Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 : Bertemu Dengan Musuh Lama
Beberapa hari kemudian
"Surprise!"
Kenzie langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar suara yang tidak asing.
"Kak Vito?!"
"Kaget banget kayaknya?" canda Vito.
Kenzie celingukan karena tidak menyadari dari mana munculnya Vito.
Akhir pekan merupakan jadwal libur bagi karyawan pabrik. Kenzie menggunakan waktu liburnya untuk jogging di taman yang tidak jauh dari kontrakannya. Vito tidak kesulitan mencari keberadaan Kenzie karena dulu mereka sering melakukan bersama sebelum Vito pindah ke kota lain.
"Katanya weekend depan?" tanya Kenzie masih terkejut karena Vito mengabari minggu ini masih ada lembur.
Vito meraih tangan Kenzie.
"Sengaja mau bikin pacarku terkejut," jawab Vito.
Kenzie langsung merangkul manja di lengan Vito dengan tersipu malu.
"Kakak mau ajak kamu jalan," ujar Vito.
"Oh ya? tapi, aku belum apa-apa." jawab Kenzie langsung panik.
"Ini masih pagi, Kakak tungguin."
"Sudah selesai 'kan?" lanjutnya.
Kenzie mengangguk.
Mereka langsung kembali ke kontrakan Kenzie dengan menaiki mobil Vito. Namun, karena mobil tidak bisa masuk ke dalam, sehingga mereka masuk dengan berjalan kaki.
"Kak, maaf aku belum masak," ujar Kenzie.
"Nggak ada apa-apa juga, maaf." lanjutnya.
"Nggak papa, bukan salahmu. Nanti kita makan di luar aja,"
Kenzie mengangguk.
"Tapi, kopi susu ada 'kan?" tanya Vito karena kopi susu yang dibuat oleh Kenzie membuatnya sangat suka dan ketagihan.
"Ada Kak, bentar aku buatin." jawab Kenzie langsung bergegas ke dapur.
"Iya,"
Kenzie langsung bergegas ke dapur untuk merebus air karena ia tidak memiliki termos panas. Menunggu airnya mendidih, Kenzie meracik kopi susu di sebuah gelas yang bergambar mereka.
"Gelas andalan, biar selalu ingat aku, hihi." bathin Kenzie seraya menuangkan air mendidih ke gelas.
Dengan hati-hati, Kenzie membawa minuman itu ke depan.
"Terima kasih, sayangku." ucap Vito.
Tidak dipungkiri bahwa Kenzie sangat berharap banyak pada hubungan ini. Selama ini mereka sudah menjalin hubungan, dari yang setiap hari bertemu sampai sekarang menjadi sulit bertemu, harapan Kenzie tidak pernah berubah.
"Aku mandi dulu ya, Kak." ujar Kenzie.
"He'em," balas Vito.
Kenzie langsung bergegas dan tidak ingin berlama-lama.
Dalam membersihkan tubuh, Kenzie tidak ingin berlama-lama, waktunya bertemu dengan Vito sangatlah terbatas, sehingga ia tidak ingin menyia-nyiakannya.
"Kakak, kita mau pergi kemana?" tanya Kenzie.
"Aku mau milih pakai baju yang seperti apa biar sesuai,"
"Kamu lagi pengin jalan kemana?" tanya Vito.
"Gimana kalau pergi nonton?" balas Kenzie memberi ide.
Vito mengangguk, "Boleh." jawabnya.
Kenzie langsung membuka lemarinya untuk memilih baju yang sekiranya pantas.
Setelah mendapatkannya, Kenzie kembali ke kamar mandi karena kamar dan ruang tamunya menjadi satu. Sementara dapur dan kamar mandi ada di belakang, meskipun sempit, setidaknya diruangan yang terpisah.
"Kakak tiduran aja dulu!" seru Kenzie dari kamar mandi.
Ketika bangun tidur, Kenzie langsung menyandarkan kasurnya yang berukuran single itu. Hal itu supaya kasur busanya tetap awet dan tidak terkesan sempit.
"Iya!" jawab Vito juga ikut menaikkan volume suara.
Hampir satu jam persiapan yang dilakukan, akhirnya Kenzie sudah siap. Mereka langsung meninggalkan kontrakan untuk menikmati akhir pekan bersama.
"Untung weekend ini kamu nggak pulang ya," ujar Vito.
"Rencananya aku memang mau pulang, Kak. Tapi, ibu bilang lagi nggak di rumah. Kebetulan Kakak kesini sekarang, mungkin Minggu depan aku pulang." jawab Kenzie.
Vito mengusap-usap poni rambut Kenzie dengan gemas. Sementara Kenzie langsung menutup keningnya karena kebiasaan itu membuatnya merasa malu dengan kening lebarnya.
"Kak Vito! jangan gitu!" protes Kenzie.
Vito langsung tertawa jika sudah berhasil membuat Kenzie kesal.
Karena sudah lama menjalin hubungan, keduanya sama-sama saling memahami satu sama lain.
Setibanya di mall, Vito tidak langsung turun, ia menopang lengannya di setir mobil sembari duduk menyamping untuk menatap kekasihnya.
"Zizie,"
"Iya?"
Sejak resmi jadian, Vito memiliki panggilan khusus Kenzie yang ia sebut sebagai panggilan sayang.
Vito hanya tersenyum lalu keluar, membuat Kenzie langsung bingung.
"Mau di mobil aja?" tanya Vito yang sudah berdiri di pintu Kenzie.
"Tiba-tiba udah disini," balas Kenzie terkejut dari lamunannya.
Kenzie langsung bergegas keluar dari mobil Vito dengan wajah bingung. Ia melamun ketika mendapatkan tatapan dan senyuman manis dari sang kekasih.
Seperti pasangan pada umumnya, mereka masuk ke dalam mall dengan bergandengan tangan. Karena filmnya masih nanti siang, Vito membawa Kenzie ke food court yang disukai oleh mereka.
"Gimana pekerjaan Kakak?" tanya Kenzie sembari menunggu pesanan.
"Oh, lancar dan happy, kamu gimana?" balas Vito.
Kenzie mengangguk, "Lancar kok dan ya masih seperti biasanya,"
Karena sudah pernah bekerja di tempat yang sama, jadi Vito langsung paham apa yang dimaksud oleh Kenzie. Setiap pabrik, selalu memiliki ceritanya yang menarik, termasuk mereka yang sudah berkeluarga, tetapi menjalin hubungan dengan rekan kerjanya.
Di tengah obrolan mereka, pesanan itupun datang dan mereka langsung menyantapnya karena sudah sangat lapar.
...
"Tunggu di sini bentar," ujar Vito.
Kenzie mengangguk nurut, ia menunggu kekasihnya yang akan membeli minum dan popcorn.
"Aw!"
Kenzie langsung reflek meringis saat ada seseorang yang menabraknya.
"Aiisshh!" seru seorang gadis tidak terima, walaupun ia yang menabrak.
"Maaf Kak," ucap Kenzie meskipun tidak bersalah.
"Kamu keasikan main hp, jadi nabrak orang." ujar seorang laki-laki disebelahnya dengan suara lirih.
"Kenapa dia berdiri disini!" protes gadis cantik itu sembari menunjuk-nunjuk wajah Kenzie. Padahal posisi Kenzie sudah dipinggir.
"Sudah-sudah," bisik laki-laki itu lagi.
Kenzie menatap laki-laki itu seraya mengingatnya karena terlihat tidak asing. Dan, beberapa detik kemudian laki-laki itu balik menatapnya dengan meminta maaf.
"Ma-af," ucapnya lalu melotot.
Kenzie langsung berdecak kesal ketika sudah ingat sosok laki-laki itu.
"LU!" tunjuk laki-laki itu.
"APA?!" balas Kenzie menantang.
Laki-laki itu terlihat kesal sehingga membuat gadis yang bersamanya menjadi bingung.
"Heh! kamu urusin nih cewekmu yang jalannya nggak bener! bila perlu di gendong biar nggak nabrakin orang!" omel Kenzie.
"Sudah tau salah bukannya minta maaf malah ngerengek! manja betul!" lanjut Kenzie.
"Eh, elu yang berdirinya sembarangan!" protes gadis seksi itu tidak terima.
Kenzie tidak peduli banyak mata yang menonton mereka, karena dihadapannya itu seorang musuh lamanya. Hari ini tidak ia sangka justru bertemu dengan musuh lama.
"Kamu kenal dia, bebe?" tanya perempuan itu.
"NGGAK!" jawab Kenzie dan laki-laki itu bersamaan.
Saat hendak putar arah, Vito sudah berjalan kearahnya.
"Ada apa ini?" tanya Vito.
Vito dan laki-laki itu saling menatap beberapa detik seperti sudah saling mengenal.
"Ayo pergi, ada orang gil4!" ujar Kenzie langsung menarik lengan Vito agar berpindah tempat.
"Lu yang gil4!" balas laki-laki itu tidak terima.
Vito hendak berbalik, tetapi Kenzie sigap menahan lengan kekasihnya itu.
Seharusnya menjadi hari yang menyenangkan, tetapi gara-gara pertemuan itu membuat Kenzie memiliki suasana hati yang buruk. Ia langsung teringat beberapa tahun yang lalu ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
"Ternyata manusia menyebalkan itu masih hidup!" bathin Kenzie kesal.
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍