NovelToon NovelToon
Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Anak Buangan Jadi Istri Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .

Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15.Mengambil Alih

Ruang rapat utama perusahaan Kusumawardani dipenuhi wajah-wajah tegang. Deretan direksi, komisaris, serta para pemegang saham utama duduk mengelilingi meja panjang berlapis kayu mahoni.

Hendra duduk di kursi pimpinan, meski kini hanya sebagai formalitas. Tangannya bergetar halus saat ia memegang map laporan keuangan yang sudah tak lagi bisa ia sangkal: grafik merah, utang menumpuk, proyek terhenti, saham anjlok bebas.

Ia tahu perusahaan sedang di ambang kehancuran.

Pintu ruang rapat terbuka.

Seorang pria tinggi berjas rapi melangkah masuk dengan aura tenang namun penuh wibawa.

“Maaf, rapat sedikit terlambat dimulai,” ucap Fauzan Prasetya. “Saya datang sebagai perwakilan hukum dari pemegang saham mayoritas perusahaan ini.”

Semua kepala menoleh.

Hendra mengangkat wajahnya, alisnya berkerut. “Pemegang saham mayoritas?” ulangnya kaku. “Bukankah saham terbesar masih atas nama saya?”

Fauzan tersenyum tipis. “Itu… sudah tidak berlaku lagi, Tuan Hendra.”

Suasana langsung berubah.

Beberapa direktur saling berpandangan, sebagian tampak gelisah. Ketua dewan komisaris mencondongkan tubuhnya ke depan. “Apa maksud Anda?”

Fauzan membuka map hitam yang dibawanya, lalu mengeluarkan beberapa dokumen dan meletakkannya di atas meja rapat.

“Dalam dua minggu terakhir, telah terjadi transaksi saham besar-besaran akibat krisis likuiditas perusahaan. Melalui pembelian bertahap dan sah secara hukum, klien saya kini telah menguasai lebih dari 51% saham perusahaan Kusumawardani.”

Hendra bangkit dari kursinya. “Tidak mungkin!” bentaknya. “Aku tidak pernah menyetujui penjualan saham sebesar itu!”

“Persetujuan Anda tidak dibutuhkan, Tuan Hendra,” jawab Fauzan tenang. “Saham yang dijual adalah saham publik dan saham milik Anda sendiri yang Anda lepaskan untuk menutup krisis.”

Ruangan semakin sunyi. Hanya detak jam dinding yang terdengar seperti palu vonis.

Hendra menelan ludah. “Siapa?” tanyanya lirih, nyaris seperti bisikan. “Siapa orang yang berani merebut perusahaanku?!”

Fauzan mengangkat pandangannya ke pintu.

Pintu terbuka perlahan.

Sepasang sepatu hak tinggi melangkah masuk dengan anggun. Gaun sederhana namun elegan membalut tubuh seorang wanita yang berjalan dengan kepala tegak dan tatapan tenang.

Raline.

Langkahnya mantap. Tatapannya lurus ke depan. Aura yang memancar dari dirinya bukan lagi gadis desa yang dulu diremehkan—melainkan seorang pemilik kekuasaan.

Hendra membeku.

Matanya membelalak. Wajahnya memucat seketika, seperti darahnya tersedot keluar dari tubuhnya.

“R… Raline?” suaranya bergetar, nyaris tak keluar. “Apa… apa yang kamu lakukan di sini?”

Fauzan berdiri di samping Raline. “Izinkan saya memperkenalkan klien saya secara resmi,” ucapnya lantang. “Nona Raline Kusumawardani—pemilik sah dan mayoritas saham perusahaan ini.”

Hening.

Tidak ada suara. Tidak ada gerakan.

Beberapa direktur menatap Raline dengan mata membesar.

Hendra mundur satu langkah.

“Tidak…” bisiknya. “Ini… ini mustahil… Kamu hanya—kamu hanya—”

“Hanya siapa, Papa?” potong Raline dengan suara tenang, namun tajam seperti pisau. “Anak perempuan yang pernah kamu hina, kamu usir, kamu rendahkan? Atau hanya anak perempuan yang kamu telantarkan?”

Tubuh Hendra gemetar.

“Raline, kamu sudah merencanakan ini semua dengan keluarga Pranoto, ya? Itu sebabnya Gunawan menarik investasinya dengan berkedok permasalahan Arumi kemarin?” ucap Hendra lantang.

Raline tersenyum tipis—senyum yang dingin, penuh luka, dan penuh kemenangan. “Aku sama sekali tidak pernah merencanakan ini, Pa. Papa dan keluarga kesayangan Papa itulah yang menghancurkan Papa sendiri.”

“Aku tidak pernah menghasut Papa Gunawan untuk menarik investasinya terhadap perusahaan Papa. Anak kesayangan Papa sendiri yang berulah hingga menyinggung keluarga Pranoto,” lanjut Raline.

“Jadi jangan salahkan aku jika sekarang aku memanfaatkan peluang besar ini untuk mengambil perusahaan yang seharusnya memang milikku,” ucap Raline.

Ia melangkah mendekat, berdiri tepat di hadapan meja rapat.

“Perusahaan ini seharusnya memang milikku sejak awal,” lanjutnya. “Nama Kusumawardani di sini bukan milik Papa dan Mama tiri, tapi milik ibuku.”

“Papa membuangku ke pedesaan agar Papa bisa menguasai semua ini, tapi… apa yang bukan milik Papa akan kembali mencari pemilik aslinya,” jelas Raline.

“Kamu… kamu ingin menghancurkan papamu sendiri?” suara Hendra pecah.

“Aku tidak menghancurkanmu,” ucap Raline datar. “Aku hanya mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. Lagi pula, jika bukan aku, perusahaan ini mungkin sudah hancur. Siapa yang mau mengambil perusahaan yang dipenuhi utang dan proyek gagal ini? Seharusnya Papa berterima kasih kepadaku karena aku menyelamatkan Papa dari dinginnya sel penjara.”

Raline menatapnya tajam hingga Fauzan menyela karena keadaan begitu tegang di antara mereka berdua.

Fauzan kembali berbicara. “Dengan ini, berdasarkan Anggaran Dasar dan Undang-Undang Perseroan Terbatas, klien saya berhak menentukan arah kebijakan perusahaan, termasuk restrukturisasi manajemen.”

Ketua dewan komisaris menelan ludah. “Artinya… kepemimpinan perusahaan kini berada di tangan Nona Raline.”

Hendra terjatuh kembali ke kursinya.

Wajahnya pucat pasi. Tangannya mencengkeram sandaran kursi dengan kuat, dada naik turun menahan amarah yang bercampur putus asa.

“Benar sekali, Pak. Jadi mulai hari ini Nona Raline adalah Direktur Utama sekaligus CEO perusahaan ini. Sedangkan Pak Hendra hanyalah direktur nonaktif. Ia tidak memiliki kuasa atas apa pun di perusahaan,” jelas Fauzan, yang lagi-lagi membuat Hendra langsung bersujud di kaki Raline dan menggenggam tangan anaknya kuat.

“Raline, tolong jangan lakukan ini kepada Papa. Biarkan Papa menjabat di perusahaan Papa. Lagi pula kamu adalah anak kandung Papa, kita bisa menjalankan perusahaan ini berdua, Nak.”

Sontak ucapan Hendra membuat Raline tertawa keras.

“Begitu kamu jatuh dan tidak memiliki kuasa atas apa yang kamu banggakan selama ini, kamu baru mengakuiku sebagai anakmu. Sungguh Papa yang sangat luar biasa. Kamu bahkan membuangku begitu saja dan meninggalkan tanggung jawabmu sebagai seorang ayah untukku berpuluh tahun lamanya, dan sekarang, begitu aku jauh di atasmu, kamu baru menyebutkan panggilan ‘Nak’?”

Raline sontak menepis tangan Hendra dengan kasar.

“Aku bukanlah anakmu lagi. Tolong bersikap profesional layaknya seorang direktur dan bawahannya sekarang!” ketus Raline, lalu berbalik keluar dari ruang rapat, diikuti Fauzan di belakangnya.

_____

Di dalam mobil, Fauzan memperhatikan Raline yang tersenyum tipis dan wajah sinis penuh kemenangan yang tak bisa ia sembunyikan.

“Apa sekarang kamu sudah puas dengan semua yang telah kamu saksikan?” tanya Fauzan.

“Tentu saja belum. Ini baru awal dari pembalasan dendamku,” jawab Raline tenang.

“Apa maksudmu? Kamu merencanakan hal lain selain menjadikan Papamu sebagai direktur tanpa kuasa di kantornya?”

“Yang membuangku dan membuat hidupku menderita bukan hanya dia, tapi juga istri dan anak kesayangannya. Jadi sekarang kita harus ke mansion mereka.”

“Untuk apa? Kamu ingin membuat keributan di sana?”

Raline kemudian menunjukkan selembar kertas ke arah Fauzan. “Mansion yang mereka tempati tercatat sebagai milik perusahaan. Itu artinya mansion itu adalah milikku saat ini. Ck… seharusnya pengacara korporat sepertimu tahu tentang ini,” ucap Raline meremehkan.

“Cih… kamu meremehkanku. Bukannya aku tidak tahu, aku hanya belum memeriksa sampai ke sana karena aku fokus dengan penempatan jabatanmu di perusahaan.”

“Ya, ya, ya, baiklah. Untung saja klienmu ini pintar sehingga bisa memudahkan pekerjaanmu. Kamu seharusnya berterima kasih karena aku tidak mempermasalahkan kinerjamu,” ucap Raline.

“Kamu baru saja menceramahiku?”

“Tidak, aku hanya memberitahumu,” jawab Raline.

“Wah, aku harus memberitahu ini kepada Raka,” ancam Fauzan.

“Silakan. Lagipula aku sudah memberitahunya lebih dulu.”

“Cih, kamu memang sangat licik. Sungguh pasangan yang sangat cocok,” ucap Fauzan.

“Terima kasih. Jangan lupa katakan itu juga kepada Raka agar dia segera mencintaiku,” ucap Raline sambil kembali menatap jalan, sementara Fauzan masih memperhatikannya.

“Raka benar… dia tidak seperti gadis kampung biasanya. Dia terlalu pintar dan licik untuk seseorang yang baru terjun ke dunia bisnis. ” batin Fauzan.

.

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Nah loh nah loh Fauzan sekarang justru malah ikutan curiga sama Raline padahal kemaren dia baru aja membela Raline di hadapan Raka . Kira - kira kecurigaan mereka berdua bisa mengungkap diri Raline yang sebenarnya nggak yaa?...

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤

1
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Irsyad layla
tapi dia pake kursi roda kek mana ni
Kutipan Halu: oooooh iyaaa maaf kk. makasi koreksinya🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 haisssss para demit berkumpul jadi satu
vj'z tri
tepat banget tebakan bang Joni 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa iya mau ikut tinggal di mansion bagian puojoooooook belakang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 suprise 🎉🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
seru seru seru seru 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kalau kata pakde Didi kempot bojo loro 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kutipan Halu: siap kakak🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
kaplok lohhh 🎉🎉🎉🎉🎉 wes tak tonton Soko kene
Kutipan Halu: lanjut🫶🫶🫶
total 1 replies
vj'z tri
sungguh mati aku jadi penasaran,sampai mati pun akan ku perjuangkan 🎉🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
smas maut di lontarkan queen!!!! masukkkkkk🎉🎉🎉🎉
Kutipan Halu: asik asik josss😅
total 1 replies
vj'z tri
tambah looohh up nya 🎉🎉🎉
Kutipan Halu: masih mak pikirin cintaaa🫨🫨🫨
total 1 replies
vj'z tri
awas bucin beneran nanti 🤭🤭🤭
Kutipan Halu: maunya gitu biar bisa uwuwuwuwu🤭
total 1 replies
vj'z tri
horeeeeee masalah tambahan 🎉🎉🎉🎉
Kutipan Halu: kejutan dimulai🤭
total 1 replies
vj'z tri
buang bunga teratai ngambil bunga bangkai 🤧🤧🤧🤧🤧 selamat menikmati
Kutipan Halu: kirain pantun syggg😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!