NovelToon NovelToon
365 Day

365 Day

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Murni
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.

Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Satu bulan, satu tahun. Sampai dua puluh tahun lamanya Embun tidak pernah kembali lagi ke tanah air, wanita yang kini telah berusia empat puluh lima tahun itu semakin terlihat sangat cantik dengan tubuh ramping berotot dan terlihat sangat sexy dengan pakaian apapun yang ia kenakan.

Adakah yang percaya bahwa usia Embun sudah memasuki usia empat puluh lima tahun saat melihat kecantikan wajah yang begitu awet muda dan dia terlihat seperti kakak beradik dengan kedua buah hatinya yang kini telah tumbuh dewasa.

Damian dan Dilara kini sudah berusia 23 tahun, dan mereka sudah bekerja mengurus bisnisnya yang diwariskan oleh tuan Gavin pada mereka.

Sayang kini pria baik hati itu telah tiada tempat di hari ulang tahun buah hati Embun yang ke dua puluh tahun. Dan itu tiga tahun yang lalu.

Suka duka Embun jalani dengan ayah angkatnya yang selalu setia mendampingi nya menjaga dan membesarkan mereka tanpa kehadiran seorang ayah, karena Hugo pun tidak lama dikabarkan meninggal dunia saat pria itu dalam perjalanan menuju Paris saat usia anak-anak nya baru menginjak usia lima tahun.

Hugo yang selalu menyempatkan diri untuk menjenguk mereka pun mengalami kecelakaan maut dimana mobilnya terjun bebas ke laut dan sampai sekarang tidak pernah ditemukan jasad nya.

Embun sempat datang untuk ikut melakukan pencarian bersama tuan Gavin dan orang-orang nya. Namun sayang pria baik hati itu tidak pernah ditemukan keberadaan nya dan Embun pun hanya bisa menangis meratapi takdir yang ia lewati bersama Hugo yang begitu menyayangi kedua anak nya dengan tulus.

Sekarang Embun memutuskan untuk kembali ke tanah air karena Damian tengah melakukan perjalanan bisnis sekaligus libur panjang dan tentu saja mereka butuh bantuan sang mommy yang tidak pernah membiarkan mereka berdua pergi tanpa dirinya.

Embun yang kini menggunakan midi dress berwarna hitam memiliki belahan panjang di bagian depan yang dipadukan dengan blazer berwarna abu-abu tidak hanya itu rambut yang digulung asal di atas mampu memperlihatkan daya tarik yang begitu kuat saat dia melintas di kerumunan orang yang ada di bandara tersebut.

Damian dan Dilara pun tidak kalah menjadi pusat perhatian mereka hingga saat Embun tidak sengaja menabrak seseorang yang kini menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Disana ada seseorang dari masalalu nya yang tengah bersama dengan putranya Alvin yang baru saja datang dari luar kota.

Embun tetap berjalan melewati kedua pria yang kini masih menatap kearah mereka bertiga.

Mobil jemputan yang membawa Embun pun datang, mereka segera masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan pria tadi yang kini berjalan cepat menyusul dirinya dan anak-anak nya.

Embun terlihat melamun saat mobil itu mulai melaju, entah apa yang tengah ia lamun kan, sampai-sampai ia tidak sadar bahwa saat ini sudah sampai di basement hotel.

Ya, mereka sengaja menginap di hotel untuk sementara waktu hingga nanti rumah mereka selesai di bersihkan oleh asisten Embun yang sampai saat ini masih setia bekerja padanya meskipun Nana sudah berkeluarga.

Rumah sederhana itu masih tetap berdiri kokoh meskipun tidak ditempati dalam waktu yang sangat lama karena Embun merawat rumah itu meskipun hanya dibersihkan sepuluh kali dalam satu bulan dari debu-debu yang hinggap di sana.

Dan kali ini Embun mengganti perabotan seperti furniture kamar mereka dan juga perabotan rumah lainnya karena saat ini mereka akan sering bolak-balik Amerika tanah air untuk perjalanan bisnis mereka.

Embun yang selama ini diajarkan untuk menjadi bisnis woman pun sedikit banyak bisa mengajari anak-anak nya dalam berbisnis.

Wanita berusia 45 tahun itu bahkan sering bergabung di perusahan bersama Gavin saat pria itu benar-benar membutuhkan dirinya untuk membantu Gavin bekerja di kantor.

Mungkin bukan hal yang mudah bagi seorang Embun saat dihadapkan dengan tanggung jawab mengurus perusahan yang berskala besar seperti yang kini diwariskan kepadanya selama ini.

Kini semua sudah berpindah tangan pada kedua anaknya. benar kata orang rejeki itu bisa datang darimana saja tidak melulu dari orang terdekat.

Baik Embun ataupun anaknya selama ini tidak pernah diakui oleh keluarga nya sendiri, Tapi tuhan tiba-tiba mengirimkan sosok pria yang selama ini berada di samping mereka dan menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga. Dan tidak hanya itu salah satu dari mereka juga memberikan seluruh kekayaan dan kekuasaan dengan cuma-cuma karena rasa kemanusiaan dan kasih sayang yang hingga kini masih seperti mimpi.

Damian yang kini tumbuh dewasa dia jauh lebih tampan dari putra Alfaro yang lainnya yaitu Alvino yang bahkan tidak mirip sedikit pun dengan Alfaro tidak seperti Damian dan Dilara yang bagaikan pinang dibelah dua.

Wajah Alfaro versi wanita pun diwarisi Dilara yang kini sama-sama telah tumbuh dewasa dan sangat cantik berpenampilan elegan layaknya wanita karier pada umumnya.

Mereka tidak lupa siapa ayahnya, tapi trauma berat itu masih sangat membekas di hati mereka sejak kecil saat mereka tidak diakui sebagai anak di depan publik.

Bahkan terkadang mereka langsung mengalihkan perhatian atau pembicaraan saat Embun mengingatkan mereka tentang sosok seorang ayah yang justru mereka dapat dari seorang gei yang selalu membuat mereka bahagia. Bahkan terakhir kalinya Hugo menjenguk mereka disaat karier nya sedang melonjak sebagai seorang desainer terkenal di Paris, hingga akhirnya ia dinyatakan tewas dalam kecelakaan padahal sampai saat ini jasad nya belum juga dikemukakan.

Jika ditanya apakah mereka merindukan sosok ayah selama ini. itu sangat jelas adanya Tapi jika ditanya lebih rindu mana pada Alfaro atau Hugo, maka jawabannya jelas Hugo karena pria itu bahkan rela berkorban segalanya demi kebahagiaan kedua anak angkat nya itu.

Di bandara pun mereka bukan tidak melihat atau tidak mengenali sosok pria yang lebih memilih keluarga besar nya ketimbang mereka berdua, bahkan sampai saat ini pun pria itu tidak pernah berusaha untuk sekedar bertanya kabar atau basa-basi.

"Mam aku lapar."ucap Damian yang kini sibuk dengan laptopnya.

"Sayang sudahi dulu kerja nya, kita makan siang dulu sebelum kembali ke rumah kita aunty Nana sudah mengirim pesan bahwa rumah sudah siap untuk ditempati."ucap Embun.

"Mam, kenapa tidak beli saja rumah yang baru bukankah kita punya banyak uang untuk itu."ucap Dilara.

"Tidak sayang untuk apa beli rumah lagi kita sudah punya rumah, ya meskipun sederhana tapi itu adalah hasil kerja keras kita, lagipula kita akan sering bolak-balik ke Amerika."ucap Embun.

"Sudah jangan banyak protes yang terpenting kita tidak tidur di emperan toko."ucap Damian yang memang selalu menuruti peraturan yang ditetapkan oleh Embun.

...🪵🪵🪵...

Satu hari sudah Embun dan kedua anaknya tinggal di rumah baru, mereka akan menjadikan rumah itu sebagai tempat istirahat setelah aktivitas harian mengingat kedua anak nya sibuk mengurus bisnis termasuk meeting di beberapa tempat yang sudah dijadwalkan.

Saat ini juga mereka harus terus mengurus cabang perusahaan yang berada di tanah air yang merupakan kantor pusat saat awal tuan Gavin merintis karir sebelum akhirnya ia pindah ke Amerika.

Embun pun masih sibuk membantu mereka saat pekerjaan mereka tengah menumpuk, nyatanya jadi pimpinan di perusahaan itu tidak lah semudah yang dibayangkan bahkan mereka jarang memiliki waktu untuk sekedar bersantai mengingat bisnis yang tengah mereka tangani saat ini.

Sementara Alfaro sejak kedatangan cinta pertama dalam hidup nya itu masih tidak bisa menemui Embun atau buah hati nya karena dia masih sibuk bolak-balik rumah sakit semenjak istri keduanya itu mengalami kecelakaan dan koma di rumah sakit.

Alfaro seakan tengah mendapat hukuman bertubi-tubi atas kesalahan di masa lalu nya, Anak pertama dari istri keduanya yang selama ini dia sayangi ternyata bukan darah daging nya.

Almira memang masih berstatus gadis saat Alfaro nikahi namun dia sudah tidak virgin karena pergaulan bebas yang selama ini ia anut di luar negeri sana.

Tidak hanya itu setelah satu bulan pernikahan Almira dinyatakan hamil dus bulan, dan Alfaro masih tidak mempermasalahkan hal itu bukankah kehamilan itu terhitung masa subur wanita setelah hubungan intim sehabis datang bulan. Namun baru-baru ini tes DNA membuktikan bahwa putranya itu bukan darah daging nya saat Alvino mengalami kecelakaan bersama sang istri.

Meski begitu Alfaro tidak bisa mengungkapkan semuanya itu pada putranya itu karena rasa tak tega mengingat Alvino sudah sangat dekat dengan nya dan sudah seperti putranya sendiri tidak mungkin Alfaro menyakiti nya.

Alfaro bahkan harus merawat ibu kandung nya yang mengalami stroke dan harus menjalani perawatan setelah wanita angkuh itu mengetahui bahwa Alvino bukan cucunya.

Bagaikan sebuah simalakama setelah wanita angkuh itu menolak kedua cucu kandungnya hanya karena Embun tidak memiliki status yang jelas didalam keluarga Nelson. Bahkan Embun diketahui terahir sebagai anak haram jadi Itulah yang menjadi alasan kuat penolakan keluarga Alfaro terhadap Embun.

Sementara Embun sendiri kini hidup damai bersama kedua anaknya bukan dia tidak pernah memikirkan hubungan nya dengan Alfaro, tapi wanita itu mencoba mengikhlaskan semuanya jika memang Alfaro tidak ditakdirkan untuk dirinya lagi.

Dua puluh tahun bukan waktu yang sebentar jika memang Alfaro berniat untuk memperbaiki hubungan nya dengan Embun dan anak-anak nya.

Mungkin untuk urusan rumah tangga sudah jelas sudah berakhir sejak awal, tapi untuk hubungan ayah dan anak tidak akan pernah ada akhirnya dan Embun masih memberikan kesempatan pada Alfaro untuk memperbaiki hubungan antara ayah dan anak tapi nyatanya hingga dua puluh tahun berakhir Alfaro tidak kunjung datang bahkan untuk sekedar bertanya kabar saja tidak pernah jadi jangan salahkan anak jika mereka membenci ayahnya.

Sudah satu minggu ibu dan anak itu berada di tanah air, saat ini Dilara terkena demam tinggi dia dilarikan ke rumah sakit karena demamnya tidak kunjung reda.

Gadis cantik itu mengalami kelelahan hingga akhirnya jatuh sakit, Embun dan Damian kini sudah selesai mengurus administrasi rumah sakit.

Dilara sedang ditangani oleh dokter di ruang IGD, sementara Embun sendiri disuruh menunggu di luar bersama Damian karena ada banyak pasien disana.

Saat Embun mondar-mandir di depan ruang IGD, seseorang yang baru saja datang ke sana kini tengah menatap lekat wajah cantik yang selama dua puluh tahun ia rindukan.

Alfaro datang bersama sang ibu yang kini dibawa masuk kedalam ruang yang sama dengan Dilara yang masih diperiksa secara menyeluruh.

"Babe."lirih Alfaro.

"Hmm..."balas Embun yang kini mengalihkan pandangannya dari pria yang sudah menyakiti hati nya.

"Maaf aku belum bisa menemui kalian, semua karena keadaan."ucap Alfaro.

"Tidak masalah tuan Alfaro, lagipula anda tidak punya kewajiban untuk itu."ucap Embun dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun.

"Babe, aku tau kesalahan ku tak akan pernah termaafkan tapi setidaknya tolong jangan hukum aku seperti ini."ucap Alfaro yang tidak kuat menahan rasa sakit yang selama ini selalu menggerogoti hati nya.

"Maksudnya tuan, saya menghukum anda bagaimana bisa orang yang tidak pernah punya hubungan dan tidak pernah bertemu bisa memberikan hukuman? Mungkin saat ini kondisi anda sedang tidak baik-baik saja sebaiknya tanyakan kembali pada hati anda apa perkataan anda sudah tepat."ucap Embun yang kini dipanggil oleh dokter.

"Keluarga nona Dilara."ucap seorang perawat.

"Ya saya sus."balas Embun yang membuat Alfaro membulatkan matanya saat tau bahwa putrinya yang sedang dirawat.

"Anda diminta untuk menemui dokter Obgyn sekarang juga."ucap perawat tersebut.

"Apa? Apa saya tidak salah dengar suster."ucap Embun memastikan.

"Tidak nyonya, tapi anda tidak perlu khawatir ini hanya untuk memastikan saja."balas suster tersebut yang mengerti akan eksistensi dari Embun saat ini.

"Ayo babe aku ingin tau apa yang terjadi pada putri kita."ujar Alfaro.

"Tuan Al, anda ditunggu di ruangan nyonya besar keadaan nyonya besar semakin kritis."ucap asisten pribadi nyonya Wijaya.

"Mommy!"Alfaro seketika itu langsung terlihat putus asa.

"Mari tuan."ucap asisten tersebut.

Sementara Embun yang melihat itu kini justru malah mematung di tempatnya.

"Biar Damian saja yang menemui dokter Obgyn itu mam, Mama istirahat saja."ucap Damian yang khawatir.

"Tidak apa-apa sayang, mama harus memastikan semuanya."ucap Embun yang kini mengusap bahu putranya itu kemudian dia pergi.

Sesampainya di ruang dokter tersebut, Embun dipersilahkan untuk duduk di kursi tempat di hadapan meja dokter tersebut.

"Begini nyonya Alfaro."ucap sang dokter yang membuat Embun membulatkan matanya kenapa dokter tersebut memanggil nya dengan sebutan itu.

"Langsung ke intinya nyonya, saya mendapati masalah di bagian rahim putri anda, ada benjolan sebesar bola bekel yang menjadi sumber rasa sakit hingga mengakibatkan demam tinggi, untuk selanjutnya kami masih harus memeriksa lebih lanjut sebelum tindakan operasi dilakukan."ucap dokter tersebut.

Embun tidak bisa berkata-kata lagi, tapi hatinya merasa tidak percaya dengan itu, hingga saat seorang perawat datang mengatakan bahwa ada kesalahan yang terjadi hasil pemeriksaan USG tadi atas nama Dilara angara, sementara Dilara sendiri nama kepanjangan nya adalah Alvarez.

1
partini
berbakti pada orang tua tapi bikin orang lain sengsara hah ada gitu yah apa itu ga dosa ,busehhhhh gampang amat
ajaran dari mana itu ????????
Erny Su: Itulah ciri-ciri orang yang keliru.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!