NovelToon NovelToon
Arjuna Bopo Istimewa

Arjuna Bopo Istimewa

Status: tamat
Genre:Spiritual / Epik Petualangan / Romansa / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kisah ini adalah kelanjutan dari Novel Bopo Kembar Desa Banyu Alas.
Di sini, Author akan lebih banyak membahas tentang Arjuna Jati Manggala, putra dari Arsha dan Raina yang memiliki Batu Panca Warna.
Batu Panca Warna sendiri di percaya memiliki sesuatu yang istimewa. 'Penanda' Bopo ini, barulah di turunkan pada Arjuna setelah ratusan tahun lamanya. Jadi, Arjuna adalah pemegang Batu Panca Warna yang kedua.
Author juga akan membahas kehidupan Sashi, Kakak Angkat Arjuna dan juga dua sepupu Arjuna yaitu si kembar, Naradipta dan Naladhipa.
Beberapa karakter pun akan ada yang Author hilangkan demi bisa mendapatkan fokus cerita.
Agar bisa mengerti alurnya, silahkan baca terlebih dahulu Novel Cinta Ugal - Ugalan Mas Kades dan juga Novel Bopo Kembar Desa Banyu Alas bagi pembaca yang belum membaca kedua Novel tersebut.
Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Silaturahmi Keluarga

"Assalamualaikum." Ucap Falih. Suara salam dari keluarga Falih pun turut menyusul.

"Waalaikumsalam." Jawab Abimanyu dan keluarga dengan kompak.

"Monggo, silahkan masuk." Ujar Abimanyu yang mempersilahkan tamunya untuk masuk.

Mereka saling bersalaman sebelum duduk di ruang tamu yang sudah di tambah dengan beberapa sofa, mengingat tamu yang tak terlalu banyak. Falih hanya datang bersama kedua orang tuanya juga Om dan Tantenya. Sedangkan di keluarga Abimanyu hanya di tambah dengan Agil dan Sifa saja.

Berbagai macam buah tangan seperti kue dan buah - buahan pun tak lupa keluarga Falih berikan pada keluarga Ashoka.

"Selamat datang di rumah kami Pak, Bu. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke Rumah kami." Ujar Abimanyu.

"Alhamdulillah, kita bisa saling bersilaturahmi hari ini. Kami juga mengucapkan terima kasih, karena kedatangan kami sudah di sambut dengan baik oleh keluarga Ashoka." Ujar Dokter Ari.

Mereka pun mulai saling berkanalan dan mengenalkan Keluarga mereka. Tak terlalu banyak perkenalan, karena Runi sudah mengenal baik Dokter Ari, Dokter Nira juga Om dan Tante Falih, Dokter sigit dan Dokter Yuni.

Tak hanya Runi, Abimanyu juga sudah pernah bertemu dengan orang tua Falih di beberapa kesempatan, meski hanya sebatas beregur sapa singkat. Begitu juga dengan Saira yang jelas mengenal kedua orang tua Falih.

Dua keluarga itu tampak mengobrol dengan hangat. Banyak hal yang mereka bicarakan, bak sahabat lama yang tak bertemu. Canda dan tawa pun turut meramaikan ruang tamu Abimanyu.

"Begini, Pak Abi, Dokter Runi. Kedatangan kami ke sini selain untuk silaturahmi, kami juga ingin meminta izin meminang Ashoka untuk putra kami, Falih." Ujar Dokter Ari menyampaikan tujuan utama mereka datang ke kediaman Abimanyu.

"Kalau Nak Ashoka dan Keluarga Pak Abi berkenan, In Syaa Allah kami ingin melamar Nak Ashoka secara resmi bulan depan." Imbuh Dokter Ari kemudian.

Mendengar itu, Abimanyu pun tersenyum lembut, ia kemudian menatap ke arah Ashoka yang duduk tak jauh darinya,

"Gimana, Nduk? Ashoka siap di lamar Nak Falih bulan depan?" Tanya Abimanyu pada putrinya.

Ashoka terdiam sejenak. Ia menatap satu persatu orang yang ada di ruangan itu. Ia pun menatap Aksa dan Arsha agak lama sebelum menatap Falih dan kemudian kembali menatap Romonya.

"In Syaa Allah, Ashoka siap di lamar Bang Falih bulan depan." Jawab Ashoka dengan yakin.

"Baik kalau begitu, In Syaa Allah, saya dan istri saya juga siap menerima kedatangan Nak Falih juga keluarga untuk melamar putri kami secara resmi." Ujar Abimanyu yang di sambut dengan ucapan syukur dari keluarga Falih.

"Untuk hari dan tanggal, sepenuhnya kami serahkan pada Nak Ashoka dan keluarga untuk menentukan." Kata Dokter Ari.

"In Syaa Allah, secepatnya akan saya sampaikan pada Nak Falih kapan waktunya." Jawab Abimanyu.

"Mohon maaf, apakah ada permintaan khusus dari Ashoka atau Keluarga untuk uang Jujuran atau peningsetnya?" Tanya Dokter Ari lagi.

"Gimana, Nduk?" Abimanyu kembali melempar pertanyaan pada Ashoka.

"Ashoka gak ada permintaan khusus, Mo." Kata Ashoka yang dijawab anggukan mengerti oleh Abimanyu.

"Untuk masalah itu, kami serahkan saja pada Nak Falih, Dokter Ari dan keluarga. Kami tidak ada permintaan khusus, yang penting itu tidak memberatkan Nak Falih dan Keluarga." Jawab Abimanyu.

"Baiklah kalau begitu. Terima kasih banyak Pak Abi, Dokter Runi, Nak Ashoka dan keluarga karena sudah menerima dengan baik niat tulus kami untuk meminang Ashoka menjadi istri putra semata wayang kami ini." Ujar dokter Ari dengan lega. Wajahnya kedua keluarga itu pun nampak berseri - seri setelah pembicaraan serius itu usai dan berjalan dengan lancar.

Kedua keluarga kembali mengobrol hingga tiba waktu makan siang. Abimanyu pun menjamu calon besannya itu dengan makan siang yang sudah mereka siapkan. Setelah makan siang dan melaksanakan sholat dzuhur, keluarga Falih pun pamit untuk pulang.

"Om Falih, mau kemana?" Tanya Arjuna.

"Om Falih mau pulang dulu, ya." Jawab Falih.

"Yaah! Kok pulang sih, Om. Kan kita belum main." Protes Dipta.

"Iya, katanya Om mau ngajak kita jalan - jalan lagi." Imbuh Nala.

"Iya. Kan Om Falih udah janji waktu itu." Timpal Sashi yang turut bicara setelah di senggol - senggol oleh Arjuna.

Falih sendiri hanya bisa meringis mendengar suara protes dari keponakan Ashoka. Keluarga Falih pun hanya bisa terkekeh melihat bagaimana keponakan Ashoka itu menagih janji pada Falih.

"Lain kali saja ya, anak - anak. Om Falih mau antar Nenek dan Kakek pulang dulu." Kata Raina yang berusaha memberi pengertian pada anak - anaknya.

"Yaah!" Nampak raut kecewa di wajah keempat bocah itu yang membuat Keluarga Falih tersenyum.

"Aduh, gemas sekali cucu - cucu ini." Kata Dokter Nira.

"Anak - anak, ikut Nenek saja, yuk? Kita main di rumah Om Falih." Ajak Dokter Nira kemudian.

"Memangnya boleh main ke rumah Om Falih, Nek?" Tanya Arjuna.

"Boleh dong, nanti main sama nenek juga." Jawab Dokter Nira.

"Aduh, nanti merepotkan lho, Dok. Anak - anak ini aktif banget." Kata Runi yang merasa tak enak.

"Gak apa - apa. Biar rumah kami juga ramai." Sahut dokter Ari.

Keempat anak itu pun saling bertatap - tatapan. Nala dan Arjuna pun menyenggol - nyenggol lengan Sashi. Mengkode supaya Kakak tertua mereka itu meminta izin pada para Orang Tua. Melihat Sashi yang 'ditumbalkan' oleh adik - adiknya, membuat mereka semua menahan tawa.

"Ayah, Ibu, Bopo, Buna, Boleh gak kami ikut Nenek, Kakek dan Om Falih?" Tanya Sashi dengan tatapan puppy eyes.

"Hmmm, gimana, ya? Ibu takut kalian nakal di rumah Om Falih." Jawab Raina.

"Kami janji gak akan nakal kok, Bu." Sahut Nala dengan cepat.

"Iya, janji bakal nurut sama Kakek, nenek, sama Om Falih juga." Timpal Arjuna.

"Yasudah, tapi janji jangan bandel, ya?" Kata Raina.

"Iya, jamhan merepotkan juga." Imbuh Saira.

"Yeee! Makasih, Ibu, Buna." Seru Nala girang.

"Ayah, Bopo?" Tanya Sashi sambil menatap ke arah Arsha dan Aksa.

"Tapi di temani Mika, ya." Kata Arsha.

"Coba ajak Mika. Mika mau atau enggak?" Imbuh Aksa.

"Mika?" Keempat bocah itu langsung menatap ke arah Ashoka.

"Gimana, ya?" Ashoka memasang ekspresi galau.

"Mika... Ayolah, Mika. Kan besok libur sekolah." Bujuk Arjuna. Keempat bocah itu pun dengan kompak menghampiri Ashoka san menggelendot manja.

"Yasudah ayo. Mika ambil tas dulu, kalian pamitan sama Ayah, Ibu, Bopo, Buna, Yang Kung, Yang TI, Mbah TI dan Mbah Kung dulu." Kata Ashoka.

"Jangan lupa minta sangu!" Bisik Ashoka pada Arjuna. Sambil terkekeh.

"Yeeeyyy!" Seru bocah - bocah itu dengan girang. Mereka pun segera berpamitan dengan riang. Setelah berpamitan, keempatnya pun langsung menghampiri Falih dan Keluarganya yang juga tampak riang.

"Baik kalau begitu kami pamit pulang dulu, sekalian izin bawa cucu - cucu ini." Kata Dokter Ari.

"Iya, hati - hati di jalan. Maaf ini, cucu - cucu jadi merepotkan." Ujar abimanyu.

"Gak apa - apa, Pak. Justru kami senang kedatangan cucu - cucu." Jawab Dokter Nira.

Setelah Ashoka keluar dan berpamitan, mereka pun segera naik ke mobil milik Falih.

"Jangan bandel ya!" Pesan Arsha lagi.

"Iya, Ayah." Jawab mereka kompak sambil melambai - lambaikan tangan.

1
Renesme
Bagus, ngga ada bosennya bacanya 👍👍
Yani Handayani
saya udah rada2 lupa ini silsilah ini anak siapa anak siapa
Sri Agustin
duhhh bahasanya jawa haluss...😍
tiniteyok
bagus ceritanya,🌟5 lahh, novel kakak selalu menarik untuk dibaca dan yang pasti diikuti terus kelanjutannya walau ganti judul🤩
Emak Aries
mbak Achi lg hamil muda, mereka takut kekhawatiran Mbak Achi mempengaruhi hamil nya, makanya berusaha hubungin Mbak Achi biar tenang klo mereka baik2 aja
Emak Aries
emang enak bakal dilangkahi Nala😂😂
Emak Aries
ada yg nikung nih yaaa.. 😂😂
Emak Aries
klo masih 1 darah dan bukan 1 darah tp deket sama Arjuna, pasti Arjuna akan merasakan saat sesuatu tdk beres wlo jauh
Emak Aries
belum juga mata bener (bengkak krn nangis sebelumnya), eh bengkak lagi😭😭
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
Emak Aries
abis nangis sesegukan, mulai senyum2 lagi🤭
Emak Aries
halah, Juna. dah kaya Boponya, buaya senior Aksa🤣🤣
Emak Aries
😭😭😭😭😭😭. jam 11 malem nangis sesegukan baca bab ini
Emak Aries
Ga apa2, Rejeki, Mbak Raina. aku aja hamil dan melahirkan anak ke 4 diusia 43 tahun. Beda 15 tahun ma kknya no 3, beda 18 thn ma kk no 2, dan 20 thn ma kk no 1🤭.
Emak Aries
Junaaaa.. Bocah gendeng..
Emak Aries
menyala keponakan Mika🤣🤣
Maulana ya_Rohman
otw baca... 🚴🚴
Maulana ya_Rohman
lha di daerah ku malah KACANG LUPA KULIT nya....😆
semua perhatian, kepedulian kita di anggap angin lalu, gak ada bekas nya.. .. dan sekarang aku lebih slow...
krn apa yang kita beri, tak pernah di ingat, malah terlupakan...
Zuny Achmad
lanjut kak
Andista Loveli
kita bisa memahami arti sebuah hubungan kesetiaan, kesetaraan, saling menghormati dan menyayangi dalam hubungan kekeluargaan /Heart//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!