NovelToon NovelToon
Forbidden Lecture

Forbidden Lecture

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Ia dikenal sebagai dosen yang tenang, rasional, dan tak pernah melanggar batas.
Sampai suatu hari, satu tatapan membuat seluruh prinsipnya runtuh.
Di ruang kelas yang seharusnya netral, hasrat tumbuh diam-diam tak pernah diucapkan, tapi terasa menyesakkan. Setiap pertemuan menjadi ujian antara etika dan keinginan, antara nalar dan sisi manusia yang paling rapuh.
Ini bukan kisah cinta.
Ini adalah cerita tentang batas yang perlahan retak dan harga mahal yang harus dibayar ketika hasrat tak lagi bisa dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Penolakan di Menara Gading

Suasana makan malam di penthouse malam itu seharusnya terasa romantis. Lilin-lilin aromatik menyala di atas meja kristal, dan hidangan kelas dunia telah tersaji rapi. Namun, ketegangan justru memuncak saat Jordan meletakkan sebuah kotak beludru merah berukuran kecil di samping piring Airin. Di dalamnya, sebuah cincin berlian dengan potongan emerald berkilau sangat menyilaukan, memantulkan cahaya lampu gantung di atas mereka.

​"Aku sudah mengatur semuanya," ucap Jordan dengan nada datar namun penuh keyakinan. "Minggu depan, di aula utama Abraham Corp, kita akan mengadakan pesta pertunangan. Aku ingin seluruh dunia, seluruh kolega bisnis, dan setiap orang di kampus itu tahu bahwa kamu adalah tunanganku. Secara resmi."

​Airin tertegun. Garpu di tangannya berdenting pelan saat menyentuh piring porselen. Ia menatap cincin itu, lalu menatap Jordan dengan pandangan tidak percaya.

​"Pesta pertunangan? Minggu depan?" suara Airin bergetar. "Jordan, ini terlalu cepat. Kita bahkan belum lama melalui semua kekacauan ini. Aku baru saja mulai mencoba menata hatiku kembali."

​Jordan mengerutkan dahi, matanya yang tajam menatap Airin seolah gadis itu baru saja mengucapkan kata-kata dalam bahasa asing. "Terlalu cepat? Aku sudah menjagamu, melindungimu dari para pengkhianat itu, dan memastikan kamu mendapatkan segalanya. Apalagi yang kamu tunggu, Airin? Aku ingin meresmikan kepemilikanku atas dirimu agar tidak ada lagi celah bagi orang lain untuk mengusikmu."

​"Tapi ini bukan soal kepemilikan, Jordan!" Airin bangkit dari kursinya, napasnya mulai pendek karena rasa sesak yang tiba-tiba menyerang. "Aku merasa seperti tidak diberi ruang untuk bernapas. Semuanya berjalan sesuai keinginanmu. Kuliahku, tempat tinggalku, pertemananku, dan sekarang masa depanku pun kamu putuskan secara sepihak?"

​Wajah Jordan seketika mengeras. Ia bangkit berdiri, tubuhnya yang tinggi tegang dan mendominasi ruangan. Aura amarah mulai keluar dari sosoknya. "Aku melakukan ini demi kebaikanmu! Kamu pikir tanpa perlindunganku, dunia tidak akan menginjak-injakmu lagi? Dengan pertunangan ini, identitasmu sebagai calon istri Jordan Abraham akan menjadi perisai mutlak!"

​"Aku tidak butuh perisai jika perisai itu justru mencekikku!" seru Airin, air matanya mulai jatuh. "Aku menolak, Jordan. Aku belum siap. Aku ingin kita menjalani ini pelan-pelan. Aku masih mahasiswi, aku ingin merasakan hidup tanpa beban gelar 'tunangan CEO' di setiap langkahku."

​Mendengar kata 'menolak', rahang Jordan mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. Ia melangkah cepat mengitari meja, menyudutkan Airin hingga punggung gadis itu menyentuh dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan kota. Ia memerangkap Airin dengan kedua tangannya, matanya menatap intens ke dalam mata cokelat Airin yang basah.

​"Kamu menolakku?" suara Jordan rendah, parau karena amarah yang ditahan. "Setelah semua yang aku korbankan? Setelah aku menghancurkan karir orang demi membalaskan lukamu? Kamu berani bilang tidak padaku?"

​"Karena ini terlalu cepat, Jordan! Tolonglah mengerti!" Airin mengerucutkan bibirnya, berusaha mendorong dada Jordan yang terasa sekokoh batu karang.

​"Tidak ada kata terlalu cepat untuk sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi," desis Jordan. Ia mencengkeram pinggang Airin dengan posesif, menarik tubuh mungil itu hingga menempel sempurna pada tubuhnya. "Kamu milikku, Airin. Di apartemen ini, di kantor, di kampus, di mana pun. Dan jika dunia belum tahu, maka aku akan memaksa mereka untuk tahu."

​"Kalau kamu tetap memaksaku, aku akan pulang ke rumah Ayah!" ancam Airin dengan sisa keberaniannya.

​Jordan tertawa rendah, sebuah tawa yang terdengar sangat berbahaya. Ia merunduk, menempelkan keningnya pada kening Airin, membuat gadis itu bisa merasakan napas hangatnya yang memburu. "Pulanglah. Ayahmu bahkan lebih setuju dengan rencana ini daripada aku. Kamu pikir siapa yang menyarankan pesta ini diadakan secepat mungkin? Beliau ingin kamu segera terikat secara legal denganku."

​Airin terisak, menyadari bahwa ia benar-benar terjepit di antara dua pria otoriter yang mencintainya dengan cara yang menyesakkan. Jordan tidak tahan melihat tangis itu, amarahnya perlahan bercampur dengan rasa gemas yang gila. Ia mulai menciumi jejak air mata di pipi Airin dengan kasar namun penuh perasaan.

​"Jangan melawanku, sayang. Kamu tahu itu hanya akan membuatku semakin ingin mengurungmu di sini selamanya," bisik Jordan di telinga Airin, tangannya terus memberikan usapan menuntut di pinggang Airin. "Pesta itu akan tetap ada. Kamu hanya perlu memakai gaun tercantikmu, berdiri di sampingku, dan membiarkan aku menunjukkan pada dunia bahwa kamu adalah harta karunku yang paling berharga."

​Airin hanya bisa menangis dalam diam di pelukan Jordan. Ia menyadari bahwa di balik kemewahan penthouse ini, suaranya benar-benar tidak terdengar. Jordan mencintainya dengan cara yang narsis dan posesif, sebuah cinta yang memberikan segalanya namun juga merampas kebebasannya secara perlahan.

1
sagi🏹
akhirnya Jordan junior launching juga setelah melewati masa² tegang 🤗
ida wati
ini bukan cinta tapi obsesi
Anonymous
suka banget sama jalan ceritanyaa 💝💝
Anonymous: sama-sama thorr 😎
total 2 replies
sagi🏹
mana sempet curiga Airin kabur lagi hadehhh ternyata ini semua ulah dari mantan kekasih Jordan
sagi🏹
curiga sih Airin nya kabur bukan di bawa kabur heemmm Jordan ketulusanmu di sia-siakan sedih sih kalo sampe beneran Airin kabur dan pastinya kecewa sama Airin
sagi🏹
keren Jordan kamu selalu support Airin dan kamu hebat Jordan terlepas kamu otoriter ataupun posesif tapi kamu mengagumkan Jordan 🤗
Anonymous
huaaaa kemana airin thorrrr 😭
Anonymous
love u jordan 😎
sagi🏹
jordan mesti di acungi jempol sih thor ngejaga dan ngebela Airin sebegitunya.
sagi🏹
beruntung banget kamu Airin di cinta sepenuh hati di lindungi dan di jaga oleh jordan
sagi🏹
Airin oh Airin bagaimana reaksi Jordan terhadapmu nanti
sagi🏹
waduh Airin kamu bermain api yakin sih nanti Jordan bakal kecewa sama kamu
sagi🏹
please Airin jauhi Frans demi hubungan mu dengan Jordan
brawijaya Viloid
ayo airinn ksh kesempatan dong ke jordan 🤭
sagi🏹
keren nih ceritanya suka
sagi🏹: semangat berkarya kak 🤗🥰
total 2 replies
ida wati
ini jeleknya si jordan, otoriter
ida wati
genderuwo nya 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
cinta yang kamu paksakan dengan merenggut kebebasannya, rasakan akibatnya 😏🤨
Anonymous
up 💪
jajangmyeon
thor jgn gntung gini plis 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!