DISARANKAN UNTUK MEMBACA TERLEBIH DAHULU
Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Kenzi Wijaya di berikan pilihan oleh orang tuanya, menikah atau mengasuh kelima keponakan kembarnya selama sebulan penuh.
Kenzi yang tak ingin menikah itu lebih memilih mengasuh kelima keponakan, tapi nasibnya tidak beruntung karena kelima keponakannya itu sangat lah nakal dengan IQ yang genius. Dia terpaksa menyanggupi dan bertahan selama sebulan dalam mengasuh kelima keponakan dengan kelakuan yang sangat ajaib.
Sanggupkah Kenzi mengurus semua keponakannya atau pasrah dengan perjodohan dari kedua orang tuanya yang sangat ingin memiliki cucu darinya?
Apakah dia akan menemukan cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33 - akhir Perawan dan Perjaka
Mereka telah sepakat dengan taruhan itu, "aku akan di untungkan dengan itu," batin Kenzi yang tersenyum penuh arti. Beberapa musuh telah di lumpuhkan dengan gabungan kekuatan dari Pemimpin Black Wolf dan pemimpin Sky Blood.
Mereka sangat senang bisa mengalahkan para musuh, tapi kesenangan itu sirna saat melihat adanya bala bantuan dari pihak musuh. Kayla memutarkan kedua bola matanya dengan jengah apalagi melihat para musuh yang semakin bertambah, "kita tidak bisa melawan mereka semuanya, cepat hubungi bantuan," desak Kayla.
KenI yang geram itu pun menyentil kening istrinya, "dasar bodoh, mobil kita sudah meledak dan di lalap api. Ponselku tertinggal di sana!"
"Keningku tidak bersalah, kenapa kamu menyentilnya? apa ada yang salah dengan ucapanku?" gerutu Kayla yang mengusap keningnya.
"Ck, dia pemimpin Mafia tapi sangat bodoh. Apa ada orang yang nyawanya dalam bahaya dan memikirkan ponsel?"
"Hah, kamu benar juga. Taanggung jawab dengan keningku yang kamu sentil," ujar Kayla yang menggembungkan kedua pipinya yang membuatnya terlihat menggemaskan.
Kenzi mendekati Kayla dan mengecup kening itu dengan lembut, "apa sekarang sakitnya telah berkurang?" tanyanya, sedangkan Kayla tersenyum smirk.
"Ahh, keningku masih sakit," tukas Kayla yang berakting, Kenzi yang mengetahui trik itupun hanya menurutinya dan kembali mencium kening sang istri dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya. Dengan cepat Kayla menjinjitkan kakinya dan membuat kedua bibir itu saling menyatu beberapa detik, keduanya menikmati ciuman dengan situasi yang tidak pas.
"Dasar gadis nakal, tapi aku menyukainya." Kenzi melepaskan ciuman itu dan mengedipkan sebelah matanya ke arah sang istri. Suasana romantis terusik terhalang tangan yang mendarat di wajah Kenzi, "kenapa kamu menamparku?" ucap Kenzi yang meringis sembari memegang pipinya yang memerah.
"Lihatlah situasinya saat ini." Kayla menembak musuh yang hampir saja membunuh suaminya itu.
"Apa kesalahanku kali ini? kamulah yang memulainya."
"Jujur saja itu adalah ciuman pertamaku, kamu tahu? kalau aku sedang mempraktekkan nya, seperti di film-film yang sering aku tonton itu," sahut Kayla dengan raut wajah tanpa dosa.
"Ya ampun, apa dia reinkarnasi dari Lea? atau kembarannya? sifat mereka benar-benar mirip," gumamnya yang menatap Kayla yang kembali fokus dengan serangan musuh yang bertambah.
Kayla menembak musuh dengan sangat lihai dan juga terlatih, seni ilmu beladiri dan menggunakan senjata yang di dapatkan dari ayahnya yang ingin jika sang putrinya mempunyai bekal untuk menjaga diri dari kejahatan dunia luar. Dirga tidak tau jika putri semata wayangnya adalah pemimpin dari Sky Blood, pelatihan yang di dapatkan oleh Kayla membuatnya terpilih menjadi pemimpin. Itulah salah satu penyebab dia jarang di rumah, alasan keduanya adalah menyukai balapan liar.
Kenzi begitu semangat setelah mendapat nutrisi dari sang istri, di tambah lagi dengan taruhan yang mereka telah sepakati. Jalanan yang semula bersih, sekarang di penuhi oleh darah musuh yang telah lenyap di tangan 2 pemimpin Mafia yang bersatu.
"Apakah kamu menemukan ketuanya?" ucap Kayla.
"Tidak, aku bahkan tengah mencarinya."
"Tanganku gatal dan ingin memukul wajahnya itu, dia tampan atau tua bangka?" celetuk Kayla yang tampak berpikir, Kenzi mengusap wajah sang istri dengan kasar.
"Hentikan khayalanmu, aku sudah memenangkan pertaruhan ini. Mulai sekarang kamu harus menuruti semua kemauanku," tutur Kenzi yang menatap Kayla dengan menggoda. Sedangkan yang di tatap menelan saliva yang seakan tersangkut di tenggorokan nya, "apa yang dia inginkan? aku tidak mempercayai ini dan kenapa aku membuat taruhan konyol itu. Ya tuhan....tolong selamatkan aku dari musibah ini," batinnya yang menjerit.
Kenzi menarik tangan Kayla dan membawanya masuk ke dalam mobil dari musuh, mengemudikan dengan kecapatan sedang menuju hotel.
****
Kenzi terus saja menyeret tangan Kayla dan membawa ke hotel miliknya, "kenapa kita kesini? aku ingin ke kampus," ucapnya yang memberontak.
"Diamlah, apa kamu ingin ke kampus dengan penampilan seperti tempe hangus itu?" seloroh Kenzi yang membuka pintu kamar hotel dan menguncinya dengan kartu.
"Baiklah, tapi kenapa kita tidak ke Mansion atau ke tempat lain saja? bukankah itu lebih aman selain ke hotel," racau Kayla yang tak di hiraukan oleh Kenzi.
"Ini yang terdekat, bersihkan dirimu dan ganti pakaian. Aku akan menunggumu," titah Kenzi yang duduk di sofa sembari membuka majalah.
Kayla sedikit ragu dengan ucapan suaminya dan menatapnya dengan curiga, "aku akan menghajarnya jika berbuat macam-macam kepadaku," gumam Kayla dan melangkahkan kakinya menuju toilet.
15 menit kemudian...
Kayla yang telah selesai membersihkan dirinya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk putih penutup bagian penting, "aku sudah selesai, tapi dimana pakaian gantiku?" ucapnya, Kenzi menghentikan aktivitasnya membaca majalah itu dengan meletakkan di atas meja yang ada di hadapannya.
Dia menatap penampilan sang istri dari ujung rambut hingga di ujung kakinya dan menelan salivanya dengan susah payah, "dia terlihat cantik dan juga seksi," gumamnya dengan penuh hasrat.
"Tunggu dulu, kenapa dia menatap ku begitu? aku sangat ketakutan sekarang, bisa saja dia menerkamku malam ini," batin Kayla yang berinisiatif mencari pakaian untuk menutupi tubuhnya. Kenzi sangat tergoda saat melihat sang istri yang setengah berdiri membuat di bawah sana ikut mengeras, dia memeluk Kayla dari belakang membuat sang empunya terkejut, hingga handuk putih yang melekat di tubuhnya terlepas.
"Astaga....sepertinya aku terjebak," batinnya yang berusaha mengambil handuk itu, Kenzi yang cerdik itupun dengan cepat melempar handuk ke luar jendela terbuka.
Kayla berlari ke arah ranjang sembari mengambil sprai untuk di jadikan pelindung darurat, Kenzi berjalan mendekat dan melepas pakaian nya satu persatu. Otot perut dan tubuh atletis yang di miliki Kenzi membuat Kayla hamoir saja hilang akal, "sungguh ciptaan yang sempurna," gumamnya yang terdengar oleh Kenzi.
"Aku menagih taruhan itu."
"A-apa maksudmu? menjauhlah dari ku," ucap Kayla yang gugup.
"Setelah menikah kita belum merasakan malam pertama, jalankan kewajibanmu dengan melayani ku."
Kenzi duduk di pinggir ranjang dan membelai wajah istrinya dengan lembut.
"Bagaimana jika kita melakukan hal itu lain kali saja, aku belum siap!"
"Aku menginginkanmu, Sayang!" bisik Kenzi yang menggoda sembari memegang tangan Kayla dengan lembut dan meletakkannya di bagian junior nya.
"Aaargh....oh ya ampun, ini pertama kalinya aku memegangnya. Kenapa kamu sangat jahil sekali," pekik Kayla yang sangat terkejut.
Tanpa Babibu lagi, Kenzi mencium bibir Kayla dengan penuh hasrat yang selama ini dia tahan. Permainan indah dari Kenzi yang menjelajahi mulut istrinya dengan penuh nafsu, iman yang di pertahankan oleh Kayla musnah dan menikmati permainan ciuman yang semakin lama kian menuntut, hingga mereka melepaskan gelas perjaka dan perawan.
sabaryah vivian
eh tapi tunggu nama juga nopel KK author yang atur kan 🤣🤣🤣aku jadi lupa ada pencipta nya mungkin ini jalam Ray dan Vivi bersatu apa lagi wasiat vero