Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.
Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.
Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.
_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33 : Sah
Mina menatap kebaya putih yang tergantung di kamar hotel dimana akad nikah dan resepsi pernikahannya dengan Nic akan diselenggarakan besok. Ia tidur seorang diri di ranjang besar, menggerak-gerakkan tangan dan kakinya seperti katak terlentang.
Apakah ranjang itu akan berderit besok malam? Entahlah, coba tanyakan pada korden yang bergoyang. Sementara itu di kamar yang hanya terpaut satu lantai di hotel yang sama, Nic tengah menatap beskap yang tergantung berdekatan dengan setelan jas miliknya, bibirnya tersenyum, otaknya memikirkan bagaimana mencari cara agar Mina jatuh hati kepadanya sebelum tiga bulan.
Kata Axel tertulis di buku nikah bahwa laki-laki harus menggauli istrinya sebelum pernikahan lewat tiga bulan, jika tidak maka haram hukumnya dan pasti dosa.
Entahlah benar atau tidak yang dikatakan Axel. SIM I nya belum ada ditangan jadi mana mungkin Nic tahu. Ya, begitu Axel menyebut buku nikahnya SIM I, Surat Izin Menindih Istri, dasar laki-laki mesum.
Tak ada pesta bujang, tak ada uforia. Nic memilih menenangkan diri sebelum dirinya mengucapkan ikrar menjadikan Mina miliknya esok hari.
***
Suasana ballroom hotel terlihat ramai, satu set meja akad berada di depan pelaminan megah dimana Nic dan Mina akan bersanding di atas sana saat resepsi nanti.
Seri tersenyum bahagia karena sang anak menyukai gadis pilihannya, meskipun wanita itu tidak tahu bagaimana perasaan sang calon menantu, tapi Seri yakin Mina akan mencintai sang putera.
Mina cemberut. Astaga, wajahnya lebih pantas jadi penjaga buku tamu dari pada pengantin yang akan menjadi ratu sehari nanti.
"Cantik banget sih Nas," komen Kimi. Bukan Mina yang dia puji, melainkan gaun berbentuk ball gown berwarna brown gold yang terpasang pada manekin.
"Kamu mau pakai itu? Cuss ... gantiin aku nikah sama Kak Nic, lagian kamu juga udah putus kan dari kak Dewa?" cerocos Mina.
Mulut gadis itu menjadi berbisa jika sedang marah atau tidak dalam mood yang baik.
"Hem, dia bukan jodohku hikz." Kimi berpura-pura menangis.
Seorang tim weeding organizer masuk ke dalam, menginformasikan dan meminta Mina untuk bersiap karena acara sakralnya akan segera dimulai. Hah... acara sakral apa? Mina berdoa semoga acara itu tidak menjadi acara sakratul maut baginya. Begitu otak cerdasnya memplesetkan kata-kata.
Semua orang khidmat mendengarkan wejangan pernikahan dari orang yang dituakan dari pihak keluarga Nic. Duduk bersisian, sesekali Mina melirik ke arah Nic yang kurang dari hitungan menit akan sah menjadi suaminya.
"Kamu yakin mau nikah sama aku kak?" Bisik Mina.
"Hem..."
"Kak, aku mau pura-pura mati lah," cicit Mina.
"Jangan macam-macam!" cegah Nic.
"Ran memberiku ide," bisik Mina lagi.
"Apa?"
"Ran bilang di novel yang dia baca mempelai perempuannya kabur di hari pernikahannya lalu bertemu dengan laki-laki kaya."
"Buat apa kamu kabur kalau aku saja kaya raya, itu hanya novel, yang ada kamu akan dijadikan budak." Nic menanggapi ocehan Mina, berbisik ke telinga calon istrinya.
"Iya aku tahu, makanya aku tidak kabur karena aku mau membuat kakak miskin, aku mau jadi cewek matre."
Nic yang tidak bisa menyembunyikan rasa geli mendengar ocehan Mina meledakkan tawanya. Kelakuannya membuat semua orang melotot ke arahnya terheran-heran. Seri menepuk jidatnya, acara yang harusnya khidmat hampir saja menjadi kiamat.
"Wah ... Mas Nic sepertinya sudah sangat bahagia, apalagi nanti malam?" Gurau si pemberi wejangan.
CEO ABI TV itu menganggukkan kepala, melirik ke arah Axel dan Juna yang geleng-geleng kepala.
"Sepertinya bocah itu bahagia bisa menikah dengan Mina," gumam Juna.
"Yah semoga dia bisa segera mencetak gol ke dalam gawang." Axel terbahak lalu terdiam karena mendapat cubitan di perut dari sang Istri.
Akad Nikah Nic dan Mina berjalan lancar. Dengan satu tarikan napas putera sulung Adam itu mengucapkan janji suci menjadikan Mina istrinya. Tak ada air mata, tak ada rasa haru yang mendera. Mina biasa saja, begitu juga dengan Nic.
***
Berganti gaun untuk acara resepsi, Mina dibuat mengernyitkan dahi melihat sepatu yang akan dia pakai. Dengan heel tinggi sudah pasti akan membuatnya pegal saat memakainya nanti.
Mina menggerutu, mengeluh kepada teman kontrakannya yang jauh-jauh datang dari Jogja untuk menjadi bridesmaids nya.
"Kakiku pasti akan linu-linu jika harus memakai sepatu itu,"gerutu Mina.
Tak kalah ide, Ruby mengambil sneaker Mina yang berada di dekat sofa di kamar pengantinnya.
"Pakai ini saja, ball gown mu tidak akan memperlihatkan bagian bawah kakimu," ucap Ruby.
Mata Mina berbinar, Ia melakukan apa yang Ruby katakan. Gadis itu menghentak-hentakkan kakinya sambil menaikkan kedua sisi gaunnya, mencoba berputar dengan gaun itu.
"Ah Ruby kamu memang cerdas," puji Mina.
Saat masuk ke dalam ballroom kembali untuk acara resepsi. Nic dibuat keheranan karena istrinya itu berjalan santai dan nyaman.
Hei Mina, ini pesta resepsi pernikahan bukan pesta ulang tahun.
Mina tersenyum lebar, anggaplah dirinya tengah menikmati drama nikah-nikahan karena Ia baru tahu bahwa Nic memberikan mobil mewah sebagai mas kawinnya.
Ah.… the dream come true, mobil Eropa menjadi milikku.
Mina tak sadar bahwa ia sekarang memiliki kewajiban setelah menjadi istri. Nic, tatar istrimu.
Tamu dari kedua keluarga silih berganti mengucapkan selamat. Mata Nic membola saat sang mantan terindahnya juga hadir. Hanoi mengulurkan tangannya ke Mina, gadis itu menyambut dengan senyum riang gembira bahkan Ia meminta foto bersama pembaca berita idolanya itu.
"Selamat Nic," ucap Hanoi.
Nic terpaku, sementara Mina mencoba mencerna situasi canggung yang saat ini sedang terjadi. Ia tahu bahwa Hanoi adalah mantan kekasih suaminya. Namun, yang Mina tidak tahu adalah alasan keduanya berpisah.
Tamu undangan mulai surut, Mina yang kelelahan merlihat mengayun-ayunkan kaki kanannya dengan kencang. Siapa sangka Ia lupa bahwa tadi telah menginjak bagian belakang sepatu kasual itu sampai setengah terlepas. Sepatu itupun sukses terlempar sampai keluar panggung pelaminan.
Mina terkejut, menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya, netranya menatap sepatu berwarna putih miliknya yang tergelatak di bawah. Sara menepuk jidat, sedangkan Nic merasa geli dengan tingkah istrinya.
Seorang laki-laki berjongkong, memungut sepatu itu lalu berjalan santai naik ke atas pelaminan. Mata Mina mengikuti pergerakan laki-laki itu. Saat berada di hadapannya, laki-laki itu pun bertumpu pada lutut kiri lalu menarik kaki kanannya dengan lembut untuk memasangkan sneakers nya.
"Gaga!" lirih Mina memanggil nama laki-laki yang tengah melakukan hal yang romantis kepadanya sekarang.
Gaga mendongak menatap mantan pacar settingannya, bibirnya yang tersenyum simpul membuat Mina tak bisa berkata apa-apa.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
...LIKE ya...
...KOMEN dipersilahkan 🤣...
...ADD FAVORITE JANGAN LUPA...
...I LOVE YOU muaah muahhh...
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii