Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa dia lagi..?
"Ka... anterin kakak yuk" kak Sofia teriak dari balik pintu kamar Arsaka
"Apa sih kak? ngapain teriak gitu? pelan aja bisa kali..... " jawab Arsaka saat kakaknya memanggil
"Kalau pelan pasti kamu nggak dengar kaya biasa. Ya udah anteri kakak ke butik yuk...au ambil baju" Sofia mengajak adiknya dengan sedikit memaksa.
"Paling mau dinner aja ribet. ke butik segala.. Emang nggak ada baju bagusan di rumah? perasaan sering banget belanja.. " Arsaka membalas dengan enggan
*Ini tuh penting bukan cuma soal bisnis tapi juga hati. Dah nggak usah banyak protes cepetan"
"Kenapa nggak sendiri aja? Emang mobil kakak kemana? "
"Pengan di anterin kamu aja.. ya itung itung biar kamu keluar juga. Sepulang dari Singapura sebulan lalu kok perginya cuma ke kantor aja"
"Idih sok tahu.... aku juga dah nongkrong sama temen temen kok"
"Ya udah yuk buruan"
" Iya... tunggu"
Arsaka mengendarai mobil menuju butik 'ZAHIYU Fasion' dengan santai. Sembari menatap jalanan kota Surabaya yang ramai terlintas kenangan masa lalu. Masa putih abu-abu yang luar biasa, yang tak pernah terlupakan. Tentang teman teman yang selalu setia dalam kebersamaan. Dan tentang dia yang ku tinggalkan tanpa pamit. Ngomong ngomong tentang dia... apa dia ingat aku? apa dia marah dengan ku? apa aku bisa ketemu dia lagi? paling tidak untuk meminta maaf atas semuanya. Semoga bisa, agar hatiku ini lebih tenang.
Setengah jam perjalanan berlalu dan sampailah kami di butik yang di tuju. Kak Sofia turu dari mobil lebih dulu dan langsung memasuki butik. Sementara aku mengekorinya dari belakang. Tapi ternyata si empunya butik telah menunggu kami di depan pintu utama. Sepertinya dia tahu kalau kok Sofia akan datang.
"Hai Sof... datang juga akhirnya" Sapa lembut seorang ibu yang sudah berumur tapi masih tampak cantik dan anggun di depan butik milik nya
"Iya nih .. maaf tante Sofia agak telat gara gara nih anak kelamaan siap siapnya" kak Sofia membawa dengan lembut . Sangat berbeda dengan sikapnya padaku.
"Adekmu ini? dah pulang? Arsaka kan? apa kabar nih? tambah ganteng aja". Setumpuk pertanyaan ini membuatku malas menjawab
" Iya.. halo tan. Arsaka pulang bulan lalu* jawabku sembari mencoba tersenyum sementara kakak ku hanya mengangguk kan kepalanya
"Oww pante baru kelihatan... oh iya sof pesananmu dah ada tapi nanti nunggu karyawan ku dulu. Bentar lagi datang kok"
Saat itu pula seorang ojol menghentikan motornya di depan butik. Tapi yang membuat Arsaka terkesiap adalah seorang gadis yang baru turun dari ojol tersebut... Dia... Arsaka hanya terpaku di tempat melihat seorang Amara mendekat. Teringat kejadian lebih dari empat tahun lalu yang tak bisa di lupakan. Di saat dia berjanji bertemu dengan seseorang di taman namun tak pernah dia tepati. Bahkan tanpa pesan atau kabar sedikitpun. Karena pada saat itu dia harus mengikuti ayahnya yang harus berobat ke Singapura secara mendadak. Ingin menolak tapi tak mungkin karena ini darurat. Kondisi ayah yang tiba tiba sakit paru paru dan harus di bawa ke Singapura segera. Hingga dia juga melanjutkan kuliah di sana dan baru pulang bulan lalu walaupun ayahnya sudah kembali ke Indonesia tiga tahun lalu.
Dia ... Amara bersikap seolah tak mengenali Arsaka. Tak ada tatapan seperti dulu. Bahkan tak ada sapaan lembut lagi. Apa dia lupa? apa dia membenci ku?. Sampai Arsaka pulang tak ada sedikitpun sapaan antara keduanya. Dan ini membuatnya semakin tak bisa lupa semuanya
'Aku harus bisa menemuinya nanti. Semua harus aku jelaskan. Aku tak sanggup lagi jika harus menyimpan ini lebih lama lagi. Ini selalu mengusik ku selama empat tahun ini' tekat Arsaka dalam hati.
Keesokan harinya,Arsaka mulai mencari tahu tentang keberadaan Amira. Karena dulu pun dia tak tahu tempat tinggal Amara. Dia mulai bertanya kepada teman temen yang mungkin tahu. Walau belum berhasil tapi dia tak kan menyerah.
"Mungkin aku harus mencari info ke butik' Arsaka mendapat pencerahan setelah gagal bertanya pada temannya.
Apa yang akan terjadi esok? entah lah