Zhou Xin adalah pemuda desa berusia 10 tahun.
dia hidup bersama kakeknya yang miskin.
saat dia mencari kayu bakar di sebuah twins forest dia bertemu monster LV menengah battle bear dan mengalami cidera yang hampir merenggut nyawanya, tiba-tiba liontin peninggalan orang tua nya menyala saat terkena tetesan darah miliknya dan merubah hidupnya
setelah mendapatkan kekuatan dari liontin tersebut Zhou Xin mulai berlatih bela diri.
di usianya yang 10 tahun dia telah mencapai tingkat Pemula.
Tingkatan kekuatan dalam perfect world adalah :
- benih kelahiran
- Dasar
awal,tengah,akhir
- Pemula
awal,tengah,akhir
- kebangkitan inti
awal, menengah,akhir
- inti Raja
awal, menengah,akhir
- inti kaisar
awal, menengah,akhir
- Dewa Neraka atau langit
awal,menengah,puncak, kebangkitan
- Abadi
hingga suatu saat kakek nya meninggal dan dia meninggalkan desa di usia 15 tahun dan telah mencapai tingkat pemula tengah.
Ikuti kisahnya dalam perjalanannya mencari jati diri dan mencapai keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMASUKI JALAN KULTIVASI - TEKNIK TERATAI
"Kami sudah siap,"
Jawab Zhou Xin.
Nenek Lian membuka matanya dan menatap Zhou Xin dan Ling dengan tatapan yang lembut.
"Langkah pertama dalam kultivasi adalah memahami diri sendiri,"
Kata Nenek Lian.
"Kalian harus mengenali kekuatan dan kelemahan kalian."
"Kalian harus mengetahui apa yang kalian inginkan dalam hidup, dan apa yang bersedia kalian korbankan untuk mencapai tujuan kalian."
"Bagaimana cara kami melakukan itu?"
Tanya Zhou Xin.
"Dengan meditasi,"
Jawab Nenek Lian. "Setiap hari, kalian harus meluangkan waktu untuk bermeditasi. Jernihkan pikiran kalian, dan fokuslah pada diri kalian sendiri. Tanyakan pada diri kalian pertanyaan-pertanyaan sulit, dan jujurlah dengan jawaban kalian."
"Aku mengerti,"
Kata Zhou Xin.
"Selain meditasi, kalian juga harus mempelajari seni bela diri,"
Kata Nenek Lian.
"Bela diri bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang pengendalian diri dan disiplin."
"Dengan berlatih bela diri, kalian akan memperkuat tubuh dan pikiran kalian, dan kalian akan belajar untuk melindungi diri kalian sendiri dan orang lain."
"Teknik bela diri apa yang harus kami pelajari?"
Tanya Ling.
"Di Lembah Teratai, kami mengajarkan Teknik Teratai,"
Jawab Nenek Lian.
"Teknik Teratai adalah teknik bela diri yang lembut dan anggun, namun juga sangat kuat."
"Teknik Teratai berfokus pada pengendalian energi internal (Qi), dan pada penggunaan kekuatan lawan untuk keuntungan kalian sendiri."
"Teknik Teratai kedengarannya menarik,"
Kata Zhou Xin.
"Aku akan mengajari kalian Teknik Teratai,"
Kata Nenek Lian.
"Tapi kalian harus bersabar dan tekun. Teknik Teratai membutuhkan waktu dan latihan yang lama untuk dikuasai."
"Kami bersedia belajar,"
Jawab Zhou Xin dan Ling serempak.
"Bagus,"
Kata Nenek Lian.
"Besok pagi, datanglah kepadaku di dekat danau. Aku akan memulai pelajaran pertama kalian."
Zhou Xin dan Ling berterima kasih kepada Nenek Lian dan kembali ke gubuk mereka.
Mereka merasa bersemangat untuk memulai kultivasi mereka. Mereka tahu bahwa jalan yang ada di hadapan mereka akan panjang dan sulit, tetapi mereka bertekad untuk berhasil.
Mereka akan berlatih tanpa henti, belajar dengan giat, dan berjuang untuk mencapai puncak kekuatan.
Mereka akan membuktikan kepada Iblis Kegelapan bahwa mereka layak untuk memegang gulungan kuno, dan mereka akan melindungi dunia dari kegelapan.
Keesokan harinya, Zhou Xin dan Ling bangun pagi-pagi dan pergi menemui Nenek Lian di dekat danau.
Nenek Lian sudah menunggu mereka, duduk bermeditasi di bawah pohon willow.
"Selamat pagi,"
Kata Nenek Lian sambil membuka matanya.
"Apakah kalian sudah siap untuk memulai pelajaran pertama?"
"Kami sudah siap,"
Jawab Zhou Xin dan Ling serempak.
"Bagus,"
Kata Nenek Lian.
"Hari ini, kita akan mempelajari dasar-dasar Teknik Teratai. Pertama, kalian harus belajar untuk merasakan energi internal kalian (Qi)."
Nenek Lian menjelaskan tentang Qi, energi vital yang mengalir di dalam tubuh setiap makhluk hidup.
Ia menjelaskan tentang meridian, jalur-jalur energi di dalam tubuh, dan tentang titik-titik akupunktur, tempat-tempat di mana energi dapat diakses dan dimanipulasi.
Kemudian, Nenek Lian memimpin Zhou Xin dan Ling dalam latihan pernapasan dan meditasi, membantu mereka untuk merasakan dan mengendalikan Qi mereka.
Zhou Xin dan Ling merasa kesulitan pada awalnya, tetapi dengan bimbingan Nenek Lian, mereka perlahan-lahan mulai merasakan sensasi hangat dan berdenyut di dalam tubuh mereka.
"Bagus,"
Kata Nenek Lian.
"Kalian mulai merasakan Qi kalian. Sekarang, kita akan belajar untuk mengalirkan Qi kalian melalui meridian."
Nenek Lian menunjukkan Zhou Xin dan Ling cara mengalirkan Qi mereka melalui meridian dengan menggunakan teknik pernapasan dan gerakan tubuh yang lembut.
Zhou Xin dan Ling mengikuti instruksi Nenek Lian dengan seksama, dan mereka merasakan Qi mereka mengalir melalui tubuh mereka, memberikan mereka kekuatan dan vitalitas.
Setelah berjam-jam berlatih, Zhou Xin dan Ling merasa lelah, tetapi juga puas.
Mereka telah mempelajari dasar-dasar Teknik Teratai, dan mereka bersemangat untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka.
"Kalian telah melakukan pekerjaan yang baik hari ini,"
Kata Nenek Lian.
"Istirahatlah sekarang, dan berlatihlah sendiri. Besok pagi, kita akan melanjutkan pelajaran kita."
Zhou Xin dan Ling berterima kasih kepada Nenek Lian dan kembali ke gubuk mereka.
Mereka beristirahat sejenak, kemudian mereka melanjutkan latihan mereka sendiri, mempraktikkan teknik pernapasan dan gerakan tubuh yang telah mereka pelajari dari Nenek Lian.
Mereka berlatih sampai larut malam, sampai tubuh mereka terasa lelah dan pegal.
Namun, mereka tidak menyerah.
Mereka tahu bahwa mereka harus berlatih tanpa henti jika mereka ingin menguasai Teknik Teratai dan mengalahkan Iblis Kegelapan.
Waktu berlalu dengan cepat. Zhou Xin dan Ling terus berlatih dengan tekun, dan kemampuan mereka terus meningkat.
Mereka menguasai Teknik Teratai dengan cepat, dan mereka mulai mengembangkan gaya bertarung mereka sendiri.
Zhou Xin, dengan kekuatan bawaannya dan liontin peraknya, lebih fokus pada serangan langsung dan kuat.
Ia menggunakan Qi-nya untuk memperkuat pukulannya dan tendangannya, menciptakan serangan yang mematikan.
Ling, dengan kelincahannya dan keanggunannya, lebih fokus pada gerakan menghindar dan serangan balik. Ia menggunakan Qi-nya untuk meningkatkan kecepatannya dan refleksnya, membuatnya sulit untuk ditangkap dan mudah untuk menyerang balik.
Selain berlatih Teknik Teratai, Zhou Xin dan Ling juga mempelajari gulungan kuno itu. Mereka membaca tentang sejarah dunia persilatan, tentang para pendekar legendaris, tentang sekte-sekte yang kuat, dan tentang monster-monster buas. Mereka juga mempelajari tentang rahasia keabadian, tentang cara mencapai keselarasan dengan Tao.
Semakin banyak mereka belajar, semakin mereka menyadari betapa luas dan kompleksnya dunia persilatan.
Mereka menyadari bahwa mereka masih memiliki banyak hal untuk dipelajari, dan bahwa mereka harus terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka jika mereka ingin bertahan hidup di dunia yang berbahaya ini.
Suatu hari, saat Zhou Xin dan Ling sedang berlatih di dekat danau, mereka merasakan kehadiran yang kuat mendekat.
Mereka berhenti berlatih dan menoleh ke arah sumber kehadiran itu.
Mereka melihat seorang pria berjubah hitam sedang berdiri di dekat pintu masuk lembah. Pria itu memiliki wajah yang pucat, mata yang tajam, dan senyum yang sinis.
"Iblis Kegelapan!"
Teriak Zhou Xin dengan nada marah.
"Selamat datang kembali,"
Kata Iblis Kegelapan dengan suara yang dingin.
"Apakah kalian sudah siap untuk bertarung?"
"Kami sudah siap,"
Jawab Zhou Xin.
"Kami akan mengalahkanmu dan melindungi gulungan ini."
"Kau percaya diri sekali,"
Kata Iblis Kegelapan.
"Tapi mari kita lihat apakah kau benar-benar sekuat yang kau kira."
Iblis Kegelapan menyerang Zhou Xin dan Ling dengan kekuatan penuh. Ia melesat maju dengan kecepatan yang luar biasa, melayangkan pukulan yang mematikan ke arah Zhou Xin.
Zhou Xin menangkis pukulan Iblis Kegelapan dengan tangannya yang telah diperkuat dengan Qi.
Ia merasakan sakit yang menusuk di tangannya, tetapi ia tidak menyerah. Ia melancarkan serangan balik ke arah Iblis Kegelapan, melayangkan tendangan yang kuat ke perut Iblis Kegelapan.
Iblis Kegelapan terhuyung mundur karena tendangan Zhou Xin, tetapi ia segera pulih. Ia melancarkan serangan balik ke arah Zhou Xin dan Ling, melayangkan pukulan, tendangan, dan serangan sihir yang mematikan.
...*BERSAMBUNG*...