NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Mafia / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:654.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Kenzo melangkah cepat keluar dari ruang meeting setelah mendapat informasi kalau di lobby ada sedikit masalah.

Di luar, si kembar sedang berurusan dengan Jeremy dan Kenzo tidak ingin keributan kecil itu mengganggu pertemuan penting ini.

Kenzo percaya bahwa Ava dan Edgar bisa menyelesaikan sisa pembicaraan bisnis mereka.

Pintu tertutup, meninggalkan Edgar dan Ava sendirian di ruang meeting yang sunyi, hanya diterangi oleh pantulan cahaya kota yang masuk melalui jendela kaca.

Suasana di antara mereka sangat canggung.

“Sudah lama bukan?”

“Hmm,” sahut Ava malas.

“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?”

“Tidak ada yang perlu aku katakan!”

Ava bangkit danberniat keluar dan mencari Kenzo, atau setidaknya melarikan diri dari tatapan Edgar yang membakar.

Namun, sebelum Ava mencapai pintu, Edgar sudah bergerak. Dengan kecepatan yang tidak terduga, ia sudah berdiri di belakang Ava dan menarik pergelangan tangannya.

“Mau ke mana?” tanya Edgar dengan suara dalam dan serak.

“Bukan urusanmu!” balas Ava, mencoba melepaskan tangannya tetapi cengkeraman Edgar terlalu kuat.

Edgar tidak memedulikan penolakan Ava. Ia menarik Ava kembali ke tengah ruangan dan tanpa peringatan, ia memaksa Ava duduk di pangkuannya.

Posisi mereka begitu intim, dimana tubuh Ava menempel erat pada tubuh kekar Edgar.

“Ed, aku sibuk. Tolong jangan ganggu pekerjaanku!” desis Ava, berusaha keras agar suaranya tidak bergetar.

Edgar seolah tuli. Ia mengabaikan peringatan itu. Matanya terpaku pada wajah Ava.

Dengan gerakan lambat yang penuh dominasi, tangan kanannya bergerak dari pinggang Ava, mengusap paha Ava, naik perlahan hingga mencapai perut bagian bawahnya.

“Tujuh tahun aku terus memikirkanmu, Ava. Bahkan hingga detik ini. Apakah kau sudah melupakan malam itu?” bisik Edgar.

Malam itu adalah malam yang merenggut segalanya dari Ava, malam yang memberinya dua bayi menggemaskan.

“Malam itu? Maksudmu malam apa?” Ava bersikap seolah benar-benar amnesia. “Aku sama sekali tidak ingat—”

Ucapan Ava terpotong. Tangan besar Edgar sudah menyelinap masuk ke dalam rok span pendek milik Ava. Jari-jari panjang dan kuat itu menarik kain rok Ava ke atas, hingga ujung kain itu tersangkut di pinggangnya.

“Edgar, kau mau apa!” seru Ava dengan suara tertahan.

“Mau mengingatkanmu sesuatu,” balas Edgar, matanya yang gelap menatap

Ava dengan tajam.

Tangan besar itu menyelinap lebih dalam, menembus lapisan kain terakhir Ava, hingga menyentuh bagian sensitifnya.

Edgar tidak menunggu, jari-jarinya langsung bergerak, menemukan titik yang paling responsif di sana.

Napas Ava tercekat. Ia menggigit bibirnya sendiri dengan mata terpejam erat, berusaha menahan suara de sa han yang mendesak keluar.

Ava tidak bisa memungkiri, tujuh tahun hidup dalam kesendirian, ia juga merindukan sentuhan itu. Sentuhan yang hanya diberikan oleh Edgar, pria pertama dan satu-satunya yang sudah merenggut kehormatannya.

Melihat Ava tidak memprotes dengan Edgar kembali mengerakkan jarinya. Seolah Egar tahu, kalau Ava menginginkannya kebih dalam.

Edgar segera mengangkat Ava dari pangkuannya dan mendudukkannya di atas meja meeting. Ia berdiri di antara kedua kaki Ava, membukanya lebar-lebar dengan lututnya.

Ava melotot, matanya penuh keterkejutan, tetapi ia tidak mampu menolak pesona suami sepupunya yang luar biasa tampan nan menghoda ini.

Rasa ingin tahu dan rindu mendominasi naluri pertahanannya.

Edgar mendekat, mencondongkan tubuhnya ke depan, hingga hidung mereka bersentuhan. Napas panas Edgar menerpa kulit Ava. Ava sudah bersiap Edgar akan menciumnya, memutus penantian tujuh tahun mereka.

Nyatanya, Edgar malah membisikkan sesuatu di telinga Ava. “Kau tahu, serigala gila itu tidak buruk. Aku suka yang sulit didapatkan.”

Bisikan itu, yang menggabungkan ancaman dan rayuan, membuat Ava semakin tegang. Ia tahu Edgar telah mencurigainya sebagai pencuri, tetapi itu tidak menghentikan pergerakan tangan Edgar di bawah sana.

Tangan Edgar di bawah rok Ava terus bergerak tanpa henti, dengan ritme yang tahu persis apa yang dibutuhkan Ava. Gelombang demi gelombang kenikmatan memukul Ava. Punggungnya melengkung sedikit, kepalanya bersandar ke belakang.

Tepat saat Ava akan sampai ke puncak, hendak mencapai titik pe lepa san yang sangat ia butuhkan, Edgar tiba-tiba menjauhkan dirinya dari Ava.

Seketika, wajah Ava berubah kecewa. Matanya terbuka, menatap Edgar dengan pandangan terluka dan bingung.

Edgar menyeringai dingin, menunjukkan dominasinya yang total. Ia mengangkat kedua jari tangannya, yang kini basah dan berkilauan di bawah cahaya lampu ruangan.

“Apa kau sudah mengingat semuanya, Nona Seraphina?” ucap Edgar, suaranya tajam, mengakhiri momen panas itu dengan sebuah pertanyaan.

Ava memalingkan wajah, menarik rok spannya ke bawah, merapikan dirinya secepat mungkin. Ia berusaha terlihat acuh tak acuh, meskipun tubuhnya masih gemetar karena tindakan Edgar itu.

“Aku tidak ingat!” Ava masih mengelak.

“Cih!” Edgar berdecih. Jadi benar, Ava membuangnya setelah mendapatkan keperjakaannya.

Sialnya, Edgar tak bisa sedikit pun membenci Ava, karena sampai saat ini, Edgar masih menginginkan Ava lebih dari apa pun.

Drrt! Drrt!

Ponsel Edgar yang tergeletak di meja bergetar nyaring. Itu panggilan dari Jeremy.

Edgar menggeser tombol jawab dengan malas, tatapannya tidak lepas dari Ava.

“Tuan, anda harus segera ke lobby! Saya tidak sanggup menghadapi dua bocah ini! Pecat saya, Tuan, pecat!” teriak Jeremy dari seberang telepon dengan suara panik dan memilukan.

Edgar mendengus. Kenyataan sudah menariknya kembali. Ia harus menghadapi dua bocah yang baru ditemuinya tadi.

1
Erni Sasa
klw menurutku mah si ava ini sinting,dia yg menginginkan benih dari laki laki pintar,kaya,tampan,dia juga yg memaksa eeh malah dia yg merasa tersakiti😫
dasar betina😫
Santhi Agung
cerita yg sangat bagus dan satset2
Park_Romy
duh figuran paling bebann yaa si Jeremyy,

maaf thor klo gini trs si jeremy ny aku berhenti dulu bacany 😭
Senja: dia cuma anu kak, coba baca aja deh dia gak seperti yg kita kira
total 1 replies
Park_Romy
dih nyebelin banget jeremyy, mending pecatt ajaaa dahh. Fakta sebesar ibu malah disembunyiin dengan dalih demi kebaikan Edgard. klo dri awal jeremy jujur pasti udah di ceraiin tuh si Ivy 👊🏻
Park_Romy
bisa" ny Jeremy gk bilang apa" selama 7 tahun masalah kemandulan Edgard 😭
syh 03
anak itu tergantung didikannnya jd jgn salahkan anak...seumuran cleo msh bisa di arahkan yg lebih baik..
syh 03
Alana nih yg di hadapi 2 keluarga mengerikan edward edgard tp ko ya berani bikin masalah lagi...😒
syh 03
suka novel yg g bnyk drama sat set kelar masalah 😊😊
Dewi Andayani
Keren karyamu...Thor/Drool/
Juna Dong
luar biasa
Nurhartiningsih
mafia kok Cemen..mau saja dikendalikan istri durjana
Nurhartiningsih
Edgar dibohongi mandul. ava dibohongi kena kangker
Joey Joey
🤣🤣🤣🤣🤣🤣sabar my
Joey Joey
kamu dapat keluarga juuga dapat berlian itu
Joey Joey
kamu ayah e
Joey Joey
hai itu ibu dari anak mu
Rizqi_Achmad
asiikk
Omah Tien
ko g ada orang tua nya cw
Ayu Oktaviani
luar biasa cerita. nya keren thor 🥰
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor 😀😀, sangat menghibur 😂. tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰🌹🔥
Senja: Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!