seorang dokter yang terkesan cuek dan dingin di jodoh kan dengan calon dokter yang cantik dan ceria, bagai mana kiasah mereka selanjutnya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aily sauri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
Selesai sholat isya Kia langsung bersiap untuk pergi bersama Sarah, Kia tersenyum menatap pantulan diri nya di cermin saat ini mood nya lagi bagus suasana hati nya pun lagi senang.
Tok
Tok
Tok
"Kak udah siap belum" teriak Sarah dari luar.
"Tunggu bentar " jawab nya, Kia pun melangkah mengambil tas nya lalu keluar dari kamar.
"Yuk berangkat " ucap Kia saat membuka pintu kamar nya.
"Let's go " jawab Sarah sambil menggandeng tangan kakak ipar nya itu .
Saat menuruni tangga Sarah melihat ayah nya baru saja pulang, mata nya berbinar saat melihat itu ia pun langsung berlari menghampiri sang ayah.
"Ayah" teriak Sarah berlari pada ayah nya.
"Hati hati jatuh" ingat sang ayah.
"Gak akan yah" jawab nya sambil cengengesan.
"Mau pada kemana Kalian" tanya nya saat melihat menantu dan putri nya sudah rapi.
"Mau ke mall sebentar ya, minta uang jajan dong yah" ucap Sarah.
"Iss kamu ini, yaudah nanti ayah transfer ya"
"Yee makasih ayah Ku sayang" jawab Sarah dengan girang.
"Kita pergi dulu ya yah" ucap Kia sambil mencium punggung tangan mertuanya.
"Sarah juga yah" ucap nya .
"Assalamualaikum " jawab Kia dan Sarah.
"Walaikumsalam"
"Hati hati kalian" ucap ayah.
"Siap ayah" jawab Sarah sedang kan Kia hanya menganggukkan kepalanya.
"Kak kita bawa mobil sendiri aja yuk, bawa salah satu mobil kesayangan Abang" ucap Sarah.
"Emang boleh izin dulu" jawab Kia.
"Akhh ribet kak"
"Gak boleh gitu harus tetap izin dulu"
"Iya deh" Sarah pun langsung mengeluarkan ponsel nya dan melakukan panggilan video pada Abang nya.
"Assalamualaikum Abang ku sayang" ucap Sarah saat Atar mengangkat panggilan nya.
"Lagi apa bang" tanya Sarah basa basi.
"Gak liat ni lagi makan" jawab Atar dengan sinis.
"Oh iya gak keliatan sorry" jawab nya sambil cengengesan.
"Ada apa??" Tanya Atar.
"Bang mau liat kak Kia gak cantik banget tau"
"Mana???"
Sarah langsung mengarah kan ponsel nya pada wajah Kia.
"Assalamualaikum mas" ucap Kia.
"Walaikumsalam salam, cantikkk...." Ucap Atar , Kia hanya tersenyum.
"Cantik kan kak Kia pasti loa kangen dan pengen pulang cepat " ejek Sarah.
"Diem deh curut " kesel Atar.
"Kia kangen mas gak" tanya nya.
"Kalau mas kangen banget "
"Masih ada gue woy kebiasaan deh suka mesra mesaraan Dean jomblo " keluh Sarah.
"Bener bener ni anak curut" kesel Atar.
"Kia jangan beliin apa apa untuk Sarah" ucap Atar.
"Ok mas" jawab Kia sambil terkekeh.
"Ihh kalian mah gitu sama adek sendiri tega betul"
"Ada apa telepon???" Tanya Atar.
"Ahh iya hampir lupa, bang izin bawa mobil sendiri ya, salah satu mobil Abang" pinta Sarah.
"Gak boleh"
"Abang ihh pelit "
"Gak boleh titik, pergi sama supir kalau gak mau gak usah pergi" tegas nya.
"Abang ihhh"
"Kasih hp nya sama Kia" pinta Atar , Sarah pun langsung memberikan ponsel nya pas Kia.
"Kia pergi nya sama supir mas ya jangan bawa mobil sendiri bukan nya gak boleh mas hanya khawatir saja" ucap Atar dengan lembut.
"Iya mas" jawab Kia , Atar pun tersenyum karan istri nya itu penurut.
"Yaudah mas lanjutin aja makan nya, Kia Matiin ya telepon nya, assalamualaikum"
"Walaikumsalam..."
Setelah selesai Kia kembali memberikan ponsel nya pada Sarah.
"Barusan bene bener Abang kak??" Tanya Sarah heran.
"Kenapa Menag nya??"
"Lembut banget ngomong nya kalau sama kakak" Kia hanya tersenyum.
Kia dan Sarah di suruh menunggu supir Atar di teras rumah nya, karna supir tersebut tidak tinggal bersama Mereka.
"Kak kok supir anag lama banget ya" tanya Sarah kesal.
"Sabar kata mas Atar 15 menit lagi sampai" jawab Kia sambil bermain ponsel berbalas pesan dengan Atar.
"Abang pasti sengaja ini kak ngulur ngulur waktu biar kita ke mall nya sebentar" tebak Sarah.
"Ssstt jangan souzon sama Abang sendiri"
"Kesel kak lama banget" jawab Sarah frustasi. Ia pun mengeluarkan ponsel nya dan kembali menghubungi Atar.
"Assalamualaikum Abang" teriak Sarah saat panggilan nya di terima.
"Jangan teriak teriak Sarah" tegur Kia. Sarah hanya cengengesan.
"Walaikumsalam, berisik gue gak tuli" jawab Atar.
"Mana ini supir nya bang, elah lama banget dah" kesal Sarah.
"Sabar paling 2 menit lagi sampai " jawab Atar.
"Abang pasti sengaja kan ini" tuduh Sarah.
"Gak sabaran "
"Kesel ihh pengen pengen berantem " kesal Sarah.
"Sini nyusul " jawab Atar santai.
"Idih ogah, bay assalamualaikum " ucap Sarah langsung mematikan sambungan telponnya.
"Ihhhhh Abang ngeselin banget " teriak nya.
"Tuh datang udah jangan marah-marah " ucap Kia.
"Wah iya, ternyata bener 2 menit langsung Dateng jangan jangan Abang cenayang lagi" ucap Sarah membuat Kia geleng geleng kepala.
"Assalamualaikum non" ucap supir Atar saat turun dari mobil.
"Waalaikumsalam" jawab Sarah dan Kia.
"Pak kok lama banget sih" keluh Sarah.
"Maaf ya non"
"Udah gak papa yaudah yuk berangkat " ucap Kia sambil menarik tangan Sarah untuk masuk ke dalam mobil.
Tak lama mereka pun sampai di sebuah mall....
"Akhirnya sampai juga" ucap Sarah senang.
"Alhamdulillah" ucap Kia.
"Yuk kak" ajak Sarah turun dari mobil kalau menggandeng tangan Kia untuk masuk ke dalam mall tersebut.
"Beli apa ya kak??" Tanya Sarah.
"Gak tau kakak juga bingung" jawab Kia terkekeh.
"Kita abisin black card Abang yuk kak" ajak Sarah.
"Beli seperlu nya aja" tegur Kia pelan.
"Tenang Jak walaupun kita borong semu barang ayang ada di mall ini tuh kartu gak akan habis" ucap Maura sambil tertawa.
"Yudah kita ke toko baju dulu deh" ajak Sarah, Kia pun ikut terkekeh sambil mengikuti langkah Sarah.
Sampai di toko banju mereka memilih milih baju tapi sepertinya di toko tersebut tak ada yang cocok.
"Kak beli jam aja yuk" ajak Sarah saat melihat toko Jam ternama yang pasti harga nya gak Keleng kaleng.
"Ihh itu pasti mahal Sarah" jawab Kia.
"Gak papa kak, Kakak udah liat belum koleksi jam Abang " tanya Sarah.
"Udah"
"Gimana semua jam mahal kan gak ada yang murah " beritahu Sarah, Kia pun mengangguk memang saat kemarin ia masuk ke dalam walk in closed milik Atar ada koleksi jam tangan nya dan Kia tau jika harga jam jam milik suami nya gak ada yang murah di lihat dari merk nya.
"Kita beli apa dulu ni kak"
"Terserah kamu aja" jawab Kia.
"Ok kita ke sana dulu kak " ajak Sarah menarik tangan kia masuk ke dalam toko Gucci, Kia hanya geleng geleng kepala katanya mau beli baju sama jam tapi malah masuk ke dalam toko tas.
Tak lama marak berada di toko tersebut karan Sarah sudah mendapatkan apa yang dia ingin kan.
"Asikkk akhir nya aku dapat tas Gucci terbaru" ucap nya dengan girang, sedang kan kiantak membeli apa apa hanya ikut saja.
"Time zone yuk " ajak Kia.
"Hah???" Sarah terkejut.
"Main di Time zone yuk" ajak nya lagi.
"Ngapain kak??"
"Ya main sepuasnya lah"
"Tapi aku baru beli satu barang kak" keluh nya.
"Yaudah kamu belanja aja kakak nunggu di Time zone" usul Kia
"Emang gak papa???" Tanya Sarah tak enak.
"Gak lah santai aja" jawab Kia sambil tersenyum.
"Ok deh kakak di sini aja jangan kemana mana ntar kalau udah selesai aku langsung kesini" ucap Sarah.
"Ok"
Sarah pergi belanja dan kia mulai memasuki Time zoon, mata nya berbinar saat melihat deretan permainan yang siap ia main kan, Kia mengambil kartu dan mulai bermain sepuasnya.
"Assalamualaikum" ucap seseorang dari belakang.