NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 33

Lembah Penyegel Jiwa - Titik Nol.

Tian Fa melayang di udara, menatap sosok berambut putih di bawahnya. Dia adalah seorang Setengah Langkah Ascendant, salah satu makhluk terkuat di dunia ini. Namun, saat ini, dia merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan selama ribuan tahun: Ketakutan Murni.

Pria di bawah sana... Shen Yu... bukan lagi manusia. Dia bahkan bukan lagi seorang kultivator iblis biasa.

Dia adalah lubang hitam yang berjalan.

Di mana pun kaki telanjang Shen Yu berpijak, tanah di sekitarnya berubah menjadi abu abu-abu yang halus. Rumput layu seketika. Bebatuan terkikis menjadi debu. Udara di sekitar lembah, yang tadinya panas akibat ledakan Su Ling, kini turun drastis hingga membekukan tulang.

Shen Yu tidak mengeluarkan aura pembunuh yang meledak-ledak. Sebaliknya, auranya benar-benar Hampa (Nihility).

Dia mendongak. Mata merah dan hitamnya menatap Tian Fa tanpa emosi sedikit pun seperti menatap serangga yang mengganggu.

"Tian Fa," suara Shen Yu terdengar, tidak keras, tetapi bergema di setiap sudut lembah.

"Kau mengambil segalanya dariku. Maka, aku akan mengambil 'Keberadaan' darimu."

Tian Fa menggertakkan gigi, mencoba mengusir rasa takutnya. "Jangan sombong, Iblis! Kau baru saja naik ke Transformasi Dewa. Aku setengah langkah menuju Dewa Sejati! Perbedaan kita seperti langit dan bumi!"

Tian Fa mengangkat tangannya. Dia memanggil sisa pasukannya yang bersembunyi di tebing-tebing sekitar lembah sepuluh ribu pemanah dan penyihir elit dari Sekte Langit Suci.

"SERANG! HUJANI DIA DENGAN CAHAYA SUCI SAMPAI TIDAK BERSISA!"

WOOSH! WOOSH! WOOSH!

Langit menjadi terang benderang. Ribuan panah cahaya, bola api suci, dan tombak petir ditembakkan serentak ke arah Shen Yu yang berdiri sendirian di tengah kawah.

Shen Yu tidak bergerak. Dia tidak mengangkat perisai Qi. Dia bahkan tidak berkedip.

Dia hanya mengangkat tangan kanannya perlahan, telapak tangan menghadap ke atas.

Domain Ketiadaan.

WUUUNG.

Sebuah gelombang tak kasat mata gelombang anti-energi menyebar dari tubuh Shen Yu.

Saat hujan serangan itu menyentuh gelombang tersebut, tidak ada ledakan. Tidak ada benturan.

Mereka... Hilang.

Ribuan serangan tingkat tinggi itu terhapus dari eksistensi seolah-olah mereka adalah gambar pensil yang dihapus oleh karet penghapus raksasa.

Hening.

Para pasukan di tebing ternganga ngeri.

Shen Yu menurunkan tangannya, lalu mengepalkannya.

"Sekarang giliran kalian."

Di tebing-tebing di sekeliling lembah, di mana sepuluh ribu pasukan musuh bersembunyi... ruang mulai terdistorsi.

POP. POP. POP.

Suara letupan kecil terdengar beruntun.

Satu per satu, para kultivator itu meletup. Bukan meledak menjadi darah dan daging. Tubuh mereka terurai menjadi partikel debu hitam dan menghilang. Jiwa mereka tidak sempat menjerit, langsung diserap ke dalam kehampaan.

Dalam sepuluh detik, sepuluh ribu pasukan elit Benua Tengah... musnah tanpa sisa. Tidak ada mayat. Tidak ada darah. Hanya keheningan yang mencekam.

Tian Fa menyaksikan pasukannya dibunuh dengan mudah. Wajah tampannya memucat menjadi warna kertas.

"Apa... apa-apaan kekuatan itu?! Itu bukan Qi Iblis! Itu... Itu Hukum Kematian Murni!"

Shen Yu tidak menjawab. Dia melangkah maju.

Langkah satu, dia masih di tanah. Langkah dua, dia sudah berdiri di udara, tepat di depan wajah Tian Fa.

Dia tidak terbang. Dia Melipat Ruang untuk sampai di sana.

Jantung Tian Fa hampir copot. Jarak mereka hanya satu jengkal. Dia bisa melihat kekosongan abadi di mata Shen Yu.

"KAU!" Tian Fa panik. Dia mengaktifkan artefak pertahanan terkuatnya: Sayap Cahaya Surgawi. Sepasang sayap energi emas raksasa mekar dari punggungnya, memancarkan panas matahari yang membakar.

"MUNDUR KAU, MAKHLUK KOTOR!"

Sayap itu mengepak, menciptakan badai cahaya suci untuk mendorong Shen Yu.

Shen Yu hanya mengulurkan tangan kirinya (Tangan Asura yang hitam legam), menembus badai cahaya itu tanpa tergores sedikit pun.

Tangan itu mencengkeram pangkal sayap kanan Tian Fa.

"Kau bangga dengan cahaya ini?" tanya Shen Yu datar.

"Kalau begitu, aku akan memadamkannya."

KRAAAAAAK!

Dengan kekuatan fisik Tubuh Dewa Iblisnya, Shen Yu Merobek sayap energi itu dari punggung Tian Fa.

"UAAAAAARGGGHHHH!!"

Tian Fa menjerit. Jeritan yang belum pernah dia keluarkan seumur hidupnya. Darah emas menyembur dari punggungnya seperti air mancur. Rasa sakitnya luar biasa karena sayap itu terhubung langsung dengan Dao dan jiwanya.

Shen Yu membuang sayap yang robek itu. Sayap itu langsung berubah menjadi abu abu-abu di udara.

Lalu Shen Yu mencengkeram leher Tian Fa dengan tangan kanannya.

"Di kehidupan lalu, kau menusuk punggungku. Di kehidupan ini, kau membunuh istriku."

Cengkeraman Shen Yu mengerat. Tulang leher Tian Fa mulai retak.

"Katakan padaku, Saudaraku... berapa kali aku harus membunuhmu sampai kau mengerti?"

Di ambang kematian, mata Tian Fa melotot. Dia tahu dia tidak bisa menang hari ini. Shen Yu telah menjadi sosok yang melampaui pemahamannya.

Dia harus lari. Tidak peduli berapa harganya.

"Kau... kau pikir kau menang?" Tian Fa tersedak darah. "Ini... belum berakhir!"

Tian Fa melakukan tindakan tabu. Dia membakar 50% Esensi Darah Kehidupannya mengorbankan ribuan tahun kultivasi dan harapan untuk naik menjadi Dewa Sejati untuk mengaktifkan satu benda.

Sebuah jimat kuno yang tersembunyi di dalam jiwanya.

Jimat Teleportasi Ruang-Waktu Lintas Benua (Cross-Continent Space-Time Transmigration Talisman).

ZIIIIIING!

Cahaya perak menyilaukan meledak dari tubuh Tian Fa, menolak cengkeraman Shen Yu. Sebuah celah dimensi yang tidak stabil robek tepat di belakang Tian Fa.

"Aku akan kembali, Shen Yu!" teriak Tian Fa dengan sisa tenaganya, tubuhnya mulai tersedot ke dalam celah itu. "Dan saat aku kembali, aku akan membawa seluruh kekuatan Langit Atas untuk memusnahkanmu!"

Shen Yu mendengus dingin. Dia mengulurkan tangannya, mencoba meraih Tian Fa ke dalam celah dimensi itu.

Tangan Shen Yu masuk ke dalam pusaran ruang-waktu.

SREET!

Dia berhasil mencengkeram bahu kiri Tian Fa.

"ARGH!" Tian Fa menjerit lagi saat Shen Yu meremas bahunya.

Namun, kekuatan hukum ruang-waktu terlalu kuat. Celah itu menutup paksa, memotong koneksi.

Shen Yu menarik tangannya kembali. Di tangannya, tertinggal potongan kain jubah emas dan sebongkah daging bahu Tian Fa.

Tian Fa berhasil lolos, meskipun cacat permanen dan kehilangan separuh kekuatannya.

Shen Yu menatap potongan daging di tangannya, lalu meremasnya menjadi debu.

"Lari," gumam Shen Yu pada kehampaan. "Larilah ke ujung alam semesta. Aku akan tetap menemukanmu."

Shen Yu perlahan turun kembali ke tanah lembah yang sunyi.

Dia berdiri sendirian di tengah kawah raksasa tempat Su Ling tadi meledakkan diri.

Rambut putihnya berkibar pelan ditiup angin dingin. Dia memegang Liontin Giok di lehernya satu-satunya yang tersisa dari wanita yang dia cintai.

Shen Yu tidak menangis. Dia tidak berteriak.

Dia hanya... ada. Hampa.

Dia menghentakkan kakinya ke tanah.

BOOM.

Gelombang energi Ketiadaan terakhir menyebar, menyelimuti seluruh Lembah Penyegel Jiwa.

Lembah itu berubah warna menjadi abu-abu permanen. Semua kehidupan di dalamnya mati. Tanah menjadi steril. Tidak ada rumput yang akan tumbuh di sini selama sepuluh ribu tahun ke depan.

Tempat ini bukan lagi lembah. Ini adalah Zona Kematian Abadi. Monumen bisu untuk cinta yang hancur dan kelahiran seorang Raja Iblis.

Shen Yu berbalik, berjalan perlahan keluar dari lembah kematian itu. Jubah hitamnya yang compang-camping terseret di tanah abu. Punggungnya terlihat kesepian, namun memancarkan bahaya yang tak terukur.

Mulai hari ini, Shen Yu si manusia telah mati.

Yang tersisa hanyalah Raja Iblis Berambut Putih, bencana berjalan yang akan membakar dunia ini sampai ke dasarnya.

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!