NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Ponsel Kirana bergetar saat dia sedang menjemur cucian di halaman belakang. Awalnya dia mengira hanya pesan biasa, entah tetangga menanyakan menu, atau teman lama sekadar menyapa. Namun, begitu matanya membaca baris pertama pesan itu, tubuhnya mendadak kaku.

[Mbak Kirana, bisa tidak aku pesan paket rice bowl yang harga 15.000 sebanyak 100 porsi buat hari Jumat?]

Kirana membaca ulang pesan itu. Sekali atau dua kali, karena takut salah lihat.

“Se-ratus por-si?” gumam Kirana tergagap dengan suara pelan.

Jantung Kirana berdetak kencang, begitu kencang sampai terasa di telinga. Ada rasa takut yang menyusup dalam hatinya. Dia takut tidak sanggup, takut mengecewakan. Namun, rasa itu segera tertutup oleh perasaan lain yang jauh lebih besar, yaitu kesempatan dan bahagia.

Tangannya bergetar ketika membalas.

[Bisa, Bu Eka.]

Balasan itu terkirim, dan seketika Kirana menutup mulutnya dengan telapak tangan. Matanya berkaca-kaca.

Belum sempat ia menenangkan diri, pesan lain masuk.

[Aku transfer uangnya sekarang, ya. Tolong kirim nomor rekeningnya.]

Kirana duduk perlahan di kursi plastik dekat dapur. Napasnya tertahan beberapa detik sebelum akhirnya terlepas panjang.

“Ya Tuhan, ini beneran,” bisik Kirana lirih.

Dengan cepat Kirana mengirimkan nomor rekening. Beberapa menit kemudian, notifikasi masuk. Saldo bertambah. Jumlah yang selama ini hanya bisa ia lihat sebagai angka impian.

Belum selesai rasa syukurnya mengendap, ponsel kembali berbunyi.

[Mama Gita, bisa tidak pesan rice bowl untuk anak-anak? Serena bulan depan ulang tahun. Untuk paket nasinya aku ingin seperti yang dibawa Gita tadi ke sekolah.]

Kirana terdiam. Tadi pagi, ia memang membuatkan bekal spesial untuk Gita. Tidak mewah, hanya nasi putih hangat, nugget goreng, bola-bola mi, dan tumis buncis sederhana. Dia tidak menyangka bekal itu diperhatikan.

[Bisa, Mama Serena. Mau dibuatkan berapa porsi?]

Balasan datang cepat.

[Oh, syukurlah bisa. Aku pesan 50 porsi.]

Kirana menutup mata. Kali ini air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. Lima puluh porsi. Seratus porsi. Dalam waktu kurang dari satu jam, pesanannya sudah ratusan.

Dia tidak menangis karena lelah. Tidak juga karena sedih. Tangis itu lahir dari perasaan yang sudah lama terkubur, yaitu perasaan dihargai.

Dengan langkah tergesa, Kirana menuju gudang kecil di samping dapur. Dia membuka lemari kayu tua yang selama ini jarang disentuh. Satu per satu peralatan masak berukuran besar ia keluarkan panci jumbo, wajan besar, baskom plastik lebar, pemanggang tua yang hanya dipakai saat ada acara kumpul keluarga besar, seperti lebaran.

Debu menempel di sana-sini. Kirana mencucinya satu per satu, tangannya bergerak cepat, seolah takut semangatnya keburu padam.

“Ternyata sekarang peralatan masak ini benar-benar berguna buat aku,” ucap Kirana lirih, lebih kepada diri sendiri.

Dulu, semua ini hanya simbol. Sekadar barang yang disimpan untuk acara besar keluarga. Kini, semuanya menjadi senjata bertahan hidup.

Hari-hari Kirana berubah menjadi rutinitas yang padat. Dia mulai memasak sejak pagi. Jam sembilan jualan dibuka. Pesanan datang silih berganti. Jam empat sore, semua selesai. Rumah sudah kembali rapi sebelum Rafka pulang.

Tak ada yang berubah dari luar. Namun di dalam, Kirana tahu, dia bukan perempuan yang sama.

Sore itu, Rafka pulang lebih cepat. Matahari bahkan belum sepenuhnya tenggelam ketika motor suaminya masuk ke halaman.

Kirana sedikit terkejut. Sudah lama Rafka tidak pulang secepat ini.

“Papa!” Gita langsung berlari menyambut ayahnya.

Rafka tersenyum, mengangkat tubuh kecil itu, memeluknya erat. Pemandangan itu seharusnya hangat. Namun, entah kenapa hati Kirana justru terasa nyeri.

Rafka masuk ke dalam rumah. Pandangannya menyapu ruang tamu, dapur, hingga halaman belakang. Semuanya bersih. Terlalu rapi.

“Sayang,” ucap Rafka sambil mendekat. “Kamu kenapa, sih, diam terus? Apa lagi capek? Atau sakit?”

Tangan Rafka mendarat di bahu Kirana, memijat perlahan. Sentuhan yang dulu selalu membuat Kirana merasa aman, kini terasa asing.

“Tidak, Mas,” jawab Kirana singkat tanpa menoleh.

Rafka mengerutkan dahi. Dia ingin berkata lebih, tapi urung.

“Papa, lihat!” seru Gita ceria.

Anak itu berlari membawa selembar kertas gambar. Rafka segera berjongkok, mengambilnya.

“Ini Papa, Mama, dan aku,” kata Gita bangga.

Di kertas itu, tergambar tiga sosok manusia sederhana. Papa, Mama, dan seorang anak kecil di tengah. Mereka saling bergandengan tangan. Berdiri berdekatan. Tidak ada jarak.

Kirana menatap gambar itu dari kejauhan.

Dadanya sesak. Gambar polos itu seperti tamparan. Mengingatkannya pada sesuatu yang mungkin tidak akan lama lagi ia miliki.

“Wah, Gita hebat sekali!” puji Rafka. “Ini ceritanya mau pergi ke mana naik mobil?”

“Kan, kita mau ke Timezone hari Minggu nanti,” jawab Gita tanpa ragu.

Rafka tersentak. Senyumnya membeku sepersekian detik. Janji itu dia hampir lupa. Kirana melihat semuanya. Ekspresi kecil itu tidak luput dari matanya. Ada rasa getir yang menjalar di lidahnya.

“Papa janji,” lanjut Gita polos. “Aku sudah cerita ke teman-teman.”

Rafka tertawa kecil, mencoba menutupi kegugupannya. “Iya ... iya. Papa ingat.”

Namun, Kirana tahu suaminya berbohong.

Malam itu, setelah Gita tidur, Kirana duduk sendiri di dapur. Dia menghitung uang, mencatat pesanan, menyusun rencana belanja bahan. Tangannya sibuk, pikirannya lebih sibuk lagi.

Rafka memperhatikannya dari pintu. “Sayang,” panggilnya pelan.

Kirana menoleh. “Ada apa, Mas?”

“Kamu sekarang sibuk sekali,” ucap Rafka. Entah pujian atau keluhan.

Kirana tersenyum tipis. “Ya, mau gimana lagi. Ini keharusan.”

Jawaban itu membuat Rafka terdiam. Dia tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh Kirana.

Malam semakin larut. Di kamar, Rafka tidur lebih dulu. Kirana masih terjaga, matanya menatap langit-langit. Dia teringat gambar Gita. Teringat dengan janji Timezone antara suami dan anaknya.

Sekarang, hidup Kirana tidak lagi sepenuhnya bergantung pada satu orang. Dan itu membuat dia tak takut, sekaligus kuat.

Di luar sana, Rafka mungkin masih merasa rumahnya aman. Tidak tahu bahwa pelan-pelan, fondasi itu sedang bergeser.

Kirana sedang menyusun rencana untuk penyelesaian masalahnya, bukan dengan amarah atau bukan dengan teriakan. Dia juga seorang perempuan yang diam-diam belajar tidak lagi menggantungkan hidup pada cinta yang kini melukainya.

1
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
Nor Azlin
semoga kecelakaan nanti saat pulang baru tau rasa biar Rafka cacat yah apa dengan itu Kinati mau lagi sama Rafka nya 😏😏😏beci bangat dengan alasan anak yatim juga janda ...pantasan orang-orang benci yang namanya janda ada di lingkungan orang-orang yang berkeluarga yah nahh ini sebab nya kerana segelintir jandanya yang seperti Kinati ini lah nama janda yang betul2 menjanda jadi rusak yah 😂😂😂 lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!