NovelToon NovelToon
I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Nouna Vianny

Elia menikah dengan Dave karena perjodohan, tanpa cinta dan tanpa pilihan. Di malam pertama, Dave membuat perjanjian pernikahan yang menegaskan bahwa Elia hanyalah istri di atas kertas. Hari-hari Elia dipenuhi kesepian, sementara Dave perlahan menyadari bahwa hatinya mulai goyah. Saat penyesalan datang dan kata “I’m sorry, my wife” terucap, akankah cinta masih bisa diselamatkan, atau semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Vianny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan

Tubuh Elia meremang jantung nya berdegup tak beraturan. Bibir Dave menempel dengan bibirnya. Rasanya begitu hangat melawan dingin nya angin laut. Elia merasakan sesuatu yang tak biasa. Sentuhan yang belum pernah ia dapatkan dari seorang laki-laki.

Seketika keduanya menjadi pusat perhatian. Tatapan warga lokal tertuju pada mereka, penuh rasa ingin tahu. Menyadari hal itu, Elia mendorong tubuh Dave perlahan.

“D-Dave, ada apa denganmu?” ucapnya lirih. Namun Dave seolah tak mendengar. Ia kembali mendekat, hendak mencium Elia lagi, tapi gadis ia menahannya.

“Lebih baik kita kembali ke kamar,” katanya pelan sambil meraih tangan Dave, berusaha mengajaknya pergi sebelum keadaan makin canggung.

Billy dan Angel yang menyaksikan itu saling bertukar pandang. "Sudah biarkan saja, mungkin mereka ingin menghabiskan malam berdua". Ujar Angel. Kemudian kembali meneguk bir dan kulit kacang nya.

Pintu kamar ditutup rapat. Elia mendudukkan Dave di tepi ranjang. Ada sesuatu yang terasa tidak beres. Ini bukan sekadar pengaruh alkohol. Dave bukan baru kali ini meneguk minuman keras. Bahkan biasanya ia hampir tak menunjukkan tanda mabuk meski telah minum banyak.

“Elia… kumohon, tolong aku. Aku tidak bisa menahannya,” ucap Dave lirih dengan sorot mata memohon.

Elia menelan ludah. “Dave, ini bukan dirimu. Ada apa denganmu?” Suaranya bergetar. Ia masih tak yakin pria di hadapannya adalah suaminya yang ia kenal. Dalam benaknya, terlintas ketakutan irasional. Apakah Dave dirasuki sesuatu? Roh yang konon mendiami pantai ini?

“Oh, ayolah, Sayang. Ini aku, suamimu,” ujar Dave. Tiba-tiba ia menarik lengan Elia hingga wanita itu jatuh ke dalam pelukannya. Kedua tangan Dave menangkup wajah Elia, lalu bibirnya menyentuh bibir sang istri.

Elia terperangah. Ada rasa bahagia yang sempat menyelinap ,sentuhan yang ia rindukan. Namun ketakutan segera menelannya. Ia menginginkan Dave, tapi bukan seperti ini. Bukan dengan tatapan asing dan sikap yang membuatnya tidak nyaman.

"Dave, kumohon hentikan! Ini bukan dirimu, lagi pula aku sedang datang bulan". Lirih Elia. Seketika kedua mata Dave membulat dengan pandangan menatap istrinya. Dan itu semakin membuat Elia takut.

"Elia, Sayangku. Aku mohon tolong keluarkan milikku ini sangat mengganggu. Jantung ku bahkan seperti berdetak kencang". Pinta Dave. Elia baru sadar jika perempuan tadi mungkin penyebabnya. Ia yakin jika ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam minuman nya.

"T-tapi Dave bagaimana caranya? Aku sedang datang bulan". Ujarnya polos.

Dave mengangkat Elia ke sisi nya, lalu ia membisikkan sesuatu yang membuat bulu kudung Elia merinding. "Kau serius?" tanya Elia memastikan. Dave hanya mengangguk setuju.

Ia kemudian bangun dengan kedua lutut bertumpu di atas tempat tidur. Membuka semua pakaian nya hingga terlihat milik nya yang sudah menegang. Elia menelan ludah. Baru kali pertama ia melihat milik suaminya itu dan ukuran cukup besar.

"T-tunggu sebentar" Elia menahan tubuh Dave saat ia ingin kembali menyentuh. "Aku, aku tidak bisa bagaimana caranya?" ujarnya dengan polos.

"Anggap saja kau sedang menikmati sebatang ice cream". jelas Dave

"B-baiklah aku akan mencoba nya".

Dave kembali menyentuh istrinya, kecupan yang saling membelit lidah dan bertukar liur sama sekali. Elia merasakan miliknya basah. "Dave" ucapnya lirih.

"Nikmati ini sayang". ujar Dave sambil membuka kaos yang dikenakan oleh istrinya. Tangan melingkar ke belakang membuka besi pengait busa pelindung kedua benda padatnya yang kenyal.

"Ah!" suara desahan mulai terbit dari mulut Elia. Tubuhnya menggeliat sambil menaikkan pinggang nya saat Dave mencucup bagian yang menonjol secara bergantian.

Puas bermain-main disana Dave mengarahkan miliknya ke mulut Elia. Seketika wajah istrinya memerah karena baru kali pertama. Namun ia mengikuti insting dan ucapan Dave jika ia harus menganggap itu seperti sebatang ice cream.

Tak terasa permainan itu dapat memuaskan Dave meski hanya dengan bibir Elia. Saat pagi menjelang kedua nya masih tertidur pulas di bawah selimut tebal dengan saling berpelukan.

Suara kicau burung berpadu dengan sinar matahari yang menyelinap masuk melalui celah-celah ventilasi, perlahan membangunkan keduanya. Mata mereka terbuka hampir bersamaan, namun belum ada kesadaran bahwa jarak di antara mereka begitu dekat.

Dave lebih dulu melirik ke samping, lalu menguap malas. “Astaga!,” katanya tiba-tiba

Elia tersentak. Ia langsung terduduk, napasnya tercekat.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Dave panik, refleks ikut bangkit saat melihat reaksi Elia.

Elia menatapnya, campuran antara bingung dan kecewa jelas tergambar di wajahnya.

“Dave… kau sungguh tidak ingat?” ucapnya lirih.

Dave terdiam. Ingatannya berputar, potongan demi potongan malam sebelumnya kembali menghantam kesadarannya. Ia menegang saat menyadari apa yang telah terjadi. Ia telah meniduri Elia, meski tak sampai pada penyatuan yang lebih dalam.

“Aku kira itu cuma mimpi,” gumamnya pelan sambil mengusap wajahnya dengan kasar, seolah berharap bisa menghapus kenyataan.

“Aku sudah berusaha menyadarkan mu,” ujar Elia, suaranya sedikit bergetar. “Tapi kau seperti orang kerasukan… sama sekali tak bisa dikendalikan.”.

Dave mengutuk dirinya sendiri. Ia teringat jelas pada ucapannya. Janji bodoh yang ia buat bahwa ia tak akan pernah menyentuh Elia sampai kapan pun. Namun kenyataan justru menamparnya tadi malam. Mereka telah saling menyentuh, melampaui batas yang ia yakini akan selalu ia jaga, meski belum sampai pada penyatuan yang sepenuhnya.

"Maafkan aku, Elia. Aku telah melanggar janjiku sendiri". Ucapnya dengan penuh kekecewaan.

Elia menghela napas panjang. "Kau tidak perlu minta maaf Dave, jika kau ingin aku membuat mu melakukan hal itu lagi, aku bersedia. Karena aku istri mu. Sudah seharusnya".

Dave menggeleng pelan, tatapannya menahan Elia dengan sorot yang sulit diartikan.

“Aku ini laki-laki, El. Aku bisa melakukannya tanpa cinta,” ucapnya lirih, nyaris dingin. Lalu jeda sekejap. “Tapi… apa kau mau?”

Elia tak menjawab. Ia justru bangkit dari tempat tidur, membiarkan seprai melorot tanpa sedikit pun usaha menutup dirinya. Bukan karena berani, melainkan karena hatinya sudah terlalu penuh untuk peduli. Dave memerhatikan nya dalam diam, sementara Elia melangkah menuju kamar mandi.

Pintu bilik tertutup. Keran diputar. Air mengalir deras, membasahi tubuh Elia, menyamarkan isak yang akhirnya lolos dari bibirnya. Ia menunduk, membiarkan air dan air mata menyatu, jatuh tanpa bisa dibedakan lagi. Dadanya sesak bukan oleh keinginan, melainkan oleh kalimat Dave yang terus terngiang.

"Sialan! Ini pasti karena wanita jalang semalam" umpat Dave. "Maafkan aku Elia, kau harus merasa sakit hati kembali dengan ucapan ku".

Selepas mandi, Elia kembali mengenakan pakaian andalannya yaitu kaos oblong dan celana pendek selutut, dengan rambut yang digulung rapi. Ia tak lupa mengoleskan sunscreen ke seluruh wajah serta lip gloss agar bibirnya tidak tampak pucat.

Seolah tak pernah ada kata-kata maupun kejadian apa pun sebelumnya, Elia kembali bersikap seperti biasa. Ia melayani Dave dengan baik, menuangkan air minum dan menata makanan yang telah tersedia di atas meja. Kini mereka berempat tengah menikmati hari terakhir bersama, menyantap makan siang di tepi pantai.

Hari ini terakhir kita berlibur. Semoga lain waktu kita bisa mengadakan liburan keluarga seperti ini lagi,” ucap Angel.

“Iya, dan lain kali kita ajak Mom,” timpal Elia.

Selama berlibur keempatnya juga tak lupa memberi kabar melalui grup obrolan keluarga. Sarah sesekali mengirim pesan suara, mengungkapkan kerinduannya pada anak dan menantu. Ya, meski jarak dan waktu memisahkan, komunikasi mereka tetap terjaga.

Menjelang sore, keempatnya mulai mengemasi barang-barang mereka. Tiket telah dipesan sehari sebelumnya oleh Billy melalui aplikasi.

“Pastikan tidak ada yang tertinggal,” ujar Dave mengingatkan.

Elia mengecek seluruh ruangan, termasuk bilik mandi. Ponsel dan semua barang pribadinya sudah dimasukkan ke dalam tas dan koper.

“Aman, semuanya sudah aku masukkan ke dalam koper,” ucapnya. Namun langkahnya terhenti sesaat saat hendak meninggalkan kamar. Pandangannya tertuju pada tempat tidur, bayangan dirinya yang masih teringat saat Dave menyentuhnya dengan begitu hangat.

“Hei, ayo!” suara Dave membuyarkan lamunan Elia. Ia mengerjap pelan, lalu membuntuti Dave yang telah lebih dulu menarik kopernya.

Billy mengucapkan terima kasih kepada pemandu wisata sambil memberikan uang tip sebagai bonus. “Terima kasih, Tuan. Semoga selamat sampai tujuan. Hubungi kembali saya jika Anda ingin mengunjungi Maldives lagi,” ujarnya.

“Tentu saja,” sahut Billy lalu berpamitan, di susul dengan yang lainnya.

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dan pengambilan tiket, mereka menunggu di ruang VIP sambil menikmati makan sore. Tak lama kemudian terdengar suara pengumuman untuk keberangkatan maskapai yang akan mereka naiki. Keempatnya bersiap untuk segera kembali ke tanah air.

....

Bangkok

Liburan yang meninggalkan banyak kesan itu akhirnya usai. Kini Dave dan Elia telah tiba di rumah mereka pada dini hari. Lisa, yang menyadari kepulangan majikannya, segera bangun dan menyambut keduanya dengan ceria. Ia membantu membawakan barang bawaan Elia dari bagasi mobil.

“Dave, kau ingin ku buatkan susu?” tanya Elia saat Dave menaiki anak tangga.

“Tidak perlu, terima kasih,” sahutnya dingin, lalu melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam kamar.

Dave masih teringat bayangan saat ia menyentuh tubuh Elia. "Bisa-bisanya aku melakukan itu dengannya," umpatnya pelan. Ada rasa penyesalan yang bercampur dengan kepuasan, membuatnya semakin bingung menghadapi perasaannya sendiri.

Kantuk mulai menggelitik kedua mata Dave. Setelah membersihkan diri sejenak, ia naik ke atas tempat tidur dan memejamkan mata.

Namun hal itu berbeda dengan Elia. Wanita itu masih terjaga, tersenyum sendiri. Andai saja ia tidak sedang kedatangan tamu bulanan, mungkin Dave sudah menembus dinding pertahanannya.

Senyum itu perlahan pudar saat teringat ucapan Dave, bahwa ia bisa melakukan semua itu tanpa cinta. Seakan harapan dan kebahagiaan yang sempat ia rasakan menghilang begitu saja.

1
Nnar Ahza Saputra
klw ada yg lebih baik dari Dave, mending tinggal kn..elia bisa hidup mandiri.. daripada bertahan yg ada hnya sakit hati,,
Vianny: Hallo Kak Nnar terimakasih sudah membaca tulisanku semoga suka ya dengan ceritanya. 🥰
total 1 replies
partini
hati seorang istri yg lemah lembut kaya lelembut ya gini, biar pun lihat dengan mata kepala nya suaminya lagi bercinta behhhh is ok is ok
partini: Thor komen buat karakter nya di novel bukan menerka" alurnya kalau tidak ya bagus bearti dia wanita yg BADAS 👍
total 2 replies
partini
coba nanti kalian tau kalau anakmu bermain lendir Weh,
Dave karakter sangat kuat sdngkn istri melohoyyy apa dia bias marah
kalau bisa Weh luar biasa lain ini Thor
kenal mama Reni ga
partini: author lama di sini Thor spesialis rumah tangga tiga orang ,tapi Endingnya hampir sama semua back together again
total 2 replies
Vianny
Iya😄
partini
itu tiga cogan siapa Thor, temennya Dave
lover♥️
nanti juga nyesel tuh Dave minta kesempatan yg sudah" kaya gitu bilang i love khilaf dll
Vianny: Pasti, karena penyesalan itu muncul selalu di akhir 🤭
total 1 replies
partini
oh betul ternyata bermain lendir weleh
uhhh istri sah dapat Otong sisa 🤭
Vianny: Xie xie 🥰🥰
total 3 replies
partini
menarik ini cerita,apakah setelah puas bermain lendir dengan Bianca dan sesuatu terjadi dia antar mereka berdua datang penyesalan di hati Dave dan ingin kembali ke istri bilang minta maaf ,,
semoga berbeda ini cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!