Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 Aku percaya Om
Tidak ada yang bisa Hans lakukan selain tersenyum melihat Ayra bersama pria lain, ini memang menyakiti perasaan nya namun melihat Ayra bahagia ada kelegaan tersendiri dalam hati Hans .
" Kamu menyakiti hatiku Ay dengan dekat bersamanya tapi bahagia mu adalah prioritas utama ku , jika memang kamu bahagia bersamanya aku Ikhlas " batin Hans menatap Ayra dengan tatapan sayu .
...........
" Sini deh aku bukain" kata Ayra yang tidak sabar mau melihatkan hadiah yang dia kan .
" Wahhhh, terimakasih Ayra " senyum lebar Bara menerima sebotol parfum kecil yang Ayra berikan .
" Iya, semoga kamu suka " ucap Ayra yang merasa dihargai ketika Bara langsung memakai parfum yang Ayra berikan didepan nya .
" Ini Aroma yang unik dan tidak biasa , sama seperti orang yang memberikan nya , sekali lagi terimakasih" ucap Bara yang benar-benar tersentuh .
" Kamu berlebihan , Om aku bilang kalau orang ngasih kita sesuatu kita juga harus ngasih balasan nya walaupun itu hanya sebuah permen " kata Ayra yang selalu mengamalkan setiap hal yang Hans ajarkan pada nya .
" Kamu udah ngasih aku fresh flower pertama yang aku terima dari seorang pria" senang Ayra .
" Apa sebelumnya kamu tidak pernah menerima bunga dari seorang pria?" tanya Bara .
" Om aku sering bawain aku buket bunga kalau dia pulang dari dinas luar kota , tapi selain dari Om nggak pernah karena aku belum pernah pacaran sekalipun " jujur Ayra .
Dari kecil pun Hans sudah sering memberikan nya bunga , sebab itu Ayra tidak terlalu berharap diberikan bunga oleh siapapun karena Hans sudah memberikan nya sejak dulu .
" Apa yang dibelakang kita ini Om kamu?" tanya Bara melirik pria yang tengah sibuk meeting bersama beberapa rekan nya dimeja sebelah.
" Kok kamu tau?" bisik Ayra rada mendekat .
" Iya, soalnya kamu sering post foto sama Om kesayangan kamu itu" kata Bara yang sudah mengikuti Ayra di sosmed nya sejak lama .
" Aku memang sangat menyayangi nya karena hanya dia satu-satunya keluarga ku yang tersisa " ucap Ayra dengan lirih .
" Kamu harus kuat , kamu hebat " ucap Bara memberikan semangat dan memegang tangan Ayra yang duduk berhadapan dengan nya.
Brakkkk
" Jangan melampaui batas" tiba-tiba seorang pria muncul dan memisahkan pegangan tangan mereka.
" Lepas , Kau lagi " kata Ayra menarik paksa tangannya ketika melihat pria yang dulu mengaku calon suaminya datang lagi .
" Ayra dengarkan aku , sekarang aku sudah tau semua nya dan jangan berbohong lagi , kamu beneran Ayra anak nya Om Bobby kan " ucap pria itu.
" Terus kalau iya kenapa?" ucap Ayra dengan kesal menatap pria yang ikut campur itu dan menatap Hans yang duduk dimeja seberang juga menatap mereka namun masih fokus mendengar penjelasan rekan kerjanya.
" Ayra kita itu udah dijodohkan sejak kecil , kamu adalah calon istriku jadi tidak boleh dekat pria lain " tegas pria itu dengan ekspresi wajah tidak terima nya .
" Ihhhh, udah ngaku-ngaku, berani larang aku lagi , Bara ayo kita pergi " kata Ayra memegang tangan Bara dan mengajak nya pergi .
" Enggak, aku nggak akan biarkan kamu pergi lagi udah cukup , aku sudah susah payah menemukan kamu " ucap pria itu juga memegang sebelah tangan Ayra.
" Ihhhh, lepas kamu itu siapa sih " Ayra benar-benar tidak mengenal pria itu .
" Aku Alga Dirgantara" ucap pria itu mengatakan siapa dirinya yang membuat Ayra terdiam karena merasa pernah mendengar nama itu .
" Lepaskan Ayra." ucap Bara yang sudah habis kesabaran nya menepis tangan pria itu yang memaksa memegang tangan Ayra sampai membuatnya sakit .
" Tidak, "
" Kau menyakiti nya " ucap Bara langsung memukul Alga ketika pegangan nya terlalu kuat hingga menyakiti Ayra .
" Berani sekali kau " Alga membalas balik dan bersamaan dengan itu bodyguard nya memasuki restoran dalam jumlah banyak namun baku hantam antara mereka berdua tidak terhindarkan.
" Hei berhenti" Ayra mencoba memisahkan mereka, tidak ingin Ayra sampai tersakiti Hans sendiri yang langsung turun tangan namun bukan memisahkan mereka melainkan menggendong Ayra lalu membawanya pergi.
" Berhenti , sudah cukup kau memisahkan aku dengan Ayra selama ini " teriak Alga yang menghentikan langkah Hans .
" Om dia siapa , aku takut " kata Ayra memeluk leher Hans yang sedang menggendong dengan erat karena bodyguard pria itu banyak sekali bahkan restoran ini menjadi seketika sepi .
Bara juga sudah dibawa paksa oleh bodyguard pria itu yang sangat kejam dan bengis.
" Apa yang kau mau?" pertanyaan Hans berdiri menggendong Ayra dengan sebelah tangannya saja .
" Aku ingin kau mengembalikan Ayra padaku , Berhenti membohongi dan membodohi nya " Ucap pria itu yang merasa Hans sangat licik bahkan dia menyembunyikan identitas Ayra selama bertahun-tahun.
" Om jangan kasih aku ke orang jahat itu " ketakutan Ayra bersuara ditengah keheningan.
" Ayra aku bukan orang jahat, aku adalah calon suami kamu , orang tua kita berteman semasa Papa kamu hidup dan mereka sudah merencanakan perjodohan kita , Hans itu yang adalah orang jahat " ucap Alga mengatakan kebenaran.
" Hans itu hanyalah asisten Papa kamu yang ingin mengendalikan semuanya, dia punya niat jahat padamu Ayra percayalah padaku " ucap Alga melihat Ayra justru memeluk Hans semakin erat saja .
" Dia tidak benar-benar menyayangi kamu , teruntuk kamu ketahui Hans menyembunyikan identitas kamu dari publik selama ini bahkan sampai sekarang dia masih menguasai semua perusahaan keluarga kamu atas namanya " Alga memberitahu semua kebenaran.
" Kamu sama sekali tidak punya status dimata hukum atas apapun semua dia kendalikan, sadarlah dia bukan pria baik seperti yang kamu pikirkan " Alga mengatakan semua kebenaran yang tersimpan rapat selama ini.
" Beneran begitu Om?" tanya Ayra melihat reaksi Hans yang tidak menyangkal apapun yang Alga ucapkan.
Ayra turun dari gendongan Hans dan berdiri menatap Hans serta Alga bergantian " Kemarilah Ayra , aku akan melihatkan semua kebenaran padamu " ucap Alga yang memang tidak asal tuduh saja , Hans memang melakukan semua itu .
" Dia orang jahat Ayra , dia menutupi semua kebenaran dari kamu " ucap Alga ketika Ayra perlahan berjalan kearahnya dihadapan semuanya.
Alga berdiri dengan puluhan bodyguard dibelakang nya ketika Ayra menghampiri nya.
Plakkkk
Ayra langsung menampar wajah Alga begitu sampai dihadapan pria itu " Jangan sekali-kali mengatakan hal buruk tentang Om Hans disaat kau tidak tau apapun " ucap Ayra dengan penuh keberanian menampar pria kurang ngajar itu .
" Ayra , aku mengatakan kebenaran dan aku punya buktinya" tegas Alga yang ingin Ayra menyadari semuanya.
" Kalaupun Om Hans menyembunyikan identitas ku dari publik dan menguasai semua perusahaan keluarga ku itu ada alasan logis dibalik semuanya itu, salah satunya agar aku tidak bertemu dengan orang sepertimu" pernyataan Ayra yang tidak merasa Hans jahat kalaupun melakukan hal itu padanya.
" Aku percaya sama Om Hans , dia baik " pernyataan Ayra dihadapan semua orang yang seperti Boomerang di telinga Hans .
Hans tidak menyangkal ucapan Alga karena memang benar , namun dia tidak menyangka kalau Ayra lebih mempercayai nya sekalipun sudah melihat bukti dan fakta .
wah ada baby Zoe, jangan bilang kecebong Hans itu 🤭🤭😆