Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melihat Masa Lalu Anggun 2
Wushh...
Baru saja tiba, Cia merasakan ada yang lari menembus dirinya. Dia melihat ke arah, sosok itu pergi. Orang itu berhenti, dia menyandarkan punggungnya pada pohon.
Cia berjalan ke arah orang itu, tubuhnya melorot dan duduk di atas tanah. Dengan punggungnya, yang masih bersandar di pohon. Orang itu menarik gaunnya, mungkin agar tak terlihat oleh seseorang.
'Apa dia dalam pengejaran? Jangan bilang, dia adalah ibu kandung Anggun.' ucap Cia
Karena gelap, Cia tak bisa melihatnya dengan jelas. Ia pun mengeluarkan cahaya di jari telunjuknya, karena penasaran dengan wajah orang di depannya.
'Cahaya bilang, wanita itu mirip dengan Anggun.'
DEG
Kondisi wanita ini sungguh memprihatinkan, bajunya acak-acakan. Rambut dan riasan wajahnya berantakan, bahkan ia lari tanpa alas kaki. Cia memundurkan langkahnya, ia mengerjakan kedua matanya.
'Astaghfirullah, kagetlah. Ternyata hanya riasan yang luntur, gue kira mukanya yang berantakan.' ucap Cia, seraya menghembuskan nafas lega
Meski sering liat hantu, kalo langsung depan muka mah tetep aja kaget. Ia kembali memperhatikan wajah wanita itu, dengan seksama.
'B-Benar... Dia ibunya Anggun' Cia kembali mendekat
Wanita itu menangis, nafasnya terlihat tak beraturan. Sesekali terlihat meringis, Cia mengerutkan dahinya. Ia melihat ke arah tangan kiri wanita itu, tengah mengusap perutnya yang besar.
'H-hamil?? Dia hamil besar lari-larian, ga pake sendal.' Cia terkejut, saat melihat kaki wanita itu banyak luka.
"Hosh hosh hosh.... Sebenarnya kenapa mereka ingin menghabisi ku?" tanya wanita itu, nafasnya tak beraturan.
Sreeekk
Cia langsung diam, wanita itu juga langsung menutup bibir nya dengan kedua telapak tangan.
"Dia takkan bisa lari jauh, pasti masih disekitar sini." ucap salah satu pria
Cia mengalihkan tatapannya, pada orang-orang tersebut. Mereka memegang senter, mengarahkan ke sana sini. Cia mendekati ketiganya, melihat wajah-wajahnya.
'Mereka pasti pamannya Anggun' gumam Cia
"Sialan, dimana wanita itu? Aku takkan berhenti, sebelum melihat mayatnya." ucap paman pertama Anggun, Danar
"Kak, kenapa harus sampai membunuhnya. Dia sudah pergi jauh bertahun-tahun dari rumah, bahkan kita juga sudah menghabisi suaminya. Bukankah sangat keterlaluan, hanya demi harta?" ucap paman kedua Anggun, Darwin
"BODOH... Guru bilang kita membutuhkan jiwanya, untuk melakukan formasi itu." ucap Darius, paman ketiga Anggun
Ibunya Anggun makin ketakutan, ia tetap bertahan agar tak mengeluarkan suara.
"Formasi apa yang kalian maksud, aku tak tau. Kenapa harus memakai jiwa adik kita?? Bukankah itu sesat?" tanya Darwin
"Formasi Pemecah Jiwa, guru bilang. Formasi itu bisa membuat kita, menjadikan ibu boneka kita. Kita bisa membuat semua harta kekayaan, jatuh ke tangan kita. Begitu juga, dengan kasih sayang yang tidak kita dapatkan." jawab Darius, Darwin mengerutkan dahi
Begitu juga dengan Cia, ia menatap bingung ketiganya.
'Mereka bodoh atau apa? Pemecah jiwa itu kan, buat menghentikan keturunan. Ilmu sesat, yang membuat orang takkan bisa mempunyai keturunan sampai kapan pun. Kenapa malah buat jadikan seseorang boneka? Haha... Sepertinya, mereka juga kena jebakan batman si guru sesat itu. BODOH!!!' ucap Cia
Ia memaki ketiga pria itu, bahkan sampai menunjuk-nunjuk. Semua umpatan keluar, karena kekesalan yang dirasakan Cia.
'Hah.. hah.. hah.. cape banget marahin orang, sama si triple baik-baik aja udah ngesang. Ini triple dajal semua, mau gimana ga hati kesel.' Cia berhenti mengoceh
"Kita cari ke sana" Darius menunjuk ke arah yang berlawanan dengan keberadaan ibunya Anggun.
Ketiganya pergi meninggalkan wanita hamil itu, sampai benar-benar yak terdengar suaranya. Wanita itu menghembuskan nafas lega, Cia kembali mendekati mamanya Anggun.
"Perasaan, aku ga buat salah sama mereka. Aku udah pergi dari rumah, melepas semuanya. Tapi kenapa mereka masih ingin membunuhku, hiks... Bahkan suamiku juga mereka bunuh, huaaaaa... Hiks... Maafin aku mas, karena aku... Hiks... Mereka tega membunuhmu... Formasi Pemecah Jiwa?? Apa itu? Kenapa harus aku? Aaakkhhh.." wanita itu kembali memegang perutnya, Cia melihat ke arah bawah dan membulatkan kedua bila matanya.
'MAU MELAHIRKAN, KAMU MAU MELAHIRKAN.' teriaknya refleks, padahal mau teriak sekeras apapun. Takkan ada yang bisa mendengarnya, karena ia hanya melihat masa lalu.
Sreekkk
Wanita itu menggigit bibir bawahnya, saat mendengar suara mendekat.
"Kayanya perangkap yang ayah buat, tidak menghasilkan yah." Cia menoleh, ia mengintip ke arah suara.
"Iya bu, kita tak dapat buruan apapun hari ini." jawab seorang pria
'Itu suami istri, mungkin dia warga sekitar sini.' Cia kembali menatap ibunya Anggun
"Aaaakkkhhhh....
"Yah... Suara teriakan, di sana." ucap seorang wanita, yang pasti istrinya
Mereka pun berjalan mendekati ke asal suara, keduanya terkejut.
"Dia mau melahirkan ayah, cepat kita tolong." ucap si istri
"Tapi ayah harus apa??" tanya sang suami
"Aaaakkhh.. t-tolong, p-perut saya s-sakit.. AAKKKHHH"
OEEE... OEEE...
Ketiga pasang mata, membulat sempurna. Cia dan sepasang suami istri itu, terkejut bukan main. Melihat begitu mudahnya wanita itu melahirkan, suaranya begitu nyaring.
"Hah... Hah.. hah... T-tolong, tolong bawa anakku pergi. Selamatkan dia, sebelum mereka kembali ke sini. Jangan sampai anakku di temukan mereka, hiks... Dia harus hidup, dia tak boleh kenapa-kenapa. Aku mohon, besarkan anakku seperti anak kalian sendiri." ucap ibunya Anggun
Bagaikan mendapat durian runtuh, tentu saja hal itu membuat bahagia sepasang suami istri tersebut. Sang suami yang mandul, membuat pernikahan mereka tak kan pernah ada tangisan bayi. Padahal pernikahan mereka sudah masuk 10 tahun, tetapi si istri begitu setia. Meski sang suami, sudah memintanya untuk pergi dan menikahi pria lain.
Namun dengan tegas, wanita yang menjadi istrinya menolak. Ia akan selalu dengan sang suami, meski takkan pernah ada anak di tengah-tengah mereka.
"Apa kamu sedang di kejar seseorang?" tanya si istri, sembari mengurus ari-ari. Ibunya Anggun mengangguk perlahan... Ia menangis, ibu mana yang mau dipisahkan dengan anaknya. Tetapi ia tak memiliki kekuatan, untuk melindunginya.
"A-apa di cantik?" tanya ibunya Anggun
"Ya, sangat mirip denganmu." Ibunya Anggun tersenyum, di tengah tangisnya.
Setelah selesai, sang istri meminta bayinya dari sang suami.
"Lihatlah, dia sangat cantik. Sangat mirip denganmu, hidungnya.. MasyaAllah, kaya perosotan." wanita itu memperlihat Anggun pada sang ibu
"Ya... Dia cantik" ucap ibunya Anggun, dengan suara bergetar
"Beri dia nama Anggun, itu adalah nama pilihanku dan suamiku. Bolehkan?" wanita itu mengangguk
"Susui dulu putrimu, dia lapar." wanita itu membantu ibunya Anggun, meski sakit dan cukup sulit. Ibunya Anggun tetap melakukannya, ini adalah pengorbanan terakhirnya.
"Maafkan ibu, bukan mau ibu melupakanmu. Tapi ketiga pamanmu, mereka sangat jahat. Kamu bisa mati di tangan mereka, maafkan ibu." ucapnya, seraya mencium lama kening sang putri. Putrinya pun terlihat tertidur lelap, Cia sudah menangis sesenggukan.
'Kenapa ketiga pria itu jahat sekali? Huaaaaa... Huhu... Memisahkan ibu dan anak, bajingan, brengsek, emang setan semua.' beruntunglah, tak ada yang bisa mendengarnya.
"Cepat pergi, aku takut mereka kembali. Tolong cintai putriku, anggap saja aku sudah tiada. Besarkan dia, dengan limpahan kasih sayang." wanita itu memberikan kalung miliknya
"Ini... Pakaikan kalung ini padanya, ini... Di kartu ini adalah tabungan untuknya, pin nya 1 sampai 6." beruntung ibunya Anggun menyelipkan kartu itu di saku gaunnya. Firasatnya mengatakan, bila ia harus membawanya.
Ternyata... Inilah jawaban dari firasatnya
"Bagaimana dengan kamu?" tanya wanita yang menolongnya, ibunya Anggun menggelengkan kepalanya
"Pergi... Kumohon cepat pergi, jangan sampai mereka menemukan kalian. Kumohon, tinggalkan aku di sini."
Maafkan kami....
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
cover baru ya thor