Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.
Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5 : Rencana
Suara tawa kegirangan Liu Xiu dan ibunya dari kejauhan terdengar sampai ke telinga Xiao Xiao melalui dinding paviliun yang tipis. Ia sedang duduk bersandar di kursi kayu reyot sembari membiarkan Mao mengolesi sisa lebam di punggungnya dengan minyak obat yang baunya menyengat.
"Pindah rumah dengan alasan sakit?" Xiao Xiao bergumam, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum meremehkan. "Klasik. Sebuah strategi keluar yang sangat pengecut, Jenderal Liu."
Sebagai mantan pemimpin perusahaan multinasional, Xiao Xiao tahu betul apa yang sedang terjadi. Keluarga Liu sedang melakukan cut loss—membuang aset yang dianggap tidak berguna (dirinya) untuk menutupi hutang budi, lalu melarikan diri untuk menghindari konsekuensi jika rencana itu terbongkar.
"Nona, apa yang Anda bicarakan?" tanya Mao dengan wajah bingung.
"Mao, dengarkan aku baik-baik," Xiao Xiao memutar tubuhnya, menatap pelayan setianya itu dengan tatapan tajam dan penuh wibawa. "Mulai detik ini, jangan tunjukkan wajah sedihmu di depan mereka. Jika mereka ingin aku menjadi pengantin pengganti, maka aku akan menjadi pengantin yang paling mahal yang pernah mereka miliki."
"Tapi Nona... Pangeran Keempat itu..."
"Pangeran Wang Zhi Chen adalah sebuah peluang, Mao. Bukan hukuman," potong Xiao Xiao cepat. "Di dunia bisnis, memiliki mitra yang ditakuti semua orang adalah keuntungan besar. Sekarang, aku butuh kau melakukan sesuatu."
Xiao Xiao merogoh saku dalamnya, mengeluarkan sebuah tusuk konde perak—satu-satunya barang berharga milik Xiao Xiao yang tersisa.
"Jual ini ke pasar gelap besok pagi. Gunakan uangnya untuk menyuap penjaga gudang logistik keluarga Liu. Aku ingin tahu apa saja isi peti hantaran yang akan dikirim ke Istana Wang. Dan satu lagi..." Xiao Xiao mendekat, berbisik di telinga Mao. "Cari tahu siapa musuh terbesar Pangeran Wang di istana saat ini."
Mao tertegun. Nona yang dulu hanya tahu cara menangis, kini bicara seolah sedang menyusun strategi. "B-baik, Nona. Saya mengerti."
***
Keesokan paginya, suasana kediaman Jenderal Liu tampak sibuk. Peti-peti merah mulai ditumpuk di halaman. Jenderal Liu yang baru kembali dari biro hukum tampak berjalan tergesa-gesa menuju kamar istrinya.
Xiao Xiao memperhatikan mereka dari balik celah pintu paviliunnya. Ia mencatat setiap detail. jumlah penjaga, rute pelarian yang mungkin diambil keluarga Liu, hingga bagaimana mereka menyembunyikan dokumen asli tentang status anak angkatnya.
"Liu Xiu ingin aku masuk ke neraka?" batin Xiao Xiao sembari memainkan jemarinya. "Sayang sekali. Dia tidak tahu kalau aku sudah terbiasa berdansa dengan iblis di lantai bursa saham."
Tiba-tiba, pandangannya tertuju pada kristal biru yang terlihat samar dari jendela kamar Nyonya Liu Yu di seberang sana.
Jantung Xiao Xiao berdegup kencang secara tidak wajar. Ada rasa rindu, perih, dan tarikan energi yang sangat kuat saat melihat kristal itu—padahal ia merasa belum pernah melihatnya seumur hidupnya. Apa ini perasaan pemilik tubuh asli.
"Tiga hari lagi pernikahan itu tiba," Xiao Xiao kembali duduk dengan tenang, seolah tidak ada beban. "Aku akan masuk ke Istana Wang dengan kepala tegak. Dan saat saat itu tiba, aku akan memastikan Jenderal Liu dan istrinya membayar setiap tetes darah dan air mata yang pernah tumpah dari tubuh Xiao Xiao yang asli."
Baginya, Wang Zhi Chen bukan hanya calon suami yang mengerikan. Pangeran itu adalah investasi terbesar dalam hidup barunya. Jika dia bisa menaklukkan sang monster, maka seluruh kekaisaran akan berada di bawah telapak kakinya.
***
Happy Reading ❤️
Mohon Dukungan untuk:
● Like
● Komen
● Subscribe
● Ikuti Penulis
Terimakasih 🥰