NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Reinkarnasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Khusayni

Di sebuah Galaksi, tepatnya di atas Planet terbesar yang ditumbuhi oleh banyak rerumputan.

Terlihat seorang pemuda tengah berdiri menatap Awan Reinkarnasi, pemuda itu ialah, Dewa Angin, Feng Shan Jian.

“Semuanya terbunuh, perang antar planet benar-benar membunuh semuanya.” Feng Shan berkata dengan nada sedih.


“Awan ini, Konon dapat membawa seseorang menemukan kebahagiaan yang dicari. Semoga di kehidupan selanjutnya, aku bisa membuat sebuah keluarga besar dan membawa keseluruhan keluarga naik ke atas.”

Feng Shan Jian mengucapkan sumpah tersebut dengan keras. Dia memasuki awan reinkarnasi dan menghilang dalam sekejap.

Silahkan ikuti, Perjalanan dari Dewa Angin.

(Note : Author Masih Pemula Fantim. Jadi banyak kesalahan dan pastinya perlu revisi.)

Update 2 kali sehari, Waktu tidak menentu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

[Chapter 33.]

[Pertempuran di Hutan.]

[Silahkan Dibaca.]

Hutan Wujing.

Xiao Fan melesat dengan cepat mengikuti jejak dari pasukan hitam yang telah membawa Ning Shui pergi. Dirinya melesat dengan cepat agar segera tiba di tempat pasukan hitam.

‘Bagaimana mereka bisa mengambil Shui’er?’ Pikiran Xiao Fan sekarang adalah itu. Dirinya bisa mengejar musuh, akan tetapi yang menjadi pertanyaan bagaimana bisa musuh mendapatkan putri itu.

Booommmmm.

Xiao Fan berhenti sebentar ketika ledakan di depannya terjadi. Debu menutupi suatu area di tempat tersebut.

Xiao Fan menatap dengan mata melebar, akan tetapi segera sadar dan fokus miliknya menjadi lebih tajam.

Xiao Fan terkejut, ketika melihat sosok monster besar dan panjang. Sosok itu bersisik hijau dengan iris mata emas, sekeliling matanya terdapat warna hitam dan merah. Sosok itu ialah Ular Hijau.

Namun, bagi Xiao Fan tahu ular milik siapa itu. Dirinya tidak bisa tidak terkejut, akan tetapi dengan cepat sadar dan tersenyum kecut melihat hal itu.

“Ibu...”

***

Sebelum Ledakan terjadi.

Gu Lin menatap ke arah 20 orang berjubah hitam. Dirinya menatap dengan tajam dan dingin. Dia mengalihkan pandangan ke arah Ning Shui yang pingsan.

Namun, Gu Lin tahu bahwa Ning Shui telah bangun sejak tadi dan tetap tenang. Dirinya tersenyum menyeringai dalam hati.

“Kalian sudah berani membawa anak angkatku. Maka bersiaplah untuk mati.”

Pohon-pohon mulai berubah menjadi berbagai ular. Namun, ular itu diam dan saling mendekat satu sama lain. Kemudian, terlihat ukuran ular menjadi semakin besar dan besar.

Ke-20 orang berjubah hitam terkejut akan hal itu. Dengan cepat, salah satu yang berada di depan berteriak, “Semuanya bersiaplah untuk bertarung!”

Wushhhhhh.

Semua orang berjubah langsung merubah diri mereka masing-masing. Ada juga yang mengeluarkan Roh Elemen senjata. Baik, kapak, pedang, belati, dan panah seluruhnya keluar.

Gu Lin mengabaikan hal itu, dirinya melihat Ning Shui tersenyum. Kemudian, tali yang mengikat putri tersebut lepas dengan cepat.

Orang berjubah hitam yang membawanya terkejut, akan tetapi segera pandangan miliknya berputar dengan cepat. Dia melihat tubuhnya yang berdiri di kejauhan, akhirnya dirinya sadar bahwa kepalanya sudah dipenggal.

Wushhhh.

Ning Shui melompat ke atas, dirinya tersenyum dengan ringan. “Jangan pernah meremehkanku.”

Ning Shui kemudian menatap ke arah ular, dia tersenyum senang dan merasa hangat dalam dirinya. “Terima kasih, Ibu. Telah menyelamatkanku.”

Gu Lin mendengar hal itu menaikkan sudut mulutnya dan membalas, “Kau adalah putriku, walaupun bukan kandung. Kau tetaplah putriku.”

Ke-19 orang berjubah hitam melihat temannya terbunuh, mengarahkan pandangannya ke arah Ning Shui dengan marah.

“Jlang kecil!” teriak jubah1 dengan marah, dia melesatkan pedang merah di tangannya menuju ke arah Ning Shui.

Wushhhhh.

Ning Shui melihat hal itu dengan tenang, kartu miliknya keluar dan dia lemparkan ke arah pedang tersebut.

Wushhh.

Boom.

“Ibu, Shui’er akan melawan sembilan orang ini.” Ning Shui berkata dengan serius, suaranya tidak kecil dan tidak besar. Namun, bisa terdengar oleh 19 orang berjubah hitam tersebut.

“Jlang... Kalian layani dia, aku akan menghancurkan Ular ini.” Master meraung dengan marah. Baru kali ini, dirinya dihina sedalam ini.

Gu Lin mengangguk dan mengayunkan ekornya ke atas. Semua orang berjubah hitam terkejut akan hal itu. Ning Shui sendiri tersenyum dan melesat pergi dari area pertarungan Ibunya.

Booommmmm.

***

Sekarang, terlihat Gu Lin melihat satu orang berjubah hitam yang masih berdiri, akan tetapi seluruh bajunya sobek semuanya. Sedangkan, sembilan orang jubah lainnya mati tanpa tersisa.

“Sebenarnya siapa kamu?” Master menatap Gu Lin dalam mode ularnya. Dirinya tidak bisa tidak penasaran. Bagaimanapun juga, musuh di depannya sangat kuat.

Gu Lin tidak menjawab, dirinya memunculkan dua ekor miliknya. Dia menatap Master dengan tajam dan menggunakan kemampuan kedua miliknya. ”Cambuk Ular.”

Wushhhhh.

Master terkejut melihat dua ekor ular melesat ke arahnya. Dengan ringan dirinya mengaum dan mengayunkan tangannya yang sudah berubah menjadi tangan Gorilla.

“Jlang!”

Boom Boom Boom Boom Boom.

Gorilla tidak bisa mengikuti kecepatan dari ekor ular tersebut. Dirinya kualahan dan terbaring di tanah terkena seluruh cambukan tersebut.

Master merasakan tubuhnya melebihi dari sakit, dia berusaha melihat ekor ular tersebut. Dirinya melihat sesuatu terlapisi oleh ekor itu.

‘Racun.’ Master benar-benar terkejut dan tak berdaya sekarang, dirinya seketika pasrah dan mati di tempat.

Gu Lin menghentikan serangan miliknya dan berubah ke bentuk manusianya. Dia mengibaskan rambutnya ke belakang. Kemudian dirinya mengambil pengikat rambut.

“Fan’er, keluarlah.” Gu Lin berkata dengan lembut, dirinya tersenyum manis menatap ke arah pohon dimana putranya berada.

Xiao Fan menatap ibunya, dia terpesona oleh ibunya tersebut. Dirinya benar-benar ingin memiliki istri seperti ibunya nanti.

‘Benar-benar cantik, semoga suatu saat aku mendapatkan perempuan seperti Ibu.’

Xiao Fan turun dan mendarat di depan Ibunya. Kemudian melihat sekitar dan mengerutkan keningnya ketika tidak menemukan Ning Shui sama sekali.

“Di mana Shui’er, Bu?” Xiao Fan tidak bisa tidak bertanya kepada ibunya. Gu Lin yang mendengar itu hanya menunjuk suatu tempat.

“Dia ke sana katanya ingin melawan sembilan orang sendirian. Apakah kau khawatir?”

Xiao Fan mengangguk dan berkata, “Fan’er khawatir, akan tetapi Fan’er membiarkannya. Ini adalah keinginan Shui’er, jadi Fan’er harus menghargainya.”

Gu Lin mengangguk, dia senang putranya paham akan hal itu. Dirinya menepuk dan mengusap kepala putranya tersebut. Xiao Fan menerima hal itu dengan senang.

***

Ning Shui menatap ke arah sembilan orang yang mengelilingi dirinya. Dengan tenang dia mengamati satu persatu musuhnya tersebut.

Ning Shui tersenyum dan kartu miliknya keluar. Sesuai arahan dari Xiao Fan sebelumnya, bahwa dia memiliki dua elemen yaitu air dan kayu. Sedangkan dirinya hanya bisa mengendalikan air saja.

Sembilan orang berjubah menatap Ning Shui dengan tajam, salah satu dari mereka kemudian maju dan berkata, “Menyerahlah, agar aku bisa mencicipi tubuhmu yang berkembang itu.”

Ning Shui mendengar itu memandang dengan jijik, lalu menggunakan kemampuan pertama miliknya. “Tubuhku hanya untuk satu orang, Kabut air.”

Boom Boom Boom Boom.

Ning Shui melempar kartu miliknya ke tanah empat kali dan meledak semuanya menciptakan kabut air.

Wushhhh.

Ning Shui melompat ke atas, dirinya tersenyum melihat bahwa serangannya benar-benar ampuh melawan musuh.

“Kemampuan kedua, Peluru kartu.”

Wush Wush Wush Wush Wush.

Berbagai kartu melesat dengan cepat ke arah kabut air tersebut. Lima orang berjubah hitam menyadari akan hal itu, mereka bisa menahan napas di kabut air, jadi dengan cepat lima orang itu memasuki mode bertahan.

Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.

“Arhhhh.” Teriakan empat orang berjubah hitam benar-benar keras. Mereka berempat mati seketika.

Lima orang berjubah hitam yang sudah menahan serangan kartu tersebut, segera melompat dengan keras ke atas.

Wush Wush Wush Wush Wush.

Ning Shui menyadari akan hal itu, dirinya tersenyum karena musuhnya bukan musuh sembarangan. Kartu miliknya bercahaya, air keluar dari kartu tersebut.

“Seperti yang diajari oleh Xiao Fan, air akan menjadi kuat jika terkompres menjadi padat.”

Tangan Ning Shui bergerak membentuk lingkaran, air mengikuti gerakan tangan itu. Perlahan-lahan air mulai menyusut dan memadat dengan jelas.

“Sekarang.”

Bushhhhh.

Ning Shui mengarahkan tepat kelima orang berjubah hitam yang sedang mengudara. Air melesat dengan cepat dan mengenai kepala salah satu berjubah hitam.

Jlebbb.

‘Semakin merah semakin padat air.’ Ning Shui mengingat dan mengarahkan air ke setiap tubuh dari kelima orang berjubah hitam tersebut.

Kelima orang itu tidak berdaya dan seluruh tubuhnya berlubang tanpa tahu penyebabnya.

Ning Shui berkeringat deras, kekuatan air benar-benar menguras banyak Qi nya. Dia seketika lelah dan akan jatuh ke belakang.

Wushhhh.

“Kerja bagus, Shui’er.”

[To be Continued.]

Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

Thank you Minna-san.

1
Edi Sulaiman
bosen bos ngebacanya, bnyk yg gk jelas spt koin dan juga tngkatan kultivasi,
Edi Sulaiman
thor tidak dijelasksn disini tentang koin pebayaran koin emas persk atau perunggu..!"
Edi Sulaiman
Baca aja...🤭🤭🤭
Edi Sulaiman
thor per chapter nya terlalu pndek,!".
Eyang Kakung
lama2 bosan juga karena kurang greget 🙏
Eyang Kakung
setiap narasi dan diskripsi dalam chapter seperti ada yg hilang dan terputus benang merah antar plot, akibatnya alurnya terasa ngambang 🙏
Eyang Kakung
author harus memahami arti dari penggunaan akhiran seperti kan, an dll, karena arti kata dari ditancapi dengam ditancapkan berbeda 🙏
Eyang Kakung
dengan asal menyebut jenis elemen itu membuktikan betapa sedikitnya wawasan seorang tetua justru akan berakibat fatal
Eyang Kakung
suatu pembelajaran bahwa didalam 1 klan belum tentu semuanya berjiwa bagus, alamoun sudah memberikan kiasan melalui telor bahwa dalam 1 petarangan selalu ada saja yg busuk
Efendi Siantar
pertanyaan bodoh.... bukannya xiao fan reinkarnasi dewa angin? tentunya hal sepele hanya sekedar utk mengenali binatang roh
Jhonny Afrizon
cerita agak gak jelas,akhir dr masalah desa Feng cuma begitu doang,,hah segitu misteriusnya di buat,berakhir cuma biasa aja,wkwkwk
Jhonny Afrizon
baru 6 THN Thor,masih TK,bagaimana bisa kok udah jadi guru,hahaha,,fantasi yg berlebihan🤣
Salman Kepri
hajar tor
Salman Kepri
hajar terus tor
Salman Kepri
gas tor
Hary
terlalu lama & banyak makan bab
kesan bertele tele...
Salman Kepri
lanjutkan tor
Iskandar Yunaeni
Menarik nih
Agen One: Ayo mampir kak, kali aja suka sama cerita fantasi timur
total 1 replies
Ama Zon
lanjut thor⚡🔨⚡🔨⚡🔨⚡🔨
Ama Zon
mantap thor⚡🔨⚡🔨⚡🔨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!