NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33: Bertemu Bocah Misterius!

***

Setelah kejadian itu, rombongan Sekte Awan Biru dan pemuda desa tetangga tidak berani lagi bersikap sombong.

Wajah dengan senyum dipaksakan, melangkah kaku, menjauh dan bersikap lebih berhati-hati lagi.

Seorang pemuda desa yang berusia sekitar delapan belas tahun, melangkah keluar dari kerumunan para warga desa Mingxien.

Berpakaian rapi, dengan sorot mata yang cerdas dan tenang.

"Nyonya Anlian ... Izinkan saya yang bertanggung-jawab untuk menjamu mereka, dan menjelaskan semua teknologi yang ada di desa Mingxien," ujar pemuda itu sambil membungkuk ke arah Anlian.

Anlian yang sudah siap pergi dari sana bersama keluarga kecilnya, berhenti ... lalu dia menoleh ke arah pemuda itu.

"Kamu siapa?" tanya Anlian.

"Saya anak sulung Tetua Han, Han Yu ..." jawab pemuda itu dengan nada lugas.

Anlian menatap Han Yu selama beberapa detik, lalu dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.

"Baiklah! Kamu akan menjelaskan semuanya, dan Mingye akan mendampingi kamu ..." ujar Anlian, memutuskan.

Mingye pun mengangguk setuju.

"Aku mengerti, Ibu ..."

Mingye dan Han Yu langsung membawa rombongan itu ke area lereng gunung begian tengah, dimana terletak sebuah kincir angin kedua disana.

Kincir angin vertikal bertingkat, dengan baling-baling yang berputar stabil, diterpa oleh hembusan angin pegunungan yang sejuk.

Kincir angin itu mengangkat air, lalu mengalirkankannya ke sebuah pipa besi dan saluran yang terbuat dari batu dengan ritme teratur, lancar tanpa hambatan.

"Itu adalah kincir angin irigasi yang ada di desa kami, kalian bisa melihatnya dari dekat ..." ujar Han Yu, sambil menunjuk ke arah kincir angin kedua.

Salah satu murid Sekte Awan Biru menyipitkan matanya.

"Ini berbeda ... tidak sama dengan yang pernah kami lihat di Kota A," ujarnya dengan raut wajah bingung.

Mendengar ucapan itu, Han Yu hanya bisa tersenyum samar.

"Tentu saja berbeda! Ini bukanlah kincir penggiling, melainkan kincir pengalir air tenaga angin ..." sahut Han Yu, menjelaskan dengan bangga.

"Hah?! Pengalir ... air?!" beo seorang pemuda desa tetangga.

"Benar sekali!" jawab Han Yu.

Lalu dia mengambil sebuah ranting kayu, dan menggambar di atas tanah dengan cepat untuk menjelaskan.

"Angin memutar poros utama, agar roda berputar sempurna. Setiap putaran angin itu mendorong pompa utama bergerak naik-turun, agar air ditarik sedikit demi sedikit, lalu disalurkan ke atas, kemudian dialirkan ke pipa-pipa saluran irigasi." Ujar Han Yu menjelaskan dengan gamblang.

Salah satu murid Sekte Awan Biru yang sok pintar, mendengus.

"Hmph! Itu hanyalah sebuah teori dasar saja! Kenyataannya, tekanan air dari bawah tidak akan stabil!" ujarnya dengan wajah meremehkan.

Mingye yang hanya diam dari awal, akhirnya tidak tahan untuk bersuara.

"Itulah fungsinya menggunakan sebuah 'kolam penampung' ..." ujar Mingye dengan santai.

Semua mata langsung tertuju ke arahnya.

"Setiap tiga puluh depa, ada sebuah kolam penampung sebagai penyeimbang, agar tekanan air tidak menumpuk di atas. Air bergerak secara bertahap, bukan sekaligus ..." lanjut Mingye menjelaskan.

Han Yu menyambung ucapan Mingye dengan cepat.

"Dan setiap sudut baling-baling itu disesuaikan dengan arah mata angin dan matahari, karena selain menggunakan angin, kincir ini juga bisa menggunakan tenaga matahari ..." ujar Han Yu dengan nada bangga.

Ku Cheng menyipitkan matanya, saat mendengar penjelasan Han Yu.

"Jadi, kalian juga menghitung arah angin setiap tahunnya?" tanya Lu Cheng.

Mingye menganggukkan kepalanya.

"Kami sudah melakukan itu sejak berdirinya kincir angin ini. Kira-kira sudah sekitar lima tahunan ..." jawab Mingye.

"Selama lima tahun itu, kami mencatat semuanya setiap hari ..." lanjut Mingye.

Semua orang dibuat ternganga saat mendengarnya.

"Li---lima ... tahun? Dan dicatat setiap hari?"

"Benar! Dan kami melakukan itu, sejak usia saya dan adik saya masih berusia satu tahun," jawab Mingye dengan wajah datar.

Suasana menjadi hening, saat mendengar jawaban Mingye.

"Ternyata ada jenius tersembunyi di desa ini. Pantas saja perkembangan desa ini sangat pesat, hanya dalam enam tahun!" gumam pemuda desa tetangga kepada rekannya.

"Hmm, kamu benar!"

Han Yu melanjutkan penjelasannya dengan nada penuh kebanggaan.

"Saluran irigasi kami juga tidak lurus, kami membuat banyak lengkungan kecil untuk memperlambat arus, agar bisa mencegah banjir ..." ujar Han Yu.

"Dan setiap salurannya mempunyai tiga lapis pintu pengaman. Manual, otomatis, dan darurat." Sambung Mingye.

Lu Cheng menghela napas panjang, saat mendengar penjelasan mereka berdua.

"Andai saja teknologi ini bisa dibawa ke wilayah lain ..."

Mingye langsung memotong ucapan Lu Cheng.

"Tidak bisa!" ujar Mingye dengan nada tegas.

"Teknologi desa kami bisa kami bagi, hanya kepada orang yang berhak mendapatkannya dan seizin Penguasa Desa Mingxien!" lanjut Mingye dengan wajah datar.

"Kalian bisa mempelajari, namun tidak berhak melihat bagan pembuatannya. Karena semua keputusan ada ditangan Ibuku ..." ujar Mingye.

Lu Cheng langsung terdiam, saat mendengar ucapan Mingye.

Apakah mereka akan diizinkan melihat bagan cara pembuatannya, setelah membuat masalah sebelumnya?

Pasti jawabannya adalah ... TIDAK!

Sementara itu, jauh dari keramaian yang ada di desa itu, Yuexin berjalan sendirian menuju mata air utama di atas gunung.

Jubah hijaunya berkibar pelan tertiup angin, membuat rambut indahnya yang diikat dua bergoyang mengikuti langkahnya.

"Hmm~naik-naik ke puncak gunung, segar-segar sekali ... Wah! Anginnya sejuk sekali!" gumam Yuexin sambil bernyanyi dan melompat-lompat gembira.

Yuexin sedang melatih tahap halus dari 'Jalan Takdir Abadi', dimana tubuh harus bisa menyerap aliran energi alam dengan alami.

Tiba-tiba—

"Eh ...??"

Yuexin menghentikan langkahnya, saat mendengar suara keluhan anak kecil.

"... uuuuh ..."

Yuexin berjalan perlahan ke arah semak-semak di sana, dan menyibaknya dengan hati-hati.

"Apa iya, siang-siang begini ada hantu?" gumam Yuexin.

"Gak mungkin ada bocil nyasar sampai ke atas sini, kan?"

Yuexin berjalan semakin dekat ke arah mata air, dan dia melihat seorang anak kecil berusia sekitar tiga tahunan, sedang duduk memeluk lututnya.

Pakaiannya terlihat lusuh, rambut kusut, dan kaki kecilnya sangat kotor penuh tanah.

"Hey! Kamu anak siapa? Kok bisa nyasar sampai ke atas sini? Orangtua kamu mana?" tanya Yuexin kepada anak itu.

Anak itu mendongakkan kepalanya perlahan, matanya besar dan jernih, namun terlihat ... tidak wajar.

"Kak, ail disini sangat hangat ..." gumam polos bocah itu.

Yuexin merasakan sesuatu yang beda dari dalam tubuh anak itu.

Bukan Aura Qi, ataupun energi spiritual ...

Melainkan sebuah resonansi alam yang sangat murni!

"Apakah kamu sendirian?" tanya Yuexin.

Anak itu menggeleng, namun selanjutnya mengangguk.

"Aku tadinya sama Ibu, telus Ibu pelgi. Ibu bilang, aku halus tunggu Ibu disini ..." jawab anak itu dengan nada cadel.

"Oh, sejak kapan Ibumu pergi?" tanya Yuexin.

Anak kecil itu mengangkat tiga jari mungilnya.

"Sudah tiga kali matahali ..." jawabnya mantap.

"Hah?! Berarti sudah tiga hari kamu sendirian di sini?!" ujar Yuexin dengan wajah terkejut.

Anak kecil itu menganggukkan kepalanya.

Yuexin langsung duduk di depan anak kecil itu.

"Apakah kamu sudah makan?" tanya Yuexin.

Anak kecil itu menggelengkan kepalanya.

"Belum makan ... tapi ailnya enak ..." ujar anak kecil itu dengan mata berbinar.

Yuexin menelan salivanya dengan berat, dalam hatinya dia bergumam:

"Ini manusia apa makhluk beda dimensi, sih? Kenapa malah suka minum air?"

[Ting! Sistem informasi Universal menganalisis. Peringatan kepada tuan rumah. Sistem mendeteksi Struktur Jiwa Langka-Jiwa Kosong Alami!]

Mata Yuexin membulat sempurna, saat mendengar suara sistem dalam benaknya.

"Aduh! Apalagi sekarang? ..."

Anak kecil itu menatap Yuexin dengan tatapan polosnya.

"Kakak sangat cantik sekali! ... Kamu mengelualkan cahaya indah dali dalam tubuh kamu ..." ujar anak kecil itu dengan tatapan memuja.

Wajah Yuexin tersenyum canggung ...

"Terima kasih ..."

Tiba-tiba Yuexin mengulurkan tangannya ke arah anak kecil itu, berniat untuk mengajaknya pulang bertemu Anlian.

"Kamu ikut aku pulang saja, yuk?! Jangan takut, nama aku Yuexin ..." ujar Yuexin.

Anak kecil itu terlihat ragu sejenak, setelah itu dia langsung menggenggam jari Yuexin dengan tangan mungilnya.

"Nama Kakak sangat cantik sekali! Aku ... aku ... tidak punya nama cantik ..." ujar anak itu dengan nada terbata.

Yuexin tersenyum mendengarnya.

"Jika benar begitu, maka nanti kita minta sebuah nama sama Ibuku!" sahut Yuexin sambil tersenyum.

"Baiklah ... Aku ikut Kakak cantik ..."

Angin pegunungan itu berhembus pelan, memantulkan kilau mata air yang terkena cahaya matahari sore.

Tanpa Yuexin sadari, sebuah 'Takdir' baru, baru saja dia ambil begitu saja dari alam ...

Sebuah 'Takdir' yang akan menemani langkahnya di dunia kuno ini.

Di dalam desa Mingxien, Lu Cheng masih menatap kincir angin yang sedang berputar stabil.

"Desa ini menyembunyikan rahasianya dengan baik, sehingga tidak tercium oleh dunia luar ..." gumam Lu Cheng pelan.

Han Yu berdiri di sebelahnya sambil menatap langit.

"Desa ini akan terus berkembang ditangan Keluarga Penguasa Desa ..."

"Awalnya, desa kami sangat miskin. Sejak kedatangan Penguasa Anlian, kehidupan kami semakin membaik setiap harinya. Bisa memakai pakaian bagus, makan daging setiap hari, dan rumah hangat yang nyaman ..."

"Pengobatan yang diberikan Nyonya Anlian juga merubah hidup kami. Beliau mengajarkan cara bertani, beternak, dan membuat lahan pertanian kami sangat subur."

"Anda bisa lihat sendiri, kan? Rumah-rumah kami sama semua dan terbuat dari batu bata, rapi, bersih, dan masing-masing rumah memiliki kereta kuda sendiri ..."

Lu Cheng hanya bisa mendengarkan, tanpa bisa menyanggahnya.

Dari kejauhan, suara air terdengar terus mengalir ...

Seperti sebuah 'Roda Takdir' yang sulit untuk dihentikan.

Takdir baru menunggu ...

Dan semuanya karena anak kecil itu ...

Siapa gerangan dirinya?

Kemunculannya sangat ...Misterius.

1
Lala Kusumah
ide bagus Lingyuan 👍👍😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
wow Mingye dapat harta karun lagi nih, mantaaaaappp 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Makin banyak warisannya ya, Mak ...🫢🫢🫢
total 1 replies
Bey
Lanjut tor lanjut aduhhhhh aku penasaran 😍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiap, Kak Bey ... terima kasih dukungannya, kak ...😊🙏🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Yulianti Amiruddin
lanjutkan 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Yulianti ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Mingye 👍👍👍💪💪💪
Lala Kusumah: sami-sami 🙏🙏
total 2 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaaaaap, Mak Lala 🫡🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
SAF.A.NAPIT
Thor jangan lupa mampir di novel terbaru ku juga yah
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you, Kak Saf ... 🤗👌🏻🙏🏻
total 3 replies
Kusii Yaati
terlalu ekstrim nggak sih, hewan aja masih punya hati nurani.itu mah robot bukan manusia,karena sisi manusianya telah di musnahkan, malah jadi ngeri 😟
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Halusinasi, Kak Kusli ... jangan terlalu dibawa serius bacanya, dunia nyata saja banyak orang yang gak punya hati, tanpa harus minum obat apa-apa ...😁😁😁. Terima kasih atas dukungannya Kakak ...🙏🏻🤗😊✌🏻💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
penuh teka teki 🤔🤔🤔
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Malu aku diketawain sama Kak Lala ...🤭🤭🤭
total 3 replies
Lala Kusumah
wah Mingye ternyata adalah keturunan ras naga ya ..... hebaaaaaatt 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Wokehhh, Mak! Hati-hati dijalan, oke? Semoga hari ini pekerjaannya tidak banyak, and jangan lupa makan Mak! Semangat!!🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻👍🏻👌🏻😁
total 3 replies
Lala Kusumah
selamat ya klg Anlian, mantaaaaappp n kereeeeeennn nih 👍👍👍😍😍😍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ... 🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
kriwil
memang kamu harus nerima si suami mu anlian dari pada sama orang yang cuma nanam.benih lalu menghilang🤣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Setuju ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
tegaaaanng juga ya 😵‍💫😵‍💫🫣🫣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Jangan tegang-tegang, Kak Lala ... nanti sakit lagi loh ...😂😂😂😂😂
total 1 replies
Linda pransiska manalu
pantasan, panjang sekali saat di baca.
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😁😁
total 6 replies
Linda pransiska manalu
per bab jumkatnya berapa ya kak
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Kalau aku, 2000 kata Kak ... Kadang 1800 ... 😁
total 1 replies
Lala Kusumah
ngeri intrik istana itu ya 😵‍💫😵‍💫🫣🫣
Lala Kusumah: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaap, Kak Dira ....🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Lala Kusumah
Ayah biologis kalian meninggalkan kalian begitu saja, wajar tidak diakui ....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat bekerja Kak Lala ... 😘🤗
total 3 replies
Icha Arsy
wes kasep kuwi
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ra' diakui itu si Pak'ne, Kak ... Wes mbeledos atine ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
kriwil
lagian ga ada gunanya ayah biologisnya di hadirkan setelah 10thn dan sudah punya bini , sebelum tanam benih kan sering mingintai anlian ketika habis tanam benih menghilang dan setelah 10thn baru muncul lagi gunanya apa coba🤣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Benar ... gak guna sama sekali, jadi dibuang saja ...🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!