NovelToon NovelToon
Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Naruto / Dunia Lain / Persahabatan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: I am Bot

Mitsuki mengerjapkan matanya yang berwarna kuning keemasan, menatap gumpalan awan yang bergeser lambat di atas gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Hal pertama yang ia sadari bukanah rasa sakit, melainkan keheningan Chakra. Di tempat ini, udara terasa kosong. Tidak ada getaran energi alam yang familiar, tidak ada jejak Chakra dari Boruto atau Sarada.

A/N : karena ini fanfic yang ku simpen sebelumnya, dan plotnya akan sama dan ada sedikit perubahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I am Bot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekosongan Di Balik Suara

Sebelum Izuku melangkah menuju arena, Mitsuki menahan bahunya di lorong yang remang.

"Izuku," panggil Mitsuki. "Anak berambut ungu itu... Shinso. Dia bukan petarung fisik. Aromanya adalah aroma jebakan."

Izuku menoleh, terlihat gugup. "Aku tahu, Mitsuki-kun. Dia bilang dia dari kelas umum dan ingin membuktikan sesuatu."

"Bukan itu," Mitsuki menyipitkan mata. "Saat di gerbang tadi, aku memperhatikan bahwa setiap kali seseorang menjawab pertanyaannya, ada jeda dalam aliran energi mereka. Jangan menjawabnya. Tidak peduli apa pun yang dia katakan tentang dirimu, temanmu, atau impianmu. Jika kau membuka mulut, kau kehilangan kendali atas tubuhmu."

Izuku menelan ludah dan mengangguk mantap. "Terima kasih, Mitsuki-kun. Aku akan mengingatnya."

Pertandingan Izuku berjalan persis seperti di cerita asli, namun dengan sedikit perbedaan berkat latihan Sensory Perception dari Mitsuki. Izuku hampir saja kalah karena terpancing emosinya oleh hinaan Shinso terhadap Ojiro.

Saat Izuku terkena Brainwashing, ia berhenti tepat di garis batas. Namun, alih-alih hanya melihat bayangan para pendahulu One For All, Izuku menggunakan teknik pernapasan yang diajarkan Mitsuki untuk menciptakan "kejutan" internal pada sistem sarafnya sendiri.

Brak! Izuku mematahkan jarinya dengan ledakan kecil One For All untuk memutus kendali pikiran Shinso. Ia berhasil menang dengan bantingan punggung yang telak.

Mitsuki mengamati dari balkon pemain. "Dia berhasil keluar sendiri... Matahariku mulai belajar cara membakar kabut di pikirannya."

"SELANJUTNYA! DUA MURID DENGAN AURA PALING MISTERIUS DI KELAS 1-A!" teriak Present Mic. "SANG PENGENDALI BAYANGAN, FUMIKAGE TOKOYAMI! MELAWAN... ANAK YANG GERAKANNYA SEPERTI AIR, MITSUKI!"

Mitsuki melangkah ke arena dengan langkah ringan. Di seberangnya, Tokoyami berdiri tegak dengan Dark Shadow yang sudah menggeram di sampingnya.

"Mitsuki," ucap Tokoyami dengan suara beratnya yang khas. "Keberadaanmu sangat sulit dibaca. Dark Shadow merasa gelisah saat berada di dekatmu."

"Itu karena bayangan biasanya takut pada apa yang tersembunyi di dalam kegelapan yang lebih dalam," jawab Mitsuki sambil melepaskan pelindung pergelangan tangannya.

"START!"

Tokoyami langsung menyerang. "Dark Shadow! Serang!"

Makhluk bayangan itu melesat dengan kecepatan tinggi. Namun, Mitsuki tidak menghindar ke belakang. Ia justru berlari menuju Dark Shadow. Dengan kelenturan yang mustahil, Mitsuki meliuk di bawah cengkeraman raksasa Dark Shadow, tubuhnya seolah-olah terbuat dari cairan biru.

Sret!

Mitsuki muncul di belakang Tokoyami. Namun, Tokoyami sudah siap. "Abyssal Black Body!" Dark Shadow kembali untuk melindungi tuannya.

"Kau terlalu bergantung pada bayanganmu, Tokoyami-kun," bisik Mitsuki.

Mitsuki melakukan satu segel tangan di belakang punggungnya segel yang belum pernah dilihat siapa pun. Ia tidak menggunakan petir kali ini. Ia menggunakan sesuatu yang lebih halus.

"Fūton: Toppa Kaze" (Elemen Angin: Hembusan Angin Halus).

Bukan ledakan angin besar, melainkan aliran udara bertekanan tinggi yang sangat tipis yang diarahkan tepat ke telinga Tokoyami. Frekuensi suara yang dihasilkan oleh angin tersebut membuat keseimbangan telinga dalam Tokoyami terganggu.

Tokoyami mendadak limbung, penglihatannya berputar. Dark Shadow, yang terikat pada kondisi mental tuannya, ikut menjadi tidak stabil dan mengecil.

"Apa yang terjadi?!" seru Present Mic. "Tokoyami tiba-tiba kehilangan keseimbangannya! Mitsuki bahkan belum menyentuhnya!"

Mitsuki tidak memberikan kesempatan. Ia memanjangkan lengannya, melilit pinggang Tokoyami, dan dengan satu gerakan putaran yang elegan, ia melemparkan Tokoyami keluar dari garis arena.

"Pemenangnya: Mitsuki!" teriak Midnight sambil mengayunkan cambuknya.

Gema di Tribun Penonton

Stadion sempat hening sejenak sebelum akhirnya meledak dalam tepuk tangan. Para pahlawan profesional di tribun mulai berdiskusi dengan serius.

"Dia tidak menggunakan kekuatan kasar," ucap Endeavor yang menonton dari balkon VIP, matanya menyipit tajam. "Dia menyerang titik lemah biologis. Teknik itu... itu bukan Quirk seorang amatir. Itu adalah teknik eliminasi."

Di area pemain, Bakugo mendengus keras. "Cih, trik murahan." Namun, tangannya terkepal kuat. Ia menyadari bahwa Mitsuki memenangkan pertandingan tanpa mengeluarkan energi besar, sementara dirinya harus berjuang keras di setiap babak.

Mitsuki berjalan kembali ke lorong, namun ia berpapasan dengan Hitoshi Shinso yang terlihat sangat lesu setelah kekalahannya dari Izuku.

"Kau," panggil Shinso pelan. "Kenapa kau menatapku seperti itu saat di arena tadi?"

Mitsuki berhenti. "Kau merasa kekuatanmu adalah kutukan karena orang menganggapnya cocok untuk penjahat, bukan?"

Shinso terdiam, terkejut karena Mitsuki bisa membaca pikirannya.

"Di tempat asalku," ucap Mitsuki, menatap Shinso dengan mata kuningnya yang jujur. "Kekuatan tidak memiliki warna. Tidak ada kekuatan 'baik' atau 'jahat'. Yang ada hanyalah alat. Kau memiliki alat yang hebat untuk menghentikan konflik tanpa pertumpahan darah. Itu jauh lebih 'pahlawan' daripada orang yang hanya bisa menghancurkan gedung."

Shinso terpaku. Ia sudah sering mendengar kata-kata penyemangat, tapi cara Mitsuki mengatakannya—begitu logis dan dingin—terasa jauh lebih nyata baginya.

"Terima kasih... kurasa," gumam Shinso.

Mitsuki terus berjalan. Ia tidak menyadari bahwa di atas atap stadion, sosok pria berkacamata hitam yang tadi memantaunya kini sedang memegang sebuah alat komunikasi.

"Tuan Orochi," ucap pria itu. "Subjek menunjukkan kemajuan dalam interaksi sosial. Namun, ia mulai memberikan pengaruh taktis pada subjek target (Izuku Midoriya). Haruskah kita melakukan intervensi pada babak final?"

Dari speaker alat itu, terdengar suara tawa halus yang sangat akrab. "Biarkan saja. Aku ingin melihat bagaimana reaksi dunia ini saat mereka menyadari bahwa 'pahlawan baru' mereka adalah ular yang bisa menelan matahari."

1
N—LUVV
setiap penjelasan penuh dengan hal hal ilmiah atau berhubungan dengan bidang perhitungan
N—LUVV
cerita Mitsuki yang berkeliling ke semesta anime !! bukan dunia my hero academia
N—LUVV: semangat kak..
total 3 replies
Lyonetta
udh di revisi juga cuxmay lah
Lyonetta
diupdateny lama bgt si (alan)
Lyonetta
sedang revisi/Frown//Frown/, bab 57 akan ada penjelasan
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
extra chapternya Thor gw mau liat reaksi Orochimaru sama masa depan mereka seperti apa !!
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
aku like kok
Derai
mitsuki sepertinya terlalu op untuk dunia bnha 😅
Lyonetta: yupp, mangkanya aku masukin mitsuki/Casual//Casual/
total 1 replies
Derai
Oooh, kayaknya seru. Biasanya aku ngehindarin baca fanfic indo krn entah mengapa cringe. Tapi ini kayaknya enggak deh.
Udah gitu nggak ada typo yang mendistraksi. Kereen
Lyonetta: aku juga pas nulis agak krinj juga sih soalnya mitsuki tipikal filosofi nyeleneh untuk sifatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!