Bagas Pratama seorang pria lemah lembut serta penyayang.
Namun satu kejadian membuatnya berubah dalam sekejap saja, kecelakaan dua tahun lalu membuat dirinya menjadi pria dingin, kejam serta emosi.
Kecelakaan itu membuatnya dirinya menjadi lumpuh bahkan dia tidak ingin mendekat dengan siapapun, selama dia lumpuh dia hanya mengurung dirinya didalam kamar..
Dia tidak ingin bertemu siapapun, bahkan dia juga membenci wanita terkecuali Sang Ibunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Tau
Bagas membawa Anna ke Mansionnya dimana Anna benar-benar sangat bingung sekali mengapa dia harus membawanya ke Mansionnya bukan mengantar Anna kembali ke rumahnya.
Kini Bagas membawa Anna juga kekamarnya, yang bisa Anna lakukan hanyalah menurut saja.
Saat tiba didalam kamarnya.
" Diam disini, aku tidak ingin kamu bertanya apapun lagi serta membantah semua perkataanku" kata Bagas dengan nada menekannya
" Baiklah-baiklah aku akan diam"
Bagas langsung pergi meninggalkan Anna didalam kamarnya, betapa herannya Anna melihat tingkahnya Bagas.
Dia hanya bisa menghelakan nafasnya saja tidak tau sebenarnya apa yang ingin dilakukan Bagas..
Sementara diluar kamarnya.
" Bibi, Bibi" teriak Bagas memanggil Bibi Inah
Namun yang keluar bukanlah Bibi Inah melainkan Anika.
" Iya tuan" sahut Anika dengan cepatnya
" Mengapa kamu yang keluar?"
" Oh Bibi Inah sedang keluar tadi sama Pak Mamang"
Bagas hanya bisa menghelakan nafasnya saja.
" Anika, tolong belikan pembersih wajah untuk Anna serta bawa pakaiannya kekamarku, dan ini kartunya apapun yang ada ditoko ambil saja"
" Baik tuan, kalau begitu saya pamit dulu" jawab Anika sambil mengambil kartunya Bagas
Dimana langkah kaki Bagas mengarah kesebuah lemari didekat ruang tengah, disana terdapat ada kotak P3K.
Setelah sampai dan mengambilnya, Bagas membawanya kembali kekamarnya untuk membersihkan luka disikunya Anna.
Saat tiba didalam kamarnya kembali, Bagas masuk serta menutup pintunya Anna hanya bisa menatap Bagas dengan sepatah katapun.
Bagas yang langsung duduk disampingnya Anna, dengan tangannya begitu cepat sekali mulai membersihkan luka Anna.
" Malam ini kamu menginap di Mansionku tepatnya dikamarku" kata Bagas sambil mengobati lukanya Anna
Anna begitu sangat terkejut sekali saat mendengar ucapannya Bagas.
" B-bagas kamu serius?"
" Untuk apa aku bercanda Anna?"
" T-tapi kita tidur satu ranjang Bagas, itu artinya kamu dan aku tidak bersama?"
Bagas langsung menatap kearah Anna dengan tatapan yang sangat kesal sekali.
" Lalu apa masalahnya?"
" B-bagas, kita belum menikah itu tidak boleh"
" Aku tidak peduli Anna, dan lagi jauhkan pikiran kotormu itu aku tidak akan melakukan apapun kepadamu, aku hanya ingin tidur bersamamu saja"
" T-tapi Bagas"
" Stop Anna" bentak Bagas membuat Anna terdiam" Aku tidak suka mendengar apapun lagi bantahan dari kamu paham" kata Bagas dengan nada kesalnya
Anna hanya bisa terdiam saja, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Bagas menyuruhnya untuk tidur bersamanya.
" Sekarang aku sudah selesai membersihkan lukamu" kata Bagas sambil menutup kotak P3K itu
" Terima kasih"
Anna yang begitu tidak semangatnya sekali, karena dia selalu saja kalah berdebat dengan Bagas.
" Sekarang masuk kamar mandi untuk membersihkan dirimu, jangan tanya pakaian apapun, aku sudah menyuruh Alika untuk membelikanmu dan ingat jangan membantah lagi"
Anna hanya bisa menghelakan nafasnya saja, menjawab satu katapun dia tidak ada kesempatan lagi.
Kini Anna bangun dari duduknya dan berjalan mengarah kamar mandi. Sebenarnya Bagas tidak tega seperti itu namun dia sangat tau bahwa Anna adalah gadis yang begitu sangat keras kepalanya sekali.
Saat beberapa menit terdengar suara ketukan pintu.
Tok. Tok.
" Tuan, ini saya Anika"
Dengan cepatnya Bagas bangun dari duduknya saat mendengar suaranya Anika, lalu dia membuka pintunya.
" Ini tuan pesanannya"
" Terima kasih Anika" jawab Bagas sambil mengambil barangnya
" Sama-sama tuan"
Bagas kembali masuk kedalam kamarnya, serta tidak lupa dia menutup pintu kamarnya. Kini dia berjalan mengarah kamar mandi serta mengetuknya.
Tok. Tok.
" Anna, ini aku gantung diluar tepat didepan pintu kamar ganti"
Bagas menaruhnya dimeja sebelah pintu kamar mandinya, lalu dia pergi meninggalkan Anna membiarkan dia membersihkan dirinya dengan tenang.
*******
Sementara dikediamannya Delana.
Arion sedang mengotak-atik laptopnya, dia sangat fokus sekali menghadapi laptopnya sepertinya dia sedang mencari tau tentang Anna.
Yang dia temukan disana Anna saat umur 5tahun ada dipanti asuhan, tetapi warna bola matanya memang sangat mirip sekali dengan Putrinya yang dibawa pergi dengan mantan istrinya itu.
Tok. Tok.
Terdengar suara ketukan pintu membuatnya hilang kefokusan.
" Masuk" ucap Arion dari arah dalam
Ceklek!
Suara pintu terdengar terbuka, itu adalah Alesha yang sedang masuk sambil membawa satu cangkir teh untuk Arion.
" Daddy, apa yang sedang Daddy lakukan? Jam segini bermain laptop, seharusnya Daddy beristirahat jangan terlalu banyak bekerja" kata Alesha sambil mendekat kearah Arion
Namun saat dia menaruh satu cangkir teh diatas meja Arion, matanya begitu sangat terkejut sekali melihat seseorang dilayar laptop Arion.
" Loh, itu bukannya gadis yang tadi? Apa yang sedang Daddy lakukan?"
Arion menarik nafasnya lalu dia menghembuskan secara frustasi sekali.
" Alesha, apa kamu berpikir bahwa dia adalah Annatasya?"
Alesha sedikit bingung, maksudnya seperti apa?
" Daddy mengiranya dia adalah Annatasya?"
" Daddy juga tidak tau Alesha, akan tetapi Daddy sangat yakin bahwa dia adalah Annatasya"
" Bagaimana Daddy bisa tau? Sedangkan bertahun-tahun kita mencari keberadaan Annatasya tidak ada satupun jejak dia dad"
" Daddy melihat tanda lahir ditangan sebelah kirinya yang berbentuk seperti gelang"
Alesha sangat terkejut sekali saat mendengar jawabannya Arion.
" D-daddy tidak bercanda bukan?"
" Tidak Alesha, Daddy benar-benar melihatnya sendiri dengan mata kepala Daddy bahwa tanda ditangan gadis itu sama seperti tanda lahirnya Annatasya"
Alesha menutup mulutnya dengan kedua tangannya, matanya sudah mulai berkaca-kaca saat mendengar tentang hal itu.
Sangat benar sekali sudah bertahun-tahun Arion dan Alesha mencari tau keberadaan Annatasya dimana.
Namun sayangnya mereka tidak menemukannya, Arion sangat tidak tau kemana Mantan Istrinya membawa Annatasya sehingga sangat sudah sekali untuk mencarinya.
" Besok Daddy akan mencoba pergi ke Panti Asuhan, siapa tau kita bisa mendapatkan informasi dari sana"
" Kenapa harus besok Daddy? Apa tidak bisa dilain waktu saja? Alesha juga ingin ikut"
" Maaf princess, Daddy sudah benar-benar tidak bisa menahannya lagi Daddy pastikan besok akan mendapatkan informasi yang jelas tentang Annatasya"
Alesha hanya bisa menghelakan nafasnya saja, lalu dia memeluk Arion sambil menyenderkan kepalanya dibagian pundak Arion.
" Baiklah, tapi ingat Daddy harus meminta bantuan dengan sekretaris Daddy jangan biarkan Daddy sendirian yang mencari tau karena kesehatan Daddy sangatlah penting"
" Itu pasti princess, besok Daddy pergi bersama sekretaris Daddy"
" Semoga Daddy bisa menemukan keberadaannya Annatasya"
Arion menganggukkan kepalanya lalu dia mengelus-elus tangan Putri pertamanya itu. Sudah cukup lama mereka hanya hidup berdua saja.
Namun saat kepergiannya Mantan Istrinya serta Annatasya. Arion menjadi sakit-sakitan karena dia sangat memikirkan kondisinya Annatasya.
Baru-baru ini juga Arion dinyatakan sembuh, makanya Alesha sangat memerhatikan sekali kesehatan Arion. Karena dia hanya mempunyai Arion selain Kenzo.
*******
Kini Anna yang sudah selesai membersihkan dirinya lalu menggunakan pakaian yang sudah disiapkan oleh Bagas tadi.
Setelah semuanya selesai, Anna keluar dari kamar mandinya serta berjalan mengarah tempat tidur yang dimana Bagas sudah menunggunya.
" Kamu sudah selesai?"
Anna hanya menganggukkan kepalanya.
" Kemarilah" kata Bagas sambil menepuk disampingnya
Anna hanya bisa menghelakan nafasnya saja, sebenarnya dia ingin protes tetapi dia sangat tau bahwa Bagas selalu saja berkata lebih dulu dibandingkan dirinya.
Anna berjalan mengarahnya serta naik ketempat tidur dan duduk disampingnya Bagas.
Terukir senyuman Bagas yang sempurna sekali karena dia begitu sangat bahagia sekali.
Anna hanya menatapnya dengan wajah yang penuh cemberut sekali, karena Anna benar-benar kesal kepada Bagas.
" Mengapa menatapku seperti itu hm?" tanya Bagas dengan lembutnya
" Kau membuatku kesal Bagas, mood kamu itu selalu berubah-ubah"
Bagas hanya bisa tertawa kecil saja saat mendengar protesnya Anna.
" Berubah-ubah gimana maksudnya Anna?"
" Tadi dimobil marah-marah sampai pulang, dan sekarang kamu ngomongnya begitu lembut sekali bagaimana malaikat yang turun dari langit"
Bagas semakin tertawa saat mendengar jawabannya Anna, itu membuatnya sangat lucu sekali.
Dimana Bagas menarik Anna agar mendekat kearahnya, hal itu membuat Anna begitu sangat terkejut sekali.
" A-apa yang sedang kamu lakukan Bagas?"
" Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin memelukmu Anna" jawab Bagas sambil mencium aroma tubuh Anna
Anna benar-benar sangat gugup sekali, dimana dia begitu susahnya menelan salivanya.
" Jangan begitu gugup Anna"
Anna mencoba menenangkan dirinya, karena dia begitu sangat gugup sekali.
Tiba-tiba.
" Anna, aku tidak ingin kamu terluka karena seseorang, aku ingin kamu melawannya Anna jika itu memang bukan salahmu"
Anna terdiam, dia sangat tau apa yang dimaksud dengan Bagas itu.
" Kamu tau? Aku sangat marah jika melihat kamu begitu sangat terluka saat ditindas dan dibully seperti itu, rasanya benar-benar membuatku sakit dan marah saat aku melihatmu terdiam begitu saja tanpa ada perlawanan apapun Anna"
Anna semakin diam, dia tidak menyangka bahwa Bagas bisa sebegitunya marah kepadanya.
" Apa kamu bisa berjanji kepadaku Anna?"
" Janji apa itu?" tanya Anna dengan nada penasarannya
" Jika siapapun yang menindasmu serta membullymu, tolong lawan lah mereka tetapi jangan sampai kamu terluka Anna, apa kamu bisa melakukannya Anna?"
Anna menarik nafasnya lalu menatap Bagas dengan seriusnya..
" Aku akan mencobanya Bagas walaupun sebenarnya aku tidak yakin bahwa aku menang, tetapi kali ini aku tidak akan diam lagi"
Bagas tersenyum saat mendengar jawabannya Anna, rasanya dia tidak sia-sia mengatakannya perasaannya kepadanya.
" Aku yakin kamu bisa Anna, karena kamu adalah gadis yang hebat"
𝙖𝙠𝙝𝙧 𝙣𝙮...
𝙨𝙠𝙧𝙜 𝙩𝙜𝙡 𝙩𝙜𝙠𝙥 𝙡𝙞𝙡𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙖𝙣