NovelToon NovelToon
Batas Kesabaran Seorang Istri

Batas Kesabaran Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Suami Tak Berguna / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Romantis / Balas Dendam / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Marica

Aluna Aurelia Pradipta memimpikan keindahan dalam rumah tangga ketika menikah dengan Hariz Devandra, laki-laki yang amat ia cintai dan mencintainya. Nyatanya keindahan itu hanyalah sebuah asa saat keluarga Hariz campur tangan dengan kehidupan rumah tangganya.

Mampukan Aluna bertahan atau memilih untuk pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan Untuk Elgar

"Oh, untuk itu kamu tenang saja. Seleraku bukan perempuan biasa, melainkan perempuan yang luar biasa. Contohnya seperti kamu," ucap Elgar.

Eh?

Aluna terdiam sesaat mendengar ucapan Elgar, namun beberapa detik kemudian Aluna tertawa dibuatnya.

"Kamu ini ada-ada saja," ucap Aluna di sela tawanya. "Ternyata kamu pintar merayu juga ya."

"Saya serius, Aluna," ucap Elgar

"Elgar …," tegur Aluna.

"Ya, baiklah," sahut Elgar.

"Kamu beruntung, Rania sudah tidak ada di sini. Jika masih ada, entah apa yang akan dia lakukan padamu," ujar Aluna.

"Ya dia bisa memakiku tujuh hari tujuh malam. Mungkin lebih parahnya lagi dia bisa melenyapkan diriku," celetuk Elgar.

Aluna seketika tertawa membayangkan jika sampai apa yang dikatakan oleh Elgar terjadi.

"Aku senang melihatmu tertawa. Kamu terlihat sangat manis." Elgar dan Aluna mempertemukan pandangan mereka pada kaca spion yang ada bagian tengah mobil itu.

"Terima kasih, Elgar. Kamu tahu cara membuat aku tertawa," puji Aluna disambut senyuman oleh Elgar.

Hening mengambil alih suasana. Keduanya fokus pada aktivitas masing-masing. Aluna mengambil ponsel dari dalam tasnya ia menghubungi seseorang dan orang itu adalah mba susi. Apa yang dilakukan oleh Aluna diperhatikan oleh Elgar melalui kaca spion yang ada di depannya.

Saat panggilan sudah tersambung Aluna mulai memberitahu pada mba Susi jika diri akan pulang terlambat dan meminta pada asisten rumah tangganya untuk menyiapkan makan malam, tentunya dengan arahnya. Selesai dengan itu Aluna mengakhiri sambungan teleponnya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Aluna lantas beralih pada Elgar untuk memberikan arahan jalan pada Elgar menuju rumahnya, beruntung Elgar benar-benar hafal jalan membuat Aluna tidak kesulitan. Pukul tujuh lewat lima menit mereka sampai di rumah. Mobil Hariz belum ada di garasi, itu tandanya sang suami belum pulang.

Setelah mobil itu terparkir di garasi Elgar keluar lebih dulu berbalik ke belakang kemudian membukakan pintu untuk Aluna.

"Terima kasih, Elgar," ucap Aluna.

"Sama-sama," balas Elgar.

Seorang penjaga yang biasa menyambut kedatangan sang nyonya dibuat terkejut dengan keberadaan Elgar. Saking terkejutnya sang penjaga diam sembari menganga juga melihat Elgar tanpa berkedip. Penjaga itu sadar saat Aluna menepuk pundaknya.

"Pak Musli," panggil Aluna.

"Eh, iya Nyonya," gagap Pak Rido.

"Kenapa melamun?" tanya Aluna.

"Maaf, Nyonya dia siapa?" tanya Pak Rido sembari menunjuk Elgar.

"Oh, perkenalkan dia Elgar, sopir baru saya," jawab Aluna.

"Sopir?" ucap Pak Rido bingung. Penjaga itu memandang Elgar dari atas sampai bawah membuat Elgar melakukan hal yang sama pada dirinya sendiri. "Ganteng banget Nyonya. Tuan Haris saja kalah," puji nya.

Elgar tertawa dibuatnya.

"Husst! Nyonya besar dengar pak Musli bisa langsung dipecat," gurau Aluna.

"Eh, maaf Nyonya. Mending saya kembali ke pos saja." Pak Musli berlari kembali ke pos penjagaan.

Melihat itu Aluna dan Elgar tertawa sembari menggelengkan kepalanya.

"Kamu hebat, Elgar. Laki-laki saja bisa sampai terpesona sama kamu," puji Aluna.

"Kamu tidak terpesona sama aku?" canda Elgar.

"Hanya orang yang tidak normal tidak terpesona apabila melihat kamu," ucap Aluna membuat Elgar bangga. "Tapi itu hanya sebatas kekagumanku pada dirimu," sambung Aluna.

"Ya, aku tahu karena kamu sudah bersuami," ucap Elgar dibalas senyuman oleh Aluna.

"Ayo masuk akan aku kenalkan pada yang lain," ajak Aluna.

Elgar mengangguk sebagai bentuk persetujuannya.

Aluna berjalan memasuki rumah diikuti oleh Elgar. Tujuan Aluna langsung ke dapur. Selain untuk masak, ia juga akan memperkenalkan Elgar pada Susi. Ia mengayunkan langkah ke dapur sembari memanggil asisten rumah tangganya

"Mba Susi," panggil Aluna. "Mba Susi," panggil Aluna lagi.

"Saya, Non," sahut Susi. "Ada apa, Non?" tanya Susi muncul dari dapur.

"Mba Susi, kenalkan ini Elgar, sopir baru saya. Mulai hari ini dia akan tinggal di sini. Di paviliun masih ada kamar yang masih kosong, kan?" tanya Aluna yang langsung diangguki oleh Susi. "Mba Susi tolong antarkan Elgar ke kamarnya. Biar saya yang lanjutkan masaknya," perintah Aluna.

"Baik, Non," sahut Susi. Pandangan Susi mengarah pada Elgar. "Mari mas Elgar ikut saya!"

"Mari." Elgar menoleh ke arah Aluna lantas berpamitan dengan bahasa isyarat.

Elgar berjalan mengikuti Susi. Mereka ke luar dari pintu belakang rumah itu. Letak paviliun ada di bagian belakang. Sepanjang perjalanan Susi mengajak Elgar bicara untuk menghilangkan kecanggungan.

"Mas Elgar, ini bener sopirnya non Aluna?" tanya Susi membuka suara.

"Iya," jawab Elgar. "Kenapa, Mba?" tanya balik Elgar.

"Nemu di mana non Aluna bisa dapet sopir gantengnya kebangetan kaya mas Elgar ini. Tuan Hariz saja kalah ganteng loh," puji Susi.

"Mba ini bisa saja," ucap Elgar. "Semua orang bilang begitu," sambung Elgar.

"Tuan Hariz sebenarnya ganteng, baik juga. Hanya saja jarang tersenyum. Sikapnya juga kaku," jelas

"Ya, terlihat jelas saat saya baru bertemu dengan dia," sambung Elgar.

"Tapi Mas Elgar harus hati-hati loh ini. Pak Hariz bisa cemburu setiap detik sama mas Elgar. Terus juga si non Sandra, dia bisa ke pelet sama sampean. Saya yakin 100 persen," ucap Susi penuh keyakinan.

"Masa sih, Mba?" Elgar menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Elgar sedikit memikirkan ucapan semua orang tentang Sandra.

"Iya benar itu. Wong saya pertama liat Mas Elgar tadi saja hampir jantungan," aku Susi. "Untung saja saya masih ingat jika saya sudah punya suami dan suami saya juga kerja di sini," imbuh Susi.

Elgar tidak bisa lagi menahan tawanya mendengar pengakuan Susi.

"Sudah Mba, jangan muji saya terus, nanti saya bisa terbang sampai langit terus tidak bisa turun," gurau Elgar.

"Iya, iya, tapi saya ingatkan lagi Mas Elgar … pokoknya Mas Elgar harus waspada sama non Sandra, hati-hati jaga jarak!" peringat Susi.

"Ya Mbak, terima kasih untuk peringatannya. Tapi jujur saya jadi penasaran sama Sandra. Kenapa semua orang memperingati saya," ucap Elgar.

"Non Sandra itu genit. Sudah begitu agresif. Kalau lihat laki-laki ganteng nempel terus kaya ulat bulu," jelas Susi.

Obrolan mereka berhenti sejenak saat sampai di pintu utama Paviliun.

"Ini kamar mas Elgar. Di sebelah sana kamar saya sama suami saya, terus yang di sebelah mas Elgar kamarnya Rahayu," jelas Susi. "Kalau Mas Elgar lapar saya tadi masak, tapi ala kadarnya. Kalau Mas Elgar mau makanan yang lain di dapur ada bahan makanan. Mau ngopi ngeteh juga ada," imbuh Susi.

"Siap, Mba." Elgar mengacungkan ibu jarinya kepada Susi.

"Ya wis saya ke depan lagi. Mau bantuin non Aluna masak. Nanti kalau masakannya belum siap non Aluna bisa kena makian nenek sihir," pamit Susi dianggukki oleh Elgar.

Sepeninggal Susi, Elgar membuka pintu kamarnya lantas masuk ke dalamnya. Kamar itu lumayan nyaman, tetapi yang Elgar khawatirkan apakah dirinya bisa melakukan apapun sendiri.

1
WHATEA SALA
Elsa pekok...semoga apa yang bilang sandra terjadi pada elsa,biar tau rasa
WHATEA SALA
Rania kayak remaja labil,padahal punya sudah suami.
WHATEA SALA
Aluna kebanyakan drama😁
WHATEA SALA
Nah begitu dong di lawan,kasih paham dulu bila perlu serkel mulut mereka bertiga,biar gak selalu di injak2💪💪
WHATEA SALA
Giliran ada yang mau bantu bilang gak takut merepotkan,coba gak ada yang mau bantu,mau sambat sama sapa coba..😩
Lies Atikah
kenapa gak nikah aja dulu resepsi nya kan bisa belakang ngan dari pada pusing ke otak kasian Elgar harus ngelus 2 sabun
Yati Jenal
keren
Lies Atikah
gak ada skandal nih apakah Haris lelaki setia
Lies Atikah
susah kalau bini nya yang bucin sementara suami B aja sakit nya tuh disini
Lies Atikah
bodoh kali si luna kalau masih mau mempertahan kan rumah tangga seperti itu mertua jahat. suami berengsek ih ami2
Lies Atikah
hayo bangkit Lun janganmau jadi sampah dan keset kaki mertua dan suami mu saatnya kau bangun jadilah wanita yang punya harga diri buat merek menyesal dan hancur
Diny Julianti (Dy)
ko bisa sama wanita tua
Diny Julianti (Dy)
cerai aja nama siy, udah ke tampar 2x masih aja bertahan duit byk juga
Diny Julianti (Dy)
kenapa Aluna malah bgtu sama haris
Siti Saodah
dari awal sampai akhir cerita nya bagus thor aku suka gak ngebosenin
Gula kapas: makasih kakak,
total 1 replies
Siti Saodah
🤣🤣🤣elgar pikiran nya kesana mulu
Siti Saodah
si elgar makin kesini omes🤭
Siti Saodah
kasian Sandra sekalinya mau tobat malah dapat musibah lagi
Siti Saodah
katanya si Elsa itu model tapi kok bodah nya gak ketulungan
Siti Saodah
si Elsa udah bucin akut jadi bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!