NovelToon NovelToon
Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Pelakor
Popularitas:155.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tya

Rumah tangga yang sudah lama aku bina, musnah seketika dengan kehadiran orang ketiga di rumah tanggaku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Pagi yang mendung seolah menambah berat mata Indah untuk terbuka setelah malam yang melelahkan. Di luar kamar, suara Naura yang riang memanggilnya membuat Indah harus menyerah pada kantuk yang masih membayangi.

"Mamah," suara Naura terdengar ceria dari balik pintu.

"Iya nak, masuk saja," balas Indah dengan suara yang masih serak.

Naura melangkah masuk dengan seragam sekolahnya yang rapi, senyumnya lebar melihat kondisi Indah yang masih terbaring. "Idih, mamah baru bangun," candanya sambil menirukan gaya menguap.

"Hehehe, iya nak, mamah capek," Indah menggeliat pelan, mencoba mengumpulkan energi.

"Gitu saja capek," goda Naura lagi sambil berpura-pura mengomel. "Mana nih saku Naura?"

"Dasar ya anak mamah ini," Indah tertawa kecil. "Ambil uangnya di tas mamah yang pink itu," tunjuknya ke arah meja rias.

"Oke, mah. Siap!" sahut Naura semangat, segera melangkah ke arah yang ditunjuk.

Aku sudah terburu-buru memeriksa jam dinding. Aku menyadari sudah saatnya untuk bersiap-siap menghadapi hari yang sibuk. Langkah kaki ku tergesa-gesa menuju kamar mandi, di mana aku menyegarkan diri dengan cepat.

Selesai mandi, aku mengenakan pakaian kerja yang telah aku siapkan sebelumnya, pakaian yang tidak hanya nyaman namun juga mencerminkan gaya desainnya yang elegan. 

Setelah berpakaian, aku segera turun ke dapur untuk menikmati sarapan singkat. Waktu yang begitu berharga di pagi hari digunakan sebaik mungkin untuk mengisi energi.

Setelah sarapan, aku bergegas keluar rumah menuju butik yang terletak tidak jauh dari rumah. Saat tiba, beberapa rekan bisnis dan pelanggan sudah menunggu. Mereka datang untuk mengambil gaun yang telah selesai atau bahkan untuk memesan desain baru.

Ruangan butik dipenuhi suara kain yang diukur, gunting yang memotong, dan mesin jahit yang berdengung. Raisa melayani setiap permintaan dengan hati-hati, memastikan setiap detail sesuai keinginan pelanggan.

Kesibukan itu membuat ku lupa akan waktu, termasuk waktu makan siangnya. Perutku terasa keroncongan, namun tekadnya untuk tidak mengecewakan pelanggan membuatku terus bekerja.

Aku terus mengukur, memotong, dan menjahit, setiap tusukan jarum adalah bukti dedikasiku sebagai desainer. Hari itu, meski lelah dan lapar, aku tetap mengutamakan kepuasan pelanggan yang telah mempercayakan momen penting mereka padanya.

"Ran, kamu belum makan," seru Sumi yang baru saja datang dari gudang. 

"Aku beli'im nasi Padang saja dong, Sum," jawabku sambil berusaha fokus menjahit bagian yang paling sulit.

"Oke deh, tunggu sebentar ya, Ran."

"Oke." Sumi keluar dari butik, sementara aku tetap sibuk menjahit.

Tak lama kemudian, terdengar suara Adnan yang memanggil namaku dengan keras. "Mau apa lagi dia?" gumamku pelan, merasa terganggu. 

Adnan berjalan ke arahku dengan mata tajam, lalu dengan keras meletakkan selembar kertas putih di atas meja, tepat di samping mesin jahit. 

"Apa maksudmu, Adnan? Kamu gak lihat aku lagi bekerja?" kesalku, merasa kesabaran diuji. 

"Aku gak peduli, Ran!" seru Adnan. "Apa maksudmu dengan ini? Kamu mau cerai dariku?" teriaknya semakin keras. 

Aku menoleh ke kertas yang ada di tangan, dan ternyata itu adalah surat dari pengadilan agama. Senyum bahagia tersungging di bibirku, akhirnya surat yang kutunggu-tunggu datang juga.

"Mentang-mentang kamu sekarang sudah punya segalanya, dengan mudahnya kamu mau menceraikan aku!" gerutu Adnan 

"Coba aku tanya pada dirimu sendiri, Adnan, apakah kamu sudah benar-benar menjadi seorang suami yang baik? Apakah kamu pantas untuk aku pertahankan?" Aku menatap tajam ke arahnya. "Sudahlah Adnan, aku sudah ikhlas untuk melepaskanmu bersama Sandra," ucapku tegas. 

Adnan tampak terkejut, matanya berkaca-kaca. "Tapi, Ran, aku tidak ingin kehilangan kamu," ujarnya dengan suara yang hampir berbisik. 

Aku mengepal tinju, berusaha menahan amarah. "Cukup, Adnan! Aku sudah tidak tertarik dengan kata-kata manismu itu! Lebih baik kamu fokus pada kehamilan Sandra dan segera menikahinya," balasku tegas, tak ingin mendengarkan penjelasan apapun darinya lagi.

Adnan berdecak kesal, lalu berkata, "Tapi Naura masih butuh sosok kita!" Suara Adnan penuh penekanan, namun suaraku justru terdengar lebih dingin saat menyahutnya. 

"Menurutku, Naura tidak butuh sosok ayah seperti kamu, Adnan." Kujawab dengan ekspresi wajah sinis. 

Adnan terlihat terkejut dan marah, lalu membentak, "Sombong kamu ya! Awas kamu, Rania!" Dia benar-benar terlihat kesal, membuatku merasa lebih frustrasi dalam situasi ini. 

Berbagai emosi mulai bercampur aduk, marah dan sedih, kehilangan dan penyesalan. "Awas apa? Kamu yang memulainya dulu kan, Adnan?!" balasku, tak bisa lagi menahan perasaan pahit dalam hati. 

"Kamu sangat sombong!" umpat Adnan dengan wajah memerah. 

Aku hanya bisa menghela napas panjang, mencoba meredam emosiku. "Terserah apa kata kamu, Adnan!" ucapku, menahan tangis dan merasa terluka. 

Dia-lah yang memberikan luka ini padaku, tapi anehnya seolah-olah dia yang tersakiti. Dia yang berselingkuh, tapi kok aku merasa seakan-akan aku yang berselingkuh. 

"Adnan... Adnan..." hatiku menjerit, luka ini sangat dalam. 

Tapi aku mencoba bangkit dari keterpurukan itu dan berusaha berdamai dengan diriku sendiri. "Kemana saja kemarin, saat aku dan Naura membutuhkanmu, Adnan? Malah asyik dan sibuk dengan selingkuhanmu itu," keluhku dalam hati. 

Aku mencoba mengerti apa yang ada di fikiran Adnan, tapi aku tak mampu. Rasa kecewa dan sakit menghujam dalam-dalam. "Adnan, apa yang ada di pikiranmu, sih? Kamu sungguh menyebalkan dan aneh !" Aku mulai bertanya-tanya apakah aku bisa benar-benar melupakan semuanya atau memaafkan pengkhianatan ini. Namun, yang pasti, aku harus kuat dan terus melangkah untuk diriku dan Naura.

Aku menarik nafas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri dan kembali fokus pada pekerjaanku, mengesampingkan pikiran yang tidak penting. 

"Aku harus konsentrasi, tugas ini harus selesai tepat waktu," gumamku dalam hati. 

Tak lama kemudian, Sumi datang dengan membawa nasi Padang untukku. Tanpa ragu, aku langsung menyantapnya untuk mengisi perutku yang sudah terasa lapar.

Rasa capek dan lapar berhasil teralihkan sejenak oleh nikmatnya hidangan itu. "Ran, besok ada fashion show di mall Bandung, kita ikutan nggak?" tanya Sumi sembari tersenyum. 

Aku menanggapi, "Boleh, kamu yang urus semuanya dan segera menghubungi Sonya ya." 

Sumi mengangguk dan berkata, "Beres, Ran." "Untuk yang di mall, acaranya minggu depan ya, Ran?" Sumi bertanya lagi untuk memastikan.

Aku menjawab dengan yakin, "Beres, aku pastikan sudah jadi gaunnya."

Sumi tersenyum puas dan mengiyakan, "Oke." Dalam situasi ini, aku merasa cemas namun tetap bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaanku

"Aku harus fokus pada tujuan utamaku," pikirku sambil mencoba mengabaikan segala hiruk-pikuk yang mengelilingi.

Setelah makan siang, aku melanjutkan pekerjaanku untuk menjahit dan merancang gamis yang dimaksud oleh Sonya. 

Aku merenung sejenak, mencoba menggali ide-ide kreatif yang belum pernah kubuat sebelumnya. "Apa yang ingin dicerminkan oleh Sonya dari gamis ini? Apakah kesan elegan, modern, ataukah tetap klasik?" bisikku dalam hati.

Sambil menjahit, pikiranku terus mencoba memadukan warna, motif, dan bahan yang tepat untuk menciptakan gamis impian Sonya. 

"Aku harus bekerja lebih keras, bukan hanya untuk menghasilkan karya terbaik, tetapi juga agar Sonya merasa puas dengan pilihan desain ini," gumamku sambil tersenyum. 

Dalam proses merancang, aku pun mulai merasa semangat dan termotivasi untuk mengekspresikan jati diri Sonya melalui gamis ini.

Aku ingin membuatnya bangga dan yakin bahwa dia telah memilih desainer yang tepat. "Semoga hasil akhirnya nanti akan sesuai dengan ekspektasi Sonya dan mampu mencuri perhatian semua orang," harapku dalam hati, sembari terus bekerja dengan penuh dedikasi.

*****

1
Wiwik Mawarti
cerita nya menarik
Wahyuni Hairil Abd Karim
Mlas baca, alur cerita nya muter. buat kita yg baca jadi bosan. langsung to the point ajaa. lama bangat dah
Wahyuni Hairil Abd Karim
gimana sihhh, udah ad Kevin ad pula kenan. cerita gak bakalan selesai klau beginj
Endang Supriati
Rania itu sisl punya anak perempuan, mending dibuat mati si naura. celakanya lagi sandra dpt anak laki2 dr adnan. sungguh beruntung si sandra, anak laki msh bebassssss mau buat apa juga tdk ada bekasnya dan sah2 aja.
Endang Supriati
bagus tuh bukti telah terjadi perselingkuhan dan perzinshan,
1.perzinahan kuhp 284 pidana 9 bln.penjara suami dan wanitanya ada saksi dan bukti bisa gugat cerai.

jgn pasrah aja rania kevin kan polisi hrsnya tahu!!!!!!

suruh beranak dipenjara sandra!
klu kasus tdk mau dilapirkan, adnan suruh byr 20 milyar kedirimu.
Endang Supriati
msh muda umur 24 thn,suami sdh berkhianat. brg berharga begitu baiknya ditanya jgn diam2. tanya mas" sejak menikah blom pernah belikan aku berlian, aoa mas mau kasih suprise beli berlian? soalnya aku nemu nita beli berlian. 1 pertanyaan jd tamparan keras utk beberapa sindiran utk suami laknat.
Olga Kandou
bodohnya kamu Rania, diselingkuhi tapi tetap bertahan
Lee Mba Young
rania setelah janda jd kayak gitu ya, kl pilih kevin sm saja cm mikir bhgia diri sendiri, jelas ortu kevin gk setuju krn janda.
kl kenan jls ortu setuju, kl dah janda lbih baik nikah ma orang yg Terima km sepaket bkn lagi krn cintamu, kcuali km gadis.
krn aku janda punya anak, tiap di dekati lelaki semua kluarga hrs setuju Terima statusku dan anakku, mslh cintaku bodoh amat, lbih baik di cintai. drpd bucin ma laki yg kluarganya gk Terima kl aku ogah sih.
krn kebanyakan seorang ibu janda menikah dng lelaki krn dia cinta jd gk mikir anaknya di Terima apa gk dng kluarganya. istilahnya dpt bokong lali dlondong.
kyak rania ini cm mikirin hatinya yg cinta ma kevin tp gk mikirin oiya kluarganya gk Terima setatusnya aneh bucin bnget.
Sanjana Nurardilla Sihombing
2 Tahun kok di blg Khilaf Adnan Haddeeehhh dasar buaya darat
😡
Yati Syahira
ya ente salah kevin klu bilang mau kecewa itu rania dan nau
Lee Mba Young
lah yg salah kn km kevin, knp kecewa dng rania laki aneh. kau yg sdh punya calon kok trus bikin Naura kecewa. ortumu pun gk setuju kau di jodohkan juga mau sekarang bilang kecewa. laki kok aneh.
mending kenan ortu setuju itu bagus bagi kami para janda. kami kl cari calon, hrs yg ortu laki nerima anak kami. krn status ku juga janda.
Tya: semangat mbak 🥰
total 1 replies
Lee Mba Young
bawa saja pergi jauh Naura, kl ttp di situ situ ae pasti trauma itu akn ttp ada. Naura pasti akn ktemu Adnan lagi, ntar Adnan bawa anak jjs trus Naura lihat apa gk sakit hati nya.
mnding bawa pergi jauh pindah tmpat. kl punya duit ya kluar negri lah. kcuali hidup pas pas an, ya cm bisa di situ saja. yg pasti Naura akn ttp ketemu masa lalunya. untung gk depresi.
Lee Mba Young
Ngapain juga merendah kan diri smp datang ke rumah kevin.
laki kl dah gk teges macam kevin gk usah di cari, nurun kan harga diri saja.
berjalan elegant tnp mnjatuhkan. jd lah yg terdepan dan berhasil dng kemenangan. fokus saja urus Naura. itu baru ibu 👍
Mundri Astuti
udahlah Rania lupakan Kevin, fokus sama Naura dan butik kamu aja, seiring berjalannya waktu, pasti kamu akan dipertemukan dng laki" yg tepat buat kamu dan naura
Farida Rida
Apa ceritanya hanya pekakor saja yg kau menangkan thor dan kau bahagiakan, msk penjara kau keluarkan, kau buat untuk menzolimi Rania yg orang baik
Yati Syahira
jumawanya lakor dan laki penglhiant tunĝgu balassan sampe jungkir balik
Yati Syahira
jgn percaya rania kevin pliplan
Lee Mba Young
Jng lah rania, masak km mau jd orang ke 3 demi anakmu. yg bner saja.
kl kevin cinta ma kamu dan anakmu gk mungkin dia nikah ma tasya.
jd lah janda yg kuat, sebisa mungkin jng jd orang ke tiga. apa lagi alasan demi anak. ya kl bisa mending Naura bawa pergi jauh saja jng tinggal di dekat orang orang yg nyakiti Naura.
Mundri Astuti
lah Rania jangan berharap bnyk lah sama Kevin, kalau dia cinta ngga mungkin dia mau nikah ma Tasya, harusnya klo mang cinta dia berusaha meyakini ibunya buat terima kamu dan anakmu. dah jalanin aja kehidupan kamu skrg, beri pemahaman ke Naura, suatu saat dia akan mendapati papa sambung yg sayang sama dia dan bundanya, juga keluarga papa sambungnya menerima kalian apa adanya
Farida Rida
Up dua bab tapi isinya sama, maaf thor aq ndak kasih Like
Tya: jaringan di sini lagi eror bund..
maaf juga ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!