Kisah seorang pemuda miskin yatim piatu yang berjuang keras untuk mengubah nasib di dunia yang kejam ini dan menegakkan keadilan untuk dirinya.
Seperti apasih kisah nya? ikuti terus setiap alur ceritanya yaa!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nemonia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Mendengar suara bersorak keluarga membuat Haruka dengan cepat mendekati mereka.
"Haruka, ini benar-benar kabar baik, hutang keluarga kita sudah lunas karena seseorang dari keluarga brown membantu kita melunasi nya." ucap ayahnya memberitahu Haruka.
Haruka saat itu juga bersemangat dan sangat senang. Tetapi setelah beberapa saat, dia menyadari kalo dia sedang mencari Eric.
"Ayah, apakah ayah pernah melihat teman laki-laki yang menyelamatkan tadi siang?" tanya Haruka.
Dengan cepat, ayah membalas." oh dia! Aku baru saja mengusirnya dari rumah kita. Dia benar-benar tidak pantas menyentuh rumah kita." Ayah Haruka berkata lagi sambil sedikit kesal. "jika dia bukan orang yang menyelamatkan mu, mungkin dari awal aku sudah mengusirnya.”
Mengapa ayah melakukan ini? Dia adalah orang yang menyelamatkan ku, jadi seharusnya ayah lebih menghargai nya juga." ucap Haruka dengan nada marah.
Ayahnya dengan entengnya melambaikan tangan." Lupakan tentang anak itu, mari kita berpesta untuk merayakan ini."
Haruka sudah memahami sifat ayah nya yang selalu bersifat arogan dan sombong. Jadi Haruka hanya bisa memendam ke amarahannya.
"Sudahlah Nak, biarkan saja dia pergi dia hanya merepotkanmu saja nanti," kata seorang lelaki kepada gadis cantik yang terlihat sedih.
Haruka pergi dan menangis masuk kamar, ia sangat bersedih melihat ayahnya begitu tega mengusir Eric, di samping itu Haruka juga bertanya tanya siapa orang yang membayar hutang hutang keluarga nya, muncul dugaan dipikirkan Haruka, kenapa hutang keluarga nya dibayar oleh seseorang setelah kemunculan Eric hari ini.
Haruka juga sangat bingung sebab nama keluarga brown sangat masuk akal dengan nama Eric brown.
'Mungkinkah Eric yang melakukan semua ini? Sebenarnya darimana asal usul dia.' Haruka terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri di dalam hati mengenai siapa Eric ini.
Sedangkan semua keluarga Kobayashi sangat gembira dikarenakan hutang hutang keluarga mereka sudah lunas.
"Patriark, siapa sebenarnya keluarga brown yang membantu keluarga kita, bukankah keluarga brown sudah hilang selama 17 tahun yang lalu dan kenapa keluarga kita dibantu oleh mereka?" tanya salah satu anggota keluarga Kobayashi.
"Entahlah, aku juga tidak tahu apa alasan mereka membantu keluarga kita, yang penting kita hari berterima kasih kepada keluarga brown bagaimanapun caranya," balas Patriark dengan tidak ambil pusing.
Kembali ke Eric, hari sudah sangat malam dan jam sudah menunjukkan pukul 23:00. Eric bingung dia mau pergi kemana, karena Eric belum punya kenalan atau keluarga di Jepang.
Dan pada saat itu hotel hotel pun sudah tutup serta kota Yokohama sudah sepi di tengah malam hari. Dengan terpaksa Eric harus tidur di jalanan seperti pengemis.
Dimalam itu Eric tidur di pinggir jalan sambil terus berfikir cara menemukan Lyra.
"Lyra, aku harap semoga kita dipertemukan kembali," ucap Eric dalam hati, malam itu Eric dipenuhi dengan kerinduan terhadap sosok Lyra tapi dia bingung harus mencari Lyra di mana.
Keesokan hari Eric berencana untuk membeli satu apartemen untuk ia tinggali disana. Namun tak jauh dari sana ia melihat sekumpulan pemuda yang mengelilingi seorang wanita. Dan Eric pun langsung menghampiri mereka.
"Hai! Apa yang kalian mau lakukan kepada wanita itu!" Erick terlihat sangat berani. Dia begitu fokus ke arah tawanan.
Semua gangster itu menengok kebelakang mencari sumber suara, dan itu adalah suara Eric.
"Eric tolong aku!" teriak Haruka.
Mendengar suara itu sangat familiar ditelinga Eric. Ya betul, perempuan itu adalah Haruka yang dikelilingi oleh gangster.
"Haruka apa yang mau mereka lakukan kepadamu?" tanya Erick penasaran.
"Aku juga tidak tahu, mereka mencarimu dan ingin balas dendam katanya," balas Haruka. Gadis itu memiliki feeling tidak baik tentang mereka.
Mendengar itu Eric sedikit terkejut. Karena ia baru saja tiba di Jepang dan belum pernah berbuat keonaran di sana.
"Oh! Jadi kau yang mematahkan kaki temanku kemaren," kata salah satu anggota gangster.
Akhirnya Eric mengerti apa yang sebenarnya mereka inginkan dari Eric. Mereka ingin membalaskan dendam teman mereka yang Eric hajar kemaren pas menyelamatkan Haruka.
"Maaf sebelumnya Tuan, teman kamu yang duluan menyerangku kemarin," balas Eric. Begitu santai namun terlihat tidak sedang main-main.
Namun anggota gangster itu tak mau mendengar penjelasan dari Eric, mereka semua langsung maju dan niat ingin membunuh dimata semua gangster itu muncul.
Eric dengan cepat menyadari dan tanpa pikir panjang Eric langsung menggunakan teknik beladiri yang mematikan. Menggenggam erat pergelangan tangan lelaki itu dan mulai mematikan beberapa syaraf pada tangannya.
Semua tangan gangster itu dipatahkan oleh Eric. Dan yang tersisa hanya satu seorang ketua gangster tersebut.
Lalu ketua gangster itu berlari dan menendang bagian dada Eric, Eric tak dapat menghindar karena ketua gangster tersebut terlalu cepat dan gesit, Eric bangun dan menyerang si ketua gangster tersebut namun, ketua gangster itu mendaratkan pukulan keras di leher Eric membuat Eric tak sadarkan diri.
Ketua gangster itu tertawa lepas
"Hahahah, dasar anak kecil, beraninya kau menggangu di wilayahku. Aku pastikan hari ini nyawamu hilang," katanya sambil bersikap sombong.
Ketika ketua gangster itu mengeluarkan pisau dan hendak menusuk Eric tiba tiba-tiba muncul 2 orang berpakaian seperti pengemis dan menyerang ketua gangster itu,
"Hei kalian! Apakah kalian juga mau ikut campur, apa kalian teman bocah itu, baguslah kalo begitu akan aku musnahkan kalian semua," ucap ketua gangster itu.
Tanpa kata apapun mereka berdua langsung menyerang ketua gangster itu dan membunuhnya. Sontak pemandangan itu disaksikan oleh semua anak buah gangster itu dan membuat mereka ngeri.
Haruka di samping itu juga terkejut dan pertama kali ia melihat pembunuhan didepan matanya.
Haruka berlari kearah Eric dan ingin melihat kondisinya, namun dua orang berpakaian lusuh itu langsung membawa Eric pergi dengan kecepatan tinggi, seperti kilatan cahaya.
Pada saat itu Haruka berlari pulang dan langsung menemui Ayahnya.
"Ayah tolong sematkan Eric, dia baru saja menyelamatkan ku dari kepungan gangster, dan dia diculik oleh seseorang," ucap Haruka. Yang tergopoh mendatanginya Ayahnya.
"Apa?! Dia culik oleh seseorang? Syukurlah, kenapa kau begitu mengkhawatirkannya, biarkan dia diculik, orang miskin seperti dia pantas menerima hal itu," balas Ayah Haruka dengan blak-blakan.
Mendengar penyataan Ayahnya yang begitu kasar tentang Eric, Haruka sangat sedih dan menangis masuk kamar.
Kembali ke Eric, dia saat itu terbangun dari pingsannya dan dia kebingungan apakah dia susah mati atau telah diselamatkan oleh seseorang.
Ketika Eric melihat sekelilingnya, Eric sadar bahwa ada orang dua berbaju lusuh duduk di dekat pintu.
"Heiii kalian apakah kalian lagi yang menyelamatkanku? Dan kalian berdua bukankah tinggal di kota Leonard, kenapa kalian bisa berada di Jepang?" tanya Erick tidak mengerti.