NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Tinta Emas di Tanah Gurun

BAB 25: Tinta Emas di Tanah Gurun

Hari ketiga di Gulfood Expo Dubai tahun 2026 terasa seperti puncak dari semua kelelahan yang Nayla tumpuk sejak jam tiga pagi di ruko sempitnya. Paviliun Indonesia kini tidak lagi sepi. Berkat viralnya video "Gadis Pengulek di Dubai" di media sosial internasional, booth Basreng Matahari menjadi destinasi wajib bagi para pencari camilan unik. Namun, bagi Nayla, pameran ini bukan sekadar mencari pujian, melainkan mencari kontrak yang akan mengamankan masa depan ratusan orang yang kini bergantung padanya.

Seorang pria berkebangsaan Lebanon dengan setelan jas abu-abu mahal, Mr. Hassan, kembali mendatangi booth Nayla. Ia adalah pemilik Al-Zaitun Distribution, salah satu distributor makanan terbesar di Timur Tengah.

"Mbak Nayla, saya sudah mencicipi sampel Anda berkali-kali. Rasanya konsisten, dan sertifikasi halal Anda sangat solid," ujar Mr. Hassan melalui penerjemahnya. "Saya siap menawarkan kontrak eksklusif untuk mendistribusikan Basreng Matahari ke seluruh Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Nilainya... lima ratus ribu Dollar Amerika untuk tahun pertama."

Nayla merasa paru-parunya berhenti bekerja sejenak. Lima ratus ribu Dollar? Di tahun 2026, itu setara dengan miliaran rupiah. Jumlah yang bisa membangun pabrik yang jauh lebih besar dari rukonya saat ini. Ibunya, yang berdiri di sampingnya, tampak hampir pingsan karena tidak percaya mendengar angka tersebut.

Namun, Mr. Hassan belum selesai. "Syaratnya, Anda harus memproduksi produk ini dengan nama merek kami, Desert Spice, dan menghapus nama Matahari dari kemasannya. Kami ingin ini terlihat seperti produk lokal premium kami."

Senyum Nayla perlahan memudar. Ia menatap kaleng emas bertulisan "Basreng Matahari" yang ia desain bersama Aris dengan penuh perjuangan. Menjual produk dengan sistem White Label seperti ini memang umum dalam bisnis, tapi bagi Nayla, ini seperti menjual nama keluarganya sendiri.

"Maaf, Mr. Hassan," ujar Nayla tenang, menatap mata sang investor. "Saya sangat menghargai tawaran besar Anda. Tapi 'Matahari' bukan sekadar merek bagi saya. Itu adalah filosofi hidup saya dan martabat Ibu-ibu di desa saya. Saya ingin dunia mengenal produk ini sebagai produk asli Indonesia. Saya tidak keberatan jika Anda menjadi distributor tunggal, tapi nama Matahari harus tetap ada di sana."

Mr. Hassan tampak terkejut. Jarang ada pengusaha kecil yang berani menolak uang sebanyak itu demi sebuah nama. Suasana di booth mendadak tegang. Ibunya memegang lengan Nayla, seolah ingin mengingatkan betapa besarnya uang yang sedang dipertaruhkan. Namun, Nayla tetap bergeming. Ia ingat betapa kerasnya ia berjuang agar nama "Matahari" tidak lagi diremehkan oleh orang-orang seperti Riko atau pemilik ruko yang dulu mengusirnya.

Setelah keheningan yang lama, Mr. Hassan tertawa kecil. "You have a strong heart, Young Lady. Most people here would sell their soul for that check. Baik, saya suka keberanianmu. Kita akan gunakan sistem Co-Branding. Nama Matahari akan tetap ada di kemasan bersanding dengan logo kami. Kita tanda tangani MoU sekarang?"

Air mata kelegaan tumpah dari mata Nayla. Ia mengambil pulpen emas yang disediakan panitia dan membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen tersebut. Ini adalah tinta emas pertamanya di tanah gurun. Ia baru saja mengamankan masa depan perusahaannya tanpa harus kehilangan jati dirinya.

Sore harinya, setelah pameran ditutup, Nayla dan ibunya berjalan-jalan di tepi air mancur Burj Khalifa. Cahaya lampu kota Dubai yang megah terpantul di permukaan air. Ibunya memeluk Nayla erat di tengah keramaian turis dari berbagai dunia.

"Nay, Ibu minta maaf ya," bisik ibunya pelan.

"Minta maaf buat apa, Bu?"

"Dulu Ibu sempat ragu sama kamu. Ibu sempat marah saat kamu beli mesin mahal dan ruko besar. Ibu pikir kita akan jatuh miskin lagi. Tapi hari ini, melihat orang-orang Arab itu mengantre buat makan masakan kita... Ibu sadar kalau kamu memang benar-benar sinar matahari buat keluarga kita."

Nayla memeluk ibunya lebih erat. Rasanya semua beban selama bertahun-tahun ini menguap tertiup angin gurun yang sejuk. Di tahun 2026, Nayla telah membuktikan bahwa takdir tidak hanya bisa diubah, tapi bisa dibentuk ulang sesuai dengan seberapa keras kita berani bermimpi.

"Jangan pernah menjual namamu hanya demi angka di dalam cek. Karena saat namamu hilang, jiwamu pun ikut pergi. Hari ini di Dubai, Matahari membuktikan bahwa ia bisa bersinar di mana saja tanpa harus mengganti warnanya. Kontrak besar sudah di tangan, tapi perjuangan yang sebenarnya baru dimulai. Kami pulang bukan hanya membawa uang, tapi membawa martabat. Terima kasih, Dubai, karena telah mengajarkan bahwa pedasnya perjuangan akan selalu membuahkan hasil yang manis."

Ia menatap langit malam Dubai yang penuh bintang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!