NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Saat kepala ular itu menerjang turun, Lin Xiao meluncur di tanah (sliding) tepat di bawah rahang bawah ular itu.

Sekarang!

Lin Xiao mengalirkan seluruh Qi-nya ke lengan kanan. Otot-ototnya membesar. Dia mengayunkan pedang hitam Xuan—yang beratnya 50kg—bukan untuk memotong, tapi untuk memukul ke atas.

Targetnya: Rahang bawah ular yang relatif lebih lunak.

BUKK!

Hantaman tumpul yang sangat keras. Rahang ular itu terbanting menutup dengan paksa. Terdengar suara retakan tulang rahang.

Piton itu meraung kesakitan, kepalanya terlempar ke atas karena momentum pukulan Lin Xiao.

Kesempatan!

Lin Xiao tidak membiarkan momen itu lewat. Dia melompat ke atas tubuh ular yang sedang meronta, berlari menaiki punggungnya yang bersisik licin menuju kepala.

Piton itu sadar ada musuh di punggungnya. Ia berguling-guling liar, mencoba menjatuhkan atau meremukkan Lin Xiao ke tanah.

Lin Xiao menancapkan pedang Xuan ke celah sisik ular untuk pegangan.

Kring!

Pedang itu masuk sedikit, darah hitam muncrat. Ular itu semakin gila. Ekornya menyabet-nyabet sembarangan, menghancurkan bebatuan di sekitar lembah.

"Mati kau!"

Lin Xiao sampai di atas kepala ular. Dia berdiri di sana, memegang pedang Xuan dengan dua tangan, ujung pedang menghadap ke bawah. Tepat ke arah mata kanan ular itu.

Teknik Pedang Kilat Hantu: Tusukan Jatuh!

Dibantu gaya gravitasi dan berat pedang, Lin Xiao menusuk ke bawah sekuat tenaga.

SPLAT!

Pedang hitam itu menembus mata ular, terus masuk hingga ke otak.

GROAAARRR!

Piton itu menjerit memilukan. Tubuhnya kejang hebat, membanting Lin Xiao terlepas dari pegangan.

Lin Xiao terlempar, menabrak dinding tebing dengan keras. Tulang rusuknya terasa retak.

Dia jatuh merosot ke tanah, napasnya tersengal-sengal. Dia menatap piton raksasa itu berguling-guling menghancurkan hutan selama beberapa menit, sebelum akhirnya gerakannya melambat... melambat... dan diam.

Mati.

Lin Xiao tersenyum lemah, darah mengalir dari keningnya. "Selesai."

Dia memaksakan tubuhnya yang remuk redam untuk bangun. Dia tidak boleh pingsan di sini. Bau darah akan memancing binatang lain.

Dia berjalan tertatih menuju kolam, memetik Teratai Jantung Api dengan hati-hati. Lalu dia membedah kepala ular itu dan mengambil Inti Monster-nya—sebuah kristal hitam sebesar telur ayam yang memancarkan aura dingin dan keras.

"Tempat ini sudah tidak aman. Aku harus cari gua tersembunyi untuk menyerap ini."

Di sebuah celah sempit di balik air terjun, beberapa mil dari lokasi pertarungan.

Lin Xiao duduk bersila. Wajahnya merah padam, keringat mengucur deras seperti hujan. Uap panas mengepul dari kepalanya.

Dia baru saja menelan satu kelopak Teratai Jantung Api.

Rasanya seperti menelan lava.

"Panas! Panas sekali!" batin Lin Xiao menjerit.

Energi Yang murni mengamuk di dalam meridiannya, memperbaiki tulang rusuknya yang retak dengan kecepatan gila, lalu menghantam dinding pembatas kultivasi.

Dantian-nya bergolak seperti lautan badai. Kabut Qi di dalamnya semakin padat, mulai menunjukkan tanda-tanda mencair—ciri khas transisi menuju tingkat tinggi.

"Belum cukup! Lagi!"

Lin Xiao menelan kelopak kedua, ketiga, dan Inti Monster Ular Piton sekaligus.

Tindakan gila. Energi Api dari bunga dan Energi Logam dari ular bertabrakan di dalam tubuhnya.

Jika orang lain melakukan ini, tubuh mereka akan meledak. Tapi Teknik Naga Surga Purba adalah teknik dominan.

Di dalam alam sadar Lin Xiao, bayangan seekor Naga Emas Purba muncul, membuka mulutnya, dan melahap kedua energi liar itu. Energi itu digiling, dipaksa tunduk, dan disatukan menjadi Qi Naga yang berwarna keemasan gelap.

BOOM!

Sebuah ledakan energi terjadi di dalam gua. Air terjun di depan gua sempat terbelah sesaat karena tekanan udara yang keluar dari tubuh Lin Xiao.

Tingkat 4... Jebol!

Energi masih tersisa banyak. Terus naik!

Tingkat 4 Puncak...

BOOM!

Tingkat 5!

Masih belum berhenti. Sisa energi dari Inti Monster Piton yang telah hidup ratusan tahun masih sangat kuat.

Tingkat 5 Menengah... Tingkat 5 Puncak!

Lin Xiao menggertakkan gigi, mencoba memadatkan fondasinya agar tidak goyah karena kenaikan drastis ini. Dia menahan dorongan untuk naik ke Tingkat 6. Naik terlalu cepat tanpa fondasi kokoh akan berbahaya bagi masa depan.

"Padatkan! Tekan!"

Dia memaksa energi itu masuk ke dalam setiap sel otot, tulang, dan kulitnya. Kulit Lin Xiao perlahan memancarkan kilau metalik samar, mirip dengan sisik piton yang tadi ia bunuh, sebelum kembali normal menjadi kulit manusia yang halus namun ulet.

Satu hari satu malam berlalu.

Ketika Lin Xiao akhirnya membuka mata, dua sinar keemasan tajam memancar keluar, menembus kegelapan gua.

"Ranah Pengumpulan Qi, Tingkat 5 Puncak," ucapnya. Suaranya lebih berat, lebih berwibawa.

Dia mengepalkan tangannya. Udara di dalam genggamannya meletup. Kekuatan fisiknya kini setara dengan kultivator Tingkat 7, sementara Qi-nya berada di Tingkat 5.

Gabungan keduanya? Dia yakin bisa menghancurkan kultivator Tingkat 8 biasa.

"Wang Lei," Lin Xiao menyeringai, sebuah senyuman yang menjanjikan mimpi buruk bagi musuhnya. "Kau berada di Tingkat 5, kan? Aku tidak sabar melihat wajahmu saat kita bertemu di arena nanti."

Lin Xiao berdiri. Dia merasa lapar, tapi tubuhnya terasa sangat ringan dan kuat. Luka-lukanya sembuh total tanpa bekas.

Dia melihat pedang Xuan di sampingnya. Pedang itu tampak sedikit lebih berkilau, seolah menyerap aura pembunuhan dari pertempuran sebelumnya.

"Sudah waktunya pulang," gumam Lin Xiao. "Turnamen tinggal dua hari lagi. Keluarga Lin pasti sedang kacau."

Lin Xiao melangkah keluar dari balik air terjun. Cahaya matahari menerpa wajahnya. Dia bukan lagi pemuda kurus yang masuk ke hutan dua minggu lalu. Dia telah terlahir kembali melalui darah dan api.

Sang Kaisar Naga siap untuk kembali ke tahtanya.

1
jamanku
ga sabar nunggu
Op L
lanjutkan tor
Yuu Li
gas
Yuu Li
oke
Yuu Li
makinnnn seruuuu👍
Lucy Sandy
makin seru👍👍👍
Lucy Sandy
lanjutkan sampai tamat
Roy Kkk
ceritanya menarik
Roy Kkk
bagus👍👍👍👍👍
Roy Kkk
matap bangat karyamu
King Salman
bagus
Jinan 2
cepat update
Raikuu 1
bagus
Rayhan Purwanto
lanjutkan
Lamia Dante
semangat namatin
Lamia Dante
bagus ceritanya👍👍👍
Jake King
luar biasa ceritanya
Jake King
makin sery👍
Op L
ceritannya seru
Op L
makin seru lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!