NovelToon NovelToon
Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Lima tahun lalu, malam hujan hampir merenggut nyawa Kapten Shaka Wirantara.
Seorang wanita misterius berhelm hitam menyelamatkannya, lalu menghilang tanpa jejak. Sejak malam itu, Shaka tak pernah berhenti mencari sosok tanpa nama yang ia sebut penjaga takdirnya.

Sebulan kemudian, Shaka dijodohkan dengan Amara, wanita yang ternyata adalah penyelamatnya malam itu. Namun Amara menyembunyikan identitasnya, tak ingin Shaka menikah karena rasa balas budi.
Lima tahun pernikahan mereka berjalan dingin dan penuh jarak.

Ketika cinta mulai tumbuh perlahan, kehadiran Karina, gadis adopsi keluarga wirantara, yang mirip dengan sosok penyelamat di masa lalu, kembali mengguncang perasaan Shaka.
Dan Amara pun sadar, cinta yang dipertahankannya mungkin tak pernah benar-benar ada.

“Mas Kapten,” ucap Amara pelan.
“Ayo kita bercerai.”

Akankah, Shaka dan Amara bercerai? atau Shaka memilih Amara untuk mempertahankan pernikahannya, di mana cinta mungkin mulai tumbuh.

Yuk, simak kisah ini di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Jika aku kehilangan anakku, orang satu satunya yang salah adalah kamu!

“Aku tidak percaya kamu bisa berbuat seperti ini, Amara!” suara Shaka menggelegar.

“Menyerang Karina di depan stafku!? Apa kamu tidak punya rasa malu sedikit pun!?”

Karina berdiri di sisi Shaka, menunduk pura-pura lemah sambil memegangi pergelangan tangannya. Air mata palsu tampak di sudut matanya, namun senyum tipis sempat melintas di wajahnya ketika Shaka menoleh ke arah Amara dengan nada semakin keras.

“Selama ini aku menahan diri karena kamu sedang hamil! Tapi kalau kamu terus berbuat seenaknya, jangan salahkan aku kalau aku tidak bisa menghormati statusmu lagi!”

Amara tak menjawab, hanya menatapnya dingin. Zico yang berdiri di belakang Amara mulai menegang, kedua tangannya mengepal kuat.

Namun Shaka melanjutkan, suaranya penuh nada tuduhan, “Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi memalukan sekali seorang istri CEO datang dan membuat keributan di depan bawahan! Dan dengan keadaan seperti ini ... kau pikir keluargamu akan bangga!?”

“Cukup, Kapten!” suara Zico akhirnya pecah, menggema dalam ruangan. Semua mata langsung menoleh padanya.

“Saya ada di sini, saya melihat semuanya dengan mata kepala saya sendiri.” Zico menatap Shaka dengan sorot tajam, berani, tanpa gentar sedikit pun.

“Nona Amara tidak pernah menyerang duluan. Justru Nona Karina-lah yang memprovokasi, menghina, dan menyentuh beliau terlebih dahulu.”

Karina cepat-cepat memotong, suaranya lirih penuh kepura-puraan, “Mas Shaka, jangan dengarkan dia ... aku cuma khilaf. Aku yang salah, jangan marahi Mbak Amara, ya?”

Nada suaranya lembut, tetapi Zico tahu betul itu hanya akting. Ia langsung menoleh ke arah Haris.

“Pak Haris! Putar rekaman CCTV-nya sekarang. Biar semua orang tahu siapa yang berbohong di sini.”

Ruangan itu mendadak sunyi. Karina pucat, menatap Shaka dengan tatapan panik. “Mas ... Nggak usah, tolong ... aku cuma gak mau masalah ini diperpanjang...”

Tapi Shaka, yang semula yakin pada Karina, mulai ragu.

“Putar rekamannya,” katanya pendek.

Haris, meski gugup, menyalakan laptop dan membuka folder rekaman kamera keamanan yang merekam seluruh ruangan itu beberapa menit sebelumnya. Suara dari speaker bergema jelas terlihat Karina yang lebih dulu menghina, mencoba menyentuh bros Amara, dan Amara hanya menepis tangannya untuk menghindar.

Semua staf terdiam, Shaka menatap layar itu lama, wajahnya perlahan kehilangan warna. Dia memandang Amara yang berdiri kaku, lalu beralih ke Karina yang kini menunduk gemetar, pura-pura menyesal.

“Amara...” suara Shaka mulai melembut, nyaris berbisik. “Aku ... aku minta maaf...”

Tapi Amara hanya tersenyum dingin. “Maafmu tidak akan mengubah apa pun, Kapten.” Nada itu tajam, seperti belati yang menusuk balik harga diri Shaka. Ia melangkah pergi, melewati semua orang tanpa sedikit pun menoleh ke belakang. Zico mengikuti di belakangnya, namun Shaka tiba-tiba mengejar dan menarik lengan Amara dengan kasar.

“Jangan berpikir kamu bisa pergi begitu saja, Amara! Jangan karena kamu cucu keluarga Marvionne lalu bersikap seenaknya di tempat ini!”

Semua orang terkejut, Karina menatap dan membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang baru didengarnya, Amara cucu dari keluarga Marvionne

Wanita yang selama ini ia hina ternyata darah biru, keturunan keluarga terpandang yang bahkan lebih berpengaruh daripada keluarga Wirantara. Amara menatap tangan Shaka yang mencengkram lengannya, lalu menepis keras.

“Lepaskan aku, Mas Shaka. Aku sudah terlalu lelah menjadi wanita yang selalu kamu salahkan.”

Haris menatap dari kejauhan, lalu perlahan menutup laptop. “Pak ... mungkin sebaiknya biarkan Nona Amara pergi dulu.”

Namun Shaka tetap diam, hanya menatap kepergian Amara yang melangkah cepat keluar dari ruangan. Zico segera menyusul, tapi Shaka terus mengikuti hingga ke lobi, berteriak memanggil nama Amara.

Amara tidak berhenti, hanya membuka pintu mobil dan hendak masuk ketika tiba-tiba tubuhnya menegang. Tangannya memegangi perut. Wajahnya memucat dalam hitungan detik.

“Nona Amara!” seru Zico panik.

Shaka yang melihat itu langsung berlari, tapi terlambat dan darah segar menetes dari sela kakinya, membasahi lantai marmer putih. Wajah Amara menegang menahan sakit. Nafasnya tersengal, tangannya berusaha menahan perutnya yang nyeri luar biasa.

“Zico...” suaranya lemah, “tolong..."

Shaka membeku, matanya melebar melihat darah yang semakin banyak.

“Amara!” Ia berlari ke arahnya, berusaha memeluk, namun Zico lebih dulu menahan tubuh Amara agar tidak jatuh.

“Hubungi rumah sakit sekarang! Cepat!” teriak Zico dengan nada keras, seraya menatap Shaka.

Shaka memanggil namanya lagi dan lagi, wajahnya panik, penuh ketakutan dan penyesalan. Sementara Amara, dengan nafas tersengal, hanya sempat berbisik lirih,

“Jangan ... sentuh aku...” saat Shaka berusaha mendekat. Kepalanya perlahan terkulai di bahu Zico.

Darah terus mengalir di lantai, dan Shaka berdiri terpaku di tempatnya, matanya memandang hampa ke arah wanita yang baru saja nyaris kehilangan segalanya.

1
Ning Suswati
jgn sampai karinanya dibunuh, biar tau rasanya disiksa lahir dan bathin, dan biarkan dia memohon untuk dibunuh,
Ning Suswati
siapa lagi dirga,
Ning Suswati
ada2 saja kaya gk ada laki2 lagi di dunia ini, dasar kunti laknat, semoga amara selalu didepan🤭
Ning Suswati
emangnya saka bisa apa, waktu ada gangguan di perusahaan wirantara aja amara yg segera bertindak, laupun dia sdh memutuskan untuk bercerai, tapi tetap peduli dg shaka, dan shaka tetap tdk mengakui, boro percaya apa yg sdh dilakukan amara pada perusahaannya, yg dufikirannya cuma nek kunti
Ning Suswati
ya begitulah sakitnya perempuan, bibir bisa memafkan tapi sulit untuk bisa melupakan, bayangkan karena hasutan nek kunti, sampai tdk mengakui anak yg dikandung amara dan banyak lagi, kata2, prilaku yg menyakitkan, lebih percaya orang lain daripada menggunakan otaknya sendiri, aq jadi curhat nih, karena itu aq merasakan
Ning Suswati
ya terserah amara lah, dia yg merasakan, orang lain hanya bisa menasehati dan memberi masukan, tapi gk pernah merasakan pada posisi amara selama 5 thn di sia2kan suami dan berjuang sendiri.
Ning Suswati
ya tuhan semoga amara segera selamat, amara hukan orang biasa kan, paati ada cara untuk bertindak dan menyelamatkan diri
Ning Suswati
semua nya yergantung taqdir, kalau memang bukan jodoh ya paling tidak jgn masuk ke lobang yg sama
Bulan Hampa
sengaja langsung lihat bab ahir kirain benar cerai, gajadi deh.
Ning Suswati
aq suka keputusan amara, laki2 tdk akan pernah berubah total, kalau ada maunya, ber baik2, tapi akan mengulanginya lagi
Ning Suswati
semua kehancuran keluarga saka, ortunya sendiri yg membuat nasib rumah tangga anaknya se hancur2nya, sdh tau ada kunti di dln rumah tapi diam selama ber thn2,
Ning Suswati
sama dong kayanya plan plin plen, sdh basi, emang masih ingin disakiti kembali, laki2 gk akan berubah, kecuali apa y🤔
Ning Suswati
kok zico yg jadi pelampiasan, emangnya ciuaman belum tuntas, sok2an merasa gagah, tapi dikadali laki2 dodol masih aja nyosor.
Ning Suswati
woooiiiii sdh pisah masih aja bikin masalah, selama ini kemana aja gk pernah membela dan percaya sama isteri sendiri, sekarang didekati laki2 lain sewot aja lho, sinting gila miring🤭
Fitri Guntoro
lanjut thor gantung banget deh
Ning Suswati
keegoisan ortu selalu dg nafsu tanpa perasaan, apa imbas dari keegoisan mereka
Ning Suswati
gk malu apa keluarga wirantara masih menyebut cucuku, selama ini kemana aja, membiarkan ular menyebarkan racun dlm rumah tapi tetap diam, pengausaha apa, pengusaha kotoran kali y🤔, biasanya pengusaha itu selalu berfikir dan bertindak, bukan diam seribu kata
Ning Suswati
seringkali kejadian ceritanya seperti ini, terus katanya tdk ingin lagi ketemu, masih ada rasa peduli, tapi apa lukanya amara sdh sembuh, terlalu baik juga jgn
Ning Suswati
terus siapa perempuan dan suaminya yg membela anak dan isterinya, tanpa tau masalah
Ning Suswati
yah kalamaan sampe 5 thn lagi2 5 thn, gk ada kata lain apa y, dan td siapa wanita yg ingin memukul azril, apakah nek kunti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!