Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.
Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"
"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"
"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Diusir dari keluarga Wijaya
Jessica mendaratkan tamparan keras di pipi Michelle.
Plak!
"Michelle!"
"Michelle!"
Seluruh anggota keluarga Wijaya sangat terkejut, mereka dengan cepat menghampiri Michelle dan membantu Michelle berdiri.
"Kau baik-baik saja sayang?" Sang Ibu bertanya dengan panik sambil memperhatikan wajah putrinya, jangan sampai tamparan itu meninggalkan bekas luka dan menodai kecantikan sang putri.
Sementara sang ayah yang melihat Michelle dalam keadaan yang begitu buruk, dia tidak tahan untuk berbalik menatap Jessica dan berteriak keras, "bisa-bisanya kau menampar adikmu sekeras itu! Bagaimana kalau dia kenapa kenapa?! Jelas-jelas di sini yang salah adalah kau, tapi Michelle masih berbaik hati untuk membela mu di hadapan semua orang, ini balasanmu padanya?!"
"Ayah!" Michelle kembali mendekati sang Ayah, memegang lengan sang ayah sambil berkata, "kakak tidak salah apa-apa, dari awal akulah yang salah. Seandainya juga aku tidak pernah lahir ke dunia ini, kakak bisa menjadi satu-satunya anak perempuan di keluarga Wijaya yang akan mendapatkan kasih sayang dari semua orang. Ini salahku, aku benar-benar sebuah aib yang lahir ke keluarga ini!" Isak Michelle memukuli dirinya sendiri.
"Apa yang kau bicarakan?! Kau sama sekali bukan aib! Justru dialah, keluarga wijaya sangat menyesal pernah memungut nya dari panti asuhan dan menjadikannya putri di keluarga ini!" Sang ayah berbicara dengan geram saking kesalnya dia pada Jessica.
Jessica tersenyum konyol mendengar ucapan seluruh anggota keluarga Wijaya yang benar-benar tidak masuk akal, tetapi ketika dia hendak berbicara, Nolan mendahuluinya.
"Kalau keluarga Wijaya menganggap jessica adalah air di keluarga ini, maka dengan senang hati saya akan membawanya pergi dari sini!" Ucap Nolan membuat sebuah orang terkejut.
Kenapa Nolan masih membela Jessica?
Jelas-jelas di hadapan Nolan, Jessica sudah menunjukkan kebusukannya!
"Kak Nolan, tidak begitu! Ayahku hanya salah bicara saja, kak Jessica bukan aib keluarga kami, justru dia adalah sebuah berkat," ucap Michelle.
Nolan hendak berbicara lagi, tapi Barto lebih dulu berkata, "kau jangan percaya pada perempuan itu. Dia benar-benar penuh dengan tipu muslihat! Dia bahkan menfitnah adikku secara berulang kali untuk membuat adikku di benci oleh seluruh keluarga Wijaya. Untunglah keluarga Wijaya tidak mudah diadu domba dan bisa melihat mana yang baik dan mana yang benar. Saya berharap tuan Muda Sanjaya bisa membuka mata dan melihat dengan benar bagaimana keburukan Jessica. Dia sungguh tidak pantas untuk diselamatkan oleh tuan muda Sanjaya!"
"Benar," putra kedua keluarga wijaya menganggukkan kepalanya, "sebaiknya tuan muda sanjaya berhati-hati terhadap perempuan perempuan yang pandai bermuka dua. Jessica ini adalah salah satu contohnya!"
"Kumohon kakak jangan bicara seperti itu," Michelle menatap kedua kakaknya dengan ekspresi memelas, "kak Jessica jelas-jelas orang baik, dia hanya... Dia hanya terjebak saja! Lagipula kak Jessica masih bagian dari keluarga Wijaya, tidak baik berbicara buruk tentang anggota keluarga sendiri," ucap Michelle berusaha membela Jessica.
"Mulai hari ini jessica bukan lagi bagian dari keluarga Wijaya!" Tuan Wijaya tiba-tiba saja berbicara membuat Michelle menatap sang ayah dengan gelengan kepala sembari meneteskan air mata.
Melihat sandiwara Michelle yang terlalu baik, Jesica mengukir senyuman dingin di wajahnya, "baiklah, aku juga dengan sukarela keluar dari tempat ini! Semoga keluarga Wijaya menjadi keluarga yang terus berjaya dan makmur!" Kata Jessica lalu berjalan ke arah kamarnya yang berada di belakang dapur, ia diikuti oleh Nolan.
Michelle mengepal kuat tangannya melihat Nolan memilih mengikuti Jessica, 'entah sihir apa yang sudah digunakan Jessica pada Nolan, tapi aku tidak boleh kalah dari anak yatim piatu itu! Aku ini Putri keluarga Wijaya, jelas-jelas statusku jauh lebih tinggi daripada dia, jadi aku tidak boleh membiarkan apa yang seharusnya menjadi milikku dirampas olehnya!'
Michelle berbalik menatap sang ayah, "Ayah, sepertinya Kak Jessica sudah sangat membenciku," isak Michelle penuh kesedihan.
"Biarkan saja dia! Biarkan dia pergi dari rumah ini, memangnya siapa yang akan menampung anak yatim piatu yang kurang ajar seperti dia?! Sebentar lagi Nolan juga pasti akan sadar bagaimana dia telah mengasihani seekor serigala betina!" Kata sang Ayah penuh rasa kesal.
"Tapi,, Aku tidak menyangka kalau Kak Jessica tidak akan melepaskan ku sedikitpun. Dia tahu bahwa aku menyukai Kak Nolan, jadi dia melakukan segala cara untuk membuat Kak Nolan jatuh ke dalam jebakan rayuannya. Apakah Jessica sengaja melakukan itu untuk menyakitiku? Padahal selama ini aku selalu baik pada Kak Jessica, tapi bagaimana bisa dia,,, hiks,, hiks,,, mungkinkah ada kesalahan yang sudah kulakukan padanya?" Isak Michelle dalam kesedihannya membuat seluruh anggota keluarga Wijaya menjadi sangat marah pada Jessica.
"Tenang sayang, kau tidak melakukan kesalahan apapun, justru Jessica lah yang telah membuat kesalahan besar!" Ucap sang ayah sambil menatap anak pertamanya.
Barto menganggukkan kepalanya lalu bersama kedua saudaranya yang lain segera pergi ke belakang dapur di mana kamar Jessica berada.
"Jessica sudah membuat adik perempuan kita satu-satunya terluka, dia benar-benar harus diberi pelajaran!" Ucap putra kedua keluarga Wijaya.
"Pokoknya Jessica adalah kutukan bagi keluarga kita! Hari ini juga dia harus keluar dari rumah ini, dan kita harus menyadarkan Nolan agar tidak tertipu oleh si licik itu!" Kata putra ke-3 Wijaya.
"Perempuan itu memang membawa masalah, lihat saja bagaimana aku memberinya pelajaran!" Kata Barto dengan dingin.
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
maling teriak maling😎
semangat thor 💪