pura-pura cinta sudah biasa.pura-pura sayang sudah merajalela,ini pura-pura hamil adakah yang percaya?
Demi untuk menggagalkan pernikahan kakak sahabatnya,Anggun Praswari mengaku kepada orang tua Siska dan Galang bahwa sedang mengandung anak Galang.
Namun tunangan Galang tak terima bila pernikahan mereka dibatalkan,sehingga membawa Anggun ke Dokter kandungan untuk membuktikan bila Anggun hanya berbohong,saat semua kedua keluarga sudah datang dan Anggun diperiksa ternyata Anggun benar-benar hamil.Membuat Eliana tunangan Galang tak percaya,begitu juga Anggun dan Siska yang terkejut dengan hasilnya.
"Galang kamu harus segera menikahi Anggun sebelum perutnya membesar",perintah Ayah kandung Galang.
"Tidak bisa,Aku tunangan Galang,aku yakin itu pasti bukan anak Galang",teriak Eliana,membuat Siska menatap Anggun yang terdiam karena masih shock.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hardiantomy Corro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buaya betina
Reza mendengarkan suara wanita yang diseberang telepon,"Nanti coba saya tanyakan kepada atasan saya ya Mak",ucap Reza.
"K-Kalau bisa secepatnya kabarin ya nak Reza,kasihan Gadis",ucap Mak Yah terbata.
"Iya Mak",ucap Reza.
"Assalamualaikum",salam Mak Yah.
"Waalaikumsalam",jawab Reza.
Siska menatap Reza untuk meminta jawaban apa yang dia dengar,Reza menghela nafas kemudian menceritakan bila Reza mengaku,bukan sih sebenarnya pikiran Mak Yah sendiri yang mengasumsikan Reza seorang supir perusahaan.
Dan sekarang Mak Yah meminta tolong Reza untuk mencarikan pekerjaan untuk Gadis,di perusahaan yang sama.
"Kenapa tidak jujur saja bila kakak itu owner cafe",ujar Siska,Reza tersenyum sambil memegang tangan istrinya.
"Nanti Mak Yah merasa canggung dan sungkan meminta bantuanku,sayang,beliau itu orang yang sederhana dan merasa tak enakan",ucap Reza.
Sedangkan Gadis,mengomeli ibu kandungnya,yaitu Mak Yah,"Disuruh bohong saja tidak becus,bisanya apasih",gerutu Gadis.
"Itu tidak baik Gadis",ucap Mak Yah merasa tak enak kepada Reza.
"Halah,Mak itu tau apa sih tentang hidup Gadis,Gadis itu bosen melarat seperti ini",ucap Gadis.
"Kalau kita bersyukur kita akan menikmati hidup walau keadaan apapun itu",ucap Mak Yah menasehati.
"Mak itu hanya ceramah terus pusing kepala Gadis,lebih baik Mak sana pergi cari uang yang banyak,Ical cucu Mak butuh susu",ucap Gadis.
"Tapi uang kemarinkan...
"Sudah habis,cepat sana pergi",potong Gadis mengusir Mak Yah.
Mak Yah menghela nafas,Mak Yah bersabar,"Bila ini ujian untuk ku,hamba menerima nya ya Allah",batin Mak Yah,kadang lelah mempunyai putri semata wayang namun jauh dari sifatnya dan mendiang suaminya.
Mak Yah hanya berpikir positif bila ini ujian hidupnya,sedangkan Gadis bersiap untuk pergi ke kota yang dulu pernah ia tinggali,"Aku akan menemui mu cinta ku",gumam Gadis senang serasa jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Gadis memaksa Mak Yah untuk menghubungi Reza agar mencarikan pekerjaan diperusahaan dimana Reza bekerja,dengan alasan Mak Yah akan pensiun dari menyupir,sedangkan kebutuhan mereka banyak,Gadis juga mendramatisir bahwa dia ditinggal suaminya,dan suaminya tak bertanggung jawab.
Gadis berpikir kalau dirinya bisa bekerja diperusahaan setidaknya nanti bisa dapat jodoh atau lelaki kantoran,"Siapa tau juga bisa dapat yang punya perusahaan seperti dicerita-cerita novel",gumam Gadis menghalu diluar nalar.
Dikediaman Galang.
"Aku tidak tahu masalah itu coba tanya bagian HRD",ucap Galang kepada Siska dalam sambungan telepon.
"Baiklah,"ujar Siska.
Anggun mengamati,"Siapa yang cari kerja?",tanya Anggun.
"Anak temannya Reza",jelas Galang.
"Kakak kenal?",tanya Anggun.
"Enggak,"jawab Galang.
"Masa?",ucap Anggun menyelidik.
"Hehehe,tidak sayang,teman Reza banyak,mungkin salah satu kenalan yang ada dicafe",ucap Galang.
Setelah Siska mengkonfirmasi,ternyata hanya bagian tukang bersih-bersih yang kosong,sebab pekerja sebelumnya sudah berumur.
"Kak,ada tapi bagian office girl,mau tidak?",tanya Siska.
"Tidak apa,nanti coba aku hubungi Mak Yah,anaknya mau apa tidak",ucap Reza.
Reza menghubungi nomor yang tadi menghubunginya,Reza mengatakan ada namun bagian office boy atau office girl.
"Bagian karyawan tidak ada?",tanya Gadis seperti enggan menerima pekerjaan
"Memang kamu lulusan apa Gadis?",tanya Reza.
"SMA",jawab Gadis,membuat Reza menghela nafas.
"Kalau mau aku kirim alamatnya kalau tidak ya sudah",ujar Reza tegas.
"Aku mau,aku mau Reza",ucap Gadis.
"Nanti aku kirim alamatnya dan besok bawa persyaratan yang aku katakan tadi",ucap Reza.
"Terimakasih",ucap Gadis berpura-pura lembut.
"Hem",Gadis mencibir Reza setelah mematikan telepon,"Gayanya seperti orang berada saja,ham,hem,ham,hem,kalau bukan karena ingin hidup enak serta punya suami kantoran males menelpon si Reza itu",cibir Gadis setelahnya.
Malamnya Gadis menyerahkan anaknya kepada Mak Yah,"Besok neneknya Ical kesini untuk ambil Ical Mak,nanti kalau tanya aku dimana?,bilang Gadis sudah bekerja dikota,diperusahaan besar,kalau bisa dapat orang sana yang lebih dari anaknya",ucap Gadis.
"Iya,tapi nanti kamu tinggal dimana Gadis?",tanya Mak Tah khawatir.
"Reza kan ada,numpang dirumahnya semalam emang enggak boleh",ucap enteng Gadis.
"Reza punya istri,punya kehidupan,jangan suka menyusahkan orang lain,kamu cari kontrakan saja",ucap Mak Yah tak suka anaknya menjadi beban orang lain.
"Iya,tapi disana kontrakan mahal Mak",ucap Gadis sambil memasukan beberapa pakaian didalam koper,Mak Yah mengulurkan uang kepada Gadis.
"Kalau begini kan,Gadis besok menyerahkan persyaratan setelah itu cari kontrakan",ucap Gadis sambil mengambil uang ditangan Mak Yah.
"Hati-hati,ingat anak,disana kamu niatnya cari nafkah agar berkah",ucap Mak Yah menasehati.
"Iya Mak,Gadis tau tanpa Mak ceramah panjang lebar",ucap Gadis tak suka.
Pagi hari.
Gadis datang keperusahaan yang tertulis dialamat,Gadis terkagum dengan besar dan tingginya bangunan.
Gadis menyerahkan persyaratan kemudian besok sudah boleh kerja,Gadis tinggal cari kontrakan.
Gadis melihat Reza ada didepan cafe,"Reza",panggil Gadis.
Reza menoleh kesumber suara,Gadis melambaikan tangan,Reza teringat pernah mengalami ini waktu dia duduk dibangku sekolah menengah pertama.
"Gadis",gumam Reza,namun dulu Gadis wanita yang cantik dan lembut,sederhana,santun dimata Reza,beda dengan sekarang sepertinya dari penampilan Gadis berubah menjadi sosok wanita yang lebih berani.
Gadis menghampiri Reza,"Cuma supir saja,rapih banget penampilanmu",cibir Gadis.
"Karena aku supir pribadi untuk anak pemilik perusahaan",ucap Reza,"Supir pribadi istri saya tentunya",batin Reza.
"Benarkah!!",ucap Gadis tak percaya.
"Wah sepertinya tidak salah kalau aku mendekati Reza untuk mendapatkan anak pemilik perusahaan tersebut",batin Gadis bersorak.
Jihan melihat Reza berbicara dengan wanita yang sepertinya bukan pelanggan cafe,Jihan mendekati,"Sudah mau ke kantor ayo aku antar ke kantor",ucap Reza tiba-tiba kepada Jihan,Jihan yang bingung hanya melongo saja.
Didalam mobil.
"Kak Reza,aku mau beli kopi untuk om Adi Candra,kenapa kembali lagi ke kantor sih",ucap Jihan.
"Kamu tidak lihat tadi ada buaya betina yang siap memangsa,"ujar Reza.
"Dimana?,kenapa kakak tau itu buaya betina?,kakak ngintip buaya nya ya",ucap Jihan menoleh kebelakang.
"Sudah sampai,turun dan masuk kekantor,bekerja yang bener,sambil belajar tentunya agar kelak bisa menjadi pemimpin perusahaan papi mu",ujar Reza.
"Amin",ucap Jihan sebelum turun dari mobil Reza.
Reza kemudian meninggalkan Jihan,Jihan bingung,"Terus kopi pesanan Om Adi Candra bagaimana?",tanya Jihan pada diri sendiri.
Jihan akhirnya menemui Siska,kemudian Siska mengirim pesan kepada pegawai cafe untuk mengirim beberapa cofee dan milk tea.
"Kak tau tidak,tadi kak Reza habis ngintip buaya",ujar Jihan exited.
"Maksudnya?",tanya Siska.
Jihan menceritakan kejadian tadi yang baru saja sampai cafe namun dibaliki lagi ke kantor oleh Reza.
Siska hanya tertawa,"Kok kakak ketawa?,ngeri tau kak,atau jangan-jangan suami kakak konslet",ucap Jihan bingung.
"Jihan,buaya betina yang dimaksud Reza itu wanita dengan pakaian terbuka tadi",jelas Siska.
Jihan ber "O" serta manggut-manggut,"Berarti suami kakak tipe setia bukan konslet",ucap Jihan meralat.
"Sudah sana belajar yang bener",ucap Siska,membuat Jihan patuh,Jihan bekerja sebagai Sekertaris Papa Adi sedangkan Siska menggantikan Anggun menjadi sekertaris kakaknya.
Keesokan harinya.
Gadis dengan pakaian seksi nya melenggang masuk kedalam kantor,namun dicegah keamanan,saat menunjukan tanda pengenal,Gadis disuruh menuju bagian seragam tukang bersih-bersih.
Gadis bekerja dengan tebar pesona hingga dia tak menyangka melihat cinta lamanya berjalan menuju lift",Galang",gumam Gadis tak percaya,dia serasa ingin berteriak,sangking bahagianya,tunggu dulu,dia satu kantor dengannya berarti memang jodoh,batin Gadis bersorak-sorai.
*kesalahan suami apapun itu, mau kecil atau besar kan tetap diperjelas itu salah, suami harus dibuat menyesal, dapat balasan, dibuat kayak pengemis meminta maaf, dan dibuat berjuang
banding dengan kesalahan sang istri dianggap hal biasa dan yang lebih egoisnya malah bukan dianggap sebuah kesalahan
*istri selalu kesar, membantah dan melawan perkataan suami dianggap hal wajar
*istri terang bilang cinta lelaki lain dari pda suami
*istri tidak peka selalu menyakiti perasaan suami dengan kata tidak cinta dan lebih cinta lelaki lain
sebagian apapun novel kalian, kalau sifat egois wanita kalian bawa kedalam novel maka novel kalian tidak adil dan egois