NovelToon NovelToon
Istri Nakal CEO Dingin

Istri Nakal CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.

Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.

"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.

"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.

Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGAMBIL HATI CAMER

Hah....

Damian memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, bahkan dia sampai menghela napas nya panjang, ternyata kucing nakal nya ini bukan hanya nakal, tapi sangat keras kepala.

Sebelum menjawab, Damian melirik jam tangannya, lalu menatap Ziva yang wajahnya sudah memerah karena keras kepala.

"Hanya sepuluh menit," ucap Damian, dingin.

"Dua puluh menit! Mall Grand Indonesia ada di jalur jalan ini, kita mampir ke sana sebentar," tawar Ziva, cepat.

"Lima belas menit, Ziva, atau aku akan angkut kamu sekarang juga ke dalam mobil," ancam Damian dengan nada rendah.

"Deal! Lima belas menit!" ucap Ziva langsung masuk ke dalam mobil tanpa menunggu dibukakan pintu.

Sepanjang perjalanan yang singkat menuju mall, Ziva sibuk mengikat rambutnya dan merapikan wajahnya dengan alat make-up darurat dari tasnya.

Damian sesekali melirik kucing nakal nya itu, yang sedang sibuk dengan alat-alat make up nya.

Begitu mobil berhenti di depan lobi mall, tanpa membuang waktu lagi, Ziva langsung melesat keluar seperti peluru.

"Tunggu di sini! Jangan berani-berani pergi atau aku akan membatalkan tanda tangan tadi!" teriak Ziva sambil berlari masuk.

Damian hanya bisa bersandar di kursi belakang mobilnya, memperhatikan punggung Ziva yang menghilang di balik pintu otomatis mall, dia mengetuk-ngetuk kan jarinya di arm rest mobil.

"Riko benar," gumam Damian pelan pada dirinya sendiri.

"Dia benar-benar badai kecil yang merepotkan, dan sialnya aku tidak bisa menolak keinginan nya," gumam Damian, menghela nafas panjang.

Tepat empat belas menit kemudian, pintu mobil terbuka. Seorang gadis cantik melangkah masuk dengan aura yang sepenuhnya berbeda.

Ziva kini mengenakan dress pendek berwarna zamrud yang simpel namun sangat elegan, dipadukan dengan sepatu hak tinggi berwarna emas yang dia beli entah bagaimana caranya dalam waktu sesingkat itu.

Bahkan rambutnya kini tergerai indah dengan riasan wajah yang lebih tajam.

"Empat belas menit tiga puluh detik. Aku menang," ucap Ziva duduk dengan napas sedikit terengah, namun dagunya terangkat angkuh.

Damian terdiam sesaat, matanya menyapu penampilan Ziva yang kini terlihat sangat memukau. Ada jeda beberapa detik sebelum dia kembali ke ekspresi dinginnya.

"Lumayan," ucap Damian pendek.

"Lumayan? Kamu bilang penampilanku yang sekelas runway Paris ini cuma lumayan?" protes Ziva kesal.

"Kita sudah ditunggu," ucap Damian tanpa membalas protes Ziva

Ziva mendengus, namun di dalam hati dia merasa puas, dia tadi sempat menangkap kilatan terkejut di mata Damian saat dirinya masuk tadi, dan bagi Ziva, itu adalah kemenangan kecil yang jauh lebih manis daripada sekadar tas Paris.

Mobil mewah itu kembali berjalan di tengah-tengah padat nya kota negara J, dengan suasana yang lebih bersahabat dari pada tadi, walaupun tidak ada percakapan di antara kedua nya.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih, Dau puluh lima menit, mobil Ferrari hitam itu berhenti di depan sebuah restoran mewah.

Restoran bintang lima tersebut memiliki suasana yang tenang dan sangat privat, dengan alunan musik klasik yang lembut mengiringi gemerincing peralatan makan perak.

Di meja sudut yang paling eksklusif, Tuan Alex dan Nyonya Diandra sudah menunggu dengan senyum hangat yang merekah saat melihat kedatangan anak dan calon menantu mereka.

"Ziva, Sayang! Kamu cantik sekali!" puji Nyonya Diandra sambil berdiri dan langsung memeluk Ziva erat.

"Terima kasih, Tante... eh, Mama," jawab Ziva dengan suara yang dibuat selembut sutra, sambil memberikan senyum paling manis yang pernah ia miliki.

"Maaf ya Ma, Papa, kami agak terlambat. Damian tadi memaksa mampir ke kantor sipil dulu, katanya dia sudah tidak sabar ingin meresmikan status kami," ucap Ziva, sengaja mengadu pada mertua nya.

Ziva melirik Damian melalui sudut matanya, dengan senyum kemenangan, sementara Damian hanya mengangkat alis, terkejut mendengar kebohongan manis yang baru saja meluncur dari bibir Ziva.

Begitu duduk, Ziva sengaja mengambil posisi yang sedikit lebih condong ke arah Nyonya Diandra mulai melancarkan aksinya.

"Ma, aku dengar koleksi perhiasan terbaru dari Cartier sudah masuk ke Negara J. Aku tadi sempat berpikir ingin mengajak Mama melihatnya besok, tapi aku takut mengganggu waktu Mama," ucap Ziva sambil menggenggam tangan Nyonya Diandra dengan akrab.

"Oh, tentu saja tidak mengganggu, Sayang! Mama malah senang sekali ada teman belanja yang punya selera tinggi seperti kamu," jawab Nyonya Diandra dengan mata berbinar.

"Damian itu mana pernah mau menemani Mama, dia lebih suka melihat laporan tahunan daripada melihat berlian, huh!" lanjut Nyonya Diandra, melirik Damian kesal.

"Ih, masa sih Ma? Kasihan sekali Mama, punya anak yang mirip kulkas dua belas pintu," ucap Ziva dengan nada manja yang dibuat-buat, sambil menatap Damian dengan pandangan prihatin.

"Tenang saja Ma, mulai sekarang ada Ziva. Kita biarkan saja Damian sibuk dengan dunianya yang membosankan itu. Iya kan, Pa?" lanjut Ziva, bahkan tanpa malu meminta pendapat Papa mertua nya.

"Benar, Ziva! Sepertinya suasana rumah Alexander akan jadi jauh lebih berwarna setelah kamu bergabung, dan Damian memang terlalu kaku, mirip seperti mesin ATM," jawab Tuan Alex tertawa renyah.

Damian hanya duduk diam, memotong steak-nya dengan gerakan yang sangat presisi, dia merasa seperti anak tiri di tengah keluarganya sendiri.

Ziva benar-benar pintar mengambil hati ibunya, tapi entah kenapa hati nya merasa senang melihat kedekatan Ziva dan Mama nya.

Dua wanita cerewet yang akan mengisi kehidupan Damian kedepan nya, menghadapi mamanya saja Damian sering di buat pusing, ini ditambah Ziva, kucing nakal nya.

"Damian, kamu dengar itu? Ziva jauh lebih perhatian daripada kamu," ucap Nyonya Diandra, melihat ke Damian.

"Aku mendengarnya, Ma, dan aku juga mendengar kalau Ziva baru saja menambahkan denda tas Paris dalam dokumen kami tadi," jawab Damian meletakkan pisaunya perlahan.

Tak

Mendengar ucapan Damian yang kelewat santai, Ziva hampir tersedak minumannya, dia tidak menyangka Damian akan membongkar perjanjian rahasia mereka di depan orang tua.

"Denda tas Paris? Apa itu?" tanya Nyonya Diandra penasaran.

"Hanya perjanjian kecil agar Damian tidak terlalu gila kerja, Ma," jawab Ziva cepat, mencoba mengalihkan pembicaraan sambil memberikan tatapan maut ke arah Damian di bawah meja.

Ziva dengan sengaja menggeser kursinya lebih dekat ke Nyonya Diandra, memunggungi Damian sedikit.

"Ma, ceritakan dong, waktu kecil Damian itu se cengeng apa? Pasti dia nggak sedingin ini kan kalau lagi minta permen?" tanya Ziva, penasaran dengan masa kecil Damian.

Mendengar pernyataan dari Ziva, membuat Nyonya Diandra tertawa geli, dan dia mulai bercerita panjang lebar tentang masa kecil Damian, sementara Ziva mendengarkan dengan antusias sambil sesekali tertawa keras, sengaja mengabaikan Damian sepenuhnya.

Berbeda dengan Damian yang sedang sibuk menatap Ziva yang sedang asyik tertawa, meskipun dia tahu Ziva sedang sengaja memojokkannya, ada sesuatu dalam tawa lepas gadis itu yang membuatnya tidak bisa benar-benar marah.

1
axm
😄😄
Noey Aprilia
Ga sbr nunggu mreka ktmu.....
abang posesif vs clon suami kutub....🤣🤣🤣
Mommy Ayu
para singa penjaga keluarga Willson sangat kompak melindungi si kucing nakalnya Damian 🤣🤣🤣
Mommy Ayu
aku langsung ngebayangin Damian yang kaku seperti robot sedang memakan telur gulung 🤣🤣🤣🤣
Mommy Ayu
waaaa.... keren Damian... langsung tindakan tanpa banyak pertanyaan
zylla
Hayo loh, gimana nasib Damian 🤣
zylla
little monster 🤣🤣🤣🤣
Siti Nurjanah
daddy ziva tau ternyata soal vendor..
crazy up dpng thorrrrr
Maria Lina
kok cuman 2 thor kmrn 3 hadeh
Tiara Bella
abangnya ziva posesif semua....awas km Damian siap² km
Ilfa Yarni
waw asyik ya kluarga Wilson Ziva punya abang2 yg keren
Tiara Bella
lama² suka sm suka...lama² pd bucin.....
Tiara Bella
foto wallpaper nya berubah jd aku gk engeuh Thor.....
el 10001
namanya kadang berubah ubah ya thor
koreksi ya semangat
Husen
jd pengin punya Abang..
tia
lanjut thor
Lyvia
🤣🤣🤣🤣🤣 konyol n lucu ni ziva
Narti Narti
luar biasa
Haryati Atik Atik
lama" jg bucin ni dua org🤣🤣
Noey Aprilia
Ziva mau nyerah ga????
bru brbgi air mnum aja udh baper...
kbyang nnti kl udh nkah,trs tnggal srumah....atw sekamar pula.....🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!