik bgt sih nih orang.. 😂😂
Tri Wahyuni: minta di tampol kayanya 😭🤣🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nara maklumi saja suami mu ya dia kan polos...😂😂
Tri Wahyuni: pura² polos 🤣🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor..
Tri Wahyuni: baik. di tunggu updatenya kak 😍
total 1 replies
Poni Jem
sampai saat ini belum ada typo. masih baik untuk dibaca. semangat trs 👌
Tri Wahyuni
bagus 🥰
Tri Ayu
semangat berkarya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!