NovelToon NovelToon
Tante Melinda

Tante Melinda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:224.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Alur cerita maju mundur cantik, jadi perhatikan beberapa keterangan yang menyertai setiap bab.

***

Aku wanita biasa, yang tidak pernah puas dengan apa yang Aku miliki.

"Di rumah, Aku adalah seorang istri yang baik dan patuh. Tapi jika di luar rumah, Aku adalah Aku. Apa Aku tidak normal?" tanya Melinda dalam hati.

Melinda sadar, ada sesuatu yang tidak biasa yang dia rasakan sejak kecil.

Dan itu ada hubungannya, dengan kejadian yang dialami Linda, sewaktu masih kecil dulu.


***

Yuk lanjut baca.
Jangan lupa, fav and like ya gaess👍👍🙏🙏
Kasih giff and vote juga, biar TK tambah semangat ✍️✍️✍️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan Untuk Pulang

Beberapa hari di rumah ibunya, Linda hanya berdiam diri di dalam kamar. Dia belum pernah keluar dari rumah.

Dan para tamu tetangga, hanya saling berbisik-bisik, membicarakan tentang keadaan dan penyakitnya Linda yang terasa aneh. Tidak masuk akal, menurut mereka semua.

Ini karena dilabrak bahwa, Linda mengidap penyakit yang menular dan berbahaya. Tapi, nyatanya, anggota keluarganya yang lain, seperti Danang dan juga Erli yang masih kecil, tidak diungsikan.

Erli dan Danang, masih tetap sama seperti biasanya. Mereka, tetap ada di rumah itu juga. Dan keduanya sama-sama sehat. Tidak terjadi apa-apa yang sama seperti diberitakan, dari kemarin-kemarin.

"Bulek. Sebenarnya, mbak Linda sakit apa?" tanya salah satu dari tetangga, di saat bertemu Li dengan ibunya Linda di warung.

Dia tidak mendekat, tapi hanya bertanya dari jarak yang cukup aman, menurut mereka sendiri.

Mungkin, orang tersebut juga masih belum bisa merasa yakin jika, keluarga Linda dalam keadaan baik-baik saja. Tidak sama seperti rumor yang terdengar, akhir-akhir ini.

"Gak apa-apa. Dia hanya butuh istirahat yang cukup."

Ibunya Linda, menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah jawaban yang diplomatis.

Jawaban yang biasa digunakan, untuk membuat orang lain percaya, jika mereka dalam keadaan baik-baik saja, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Tapi, kenapa Mbak Linda tidak pernah terlihat ada di luar rumah? Bukannya, orang yang baru sembuh, biasannya pada berjemur pada pagi hari? Biar lebih cepat sehat," tanya orang itu lagi, mengatakan apa-apa yang mungkin menjadi pertanyaan dari sebagian orang juga.

"Oh, gal apa-apa kok. Linda kan juga gak tahan dengan sinar matahari. Kulitnya memerah kan sedari kecil, jika terpapar sinar matahari terlalu lama," tutur ibunya Linda, membuat alasan.

Untungnya, orang tersebut percaya begitu saja, dengan apa yang dikatakan oleh ibunya Linda.

Karena dia juga tahu bagaimana sewaktu Linda masih kecil dulu.

Linda tidak bisa bermain-main di luar rumah terlalu lama. Dia juga tidak bisa ikut bermain-main, sama seperti teman-teman yang lain, yang dengan senang hati, ada di tengah terik matahari tanpa merasa takut jika, kulitnya akan memerah, atau terbakar.

Akhirnya, ibunya Linda pamit untuk kembali pulang ke rumah.

"Mari, Saya duluan pulang ya."

"Oh ya-ya Budhe. Salam buat Mbak Linda. Semoga lekas sembuh," sahut orang tadi.

Ibunya Linda, hanya mengangguk sambil tersenyum, kemudian bergegas pergi dari warung tersebut.

Dia ingin segera pulang dan tidak ingin bicara dengan siapapun. Setidaknya, untuk saat ini.

Sepertinya, ibunya Linda, belum bisa menerima kenyataan bahwa, Linda ada di dalam penderita yang ada campur tangan darinya juga.

Meskipun sebenarnya, Linda juga tidak pernah menyalahkan dirinya.

Tapi, rasa bersalah itu, tetap menjadi penyesalan yang ada di dalam hati ibunya Linda. Meskipun, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, untuk mengembalikan keadaan seperti dulu lagi.

Di tambah dengan apa yang terjadi pada Linda. Karena jika dipikir-pikir, selama Linda menikah, kehidupannya tidak ada yang bisa dikatakan bahagia.

Sejak awal mereka berdua menikah, Linda sudah tidak ada keinginan untuk kehidupannya sendiri.

Perasaan Linda, seakan-akan ikut terbawa pergi, bersama putusnya tali persaudaraan cinta, antara Linda dengan Romi.

Dan Linda, terpaksa harus menerima polisi Ferry sebagai suami, karena rasa kecewanya, dan juga desakan dari ibunya.

Itulah sebabnya, saat ini, ibunya itu merasa sangat menyesal karena telah menyudutkan Linda, keputusan yang dia lakukan pada saat itu.

Atau bisa juga, apa yang dialami oleh Linda saat ini, tanpa pernah protes dengan ibunya, adalah cara Linda memberitahu ibunya sendiri, bahwa, inilah akhir dari keputusan yang dulu dua ambil.

Linda mengorbankan dirinya sendiri, untuk sebuah ambisi dari orang tua, terutama ibunya, supaya kehidupan masa depan anaknya, Linda, akan menjadi lebih baik lagi, jika menikah dengan polisi Ferry.

Tapi pada kenyataannya, semua itu tidak pernah terjadi. Bahkan, sebaliknya.

Namun, penyesalan hanyalah tinggal penyesalan. Semua sudah terjadi, tanpa bisa diputar ulang ke masa lalu.

Di sisi lain, Linda sudah pasrah saja pada nasib dan waktu. Yang akan membawanya pada kehidupan pernikahannya nanti.

Yang pasti, Linda juga tidak akan pernah mengajukan gugatan cerai atau meminta pada suaminya itu, untuk menceraikan dirinya.

Meskipun Linda sadar bahwa, dia akan terus berada pada pusaran kehidupan, yang tidak pernah bisa membuat bahagia secara benar.

Linda hanya bertahan untuk anaknya, Erli. Karena hanya Erli saja, tempat Linda mengantungkan harapan, untuk tetap bertahan pada posisinya sekarang ini.

*****

Selama Linda ada di rumah ibunya, polisi Ferry memang selalu datang setiap hari.

Tapi, dia tidak pernah menginap. Dia akan pulang, jika hari sudah malam.

Dia datang dengan membawakan makanan, buah-buahan atau sekedar jajan. Tidak hanya untuk anak dan istrinya, tapi juga untuk semua orang yang ada di rumah.

"Dek. Kamu kapan ikut balik ke rumah?" tanya polisi Ferry, pada istrinya, Linda.

"Apa Aku masih bisa pulang?" Linda justru balik bertanya pada suaminya itu.

"Dek. Maaf untuk perkataan Mas yang kemarin itu."

Dengan wajah menunduk, polisi Ferry meminta maaf, karena perkataannya yang menyingung soal rumah.

Waktu itu, saat ada pihak bank yang datang ke rumah, untuk menagih tunggakan pembayaran, polisi Ferry sedang tidak ada di rumah.

Linda meminta pada pihak bank, agar menunggu, atau datang kembali esok harinya.

Dan pada malam hari, di saat suaminya itu pulang, Linda pun bertanya soal pembayaran yang menunggak.

Tapi polisi Ferry justru marah-marah, dan mengungkit soal rumah miliknya itu.

"Ini rumahku sendiri. Mau Aku apakan juga terserah Aku. Kamu tidak ada hak untuk mengurusi!"

Itulah awal pertengkaran mereka berdua, yang akhirnya berlanjut pada siang hari. Hingga akhirnya, Linda harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsan dan keluar darah yang cukup banyak dari kepalanya.

"Pulang ya!"

Polisi Ferry kembali berkata, untuk mengajak Linda pulang ke rumah.

Tapi Linda masih diam saja. Dia tidak tahu, harus berbuat apa lagi, agar suaminya itu tidak lagi berkelakuan kasar seperti kemarin-kemarin.

Dia sudah berusaha untuk patuh dan menjadi istri yang baik.

Dilarang untuk bekerja, Linda menurut, dengan keluar dari pekerjaannya di gudang kayu.

Linda di minta hanya di rumah saja. Linda juga tidak pernah ke mana-mana.

Uang belanja tidak pernah ada lebih, Linda juga diam saja. Karena Linda tahu jika, suaminya itu juga harus mencicil utangnya yang ada di bank.

Di tempat tidur, Linda juga tidak banyak menuntut. Apa yang diinginkan oleh suaminya itu, dituruti oleh Linda.

Tapi sepertinya, apa yang dilakukan oleh Linda tidak pernah bisa dihargai oleh polisi Ferry, sebagai suaminya.

Keegoisan dan semena-mena, yang dilakukan oleh suaminya itu, membuat Linda jadi lebih keras hatinya.

Meskipun dia belum tahu, apa yang akan dia lakukan untuk kedepannya nanti.

1
Senajudifa
good linda...jg semangat ya thor
Senajudifa
alah...mending keluar aj lin
Senajudifa
lamax aku ngga mampir thor
Senajudifa
kapok aj jahat banget sih
Senajudifa
lamanya aku nggak mampir thor
Senajudifa
orang ngga guna gitu buang aj kelaut
Senajudifa
ooo kurang ajar pamanx romi nih😡😡
Senajudifa
apa lg pamanx romi nih
Senajudifa
betul itu lin
Senajudifa
apa maksud pak yus nih
Senajudifa
terlambat atuh mang😁😁
Senajudifa
ngga rudi ngga pamax romi sama aj
Senajudifa
aku dukung km balik sm romy lin setor 5 bab thor maaf y skrng jarang hadir
ZasNov
Terima kasih banyak ya Kakak Author, sudah menulis novel yang bagus & mengandung banyak pesan yang baik..
Semoga novelnya semakin banyak readersnya..😄
Semangat ya Kakak, siap meluncur ke novel lainnya Kak..🤩
ZasNov
Setuju banget Kakak Author 😄👍
ZasNov
Wah mantap tuh hukuman buat Pak Rudi dan Pak Komarudin.. Akhirnya mereka mendapatkan balasan atas perbuatan buruk mereka..😄👍
ZasNov
Syukurlah.. Akhirnya trauma Linda gara Pamannya Romi bisa sembuh juga..🤗
ZasNov
Usut sampai tuntas, jangan biarkan pencurinya lolos y.. 😎
ZasNov
Pamannya Romi akan bersikap bagaimana ya saat dijenguk nanti, terlebih saat melihat Linda yang sempat diguna2 olehnya...
ZasNov
Kakek nenek biasanya memang selalu lebih manjain cucu dibanding anaknya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!