Genre: Romance Drama
"Cinta seharusnya membuatmu merasa bahagia dan dihargai... bukan merasa terkurung dan tak berdaya."
Nara, gadis berusia 19 tahun yang penuh semangat dalam mengejar impian jadi desainer, merasa telah menemukan cinta sejatinya saat bertemu Reza – pria tampan dan cerdas yang selalu bisa membuatnya merasa spesial. Awalnya, hubungan mereka seperti dongeng yang indah: pelukan hangat, ucapan manis, dan janji-janji tentang masa depan yang indah.
Namun perlahan-lahan, warna indah itu mulai memudar. Reza mulai menunjukkan sisi lain yang tak pernah dilihat Nara: dia melarangnya bertemu teman-teman lama, mengontrol setiap langkah yang dia lakukan, bahkan menyalahkan Nara setiap kali ada hal yang tidak berjalan sesuai keinginannya. Setiap kali Nara merasa ingin menyerah, Reza akan datang dengan wajah menyesal dan meminta maaf, membuatnya berpikir bahwa semuanya akan baik2 saja.
Hingga saatnya Dito – teman masa kecil yang baru kembali setelah lama pergi – muncul dal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gitagracia Gea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi Tuan Rumah Dunia
Kabar bahwa Indonesia diusulkan sebagai tuan rumah Festival Kreativitas Dunia membuat seluruh tim Bumi Kreatif Indonesia sangat bersemangat. Ini bukan hanya kesempatan untuk menunjukkan kehebatan kreativitas anak-anak Indonesia, tapi juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke seluruh dunia.
Di ruang rapat utama kampus, tim eksekutif berkumpul dengan perwakilan dari pemerintah dan organisasi internasional untuk merencanakan langkah-langkah awal. Dinding ruangan dipenuhi dengan peta Indonesia dan sketsa konsep festival yang akan mengangkat tema "Kreativitas untuk Masyarakat – Menghubungkan Dunia Melalui Seni".
"Kita punya waktu dua tahun untuk mempersiapkan ini," ucap perwakilan dari organisasi pendidikan dunia, Ms. Evans. "Ini adalah waktu yang cukup jika kita bisa bekerja secara terkoordinasi dan efisien. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah yang luar biasa."
Nara berdiri di depan papan tulis yang penuh dengan catatan dan rencana. "Kita akan mengembangkan festival yang tidak hanya menampilkan karya seni terbaik dunia, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Setiap kegiatan festival akan dihubungkan dengan program pembangunan masyarakat yang berkelanjutan."
Mereka merencanakan beberapa komponen utama festival:
1. Pameran Seni Dunia – menampilkan karya seni terbaik dari lebih dari 100 negara
2. Festival Musik dan Tari – pertunjukan kolaborasi antar seniman dari berbagai negara
3. Lomba Kreatif Internasional – untuk anak-anak dan pemuda dari seluruh dunia dengan fokus pada solusi kreatif untuk masalah sosial
4. Forum Pendidikan Kreatif – diskusi dan lokakarya bagi pendidik dan praktisi dari seluruh dunia
5. Pasar Kreatif – untuk memasarkan produk kreatif dari masyarakat lokal dan seniman muda
DI BERBAGAI DAERAH INDONESIA
Untuk mempersiapkan festival, tim Bumi Kreatif Indonesia melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk mengumpulkan karya seni terbaik dan melatih seniman muda. Di Karo, Malik dan anak-anak sedang mengembangkan koleksi karya seni berbasis budaya Karo yang akan ditampilkan di festival.
"Saya tidak pernah berpikir bahwa karya kita akan bisa dilihat oleh orang-orang di seluruh dunia," ucap Sari dengan bangga saat sedang menyelesaikan lukisan besar tentang kehidupan petani kopi di daerahnya. Karya ini telah terpilih sebagai salah satu karya yang akan menjadi pusat perhatian di pameran utama.
Andi yang kini telah menjadi salah satu perwakilan muda Indonesia sedang belajar bahasa Inggris dan berlatih untuk menjadi pembicara di forum pendidikan kreatif. "Saya akan cerita tentang bagaimana pendidikan kreatif mengubah hidup saya dan teman-teman saya di daerah terpencil," ucapnya dengan semangat yang tinggi.
Di Jawa Tengah, tim sedang bekerja sama dengan komunitas pengrajin batik tradisional untuk mengembangkan desain baru yang menggabungkan motif tradisional dengan gaya modern. Di Sulawesi Selatan, mereka bekerja dengan seniman ukir kayu untuk membuat karya seni besar yang akan menjadi landmark festival.
DI KAMPUS BUMI KREATIF INDONESIA – JAKARTA
Dito yang kini bekerja sebagai konsultan internasional dari jarak jauh sedang koordinasi dengan tim di berbagai negara untuk mengatur partisipasi mereka dalam festival. Dia sering melakukan rapat daring dengan perwakilan dari organisasi pendidikan dunia dan negara-negara peserta.
"Saya telah berbicara dengan beberapa negara besar dan mereka sangat antusias untuk berpartisipasi," ucap Dito dalam rapat tim. "Namun kita juga harus memastikan bahwa negara-negara berkembang dan daerah terpencil juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan karya mereka."
Reza yang telah menyelesaikan semester pertama studi doktoralnya di Amerika Serikat kembali ke Indonesia untuk melakukan penelitian lapangan terkait dengan implementasi pendidikan kreatif di daerah terpencil. Hasil penelitiannya akan menjadi bahan pembicaraan utama di forum pendidikan kreatif.
"Kita menemukan bahwa pendidikan kreatif tidak hanya meningkatkan kemampuan seni anak-anak, tapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah dan bekerja sama dalam tim," ucap Reza saat mempresentasikan hasil penelitiannya. "Ini adalah bukti bahwa program kita memberikan dampak positif yang luas bagi perkembangan anak-anak."
Rendra yang kini mengelola cabang Bumi Kreatif di Singapura sedang bekerja keras untuk menarik sponsor internasional dan memasarkan festival ke pasar global. Dia juga mengatur kerjasama dengan galeri seni dan institusi pendidikan di Asia untuk mempromosikan karya seni anak-anak Indonesia.
"Sudah banyak perusahaan besar yang menunjukkan minat untuk menjadi sponsor festival," ucap Rendra saat menghubungi tim dari Singapura. "Mereka melihat potensi besar dalam festival ini sebagai wadah untuk mempromosikan kreativitas dan inovasi."
MALAM HARI – DI KAFE KREATIF KAMPUS
Setelah hari yang panjang dan padat kegiatan, Nara dan tiga orang terbaiknya berkumpul lagi di Kafe Kreatif – tempat yang selalu menjadi tempat mereka berbagi cerita dan merencanakan masa depan. Kali ini, mereka tidak sendirian – Clara, Rini Santoso, Malik, dan beberapa anak-anak dari program juga ikut bersama.
"Melihat bagaimana semua ini berkembang membuat saya ingat kembali awal mula kita memulai program ini," ucap Nara dengan suara yang penuh rasa syukur. "Dulu kita hanya memiliki beberapa alat seni dan tempat yang sederhana di taman kota, tapi sekarang kita sedang mempersiapkan acara yang akan diikuti oleh ribuan orang dari seluruh dunia."
Reza mengambil foto lama dari dompetnya – foto mereka saat masih merintis program dengan hanya beberapa anak-anak di taman kota. "Waktu memang cepat berlalu ya. Lihat sekarang, anak-anak yang dulu hanya bisa menggambar di tanah kini akan menunjukkan karyanya ke seluruh dunia."
Dito membawa beberapa brosur promosi festival yang baru saja dicetak. Brosur tersebut menampilkan karya seni anak-anak Indonesia dan informasi tentang acara yang akan diadakan. "Saya sudah mengirimkan ribuan brosur ini ke berbagai negara. Responnya luar biasa – banyak orang yang tidak tahu bahwa Indonesia memiliki seniman muda yang begitu berbakat."
Rendra kemudian membawa kabar baik yang membuat semua orang sangat senang. "Kita baru saja mendapatkan kabar bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh untuk festival ini – mulai dari pembangunan infrastruktur hingga bantuan keuangan. Mereka juga akan mengangkat festival ini sebagai acara nasional yang akan memperkuat citra Indonesia di mata dunia."
Pada saat itu juga, seorang wartawan dari koran internasional yang sedang melakukan liputan tentang festival datang menghampiri mereka. Dia ingin melakukan wawancara eksklusif dengan Nara dan anak-anak tentang bagaimana pendidikan kreatif mengubah hidup mereka.
"Saya ingin dunia tahu bahwa Indonesia bukan hanya memiliki alam yang indah dan budaya yang kaya," ucap Nara saat sedang melakukan wawancara. "Kita juga memiliki generasi muda yang kreatif, cerdas, dan penuh dengan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Festival ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bakat mereka dan belajar dari seniman terbaik di dunia."
Beberapa bulan sebelum festival dimulai, seluruh persiapan sudah memasuki tahap akhir. Venue utama di Jakarta telah siap dengan berbagai fasilitas modern yang ramah bagi penyandang disabilitas. Ribuan karya seni dari seluruh dunia telah tiba dan siap untuk dipamerkan. Seniman terkenal dari berbagai negara telah mengkonfirmasi kehadiran mereka.
Namun saat semua orang sedang bersiap untuk acara pembukaan yang besar, mereka mendapatkan kabar mengejutkan – beberapa karya seni berharga dari negara-negara peserta telah hilang saat dalam perjalanan ke Indonesia. Selain itu, ada informasi bahwa ada kelompok yang tidak senang dengan Indonesia sebagai tuan rumah dan berencana untuk mengganggu jalannya festival.
"Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi," ucap Nara dengan tekad yang kuat saat berbicara dengan pihak kepolisian dan keamanan internasional. "Banyak orang telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk membuat festival ini menjadi sukses. Kita harus melindungi karya seni ini dan memastikan bahwa festival berjalan dengan lancar."
Pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa pencurian tersebut terkait dengan jaringan perdagangan seni ilegal yang telah beroperasi selama bertahun-tahun. Mereka juga menemukan bahwa kelompok yang ingin mengganggu festival memiliki hubungan dengan orang-orang yang dulu pernah mencoba menghancurkan program Bumi Kreatif Indonesia.
Apakah mereka akan berhasil menangkap pelaku dan menemukan karya seni yang hilang sebelum festival dimulai? Dan bagaimana cara mereka memastikan keamanan selama festival agar acara yang dinantikan ini bisa berjalan dengan sukses?
Selain itu, Sari mendapatkan kabar bahwa dia telah terpilih sebagai salah satu seniman muda yang akan memberikan pidato pembukaan di depan ribuan peserta dari seluruh dunia. Namun dia merasa sangat gugup karena akan berbicara dalam bahasa Inggris di depan banyak orang penting....