NovelToon NovelToon
Setelah Kepergianmu

Setelah Kepergianmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: naisa strong

Hai teman-teman, aku masih berjuang konsisten tapi aku nggak tahu kalau akhirnya di tengah jalan aku menyerah dan tidak melanjutkan. Aku hanya rindu menulis. Tapi aku terjebak pada rutinitas harian yang tiada henti. Lanjutan dari Penantian panjang 1 dan 2. Padahal Penantian panjang 2 saja belum saya tamatkan. Tapi semua nama tokoh bermula dari sana.

"Apa kamu bilang?" Suara serak zahrin dengan air mata kemarahan namun dia tahan. Tenggorokannya tercekat sakit, ditambah harus mendengar permintaan suaminya yang dirasa tak mampu dia tunaikan.
Kembali dengan seorang pria yang pernah menyakitinya sangat dalam. Rasanya Zahrin tak terima.

Regi tak beralih tatap. Menatap Zahrin dengan mata sendu yang membuat Zahrin melengos sakit bertambah dengan dadanya yang nyeri.

Apa yang terjadi teman-teman? Sampai-sampai Zahrin begitu?
Ingatkah kalian, siapa pria yang menyakiti Zahrin dulu?
Aku tidak janji menamatkan ceritanya. Tapi aku dapat fell nya. Semoga bisa konsisten menggarapnya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naisa strong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhyar yang meminta kepastian kepada Zahrin

"Daddy pasti bahagia juga, kalau mommy dan papa A kembali menikah." Lanjut Arsyla.

Sedangkan Zahrin yang cukup tercengang dengan apa yang baru saja dikatakan putrinya. "Sebentar, mommy nggak mengerti maksud, Syla?" Zahrin bingung hari itu mengapa Arsyla dan Arsyad kompak bicara demikian.

"Arsyla, maunya mommy ada yang nemenin. Jadi, kalau mommy sakit, papa A bisa bantu mommy bawa ke rumah sakit."

Akhyar cukup terkesima melihat Arsyla yang punya inisiatif seperti itu.

Sementara Zahrin masih tidak percaya. Bangkit berdiri, melepaskan telapak tangan nya yang bertumpu pada punggung tangan Akhyar lalu pergi.

"Mommy tunggu!" Arsyla yang mengejarnya.

"Arsyla, itu urusan orang dewasa. Mommy nggak suka ya, kalau Arsyla ulangi lagi kayak tadi." Zahrin marah pelan kepada putrinya.

"Kenapa?" Arsyla yang meminta penjelasan.

"Kenapa mommy tidak mau menikah dengan papa A? Jawab mommy!"

"Sayang, ceritanya panjang. Dan belum waktunya Arsyla tahu dan mommy cerita kepada Arsyad dan Arsyla." Zahrin yang memberi alasan ke Arsyla pelan-pelan.

"Memangnya apa, mommy? Kenapa harus menunggu Arsyla besar?" Protes putri Zahrin.

"Arsyla, Arsyla nurut sama mommy, ya!" Akhyar yang tahu kalau Zahrin tidak suka dipaksa.

"Tunggu! Tunggu! Arsyla mau tunjukkin sesuatu." Arsyla yang mengambil album foto di tas nya yang sengaja dia tinggal di dalam mobil.

Mata Akhyar membelalak. "Lho, itu kan..?" Akhyar belum selesai bicara namun Arsyla sudah menyahutnya.

"Iya, Arsyla mau meminta maaf papa A. Arsyla tanpa izin ke papa A terlebih dahulu membawa album foto yang tergeletak di atas meja papa A. Sekali lagi Arsyla minta maaf." Arsyla yang setelah nya menunduk namun Akhyar mengangguk dan mengusap-usap lembut puncak kepala Arsyla. "Apa kalian tidak ingat ini semua?" Arsyla yang menunjukan foto-foto keduanya.

Membuat baik Zahrin ataupun Akhyar salah tingkah setelahnya. Zahrin yang terlihat kesal dengan Akhyar mengapa teledor menaruh album foto lama itu. Sementara Akhyar jujur sedikit senang dengan tindakan Arsyla yang secara tidak langsung mendukungnya.

"Memang nya kenapa kalian berpisah?" Tanya Arsyla mencari tahu.

Namun Akhyar dan Zahrin tak sepatah katapun bicara.

"Kok nggak dijawab? Terus kalian juga sampai sekarang masih berteman. Arsyla perhatikan kalian juga serasi." Lanjut Arsyla.

"Sayang, please, lupakan ini! Sekarang mending kita makan sambil lihat binatang ke Rante Rento. Kamu suka kan lihat Jerapah di sana?" Zahrin berusaha mengalihkan pembicaraan putrinya. Membujuk Arsyla supaya tidak melanjutkan harapan nya yang Zahrin sulit untuk bilang iya begitu saja setelah banyak luka yang Akhyar berikan padanya.

"Mommy, please! Berikan Arsyla alasannya, juga? Mengapa mommy tidak mau menikah lagi dengan papa A?" Arsyla masih memaksa untuk Zahrin bicara.

"Kamu tanya ke papa A." Zahrin menoleh ke Akhyar.

Akhyar yang berpikir sejenak terlebih dahulu. "Arsyla, jujur papa A sangat mencintai mommy Zahrin." Jawaban awal Akhyar yang membuat Zahrin mengernyitkan kening. "Papa A akan dengan sangat senang hati kalau mommy Zahrin menerima papa A kembali." Lanjut Akhyar kepada Arsyla.

Yang membuat Arsyla tersenyum setelah mendengar nya.

Akhyar menarik nafas dalam lalu mengeluarkan cukup berantakan. "Terlepas papa A pernah melakukan kesalahan yang besar sekali kepada mommy Zahrin, sampai-sampai mommy Zahrin sulit untuk memaafkan papa A. Jadi, papa A harap, Arsyla bisa mengerti mengapa mommy kamu sampai sekarang belum bisa memaafkan papa A. Perihal masalah nya seperti apa. Arsyla belum cukup umur, sayang, buat papa A jelasin dan itu panjang sekali cerita nya. Jadi, papa A minta kepada Arsyla untuk jangan paksa mommy Arsyla terlebih dahulu. Papa A yakin, mungkin saat ini belum waktu yang tepat, sayang. Sabar, ya." Akhyar yang pelan-pelan menyampaikan nya kepada Arsyla. Mengelus-elus pipi kanan Arsyla, supaya Arsyla bisa menerima nya.

"Terus sampai kapan?" Arsyla yang awalnya hanya menatap Akhyar, berpindah menatap Zahrin. Mengguncang-guncang pelan tangan Zahrin. "Apa susah nya maafin papa A, mommy?" Pinta Arsyla kepada Zahrin.

Zahrin tetap bergeming. Tak sepatah katapun dia ucapkan.

"Arsyla ingin papa A yang menggantikan tugas Daddy. Bisa temani mommy tidur, mommy jadi tidak tidur sendirian lagi. Kalau sakit juga Arsyla dan Arsyad tidak khawatir kalau malam-malam. Bisa temani bobok Arsyad dan Arsyla kayak yang semua Daddy lakukan ke kita. Please!" Arsyla masih berlanjut merengek nya. Meminta Zahrin segera memaafkan Akhyar.

"Arsyla, sekarang aja kita juga sudah pergi berempat kan? Apa seperti ini belum cukup buat Arsyla?" Jawab Zahrin.

Arsyla menggeleng dengan wajah sedih.

"Sudah ya, sayang. Sekarang kita lihat Jerapah sambil makan. Papa A sudah lapar." Akhyar menyela dan menarik pelan tangan Arsyla dan Arsyad dan membawanya masuk mobil.

Biarpun wajah Arsyla masih sedih dan kecewa dengan sikap mommy nya.

Sepanjang perjalanan, Arsyla lebih memilih menatap luar kaca jendela mobil. Tak sepatah kata pun menjawab padahal Akhyar beberapa kali menanyakan sesuatu ke Arsyla. Akhyar bisa mengerti perasaan Arsyla.

Di Rante Rento

Arsyla tampak ogah-ogahan memasuki tempat itu. Wajahnya masih cemberut biarpun Zahrin menyuruhnya tersenyum. Namun itu tidak lama. Karena setelah jerapah besar mendekat dan meminta Arsyla menyuapi nya. Arsyla sudah mulai terbawa suasana. Arsyla terlihat tertawa saat aksi jerapah besar itu mengambil makanan nya. Roti gandum nya di piring terlihat berantakan gara-gara ulah hewan berleher panjang itu.

Semua juga ikut tertawa, saat gantungan kunci Arsyla ditarik oleh mulut jerapah dan membuat Arsyla panik. Mereka berempat cukup lama menghabiskan waktu di tempat itu. Akhyar dan Zahrin masih menunggu Arsyad dan Arsyla bermain. "Terimakasih ya, mas." Ucap Zahrin kepada Akhyar.

"Sama-sama, Rin. Kamu nggak usah terlalu pikirin apa yang baru saja Arsyla katakan. Ya, biarpun jujur aku senang mendengar Arsyla mengutarakan harapan nya. Semuanya juga menunggu kamu maafin aku, Rin." Agak panjang Akhyar menjawab nya. Cukup membuat Zahrin gusar setelahnya.

"Aku sendiri juga nggak tahu, mas. Sampai kapan hatiku bisa lapang dan bisa menerima mu kembali." Zahrin tidak memberi kepastian.

"Berapa tahun lagi yang aku butuhkan, Rin? Supaya kamu percaya dan memaafkan aku. Bahkan sampai Regi nggak ada, Rin. Arsyad dan Arsyla yang masih dalam kandungan kamu bahkan sampai sekarang." Akhyar mencoba meluluhkan Zahrin. Membuka mata Zahrin bahwa Akhyar cukup sabar menanti maaf Zahrin sekaligus berharap kembali kepada Zahrin.

Zahrin tertunduk diam. Ingin beranjak dari tempat duduk nya di samping Akhyar. Namun urung dia lakukan. "Kasih aku waktu, mas."

"Aku ulang pertanyaan Arsyla. Sampai kapan, Rin?" Akhyar yang menatap wajah Zahrin. Namun karena Zahrin merasa tak nyaman, Zahrin bangkit dan berdiri.

"Sepertinya kita sudah terlalu jauh bicara nya, mas. Mohon maaf kalau aku tidak nyaman dengan pertanyaan kamu itu." Zahrin menolak menjawab terkait sampai kapan dia akan memberi jawaban ke Akhyar. Zahrin melangkah pergi. Namun berhenti ketika mendengar Akhyar berbicara.

"Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, Rin. Atau tahun-tahunan lagi?" Sahut Akhyar.

Bersambung

1
Vanni Sr
semua novel ny saling berkaitan , jd hrus baca semua ny. g seru. hrus ny stop pke crta baru tp ini saling berkaitan yg di wjibkn baca judul sblm nya biar ngerti hadeeeuh
naisa strong: 🤣 iya kakak🙏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!