NovelToon NovelToon
SETELAH KAMU MENJADI ASING

SETELAH KAMU MENJADI ASING

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Diam-Diam Cinta / Mantan / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sefna Wati

Menjadi orang asing adalah satu-satunya cara kita bisa bekerja sama tanpa harus saling menghancurkan lagi."
Lima tahun lalu, Maya pergi membawa luka yang tidak sempat ia jelaskan. Ia mengira waktu dan jarak akan menghapus segalanya. Namun, takdir memiliki selera humor yang pahit. Maya dipaksa kembali ke hadapan Arlan Dirgantara—pria yang kini menjadi sosok dingin, berkuasa, dan penuh kebencian.
Arlan bukan lagi pria hangat yang dulu ia cintai. Arlan yang sekarang adalah klien sekaligus "penjara" bagi karier Maya. Arlan menuntut profesionalisme, namun tatapannya masih menyimpan bara dendam yang menolak padam.
Di tengah proyek renovasi rumah tua yang penuh kenangan, mereka terjebak dalam permainan pura-pura. Berpura-pura tidak kenal, berpura-pura tidak peduli, dan berpura-pura bahwa getaran di antara mereka sudah mati.
Mampukah mereka tetap menjadi asing saat setiap sudut ruangan mengingatkan mereka pada janji yang pernah terucap? Ataukah kembali mengenal satu sama lain justru akan membu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefna Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Tamu dari Masa Lalu

Kehidupan tenang di Dago yang baru saja dimulai, terusik oleh sebuah surat fisik yang datang tanpa perangko, hanya tergeletak di atas kotak pos kayu depan gerbang. Maya, yang sedang menikmati teh camomile untuk meredakan mual paginya, mengernyitkan dahi saat melihat logo pada amplop itu.

Sebuah lambang bunga krisan hitam.

"Lan, kamu kenal lambang ini?" tanya Maya saat Arlan turun dari lantai dua dengan kemeja kerjanya.

Arlan yang tadinya sedang merapikan jam tangan, mendadak berhenti bergerak. Wajahnya yang tenang seketika menegang. Ia menyambar amplop itu dari tangan Maya dan membacanya dengan cepat.

"Jangan bilang ini soal kakekmu lagi," bisik Maya cemas.

"Bukan Richard," Arlan meremas surat itu. "Ini soal ibuku, May. Wanita yang selama ini kita kira meninggal karena sakit saat aku masih kecil."

Maya terperangah. "Maksudmu... Ibu kandungmu masih hidup?"

Arlan tidak menjawab. Ia berjalan menuju jendela besar, menatap jalanan Dago yang berkelok. "Surat ini dari organisasi bernama The Chrysanthemum. Mereka adalah pemberi dana terbesar di balik Proyek Merapi. Dan mereka mengklaim bahwa ibuku bukan meninggal, tapi 'diambil' sebagai jaminan atas hutang ayahku yang belum lunas."

Suasana ruangan yang hangat itu mendadak menjadi dingin. Maya mendekati Arlan, mengusap punggung suaminya. "Apa mereka minta tebusan?"

"Lebih buruk dari itu, May," Arlan berbalik, matanya memancarkan kilat yang berbahaya. "Mereka minta aku menyelesaikan proyek yang belum selesai. Mereka ingin aku membangun sebuah 'arsitektur bayangan'—sebuah bunker rahasia di bawah tanah Jakarta yang bisa menahan ledakan nuklir. Dan jika aku menolak, mereka akan mengirimkan 'hadiah' berupa nyawa orang terdekatku."

Maya memegang perutnya yang masih rata. Ancaman itu terasa jauh lebih nyata sekarang karena ia sedang mengandung.

Tiba-tiba, suara bel gerbang berbunyi. Melalui monitor CCTV, mereka melihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian serba hitam dan kacamata gelap berdiri di sana. Ia membawa sebuah koper kecil.

"Siapa dia?" bisik Maya.

Arlan membuka pintu depan dengan waspada. Wanita itu melepas kacamatanya, menyingkap mata yang sangat mirip dengan mata Arlan—tajam, namun penuh dengan duka yang mendalam.

"Halo, Arlan. Kamu tumbuh besar persis seperti ayahmu," ucap wanita itu dengan suara yang tenang namun bergetar.

Arlan mematung. Senjata yang tadi sempat ia sembunyikan di balik pinggangnya hampir terjatuh. "Ibu?"

Wanita itu tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak sampai ke mata. "Aku datang bukan untuk reuni keluarga, Arlan. Aku datang untuk memperingatkanmu. Mereka sudah tahu tentang istrimu yang sedang hamil. Dan mereka tidak akan berhenti sampai Proyek Merapi dihidupkan kembali."

Maya keluar dari balik bayangan pintu, menatap wanita yang seharusnya sudah meninggal puluhan tahun lalu itu. "Kenapa Ibu baru muncul sekarang?"

"Karena sekarang, rahasia itu bukan lagi milik keluarga Dirgantara," wanita itu menatap Maya dengan pandangan yang sulit diartikan. "Tapi rahasia itu mengalir di dalam darah janin yang kamu kandung, Maya. Anak kalian adalah kunci terakhir untuk membuka brankas digital Proyek Merapi yang sebenarnya."

Arlan menarik Maya ke belakang punggungnya. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh keluargaku. Termasuk Ibu."

"Maka bersiaplah, Arlan," wanita itu memberikan kopernya kepada Arlan. "Di dalam sini ada daftar orang-orang yang sudah disusupkan ke dalam perusahaanmu dan rumah sakit ibumu. Perang yang sesungguhnya baru saja dimulai."

Wanita itu kembali memakai kacamatanya dan berjalan pergi menuju mobil hitam yang menunggu di tikungan, meninggalkan Arlan dan Maya dalam kebisuan yang mencekam.

Rumah Dago yang baru mereka bangun dengan penuh harapan, kini kembali terasa seperti sangkar emas yang dikelilingi oleh pemangsa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!