NovelToon NovelToon
Berondongku Suamiku

Berondongku Suamiku

Status: tamat
Genre:Berondong / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:591.3k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Kirana harus menerima kenyataan bahwa calon suaminya meninggalkannya dua minggu sebelum pernikahan dan memilih menikah dengan adik tirinya.

Kalut dengan semua rencana pernikahan yang telah rampung, Kirana nekat menjadikan, Samudera, pembalap jalanan yang ternyata mahasiswanya sebagai suami pengganti.

Pernikahan dilakukan dengan syarat tak ada kontak fisik dan berpisah setelah enam bulan pernikahan. Bagaimana jadinya jika pada akhirnya mereka memiliki perasaan, apakah akan tetap berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Empat Belas

Di Ruang Fitting

Kirana masuk ke ruang fitting dengan bantuan dua karyawan butik. Sesekali mereka memuji kulit Kirana yang cocok dengan warna biru pucat itu. Kirana hanya bisa tersenyum malu. Rasanya tidak nyata. Dulu, ia cuma melihat butik ini lewat internet. Sekarang, ia berada di dalam.

Saat kebaya itu sudah terpasang, salah satu karyawan bertanya, “Mbak mau lihat tampilan lengkap di cermin besar?” Kirana mengangguk pelan.

Begitu tirai fitting terbuka, Samudera yang sedang duduk memainkan ponsel langsung mengangkat wajah.

Samudera memandang tanpa kedip. Pandangan itu membuat Kirana berhenti bernapas.

Sam tidak mengatakan apa-apa. Tidak memberi komentar sok romantis. Tidak memuji lebay seperti pria dalam drama. Ia hanya menatap lama.

Mata Samudera bergerak perlahan dari atas ke bawah, bukan dengan cara yang membuat Kirana tidak nyaman, tapi cara yang menghargai.

Kirana jadi gelisah. “J-jelek ya?”

Samudera mengerutkan kening. “Siapa yang bilang?”

“Kamu nggak ngomong apa-apa.”

“Karena aku lagi lihat.” Sam berdiri, melangkah mendekat. “Bagus.”

Kirana menggigit bibir. “Beneran?”

Sam menatap langsung ke matanya. “Mbak, kamu bakal bikin semua tamu lupa sama pengantinnya sendiri kalau pakai itu.”

Wajah Kirana memerah sampai telinga. Karyawan butik tersenyum-senyum melihat interaksi keduanya.

“Kalau Mas mau, kebaya ini bisa disesuaikan ukuran dan detailnya. Kami bisa tambahkan beberapa ornamen untuk membuatnya lebih elegan.”

Samudera mengangguk. “Oke. Pesan.”

“Hei, Sam, jangan buru-buru ....”

“Aku udah yakin.”

“Tapi ....”

Samudera menatap Kirana pelan tapi tegas. “Mbak, kamu cantik sekali pakai itu.”

Kirana langsung terdiam. Mulutnya menutup otomatis. Ia menunduk, merasakan sesuatu berbeda dari dalam hati.

“Kalau kamu malu, jangan lihat aku,” ucap Samudera sambil menahan senyum. “Lihat bajunya aja.”

Rasanya Kirana ingin kabur kembali ke ruang ganti. Samudera membuatnya malu.

Setelah kebaya dipilih, proses pengukuran dimulai. Kirana berdiri di depan cermin besar dengan tangan terentang sementara karyawan butik mengukur panjang lengan, pinggang, pinggul, dan detail lainnya.

Samudera berdiri tidak jauh, menyandarkan tubuh ke dinding sambil memperhatikan, tapi tidak mengganggu. Sesekali mata mereka bertemu dan Kirana buru-buru memalingkan pandangan.

Saat salah satu karyawan mengukur bagian belakang kebaya, wanita itu berkata, “Kebaya model begini biasanya dipesan untuk acara besar banget, Mbak. Jarang ada yang pesan untuk akad saja.”

Kirana tersenyum kaku. “Oh … gitu ya.”

“Tapi cocok banget buat Mbak. Elegan, tapi tetap manis.”

Samudera yang mendengar itu hanya mengangguk kecil seolah setuju. Kirana memang tampak makin cantik dengan kebaya itu.

Setelah semua selesai, karyawan butik mencatat detail pemesanan. “Mas Samudera, kebaya akad dan satu dress resepsi bisa selesai lima hari.”

Kirana tersentak. “Dua? Bukan satu?”

Samudera menjawab, “Kita butuh buat dua acara, kan?”

“Kita nggak perlu resepsi, Sam.”

Sam menaikkan bahu. “Nggak resepsi pun kamu butuh baju tambahan. Masa cuma satu hari pakai itu terus?”

“Sam, tolong jangan boros ....”

Tak menunggu protes, Sam berkata, “Kebaya yang biru buat akad. Yang satunya terserah kamu mau pilih yang mana.”

Kirana terdiam lama. Ini terlalu banyak. Terlalu mahal. Ia merasa hanya buang-buang uang saja jika memesan dua baju di butik ini. Bajunya lebih mahal dari sewa gedung yang akan dia gunakan untuk menikah nanti.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, seseorang melakukan sesuatu yang besar untuk dirinya, tanpa syarat, tanpa minta balasan, tanpa membuatnya merasa rendah.

Bukan Irfan, bukan juga keluarganya. Tapi dari pria yang mungkin tidak mencintainya.

“Sam .…” Kirana memanggil pelan.

“Hm?”

“Terima kasih.”

Sam menatapnya lama, bahkan lebih lama dari sebelumnya. “Ya.”

Tidak ada senyum. Tidak ada kata-kata manis. Tapi dari sorot mata itu, Kirana tahu, Sam benar-benar tulus.

Setelah semua proses selesai, mereka keluar butik dengan membawa kuitansi pemesanan dan jadwal fitting ulang. Kirana masih memandangi lembaran itu seperti memegang batu berharga yang tidak boleh jatuh.

Sam berjalan pelan menuju motor. “Kita ke kantor KUA habis ini.”

Kirana menempelkan kuitansi ke dada, masih tidak percaya. “Sam…”

“Hm?”

“Kamu yakin memesan semua ini? Nggak akan keberatan?”

Sam meliriknya sambil memakai helm. “Mbak.”

“Ya?”

“Kalau aku keberatan,” Sam menyalakan mesin motor, “Aku nggak bakal bawa kamu ke sini.”

Kirana menggigit bibir. Tak tahu harus berkata apa.

"Oh iya,” Samudera menambahkan, “lain kali, kalau aku bilang aku bayar, kamu jangan ribut. Tinggal terima aja kan enak, malah pakai drama."

“Samudera!”

Sam tertawa kecil, untuk pertama kalinya di hari itu terdengar benar-benar ringan. “Naik. Kita masih ada urusan.”

Kirana naik motor dengan hati yang masih berdebar aneh. Bukan karena cinta. Bukan karena romantis. Tapi karena ia merasa dilindungi dan dihargai.

Diperlakukan seperti seseorang yang pantas mendapat sesuatu yang indah. Dan itu saja sudah cukup untuk membuatnya merasa hidup kembali.

Minggu depan mungkin bukan pernikahan impiannya. Tapi hari ini, Kirana merasa satu hal ia tidak akan menjalaninya sendirian.

Dengan Samudera, pria yang tidak romantis tapi selalu melakukan sesuatu lebih dari kata-katanya. Pria yang melindungi tanpa menyentuh.Pria yang membuat hari Kirana terasa lebih ringan sedikit demi sedikit.

Samudera lalu mengajak Kirana ke KUA. Dia mengatakan pada pegawai jika pengantin prianya berubah. Mereka lalu merubah data sang pria. Awalnya sedikit kesulitan. Banyak pertanyaan dari petugas KUA. Tapi entah mengapa tiba-tiba semua dimudahkan setelah dia melihat Samudera menghubungi seseorang.

Kirana ingin mencurigai kalau Samudera lah yang menghubungi seseorang agar proses pendaftaran lancar. Namun, dia tak yakin kalau itu karena pengaruh pria itu.

Setelah beres di kantor KUA, Samudera mengajak Kirana menuju satu tempat lagi.

Setengah jam perjalanan akhirnya Samudera menghentikan motornya. Lagi-lagi Kirana di buat terkejut. Mereka saat ini berdiri di depan sebuah toko perhiasan paling ternama di kota ini.

Setelah turun dari motor, Kirana lalu memandangi Samudera meminta jawaban dari pria itu.

"Jangan bilang kalau kamu ingin pesan cincin di sini, Sam!" ucap Kirana.

"Kamu benar! Kita pesan cincin pernikahan di sini," jawab Samudera dengan santai.

"Sam, di sini pasti harganya mahal. Sebenarnya kamu siapa? Kenapa kamu mengeluarkan uang banyak buat pernikahan ini? Padahal kita hanya nikah kontrak!" ucap Kirana.

"Walau kontrak pernikahan kita ini tetap saja sah dimata agama dan negara!"

"Tapi ini terlalu mewah untuk ukuran orang sepertiku. Sekali lagi aku tanya, kamu siapa sebenarnya?" tanya Kirana. Dia menatap Samudera tanpa kedip, menunggu jawaban pria itu.

**

Selamat Pagi. Sambil menunggu novel ini bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini. Terima kasih.

Dihina dan direndahkan oleh keluarga kekasihnya sendiri, Candra Wijaya benar-benar putus asa. Kekasihnya itu bahkan berselingkuh di depan matanya dan hanya memanfaatkannya saja selama ini.

Siapa sangka, orang yang direndahkan sedemikian rupa itu ternyata adalah pewaris tunggal dari salah satu orang terkaya di negara Indonesia. Sempat diasingkan ke tempat terpencil, Candra akhirnya kembali ke tempat di mana seharusnya ia berada.

Fakta mengejutkan pun akhirnya terkuak, masa lalu kedua orang tuanya dan mengapa dirinya harus diasingkan membuat Candra Wijaya terpukul. Kembalinya sang pewaris ternyata bukan akhir dari segalanya. Ia harus mencari keberadaan ibu kandungnya dan melindungi wanita yang ia cintai dari manusia serakah yang ingin menguasai warisan yang ditinggalkan oleh orang tuanya.

Harta, Tahta dan Wanita "Kembalinya sang Pewaris."

1
syh 03
rata2 novel selalu bayi kembar
syh 03
cuma di dunia novel org jahat dpt karma...klo real mh yg jahat makin bahagia dan panjang umur
syh 03
knpa nama nya Mika kya nama cewe 😆
syh 03
aku wkt ngidam anak pertama sukanya mkn sayur g suka mkn lauk..sampai hamil besar cuma mkn sayur..mkn lauk itu pun cuma telur dan harus di campur sayur klo di dadar...dan pas lahiran anakku cewe dan dia g suka sayur ampe dewasa g suka sayur...anak kedua ngidam bakso jd g bs makan klo ga mkn bakso..itu pun harus di makan di tempatnya..jd tiap hari mkn bakso ampe abang yg jual hapal wajahku..dan anak kedua cowok..dan dia ga suka makan bakso..lika liku ibu ngidam mmng kadang aneh2 😅
Mama Reni: Lah 😭😭🤣🤣
total 3 replies
Irma Windiarti
/Good//Good/
Rahma Inayah
akhirnya yg bahagia
Rahma Inayah
semoga dilncrkn lahirannya aamiin
Rahma Inayah
tisa GK takut cerai dr km Krn SDH GK ada ank LG diantara kalian
Rahma Inayah
stlh ank meninggal br nyesel dan nangis GK guna
Rahma Inayah
krm mmg Irfan pantas mendptkn tamapran dr papa Kirana
Rahma Inayah
suami GK punya rasa tanggung jwb jgn2 Irfan punya wanita simpenan lgi ..
Rahma Inayah
ank yg km pilihnkasih ternyata JD dewa penolong mu ..papa.kirana baru sadr stlh usia yg hampir sepuh..atas apa yg dia lakukan PD Kiran di masa lalu
Rahma Inayah
gula lo Irfan satu juta 1 bulan ..GK mirk otak nya SDH konslet ckp apa uang segitu
Rahma Inayah
setlh. GK punya br sadr papa nya Kirana ank yg dia Anggo beban skrg membantu nya dlm kesusuhan
Rahma Inayah
orng yg km hina GK guna GK PNY kerjaan berandalan skrg JD dewa penolong BG ank mu .kira saya mama Kirana Mash hidup tau nya Mak trii nya .LP klu mama Kirana meninggal 🤭🤭.gengsi Irfan digedein tp nyata nya GK mampu byr biaya operasi ank nya lbh tepat nya syg uang nya dr pada nyawa ank nya
Rahma Inayah
kirain mama Kirana meninggal tau nya cerai hidup dr papa nya
Rahma Inayah
bnr Kirana utg Irfan GK JD nikah SM km dia nikah SM tisa yg mn utk ngidam aja GK BS penuhi perhitungan padhl dia katanya manager
Rahma Inayah
mami lbh syg SM mantu ketimbang ank sendri 🤭🤭yg
Rahma Inayah
nah Sam saat nya km nuriti ngidam bumil yg random SPT kata papi mu
Rahma Inayah
Sam akan JD ayah muda ..20 THN SDH jadi ayah 🤭🤭👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!