Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.
Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.
Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.
Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.
Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 MENGENAL LEBIH DEKAT
Sofia memandang Emre dengan mata yang penuh kepercayaan. Ia tahu bahwa ia harus berhati-hati, tapi ia juga merasa bahwa Emre dapat dipercaya.
"Aku percaya padamu," kata Sofia lagi.
Emre tersenyum dan mengangguk. "Aku akan membuatmu aman, Sofia," kata Emre. "Aku berjanji."
Sofia merasa sedikit lebih tenang setelah mendengar janji Emre. Ia tahu bahwa ia masih memiliki banyak pertanyaan, tapi ia percaya bahwa Emre akan menjawabnya semua.
Tiba-tiba, Emre berdiri dan meminta Sofia untuk mengikutinya. "Kita harus pergi dari sini," kata Emre. "Aku tidak tahu berapa lama lagi kita bisa bertahan di tempat ini."
Sofia mengangguk dan mengikuti Emre. Mereka berdua meninggalkan apartemen dan menuju ke tempat yang tidak diketahui. Sofia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia percaya bahwa Emre akan melindunginya.
Setelah beberapa jam berjalan, Emre akhirnya berhenti di depan sebuah rumah kecil di pinggiran kota. "Kita akan tinggal di sini untuk sementara waktu," kata Emre.
Sofia mengangguk dan mengikuti Emre ke dalam rumah. Ia merasa sedikit lebih aman sekarang, tapi ia tahu bahwa ia masih harus berhati-hati.
Emre kemudian meminta Sofia untuk duduk dan beristirahat sejenak. "Aku akan membuatkan kamu sesuatu untuk dimakan," kata Emre.
Sofia mengangguk dan duduk di sofa. Ia merasa sedikit lelah dan lapar. Emre kemudian kembali dengan makanan yang lezat dan minuman yang hangat.
Sofia makan dengan lahap, merasa sedikit lebih baik sekarang. Emre memandangnya dengan senyum, tampaknya puas dengan reaksi Sofia.
"Terima kasih," kata Sofia, setelah selesai makan. "Aku merasa sedikit lebih baik sekarang."
Emre tersenyum. "Aku senang mendengarnya," kata Emre. "Kamu pasti masih memiliki banyak pertanyaan. Aku akan menjawabnya semua, tapi pertama-tama, aku ingin tahu lebih banyak tentang kamu."
Sofia memandang Emre, merasa sedikit terkejut dengan permintaan Emre. Apa yang ingin diketahui oleh Emre tentang dirinya?
Sofia memandang Emre dengan rasa ingin tahu. "Apa yang ingin kamu ketahui tentang aku?" tanya Sofia.
Emre tersenyum dan memandang Sofia dengan mata yang hangat. "Aku ingin tahu tentang kehidupanmu sebelum ini," kata Emre. "Apa yang kamu lakukan, siapa yang kamu kenal, dan apa yang membuat kamu menjadi orang seperti sekarang."
Sofia memikirkan pertanyaan Emre dan mencoba mengingat kembali kehidupannya sebelum ini. "Aku tinggal dengan keluarga angkatku," kata Sofia. "Aku tidak tahu banyak tentang keluargaku yang sebenarnya."
Emre mengangguk dengan penuh perhatian. "Aku lihat," kata Emre. "Dan apa yang kamu lakukan sebelum kamu berada di sini?"
Sofia memikirkan kembali kejadian-kejadian yang telah terjadi. "Aku dikejar oleh beberapa orang," kata Sofia. "Aku tidak tahu apa yang mereka inginkan, tapi aku tahu bahwa aku harus melarikan diri."
Emre mengangguk lagi, tampaknya memahami. "Aku lihat," kata Emre. "Dan apa yang kamu rasakan sekarang?"
Sofia memikirkan pertanyaan Emre dan mencoba memahami perasaannya sendiri. "Aku merasa sedikit takut dan bingung," kata Sofia. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi aku percaya bahwa kamu akan melindungiku."
Emre tersenyum dan memandang Sofia dengan mata yang hangat. "Aku akan selalu melindungimu, Sofia," kata Emre. "Kamu tidak sendirian lagi."
Sofia merasa sedikit lebih tenang setelah mendengar kata-kata Emre. Ia tahu bahwa ia masih memiliki banyak pertanyaan, tapi ia percaya bahwa Emre akan menjawabnya semua.
Tiba-tiba, Emre berdiri dan meminta Sofia untuk mengikutinya. "Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu," kata Emre.
Sofia mengangguk dan mengikuti Emre ke luar rumah. Mereka berjalan menuju ke sebuah taman yang indah dan tenang. Di tengah taman, terdapat sebuah bangku yang terletak di bawah pohon yang rindang.
Emre meminta Sofia untuk duduk di bangku itu. "Akuinnya di samping Sofia.
Sofia memandang Emre dengan rasa ingin tahu. "Apa yang kita lakukan di sini?" tanya Sofia.
Emre memandang Sofia dengan mata yang hangat. "Aku ingin menunjukkan bahwa kamu aman di sini," kata Emre. "Kamu bisa beristirahat dan tidak perlu khawatir lagi."
Sofia merasa sedikit lebih tenang setelah mendengar kata-kata Emre. Ia memandang sekeliling taman yang indah dan merasa sedikit lebih damai. Mungkin, ia bisa menemukan kebahagiaan di sini, bersama dengan Emre.
Sofia dan Emre duduk di bangku taman, menikmati keindahan alam sekitar. Mereka tidak berbicara banyak, hanya sesekali bertukar pandang. Sofia merasa sedikit lebih tenang sekarang, tapi ia masih memiliki banyak pertanyaan.
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari kejauhan. Emre langsung waspada dan meminta Sofia untuk bersembunyi di balik pohon. "Ssst, jangan bergerak," kata Emre dengan suara rendah.
Sofia mengangguk dan bersembunyi di balik kita.
Sofia mengintip ke arah suara itu dan melihat seorang pria yang tidak dikenal. Pria itu memiliki wajah yang tampan dan mata yang tajam. Ia tampaknya sedang mencari sesuatu atau seseorang.
Emre memegang tangan Sofia dan meminta dia untuk tetap diam. "Jangan bergerak," kata Emre lagi.
Sofia mengangguk dan memegang tangan Emre. Ia merasa sedikit takut, tapi ia percaya bahwa Emre akan melindunginya.
Pria itu berjalan mendekati mereka, tapi tidak melihat mereka. Ia tampaknya sedang mencari sesuatu atau seseorang. Setelah beberapa saat, pria itu pergi meninggalkan taman.
Sofia menghela napas lega ketika pria itu pergi. "Siapa orang itu?" tanya Sofia.
Emre memandang sekeliling dengan waspada. "Aku tidak tahu," kata Emre. "Tapi kita harus berhati-hati. Aku rasa kita tidak sendirian di sini."
Sofia mengangguk dan memandang sekeliling. Ia merasa sedikit takut, tapi ia percaya bahwa Emre akan melindunginya.
Emre kemudian meminta Sofia untuk mengikutinya. "Kita harus pergi dari sini," kata Emre. "Aku tidak suka tempat ini."
Sofia mengangguk dan mengikuti Emre. Mereka berdua meninggalkan taman dan menuju ke tempat yang tidak diketahui. Sofia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi ia percaya bahwa Emre akan melindunginya.
Sofia menunggu Emre kembali, tapi ia tidak bisa menghilangkan rasa khawatir dari dalam hatinya. Ia tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Setelah beberapa jam menunggu, Sofia mulai merasa lelah dan lapar. Ia mencari makanan di dapur dan menemukan beberapa makanan ringan yang dapat dimakan.
Sofia duduk di sofa dan memakan makanan ringan sambil memikirkan tentang Emre dan apa yang terjadi. Ia merasa sedikit lebih tenang sekarang, tapi ia masih memiliki banyak pertanyaan.
Tiba-tiba, Sofia mendengar suara langkah kaki di luar apartemen. Ia langsung waspada dan memandang ke arah pintu. Apakah itu Emre yang kembali? Atau apakah itu seseorang lain? Sofia menunggu dengan was-was tapi dia tahu bahwa dia harus tetap tenang.