NovelToon NovelToon
Greend-Eye Monster

Greend-Eye Monster

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Action / Misteri / Matabatin / Pemain Terhebat / Hantu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Khara-Chikara

Kisah dari sebuah game horor akan menjadi nyata mengikuti kisah yang aku alami, ini di sebut "Greend-Eye Monster" dalam psikologi ini di sebut "gangguan mental"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khara-Chikara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33: Chucky

Di tengah Elmera yang masih bersembunyi, ia harus memikirkan cara bagaimana dia bisa keluar dari sana. Ia lalu mencoba mengintip dari dinding tempat ia bersembunyi. Siapa yang menyangka, boneka itu hidup dan berjalan sambil membawa pisau. Kepalanya yang kaku melihat ke sekitar, mencoba mencari dan mendengar keberadaan Elmera.

Elmera yang panik langsung mundur, tapi ia membuat suara yang membuat boneka itu tertawa, mengetahui keberadaannya. Bahkan, dia langsung berlari ke arah Elmera.

"Akhhh!!!" Elmera panik dan langsung berlari pergi. Dia bahkan melihat ke belakang, di mana boneka itu berlari. Tapi Elmera menjadi terdiam dan melambatkan larinya, bahkan dia berhenti berlari karena menyadari sesuatu—rupanya, boneka itu berlari sangat lambat karena kakinya kecil. Meski begitu, dia masih begitu antusias ingin membunuh Elmera dengan menodongkan pisau sambil berlari.

Elmera terdiam menunggu boneka itu mendekat. Bahkan, dia berlari sangat lama, membuat Elmera menatap jam di lengannya dan menghela napas panjang, lalu menginjak-injak lantai dengan kakinya. "Lama sekali?" Tatapnya. Sepertinya boneka itu tak ada seram-seramnya jika dia berlari lama.

Tapi begitu boneka itu sudah dekat dengannya dan hampir membunuh Elmera, siapa yang menyangka Elmera hanya mundur satu langkah saja—sudah termasuk langkah besar untuk boneka itu, yang kembali berusaha mendekat.

Bahkan, Elmera menguap lebar hingga mendadak dia menendang boneka itu dengan cepat, membuat boneka itu berteriak dan terbanting ke dinding.

Ia mencoba bangun dan melihat Elmera yang hilang. Boneka Chucky itu benar-benar mencari Elmera, tapi siapa yang menyangka Elmera ada di belakangnya.

"Rasakan ini, sialan!" teriaknya, lalu seketika mendorong kepala boneka itu hingga mencium lantai, dan sekarang boneka itu terkunci.

"Hiiizz... Kau benar-benar sialan!! Lihat apa yang aku lakukan padamu!!!" Elmera menarik kepala boneka itu sekuat tenaga dan seketika kepala boneka itu lepas.

Tapi tubuh boneka itu masih saja bergerak. Elmera tidak menyerah, dia menarik kaki dan tangannya sehingga semuanya putus seperti diamputasi.

Setelah semuanya lepas, termasuk pisau yang ada di tangannya, boneka itu berhenti bergerak, membuat Elmera menghela napas panjang.

"Aku hanya asal berpikir mencabut semua anggota badannya agar dia tidak bisa berjalan. Rupanya dia sudah tidak bisa bergerak... Lagipula, apa yang membuatnya bergerak sebagai seorang boneka?"

Elmera melihat bagian dalam tubuh Chucky yang ternyata berisi banyak hal yang terbuat dari besi. Besi kecil sampai besi besar, bahkan ada satu tulang besar yang sepertinya menyangga tubuhnya.

Elmera langsung berwajah jijik, lalu melempar boneka itu. Dia lalu berdiri.

"Kau meremehkan aku. Kau yang akan mati..." gumamnya, lalu mengambil senter yang ia letakkan tadi dan berjalan mencari ponselnya di kamar. Ia mencoba menghubungi Nicov, tapi Nicov tidak mengangkatnya, bahkan Axe juga tidak.

"Ck, mereka sibuk, huh..." Ia meletakkan kembali ponselnya, lalu berjalan keluar kamar dan melihat ke ruang beranda, di mana mayat tadi masih ada di sana. Elmera tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Tapi kemudian ada yang membuka pintu. Elmera terkejut melihat siapa yang membuka pintu, apalagi dalam keadaan gelap.

"Siapa itu?!!" Ia menyorot dengan senternya, yang rupanya Nicov.

"Elmera? Kenapa gelap?" tanya Nicov dengan bingung, sementara Axe berjalan dari belakangnya. Ia yang pertama kali menyadari dengan mata tajamnya bahwa ada mayat di sana.

"Nona Elmera? Apa yang kau lakukan?" Tatapnya membuat Elmera terkejut menatap mayat itu.

"Ala?! Tidak!! Tunggu, kalian salah paham, aku tidak melakukan apa pun..."

Tapi kedua pria itu terdiam. Lalu Nicov mencoba untuk tenang. Dia menatap Axe.

"Perbaiki listriknya..." tatapnya. Lalu Axe menggunakan senter ponselnya, berjalan ke arah ruang bawah tanah, di mana panel listrik berada. Dia yang multitalenta pasti bisa memperbaikinya sementara.

Lalu Nicov berjalan mendekat dan mencoba melihat mayat itu dalam kegelapan.

"Elmera, kau baik-baik saja, kan? Kenapa kau sampai membunuhnya?" Tatap Nicov.

"Paman, dengarkan aku! Ini bukan aku...!"

"Ini baik-baik saja, Elmera. Kau hanya perlu bilang bahwa kau membunuhnya. Jangan khawatir, tidak perlu takut pada apa pun. Orang seperti kita juga bakal kebal akan hukum..."

"Tidak, Paman, bukan itu!!" Elmera mencoba menjelaskan, lalu lampu kembali menyala setelah Axe selesai memperbaikinya.

Lalu ia keluar dari ruang bawah tanah, tapi ketika melewati lorong tempat Elmera menghabisi boneka tadi, dia bisa melihat bagian-bagian boneka Chucky yang hancur. Axe berlutut untuk melihat, bahkan mengamati satu per satu dan menatap pisau di sana. Sepertinya hanya Axe yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lalu ia membawa potongan-potongan boneka itu dan mendekati mereka.

"Tuan Nicov..." Tatapnya, membuat Nicov menoleh.

"Sepertinya semua ini bukan salah Nona Elmera, tapi boneka ini..." Dia menunjukkan pisau yang masih menempel di tangan boneka itu.

Elmera yang mendengar pembelaan Axe menjadi senang. "Axe... Kau membelaku..."

Nicov terdiam. Ia lalu mendekat, mengambil tangan boneka itu, dan menganalisisnya.

"Hm... Sepertinya kau memang percaya pada kemampuan Elmera, ya?" Tatapnya pada Axe, yang terdiam menatap Elmera dengan pandangan datarnya.

"Ya, Paman. Percayalah, aku tidak mungkin melakukan semua ini..." kata Elmera.

"Baiklah. Sepertinya aku percaya... dan apakah ini berhubungan dengan pabrik boneka itu?" Tatap Nicov.

"Kau harus menghentikan semua kegilaan itu..." kata Elmera, membuat Nicov terdiam, lalu menghela napas panjang.

"Baiklah, aku akan menutupnya besok..."

Hingga hari selanjutnya, Elmera terbangun dari tidurnya. Dia tampak bangun dengan rambut yang berantakan lalu terus menguap lebar.

"Ha... Aku harus menyiapkan diri..." Dia berjalan ke kamar mandi dengan sempoyongan karena masih mengantuk.

Tak lama kemudian, ia berjalan keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah berganti. Ia juga melihat Axe berdiri di samping sofa, menatap Nicov yang duduk sambil menatap iPad yang ia pegang. Wajahnya tampak serius.

Axe menoleh pada Elmera dan menyambutnya. "Selamat pagi, Nona Elmera... Kau harus melihat berita hari ini..." tatapnya.

"Berita apa?" Itu membuat Elmera penasaran. Dia duduk di sofa yang lain dan melihat anggur serta apel di meja, lalu mengambil apel dan memakannya sambil menatap Nicov yang menghela napas panjang dengan pasrah.

"Kau benar, kau harus melihat ini..." Dia meletakkan iPad-nya berdiri di hadapan Elmera, yang melihat sebuah berita di sana.

"Terjadi beberapa kasus tadi malam. Banyak laporan dibuat terlambat karena adanya gangguan sinyal di mana pembunuhan terjadi di tempat yang berbeda. Keluarga yang menempati atau menjadi korban di antaranya adalah seorang ayah dan ibu, dan anehnya, pembunuhnya menyisakan anak-anak mereka yang tidak terbunuh. Anak-anak menjadi kehilangan orang tua dalam pembunuhan semalam. Belum diketahui siapa pembunuh dan motif apa yang tersembunyi padanya. Mustahil seorang pembunuh bisa melakukan aksinya pada banyak rumah dalam satu malam... Kami masih terus menyelidiki ini..."

Berita itu membuat Elmera terdiam, hanya mengangkat satu alisnya sambil masih menggigit apel itu.

"Hm, jadi, ada pembunuhan dalam satu malam. Pembunuh itu melakukan banyak aksi di segala tempat, tapi anehnya dia hanya membunuh orang tua atau orang dewasa yang ada di dalam rumah. Dia menyisakan anak-anak? Pantas saja anak-anak terlambat melapor karena mereka memang anak-anak..." kata Elmera.

"Dan aku beranggapan bahwa itu disebabkan oleh boneka yang mereka beli... Karena dari data yang aku minta dari kepolisian, mereka mengatakan soal nama-nama keluarga itu, dan ketika mereka membeli boneka yang dibuat pabrik, harus dicantumkan nama mereka. Jadi mereka memang dibunuh oleh boneka itu," kata Nicov dengan putus asa.

"Kita tidak bisa menilai sesuatu seperti itu. Sebaiknya kita harus mencari tahu dulu... Bagaimana jika kita ke pabriknya langsung?" tatap Elmera.

"Sayangnya, pabrik itu tidak bisa dilihat secara terbuka. Hanya karyawan yang diperbolehkan masuk, dan kau tahu apa? Di sana hanya menerima satu karyawan saja."

"Apa?!" Elmera terkejut mendengarnya.

"Ya, terakhir kali aku mengecek, mereka hanya punya satu karyawan, dan sisanya dibuat oleh mesin. Aku juga dapat info bahwa setiap tiga bulan sekali, karyawan akan berganti, dan mereka tidak menyebutkan apa yang terjadi dengan karyawan sebelumnya..."

"Hm, mencurigakan. Kenapa Paman masih saja ingin bekerja sama dengan mereka jika kau tahu bahwa informasinya mencurigakan?"

"Mereka memiliki bisnis yang baik sebelum mengajukan kontrak denganku, jadi aku hanya tergiur saja. Dan hasilnya, penjualan boneka bahkan meningkat di hari sebelum malam pembunuhan," kata Nicov, membuat Elmera benar-benar terdiam mengerti.

"Kalau begitu, bagaimana jika aku jadi karyawan di sana? Mereka tidak akan tahu, kan?"

"Daripada kau, kenapa kita tidak meminta polisi saja? Di sana berbahaya, apalagi untukmu..." tatap Nicov.

"Boneka itu hanya akan hidup jika aku ada di sekitar mereka. Lagipula, aku juga sudah tahu informasi yang ada karena Paman memberitahuku..." kata Elmera.

"Sepertinya Nona Elmera lebih bisa dipercaya..." kata Axe, membuat Nicov menghela napas panjang.

"Baiklah... Axe, persiapkan semuanya..." tatapnya, lalu Axe mengangguk serius dan berjalan pergi dari sana.

"Oh ya, Paman, ngomong-ngomong aku ingin pergi lagi..." tatap Elmera.

"Pergi ke mana? Kau mau menikmati petualanganmu sendiri tanpa aku? Aku juga ingin menikmatinya..." Nicov menatap cemburu.

"Hahaha... Hei, tenanglah. Kita bisa lakukan lain kali ketika Paman sudah tidak sibuk dengan pekerjaan. Lagipula, aku hanya pergi tidak lama. Aku ingin menyewa vila di dekat pantai, tapi aku tidak tahu rekomendasi vila yang tertutup dan hanya satu vila yang ada di sana..."

"Jadi maksudmu, kau ingin vila yang jauh dari orang-orang? Pantai yang begitu terisolasi dan tidak banyak orang tahu?"

"Ya, itu benar... Kupikir aku akan mulai mencari nanti, tapi setelah aku menjadi karyawan pabrik, haha..." tambah Elmera bercanda.

"Baiklah, kau akan pergi sendiri nanti? Paling tidak ajak Axe, atau aku akan meminta beberapa orang..."

"Paman, aku bukan gadis kecil... Aku sudah dewasa."

"Dewasa apanya? Kau terlihat masih kecil di mataku, apalagi tubuhmu yang pendek. Aku yakin ayahmu juga akan berpikir kau masih kecil karena bagaimanapun juga, kau adalah putrinya yang kecil," kata Nicov, membuat Elmera terdiam. Tapi ia tersenyum tipis mengingat ayahnya.

"Kau benar..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!