NovelToon NovelToon
Bukan Lagi Gadis Lemah

Bukan Lagi Gadis Lemah

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Shanum disiksa sampai matii oleh dua kakak tirinya. Sejak ibunya meninggal, dia memang diperlakukan dengan sangat tidak baik di rumah ayahnya yang membawa mantan kekasihnya dan anak haramnya itu.

Terlahir kembali ke waktu dia masih SMA, ketika ibunya baru satu tahun meninggal. Shanum bangkit, dia tidak akan membiarkan dirinya dilukai oleh siapapun lagi. Dia bukan lagi seorang gadis yang lemah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Sesuatu Terjadi

Shanum melihat pamannya dari jauh, pria itu sama sekali tidak kelar dari dalam mobil.

'Hem, dia memang suka sekali menyendiri. Sepertiku dulu, ibu pernah bilang paman Dimas sebatang kara di dunia ini. Aku tadinya merasa aku tak sama dengannya. Aku punya ibu, punya ayah. Setelah ibu meninggal, ayah menikah lagi, aku pikir aku masih memiliki keluarga. Tapi ternyata aku salah, setelah ibu meninggal. Aku dan paman Dimas sama. Sebatang kara' batinnya.

Karena memang begitu kenyataannya, ayahnya membawa kembali keluarganya dan tidak menganggap Shanum ada. Bahkan ingin menyingkirkannya, membiarkan dia disiksa. Keluarga yang Shanum pikir ada, ternyata tidak menganggap dirinya ada.

"Nona, eskrimnya!"

Shanum menoleh ke arah penjual eskrim di depannya. Setelah membayar, Shanum pun segera bergegas menuju ke mobil Dimas.

Karena kedua tangannya membawa eskrim, dia pun, Shanum pun tidak bisa membuka pintu.

"Paman" panggil Shanum.

Dimas yang merasa heran, kenapa juga Shanum beli dua eskrim segera membuka pintu untuknya.

"Kenapa beli dua, kamu bisa menghabiskannya?" tanya Dimas.

"Untuk paman... agkhh!"

Karena dia memegang dua cup, makanya dia tidak bisa menyeimbangkan diri saat akan masuk ke dalam mobil.

Untungnya Dimas dengan cepat menangkap tubuh Shanum. Tapi satu cup eskrimnya jatuh.

Brak

"Ah, eskrimnya..."

"Apa itu lebih penting darimu?" tanya Dimas masih memeluk pinggang Shanum.

Shanum menoleh, dan tak sengaja ujung hidungnya menyentuh ujung hidung Dimas. Mata pria itu melebar, jantungnya berdebar kencang ketika Shanum menatap ke arahnya.

Shanum yang menyadari telah sangat kurang ajar pada pamannya. Ingin menjauh, menarik dirinya. Tapi tidak bisa, punggungnya sudah menabrak samping mobil Dimas.

Dimas yang langsung menyadari situasinya mulai tidak kondusif, segera mm undur dan melepaskan tangannya dari pinggang Shanum.

"Masuklah!" kata Dimas yang bergegas masuk juga ke dalam mobil.

Shanum masuk perlahan, dia benar-benar canggung. Bahkan ketika dia akan memasang sabuk pengaman. Dia kesulitan karena tangannya satu memegang cup eskrim.

Dimas yang masih berusaha menetralkan debaran jantungnya melihat itu. Dia pun menghela nafasnya, dia benar-benar khawatir tidak bisa menahan dirinya.

Dimas mendekat ke arah Shanum, membantu Shanum memasang sabuk pengaman itu. Shanum yang menyadari beberapa kali situasi berbahaya antara dirinya dan Dimas memilih menjaga jarak aman. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.

"Terimakasih paman" kata Shanum setelah Dimas menjauh darinya.

"Aku akan pelan-pelan, kamu makan eskrimnya dengan tenang"

Shanum melihat cup eskrim di tangannya. Sepertinya dia harus segera memakannya. Dia mulai merasa wajahnya memanas.

Shanum menyendok dengan satu sendokan besar. Dan memasukkannya ke dalam mulutnya sekaligus. Dia merasa hawa di tubuhnya memanas. Padahal di mobil ini ac-nya menyala.

"Ehmmm"

Karena suapan itu terlalu besar, Shanum merasa terlalu dingin di mulutnya.

Dimas segera menghentikan mobilnya. Dan menoleh ke arah Shanum.

"Kamu kenapa?" tanya Dimas khawatir.

Shanum yang memejamkan matanya dan sedikit mengernyitkan wajahnya menoleh ke arah Dimas, setelah dia membuka matanya. Dan sensasi dingin di mulutnya hilang.

"Dingin" katanya polos.

Dimas tak habis pikir, kenapa juga dia menyendok terlalu besar.

"Sedikit-sedikit saja, tidak akan ada yang merebutnya darimu. Lihat mulutmu jadi banyak eskrimnya..."

Tangan Dimas terarah ke bibir Shanum secara spontan. Dan begitu kulit ibu jari tangan kirinya itu menyentuh bibir bawah Shanum. Dimas merasa desiran aneh mengalir ke seluruh tubuhnya. Dari ibu jarinya itu ke seluruh tubuhnya dan membuatnya jantungnya kembali berdebar.

Shanum juga membeku di tempatnya. Situasi di samping mobil tadi, membuatnya jadi seperti ini. Padahal biasanya juga tidak, biasanya dia nyaman-nyaman saja.

"Shanum, jika aku menciummu. Apa kamu akan marah?" tanya Dimas tanpa sadar.

Deg

Shanum merasa jantungnya akan mencelos keluar. Tapi Shanum pikir, Dimas adalah paman angkatnya. Bukankah seharusnya itu tidak terjadi.

Tapi Dimas adalah seorang pria. Dimana nalurinya sudah diuji berkali-kali oleh Shanum. Dia tidak bisa menahannya lagi.

Shanum bahkan belum menjawab, ketika Dimas mendaratkan sebuah kecupan di bibir Shanum.

Deg

Tangan Shanum meremass cup eskrim yang dia pegang. Tangan satunya bahkan sudah menjatuhkan sendok eskrim yang tadinya juga dia pegang.

Dimas melihat Shanum diam, matanya menatap mata wanita itu.

Dan kembali meraup bibir Shanum dengan bibirnya. Bahkan pria itu memejamkan matanya. Shanum terbelalak terkejut, dia memang pernah menjalani kehidupan di usia 23 tahun. Tapi saat itu dia juga belum pernah berciuman. Hingga dia benar-benar seperti ingin pingsan. Ada rasa aneh menjalar di seluruh tubuhnya, membuat tangan dan kakinya lemas seketika.

Brak

Shanum menjatuhkan cup eskrim yang dia pegang. Dimas membuka matanya, dan melihat Shanum yang tampak shock.

"Shanum..."

"Paman, aku mau pulang!" katanya yang langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil di sampingnya.

**

Di rumah Ricky, yang sebenarnya adalah kediaman Sofia. Diana juga sudah sampai disana.

Dia terlihat begitu kesal, ketika masuk ke dalam rumah.

"Sayang, kamu sudah kembali?" tanya Yuyun.

"Bu, menunggu besok malam itu lama sekali sih?" tanya Diana yang memang kesal, karena berkali-kali rencananya gagal terus mengerjai Shanum.

"Kamu sabar dong sayang! kan tinggal besok malam. Kita akan kasih dia obat, supaya dia tidak bisa bicara dan tidak bisa bergerak. Setelah itu kita kurung dia, si Dimas yang sombong itu tidak akan bisa membawanya pulang lagi. Dia akan menjadi pohon yang kita seperti dulu!" kata Yuyun yang memang sudah menyiapkan rencana jahat itu.

Karena dulu, kalau memang Ricky mengatakan Shanum tidak ingin bertemu dengan Dimas. Pria itu juga tidak berani macam-macam. Bagaimanapun, dia kan memang hanya adik angkat Sofia. Sementara Ricky adalah ayah kandung Shanum. Mau apa pun, kalau tidak ada Shanum, dan tidak bisa bertemu dengan Shanum. Dimas juga tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Diana senang sekali mendengar itu.

'Heh, kamu pikir dengan sedikit berani. Bisa merubah segalanya Shanum. Kamu tetap akan menjadi Upik abu. Hingga tiba waktunya kamu tidak berguna lagi, aku yang akan menyingkirkanmu dari dunia ini!' batinnya.

Ternyata baik di kehidupan ini atau kehidupan sebelumnya. Gadis itu memang sudah punya niat menyingkirkan Shanum.

***

Bersambung...

1
Pakdhe Har
cerita nya tadi dibuang di danau kok sekarang digudang. bingung aku mengikuti novel ini
StAr 1086
Maklum Num kelamaan jomblo...
StAr 1086
Ingatlah kalian... pembalasan itu lebih kejam.
StAr 1086
Beehati hatilah Shanum sama ayahmu dan keluarganya.
StAr 1086
Ayo Shanum segera kumpulkan semua bukti2nya biar mereka jadi gembel dan si diana malu.
StAr 1086
Makanya jangan songong lo Rena... malu kan dikalahin sama cwe...
StAr 1086
maaf ya thor aq bacanya maraton jadi gak sempet komen 😄
StAr 1086
sukurin lo diana..
StAr 1086
Halah giliran mereka yang mau dihukum pada ketakutan....
StAr 1086
Selalu saja ada ayah kandung yg tega menyiksa anak sendiri demi anak selingkuhannya /anak tirinya...
Putra Ganteng
karyamu sangat bagus sekali thor terimakasih 🥰🥰🥰
Noer: terima kasih
total 1 replies
Quen air
seru
zz
ceritanya sangat sangat menarik ringkas dan padat 😘😘😘😘😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰
Sandisalbiah
bapak gak ada akhlak..
Sandisalbiah
sepertinya Dion sehat² aja walau habis kecelakaan.. padahal teman² kritis bahkan ada yg koma.. ini ajaib lho..
Sandisalbiah
bukanya Dion baru kecelakaan..? 🤔🤔
Sandisalbiah
bu Regina keren.. tegas dan Das des... tanpa banyak omong... Terima keputusannya atau berhadapan dgn polisi.. pilihan yg sama² mematikan
Sandisalbiah
Dimas malu malu meong
Sandisalbiah
sekuat dan se mandiri apapun dirimu Shanum, kamu tetap. butu org lain buat jd backup kamu.. jika ada yg bisa di andalkan dan lebih memudahkan rencanamu, kenapa nggak.. setidaknya itu meminimaliskan resiko buruk utk dirimu sendiri.. intinya demi keselamatan mu.. krn yg kamu hadapi itu manusi² tak berhati dan gak waras
Sandisalbiah
mungkin Reno and the gank yg blo'on atau Diana yg begitu lihai memerankan skenario kebohongan yang selama ini.. 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!