NovelToon NovelToon
Dipaksa Jadi Yang Kedua

Dipaksa Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Keinginan Zella, dia ingin tetap menjalani kehidupan tenang dan damainya dengan status janda. Namun hal itu terbentur oleh keadaan yang memaksanya harus menjadi istri kedua pria yang tak dia kenal. Zella dipaksa keadaan masuk dalam rumah tangga orang lain.

Hal ini sangat Zella benci, biduk rumah tangganya dulu hancur karena orang ketiga, namun kini dirinya malah jadi yang ketiga. tapi Zella tak berdaya menolak keadaan ini.

Akankah kehidupan damai berpoligami bisa Zella jalani dengan keluarga barunya? Ataukah malah masuk ke dalam sebuah neraka yang tak berdasar? Ataukah ada keajaiban yang membuka jalan pilihan lain untuk Zella, agar tak masuk dalam paksaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Bertemu Calon Suami dan Calon Madu

Di sebuah rumah besar, keadaan cukup tegang. Laki-laki yang duduk di kursi roda itu memasang wajah yang sangat serius. Dia mengamati bio data seorang wanita yang ada pada layar tabletnya.

"Semoga permintaanmu ini tidak memperburuk keadaan, Anjani." ucapnya begitu dingin.

"Tenang saja mas. Aku sudah lama mengamati wanita ini. Aku yakin, dia sangat tepat, dia wanita baik-baik, banyak yang melamarnya namun dia kekeh ingin menjanda demi menjaga anak perempuannya."

"Kekeh menjanda? Lalu kenapa dia mau menjadi istri kedua seorang pria yang tak dia kenal? Apa karena hartaku yang menggoyahkan tekadnya?"

"Kak Abi, dia tak seperti itu," sela Arumi. "Dia saat ini butuh pertolongan. Ayahnya dijebak hingga dipenjara. Tak cuma itu keluarganya yang lain juga. Mengetahui kesulitan yang dia alami aku menawarkan bantuan, dengan syarat dia mau menjadi madu kak Anjani."

"Lancang sekali kau Arumi!" bentak Abimayu.

"Arumi nggak salah!" bela Anjani. "Aku yang meminta Arumi mencarikan perempuan baik untukmu."

"Lagian, aku juga lama mengamatinya, dan aku yakin dia wanita yang tepat."

"Menikah lagi bagiku hanya memperburuk keadaan. Sejak aku menyetujui permintaan Fatma untuk menikah lagi, yang ada aku dibenci kedua anakku. Sampai detik ini mereka tak mau tinggal di rumah ini!"

"Saat mereka semakin dewasa mereka akan mengerti mas. Saat ini mereka masih kecil sulit membuat mereka untuk mengerti." ucap Anjani.

"Permisi Tuan, Nyonya." Kedatangan seorang pembantu membuat ketegangan terjeda. "Maaf, di luar ada seorang wanita mengendarai motor izin masuk, katanya atas undangan Nona Arumi."

"Buka kan pagar bi, dan persilakan wanita itu masuk." Anjani menatap lembut ke arah suaminya. "Wanita itu sudah datang. Ayo kita temui."

Mereka bertiga menyambut kedatangan Zella di depan pintu. Saat Zella turun dari motornya dia menatap jengkel kearah Arumi. Sedang Arumi tersenyum penuh, dia merasa menang telak, mendapat tatapan jengkel dari Zella membuatnya semakin puas.

"Akhirnya kamu datang. Perkenalkan, ini Kakakku Anjani. Calon madumu. Yang ganteng itu Kak Abi, calon suami kamu." ucap Arumi bangga.

"Senang bertemu denganmu, Zella." sambut Anjani hangat.

"Mbak manusia atau bidadari? Bagaimana bisa ada manusia yang begitu lapang dan bahagia menerima wanita lain yang akan masuk dalam rumah tangganya?" Zella menatap sedih kearah wanita cantik yang duduk di kursi roda itu.

"Jika kamu sudah menjadi bagian kami, kamu nanti akan mengerti mengapa aku melakukan semua ini, Zella."

"Sungguh saya tak ingin masuk dalam lingkup poligami, tapi kali ini saya tak punya pilihan lain selain menerima tawaran menjadi istri kedua. Tapi sebelum itu berlangsung, saya ingin mengajukan beberapa persyaratan." ucap Zella sopan.

"Bukan hak kamu meminta syarat! Harusnya kami yang memberimu sarat!" Tatapan Abi yang tertuju pada Zella begitu tajam, membuat siapa saja yang menatapnya merasa kikuk. "Belum apa-apa saja sudah kurang ajar!" sambar Abi.

"Maaf saya lancang karena merespon kata-kata Anda. Tapi menikah itu ibadah dengan waktu yang sangat panjang. Saya tak ingin ada penyesalan dari sisi saya atau kalian setelah menjalaninya nanti. Sebelum ini berjalan saya ingin mengajukan permintaan, tapi jika itu bagi Anda suatu hal yang kurang ajar, batalkan saja!" Zella membalas tatapan tajam pria itu dengan tatapan yang tak kalah tajam.

"Kak Abi. Zella benar kok. Ayok kita bahas lebih dalam di dalam yok ..." Arumi berusaha menyudahi perang tatapan itu. Dia menarik Zella untuk masuk kedalam rumah itu.

"Aku semakin tak yakin dengan wanita itu!" ucap Abimayu pada Anjani.

"Ayo kita masuk dulu." Anjani mengoperasikan tuas pengendali kursi rodanya, dia perlahan masuk kedalam rumah, Abi pun segera mengoperasikan kursi rodanya menyusul Anjani.

Keadaan di ruang tamu cukup canggung, Abi yang kesal dengan calon istri barunya, sedang Zella merasa tak nyaman dengan keadaan ini. Dirinya pernah merasakan bagaimana sakit dan hancurnya saat ada orang ketiga masuk ke dalam rumah tangganya, entah kenapa perjalanan hidupnya seakan mempermainkannya, membuatnya harus berada di jalan ini.

"Kalian sangat berkelebihan. Untuk apa memintaku masuk kedalam rumah tangga kalian? Membayar pembantu profesional dan perawat khusus bukan hal sulit bagi kalian." ucap Zella tertuju pada Anjani.

"Kami butuh kamu, Zella. Aku dan mas Abi memiliki banyak usaha, kami berbagi tugas menjalankannya. Sebab itu aku sangat membutuhkan seseorang yang tulus sepertimu untuk menjaga mas Abi dan melayaninya." jawab Anjani.

"Bisa sewa perawat pria, atau pembantu kan bisa? Mengapa harus menyeret wanita lain? Menjadi istri kedua takdirnya tak selalu indah, mbak."

Mendengar jawaban Zella seketika air mata Anjani menetes. "Kamu benar, menjadi yang kedua tak selalu indah. Malah membuat wanita itu dalam kehampaan."

"Mbak Anjani menangis, aku ada salah bicara?" Zella merasa tak enak, karena perkataannya membuat orang yang baru dia temui menangis.

"Belum apa-apa dia sudah membuka luka lama!" ucap Abimayu penuh emosi.

"Yang ada dalam pemikiranmu itu, semua sudah dijalani Kak Anjani dan Kak Abi, Zella. Kamu berada di sini untuk membahas lanjutan kesepakatan kita, bukan menjadi penasihat!" sela Arumi.

"Kak Abi, jangan salahin Zella. Dia tidak tahu bagaimana keadaan rumah yang terlihat tenang ini. Dia berbicara yang menyakitkan wajar, karena dia tidak tahu." Arumi menatap kearah Zella. "Kamu pasti heran kenapa Kak Anjani menangis bukan? Karena Kak Anjani juga pernah berada di posisimu. Kak Anjani masuk ke rumah ini karena diminta jadi yang kedua oleh almarhumah istri pertama Kak Abi. Jadi Kak Anjani sangat faham bagaimana perasaan kamu saat ini, Zella. Karena dia lebih dulu menjalaninya. Ingin menolak tapi tak kuasa, karena Kak Anjani dulu butuh pertolongan keluarga Kak Abi."

Zella sangat menyesal dengan perkataannya sebelumnya. "Maafin aku mbak Anjani." Dirinya merasa sangat tersakiti karena jebakan Arumi, ternyata calon madunya juga pernah di posisi ini, dipaksa menjadi istri kedua di rumah ini.

"Tidak masalah Zella. Kamu bersedia menjaga dan merawat mas Abi aja aku sudah bahagia. Kini aku merasakan bagaimana ke khawatiran almarhumah Kak Fatma dulu, saat dia memintaku menjadi bagian rumah ini. Dulu urusan bisnis sangat menyita waktu Kak Fatma, hingga tak ada yang merawat mas Abi yang baru mengalami kecelakaan. Kak Fatma mengurus bisnis aku mengurus mas Abi." terang Anjani.

"Istri pertama Kak Abi sudah meninggal, dia kritis setelah mengalami kecelakaan." sela Arumi.

"Dulu aku sehat bugar, bisa mewujudkan harapan mendiang, tapi dua tahun yang lalu aku mengalami musibah hingga aku dan berakhir di kursi roda ini. Kini aku tak bisa melanjutkan permintaan bidadari itu, sebab itu aku selalu merayu mas Abi agar berkenan menikah lagi." Anjani menunduk sedih, memperlihatkan betapa tak berdayanya dirinya.

"Oh Iya Zel. Permintaan Kak Anjani padamu jika kamu sah menjadi istri kedua Kak Abi. Pertama kamu harus selalu di sisi Kak Abi, membantunya melakukan hal apa pun yang Kak Abi minta. Yang lain akan menyusul." sela Arumi.

"Aku butuh wanita lain untuk menjaga mas Abi, dan aku yakin kamu pilihan yang tepat!" ucap Anjani ceria.

"Syarat darimu apa Zella?" tanya Arumi.

"Aku ingin dinikahi secara sah agama dan negara, dan Akad dilakukan terbuka terserah kalian mau di mana. Tapi mbak Anjani harus ada di tempat Akad."

"Aku saja menikahi Anjani secara siri. Kami baru melakukan itsbat nikah setelah aku nyaman dengannya. Kamu sejak awal sudah membuatku kesal, tapi malah menuntut nikah resmi sejak awal!" protes Abi.

"Pernikahan siri sangat merugikanku sebagai perempuan. Jika menikah resmi dan suatu saat nanti aku mendapat ketidak adilan dalam pernikahan, maka aku bisa menggugat cerai! Sedang siri? Bagaimana aku memaksamu agar mau menceraikanku saat aku merasa dirugikan?" balas Zella.

1
Ma Em
Semangat Thor semoga menjadi yg terbaik dan selalu mendapatkan rating 🤲🤲🤲.
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: Aamiin, makasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!