Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Kaniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.
"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"
"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."
Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.
Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.
Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Ilham yang sedang duduk termenung di gazebo telinganya mendengar langkah kaki beralas sepatu berjalan ke arahnya. Tentu saja sudah bisa menebak siapa yang datang. Ia menoleh tapi tidak mau menyapa istrinya yang datang membawa amarah.
"Apa yang kamu lakukan di rumah ini, Mas? Kamu janjian sama mantan istri dekilmu itu?!" Tanya Luna dengan suara keras, pikirannya sudah dipenuhi prasangka buruk.
"Kenapa kamu ke sini, Luna?" Ilham tidak menjawab, justru balik bertanya dengan wajah datar.
"Kenapa aku ke sini? Kamu yang harusnya menjelaskan! Kenapa kamu tidak pulang semalaman?" Kemarahan Luna semakin memuncak. Ia pikir Ilham janji bertemu dengan mantan istrinya.
"Kenapa kalau misalnya aku bertemu dengan Sekar? Bukankah kamu dulu yang memaksa aku untuk menikah dengannya?" Ilham melirik Luna sebal.
Luna diam sesaat, tampak sedang menyusun kata untuk mencairkan suasana hatinya yang akhir-akhir ini memang sering cemburu kepada Sekar. Padahal tidak mungkin jika Ilham mencintai istri dekilnya yang dulu ia buang. "Maaf, Mas. Yang dulu biarkan berlalu, untuk saat ini aku tidak ingin ada wanita lain yang mengganggu rumah tangga kita," Luna merapatkan tubuhnya ke sisi Ilham hingga nempel.
"Makanya kamu jangan menambah pusing kepalaku Luna, bukanya membantu aku mencari Arka tapi malah menuduh yang tidak-tidak."
Dengan wajah kesal Ilham menceritakan ketika malam tadi mencari Arka hingga kelelahan, ditambah lagi waktu sudah larut, Ilham memilih ke rumah ini karena lebih dekat dari rumah sakit.
"Kenapa tidak lapor polisi saja Sih, Mas?" Luna menurunkan suaranya.
"Jangan!" Ilham menjawab cepat.
"Kenapa tidak boleh?" Luna mengerutkan kening kenapa suaminya itu tampak tidak setuju.
"Kamu juga salah Luna, kamu kan yang awalnya ingin membawa kabur Arka ke luar negeri? Jika tidak, Sekar tidak akan melakukan itu," Ilham menyodok rambutnya dengan jari.
"Loh, kenapa kamu jadi menyalahkan aku Mas, mau membawa Arka kemanapun apa salahnya? Dia itu anak aku," Luna tidak mau dibantah.
"Tapi masalahnya Arka tidak mau sama kamu Luna!" Ilham akhirnya berteriak. Emosi yang mulai mereda pun meledak kembali.
"Terus saja, salahkan aku, Mas?!" Luna juga berteriak. Suami istri itu berdiri berhadapan, saling menatap penuh bara api. "Huh!" Luna menghentakkan kaki lalu pergi meninggalkan Ilham.
Ilham tidak mau menahan Luna, membiarkan istrinya itu pergi. Ia tidak mau mengatakan siapa Sekar. Jika ia katakan sekarang Luna pasti akan lebih semena-mena kepada Sekar. Bagusnya hingga saat ini Luna belum menyadari jika Suster Sekar mantan istrinya. Ilham juga merasa aneh, mengapa Luna belum bisa mencerna apa yang terjadi? Istrinya itu ternyata tidak sepintar yang Ilham kira. Jika ia pintar seharusnya sudah tahu siapa Sekar.
*********
Tiga hari kemudian, selama itu Ilham masih sibuk mencari Sekar dan Arka dibantu Rayyan.
Sementara Luna merasa tidak diperhatikan, suaminya semakin cuek hingga pertengkaran hampir setiap hari terjadi. Padahal seharusnya Ilham tinggal melaporkan kepada polisi, tapi suaminya itu justru menentang.
"Biar aku sendiri yang lapor polisi," batin Luna di depan cermin, tidak mau menunggu lagi. Sebelum mertuanya pulang ke Indonesia ia sudah harus cepat menemukan Arka.
Luna cepat-cepat melanjutkan merias wajah setebal mungkin kemudian menjalankan mobilnya ke salah satu kantor polisi terdekat.
"Sudah berapa hari putra Nona Luna diculik?" Tanya polisi sembari menulis jawaban Luna. Saat Luna sudah memberikan keterangan tentang Arka yang hilang.
"Sudah tiga hari ini Pak, tolong secepatnya diproses, tangkap wanita yang bernama Sekar Ayu," Luna memperlihatkan kesedihan yang mendalam, menunjukkan ciri-ciri Sekar dan menceritakan semuanya.
"Baiklah, laporan Anda akan kami tindak lanjuti, jika sudah ada kabar, pihak kami akan menghubungi Nona," polisi minta nomor yang bisa dihubungi. Tentu saja Luna memberikan nomor handphone miliknya sebelum akhirnya pamit pergi.
Berita hilangnya Arka putra dokter Ilham dan Luna artis papan atas pun akhirnya menyebar hanya dalam hitungan hari. Getar handphone Luna dari pencari berita silih berganti.
Hari berikutnya, Luna menggelar konferensi pers mendadak di sebuah hotel mewah tanpa sepengetahuan Ilham. Dengan wajah sedih dan suara yang terkadang terputus-putus, ia mengungkapkan bahwa anaknya telah menjadi korban penculikan, dan pihak kepolisian telah menyelidiki.
"Nona Luna, apakah Anda sudah mencurigai seseorang?" Tanya salah satu wartawan.
"Ada seorang perempuan bernama Sekar Ayu yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit suami saya sendiri, sebagai tersangka utama dalam kasus ini."
"Lalu apa yang dilakukan suami Nona? Kenapa beliu tidak hadir dalam konferensi ini?" Cecar wartawan merasa curiga.
"Suami saya untuk saat ini masih syok, dan menyerahkan semuanya kepada saya," Luna mencari alasan.
Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan para pencari berita membuat Luna lelah menjawab.
"Saya tidak bisa berkata banyak untuk saat ini, karena penyelidikan masih berlangsung," ujar Luna sambil menahan tangis. "Namun saya berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat, dan anak saya segera kembali ke sisi saya dalam keadaan selamat."
Luna juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan sejak kasus penculikan ini terjadi. Ia berharap masyarakat dapat memberikan ruang dan waktu kepada pihak kepolisian untuk bekerja secara maksimal dalam menangani kasus ini.
Di tempat yang berbeda, tepatnya di luar negeri, seorang wanita tua secara tidak sengaja menonton berita tersebut.
"Papa... cucu kita Paa..." teriak wanita itu. Dengan dada berdebar-debar ia berjalan tertatih-tatih menuju ruang kerja suaminya dengan napas tersengal-sengal.
"Ada apa, Ma?" Tanya pria yang rambutnya sudah memutih seluruhnya tapi masih tetap memantau perkembangan beberapa rumah sakit miliknya. Padahal seharusnya dia sudah pensiun dan beristirahat, tapi kadang nekat. Jika sudah jatuh sakit pria 62 tahun ini baru sadar. Seperti saat ini, sebenarnya kondisinya belum pulih total, tapi karena mempunyai semangat yang luar biasa hingga tidak sadar usia.
"Cucu kita diculik Pa," jawab sang istri dengan suara serak karena air matanya bercucuran.
"Di culik?" Pria itu bangkit cepat dari kursi.
Wanita yang tak lain nyonya Pratiwi itu menceritakan apa yang ia lihat di televisi. "Menurut berita, Suster Sekar yang menculik Arka, Pa."
"Bukankah kamu bilang wanita itu yang menolong cucu kita, Ma."
"Iya, makanya Mama kok tidak percaya kalau Sekar tega melakukan itu, Pa."
"Kita pulang hari ini juga, Ma," Tuan Kaniago tidak mau menunda lagi segera mematikan komputer.
"Tapi, Papa belum sehat benar," nyonya Pratiwi menatap wajah suaminya dengan tatapan khawatir.
"Sudahlah..." Tuan Kaniago yang memang tidak bisa dibantah setiap kali mendengar tentang cucu pewaris Kaniago grup, rasa pegal-pegal di tubuh tuanya pun hilang. Pria itu segera memesan tiket secara online.
"Tapi kenapa Ilham tidak memberi kabar kita, Ma?" Tanya Kaniago merasa ada yang aneh.
...~Bersambung~...
dan sial nya BP ank nakal itu bawahan nya Kake nya Arka....🤣🤣🤣🤣pcat lngsung aj....kek....biar GK sombong lagi