NovelToon NovelToon
ISTRI KEENAM

ISTRI KEENAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Office Romance
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Sisi Caldwell dipaksa keluarganya mengikuti pesta kencan buta demi menyelamatkan perusahaan, hingga terpilih menjadi istri keenam Lucien Alastor, miliarder dingin yang tak percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

TOK! TOK!

Sisi terbangun dengan kesal akibat ketukan berulang di pintu. Matanya masih berat saat ia bangkit dari tempat tidur.

Tanpa banyak pikir, ia membuka pintu. Seorang pelayan berdiri di sana.

“Nyonya Muda, Anda dipanggil ke bawah,” ucap pelayan itu sopan.

“Oke,” jawab Sisi singkat.

Apa-apaan ini… Padahal ia berniat tidur siang dengan damai. Namun ia teringat aturan tak tertulis di rumah ini, tidak boleh absen dari waktu makan bersama.

Dengan enggan, Sisi mandi dan mengenakan Dress biru dengan drawstring. Rambutnya ia keringkan seadanya tanpa riasan wajah. Ia tidak berniat ke mana-mana, jadi tak ada alasan untuk berdandan.

Setelah siap, Sisi turun ke bawah. Setiap pelayan yang dilewatinya ia sapa dengan senyum. Alasannya sederhana, Raja Neraka itu sedang tidak ada di rumah. Tidak ada Lucien, berarti tidak ada yang bisa merusak harinya.

“Selamat pagi,” sapa Sisi ceria.

“Kau terlihat bahagia, Nak,” ujar Lady sambil tersenyum.

“Aku juga melihatnya,” sambung ayah Lucien.

“Entahlah apakah kau masih sebahagia itu kalau tahu Lucien sedang sangat marah, Kak,” ujar Lyra dengan wajah cemberut.

Sisi mengerutkan kening.

“Marah? Kenapa?”

“Karena ponselmu tidak bisa dihubungi,” jelas Lyra cepat. “Kak, semalam dia meneleponku berkali-kali hanya untuk bertanya apakah kau sudah pulang. Lalu pagi ini jam lima dia menelepon lagi karena ponselmu masih mati. Ya Tuhan, malamku hancur, pagiku juga!”

Sisi menahan diri agar tidak tertawa. Ia bingung harus merasa kasihan atau geli.

“Tapi… kenapa?” tanya Sisi lagi.

“Mungkin dia merindukanmu,” goda Lady.

Sisi langsung meringis.

Mustahil.

“Kubilang, Kak, buka--”

Kring… kring…

Lyra terhenti karena ponselnya berdering. Jantung Sisi langsung berdegup. Ia sudah tahu siapa peneleponnya.

Ia berdoa dalam hati, semoga yang datang bukan omelan, tapi… ah sudahlah, terlalu berharap.

Wajah Lyra berubah-ubah saat mengangkat telepon.

“Apa?… Sedang makan… Lucien?… Baiklah… akan kuberikan…”

Lyra menyerahkan ponsel itu pada Sisi.

Sisi menghela napas panjang sebelum menempelkan ponsel ke telinganya.

“Ha--”

Belum sempat menyelesaikan sapaan, suara itu langsung menyerang.

“Kau, wanita! Di mana ponsel sialanmu? Kau tahu sudah berapa kali aku menelepon benda tidak berguna itu?” bentak Lucien.

“Wow. Selamat pagi juga,” balas Sisi sarkastis.

“Begitulah caraku menyapamu.”

“Bisakah kau sedikit tenang? Aku tahu kau sangat merindukanku, tapi sabarlah demi masa depan kita,” kata Sisi, nyaris muntah dengan ucapannya sendiri dan tertawa kecil karena yakin Lucien pasti mendidih.

“APA YANG KAU KATAKAN, WANITA?!”

Sisi cepat menjauhkan ponsel dari telinga. Takut api keluar dari sana.

“Aku juga merindukanmu,” tambah Sisi santai.

Ia tahu kedengarannya konyol, tapi menjahili Lucien terasa menyenangkan, apalagi saat pria itu tidak ada di hadapannya.

“Jangan uji kesabaranku. Bersiaplah saat aku pulang,” ancam Lucien.

“Oh, sungguh? Aku akan bersiap. Katakan saja kapan kau pulang, supaya aku bisa menyiapkan pakaian tidurku yang sexy untukmu,” ucap Sisi dengan nada manja yang dipaksakan.

“SIAL KAU--”

Klik.

Sisi menutup telepon lebih dulu.

Ia baru sadar semua mata kini tertuju padanya. Lady, Lord, dan Lyra menatapnya dengan mulut sedikit terbuka.

“Kalian tidak apa-apa?” tanya Sisi bingung.

Ketiganya menarik napas bersamaan dan refleks meneguk air.

“Nak… tadi kau benar-benar bicara dengan Lucien?” tanya Lady perlahan.

Sisi mengangguk.

“Kak… apa benar Lucien bilang ‘aku merindukanmu’?” tanya Lyra tidak percaya.

Sisi tertawa.

“Oh tentu saja tidak,” jawabnya sambil menggeleng. “Dengan sifat Lucien, apa kalian pikir dia akan berkata begitu padaku? Mustahil. Lebih mungkin aku menang lotre.”

Ia tertawa kecil.

“Aku hanya menggodanya.”

Ketiganya saling pandang, lalu mengangkat bahu.

Setelah makan siang, Sisi pamit naik ke atas. Ia langsung menuju kamarnya dan mengambil ponselnya dengan kesal.

Baru saat itu ia teringat, semalam ia mematikannya karena terlalu kesal pada Lucien.

1
Mira Hastati
bagus
Enong Nuraini
iyaa kenapa buka selvar sja yg di jodohkan dneg. lucien🤭
Enong Nuraini
kasian sisi
cutriara
seru
Surmanti Surmanti
kenapa gambar novelnya diubah? padahal gambar awal lebih cocok dengan karakter Lucien yg datar, dingin 🤭
Ana Akhwat
Miris juga seorang perempuan berstatus istri tapi kelakuannya pada laki-laki lain seperti perempuan murahan
Ana Akhwat
🤣🤣🤣astage sisi sungguh luar biasa usilmu
Ana Akhwat
Bagus Sisil tingkat kan sifat tengilmu biar si Lucian yang sombong itu bertekuk lutut padamu
Ana Akhwat
Saya suka sikap sisi yang berani😁
kalea rizuky
emang kayak lacur
kalea rizuky
sisi kayak lacur
kalea rizuky
MC sok kuat tp ngemis ngemis males ddh
Nesysila_088
/Drool/
fau.syifa20
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!