NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Dewa

Reinkarnasi Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Boqin Changing

Boqin Changing, Pendekar No 1 yang berhasil kembali ke masa lalunya dengan bantuan sebuah bola ajaib.

Ada banyak peristiwa buruk masa lalunya yang ingin dia ubah. Apakah Boqin Changing berhasil menjalankan misinya? Ataukah suratan takdir adalah sesuatu yang tidak bisa dia ubah sampai kapanpun?

Simak petualangan Sang Pendekar Dewa saat kembali ke masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencegah Wabah Hitam

Boqin Changing teringat bahwa pada tahun ini akan terjadi wabah penyakit yang merajalela di Kekaisaran Qin. Wabah tersebut berlangsung selama tiga tahun dan berakhir dengan menewaskan jutaan penduduk Kekaisaran Qin. Penyakit ini bahkan menyebar ke berbagai kerajaan dan kekaisaran lain, mengakibatkan kematian jutaan orang di belahan dunia lainnya.

Ciri-ciri wabah penyakit ini sangat jelas terlihat. Orang yang terinfeksi akan mengalami demam, muntah, diare, serta nyeri di seluruh tubuh. Ketika penyakit semakin parah, akan muncul tanda-tanda kehitaman pada tangan, kaki, ketiak, dan bagian tubuh lainnya. Warna kehitaman inilah yang membuat wabah tersebut dikenal sebagai wabah hitam.

Penyebab wabah ini adalah bakteri yang terdapat pada kutu, yang sering ditemukan pada mamalia kecil seperti tikus. Penularannya tidak hanya terjadi dari hewan ke manusia. Ketika manusia terinfeksi penyakit ini, mereka juga dapat menularkannya kepada orang lain melalui cairan yang keluar dari mulut mereka.

Awalnya, Boqin Changing tidak terlalu memedulikan hal ini. Sebagai seorang pendekar, wabah penyakit tersebut tidak berpengaruh besar baginya. Fisiknya yang kuat, ditambah dengan tenaga dalam, membuat penyakit ini tidak berpengaruh pada para pendekar.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi penduduk biasa yang bukan seorang pendekar. Fisik mereka yang lebih lemah membuat penyakit ini mudah menyerang tubuh mereka. Jika terinfeksi, dampaknya sangat fatal hingga menyebabkan kematian.

Pada kehidupan pertamanya, wabah penyakit ini bermula dari Kota Anyang dan menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru dunia. Karena banyaknya korban jiwa, Kekaisaran Qin mulai dikucilkan oleh kerajaan dan kekaisaran lain, karena dianggap sebagai daerah asal penyebaran wabah tersebut.

Wabah ini sangat mematikan karena obatnya baru ditemukan dua tahun kemudian. Sejak obat tersebut ditemukan, wabah perlahan dapat dikendalikan dan penyakit ini berangsur-angsur menjadi penyakit biasa di masa depan.

Boqin Changing kemudian kembali berpikir. Setahunya, pada kehidupan pertamanya, wabah ini baru akan terdeteksi tiga bulan dari sekarang. Saat itu, ribuan orang terinfeksi dan kemudian meninggal dunia. Orang-orang yang selamat melarikan diri ke kota lain tanpa menyadari bahwa mereka juga membawa penyakit tersebut di dalam tubuh mereka.

Penyebaran penyakit pun semakin meluas karena sifatnya yang sangat menular. Tidak lama kemudian, wabah ini menyebar ke seluruh negeri dan menyebabkan kemunduran besar bagi Kekaisaran Qin. Wabah hitam yang berlangsung selama tiga tahun itu membuat masa tersebut dikenal sebagai Tahun Kegelapan.

Pada saat itu, beberapa desa dan kota bahkan harus dibumihanguskan demi menekan penyebaran penyakit. Meski demikian, wabah ini tetap baru berakhir setelah tiga tahun berlalu.

Selain karena ditemukannya obat, sistem kekebalan tubuh manusia juga mulai terbentuk pada orang-orang yang pernah terinfeksi dan mampu bertahan hidup.

Meski demikian, wabah ini tetap tercatat dalam sejarah manusia sebagai salah satu wabah paling mematikan sepanjang masa.

Boqin Changing kemudian mencoba merangkai kepingan teka-teki dari kejadian yang sedang berlangsung saat ini.

Desa terakhir yang mereka datangi sebelum desa ini berjarak sekitar dua hari perjalanan. Lokasinya cukup terpencil karena sudah berdekatan dengan Hutan Kabut Awan.

Saat mereka mengunjungi desa tersebut, keadaannya sangat normal. Kehidupan berjalan dengan baik dan tidak ada tanda-tanda wabah. Sebaliknya, desa yang saat ini mereka sambangi berada dalam kondisi yang sangat berbeda. Sunyi dan tanpa tanda-tanda kehidupan.

Jika sesuai dengan asumsinya, maka desa yang mereka kunjungi sebelumnya belum terinfeksi penyakit ini.

Desa yang saat ini mereka sambangi jelas telah terinfeksi wabah hitam. Dari ciri-ciri yang terlihat secara kasat mata, Boqin Changing dapat menebak bahwa orang yang sedang menguburkan jenazah tersebut telah terinfeksi wabah hitam.

Desa ini merupakan bagian dari wilayah awal penyebaran penyakit pada kehidupan pertamanya. Jika dugaannya benar, maka wabah hitam yang menyerang kota tersebut bermula dari desa ini.

Boqin Changing menghela napas perlahan. Ia tidak menyangka akan terlibat langsung dalam situasi seperti ini. Dengan posisinya saat ini, ia tidak bisa serta-merta meninggalkan para penduduk desa tersebut.

Selain merasa iba terhadap nasib mereka, dengan pengetahuan dari kehidupan pertamanya, ia tahu bahwa wabah ini bisa disembuhkan. Boqin Changing memiliki resep obat untuk penyakit tersebut.

Selain karena komposisi obatnya telah tersebar luas di masanya, ia juga memiliki keterampilan medis yang diwarisinya dari salah satu pengikutnya di kehidupan sebelumnya. Seorang tabib bernama Reha, tabib terbaik dalam pasukannya.

Kemampuan dan keterampilan Tabib Reha masih tersimpan jelas dalam ingatannya. Semua kemampuan para bawahannya tersimpan rapi di dalam memori otaknya. Walaupun secara fisik kekuatannya telah turun dari ranah pendekar dewa ke ranah pendekar ahli, kemampuan otaknya tidak berkurang sedikit pun. Pola pikir dan pengetahuannya masih sama seperti saat ia berada di puncak kekuatan.

“Guru, sepertinya Paman itu terkena penyakit. Lihatlah kaki dan ketiaknya, semuanya berwarna hitam,” ucap Boqin Changing sambil menunjuk seorang laki-laki tanpa pakaian yang tampak sedang menguburkan seseorang.

“Ah, kau benar, Chang’er. Sepertinya Paman itu memang terkena penyakit. Apakah dia baik-baik saja?” tanya Guru Tian.

“Paman ini terkena wabah hitam, Guru.”

“Hah? Apa itu, Chang’er?”

“Ah… itu… itu suatu jenis penyakit, Guru,” jawab Boqin Changing sambil mencoba menjelaskan.

Boqin Changing kemudian menceritakan ciri-ciri penyakit tersebut kepada gurunya. Ia mengatakan bahwa pengetahuannya berasal dari buku yang terdapat di perpustakaan sektenya. Ia berharap Gurunya percaya pada penjelasan yang ia karang kali ini.

Pengetahuan tentang penyakit tersebut sebenarnya tidak ada di perpustakaan mana pun. Boqin Changing berharap Gurunya benar-benar tidak pernah membaca buku pengobatan terkait sehingga mempercayai ucapannya.

Ia pun melanjutkan karangannya tentang sejarah penyakit ini, menceritakan bahwa ratusan tahun lalu wabah tersebut pernah muncul di Kekaisaran Ming dan membunuh jutaan penduduknya.

Saat ini, mereka harus fokus mengobati dan mencegah penularan penyakit tersebut. Jika tidak, wabah ini bisa menyebar ke wilayah lain.

Boqin Changing kembali mengatakan bahwa ia mengetahui resep obat untuk penyakit ini. Ia mengaku pernah membaca buku yang membahas penyakit tersebut beserta obat penawarnya.

Guru Tian tampak terkejut mendengar cerita muridnya. Ia tidak menyangka penyakit ini begitu berbahaya bagi penduduk Kekaisaran Qin.

Penjelasan Boqin Changing terdengar sangat meyakinkan. Mau tidak mau, Guru Tian harus mempercayai muridnya. Lagipula, ia memang tidak banyak membaca buku pengobatan. Bisa saja muridnya benar-benar pernah membaca buku tersebut.

“Chang’er, apa kau bisa menyembuhkannya?” tanya Guru Tian.

“Bisa, Guru. Aku bisa menyembuhkan dia dan penduduk desa ini.”

“Kalau begitu, ayo temui orang itu.”

“Baik, Guru.”

Mereka berdua kemudian mendekati laki-laki yang telah selesai melakukan penguburan. Melihat dua orang mendekat, pria tersebut terkejut dan langsung berteriak,

“Pergi dari sini! Desa ini sudah dikutuk!”

1
Dirman Ha
yd gkpp
Dirman Ha
ih gh hooh
Dirman Ha
f dg joon
Dirman Ha
h DJ KP
Dirman Ha
g ghi
Dirman Ha
jg ci
alexa
mantap
rafli basyari
pagi" author masih ngantuk ini😂
rafli basyari
mantap bochang langsung tebas aja😂
indrawanto djiwanto
kok updatenya di sini?
🌸nofa🌸🍉🍉
kak, kayaknya bab ini masuk ke judul yang season 2
atau aku salah ya🤔
Adhytia Mo'o
Dari malaysia dong..🤭
Dirman Ha
uhh bo
Dirman Ha
ih go
Dirman Ha
ih hoo
Dirman Ha
hv go
alexa
up
Boqin Changing: lanjutannya sdh ada di novel lain kak. Silahkan dibaca
total 1 replies
Adhytia Mo'o
Uncle Ben..
erick
betul ngk jls ceritanya mkin ameh alurnya
alexa
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!