Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.
Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.
Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga
Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.
Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.
Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.
Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.
Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.
Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Identitas Raka Yang Misterius
Hotel tempat keluarga Kalingga menginap.
“Kenapa Ayah tiba-tiba mengajak kita semua pergi?” tanya Raziel penasaran.
“Apa kalian melihat pria yang berdiri di dekat Alina?” tanya balik Hendra.
“Iya, aku melihatnya,” jawab Raziel, sementara yang lain menganggukkan kepala.
“Identitas pria itu tidak sederhana, dan aku terkejut karena melihatnya ada di Desa tempat anak itu berada, dan sepertinya mereka memiliki hubungan cukup baik,” ucap Hendra.
“Identitas tidak sederhana? Bukankah dia hanya orang desa biasa?” ujar Rafael.
Hendra cepat menggelengkan kepala. “Saat ini dia memang menggunakan identitas orang Desa, tapi identitas aslinya sangat luar biasa, bahkan orang paling kaya di ibukota harus menundukkan kepala, saat bertemu dengannya!” ungkapnya.
“Itu?!~ Bagaimana bisa pria dengan identitas yang sangat luar biasa tinggal di Desa, bahkan dekat dengan anak itu?” seru Martha, tak terima melihat kedekatan Alina dengan pria yang sangat luar biasa.
“Sayang, ini tidak bisa dibiarkan! Anak itu hari kita jauhkan darinya, dan sebagai gantinya, bagaimana kalau kita atur supaya putri kita bisa dekat dengan pria itu?” saran Martha.
Bukannya menurut seperti biasa, kali ini Hendra cepat menggelengkan kepala.
“Kamu tidak mengerti seperti apa sifat asli orang itu! Jangan mengusiknya apalagi memainkan trik di depannya! Salah-salah bukan hanya celaka, tapi bisa saja keluarga Kalingga lenyap untuk selamanya!” ucap Hendra bersungguh-sungguh.
Gluk!!!
Rafael, Raziel, Martha bahkan Elena, mereka menelan ludah sendiri begitu tahu pria yang ada di dekat Alina sangatlah berbahaya.
“Lalu sekarang apa sebaiknya yang harus kita lakukan? Kalau seperti ini terus, yang ada kita akan kehilangan warisan itu!” ucap Rafael mulai kehilangan ketenangan.
“Kalian semua harus tetap tenang! kita masih memiliki waktu sampai anak itu berusia dua puluh tahun. Jadi, gunakan kesempatan yang ada untuk membuatnya celaka!!” ungkap Hendra.
Dari yang semula ingin mengambilnya secara baik-baik, sekarang Hendra ingin mengambil warisan milik Alina dengan paksa.
Bagaimanapun juga seandainya Alina celaka dan bahkan mati. Seluruh harta warisan itu akan jatuh ke tangan mereka sebagai wali.
“Bagaimana dengan pria itu? Apa Ayah bisa memastikan kalau dia tidak akan ikut campur dalam urusan kita?” tanya Raziel.
“Sulit memastikan apa dia tidak akan ikut campur, tapi selama yang kita lakukan tidak terendus olehnya, selama itu juga kita aman!” jawab Hendra, sebisa mungkin ia ingin menghindari bentrok langsung dengan sosok yang menurutnya sangat berbahaya.
Semua orang menganggukkan kepala begitu mendengar jawaban Hendra, dan karena mereka benar-benar kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh, semua, orang pindah ke kamar masing-masing dan segera istirahat.
Rumah kayu milik Alina.
Setelah berterimakasih pada semua orang yang datang membantu termasuk pada Raka. Alina kini kembali sendirian di rumah, sebab semua orang telah kembali ke rumah masing-masing.
Sebelum pergi tadi Raka menawarkan pada Alina tentang pemasangan CCTV di beberapa titik yang ada di rumahnya.
Pemasangan CCTV penting demi keamanannya, dan tadi Raka juga menawarkan pinjaman tanpa bunga jika saat ini Alina belum memiliki uang.
Sebenarnya uang itu ada, tapi karena tidak ingin membuat Raka curiga tentang dari mana uangnya berasal, Alina memutuskan menerima penawaran Raka, dan ia akan mencicil hutangnya saat ladangnya sudah menghasilkan.
Saat itu juga Raka menghubungi temannya yang ada di kota Kabupaten, yang mana temannya itu memang ahlinya dalam pemasangan CCTV, dan besok pemasangan CCTV sudah bisa dilakukan.
Rencananya CCTV hanya akan dipasang di luar rumah, terutama di titik yang rawan.
Untuk di dalam rumah, Alina tidak ingin hidupnya terasa diawasi, jadi ia memutuskan tidak memasang CCTV di dalam rumah, paling-paling benda itu akan dipasang di teras rumahnya.
“Mereka besok datang siang atau saat waktu hampir sore. Jadi aku masih memiliki waktu pergi ke kecamatan untuk belanja beberapa barang, dan kalau ada toko elektronik yang menjual ponsel keluaran terbaru, sekalian aku ingin membelinya,” gumam Alina, dan besok ia juga, berencana membeli kulkas dan TV baru yang sudah bisa terhubung dengan internet.
Ia masihlah gadis muda yang rata-rata menyukai drama juga ketampanan aktor yang terkadang membuatnya berteriak histeris.
Jadi dia ingin mewujudkan keinginannya itu, walau sebenarnya ia bisa saja melakukan semua itu dengan pergi ke gudang, dimana di lantai dua, gudang semua kebutuhannya ada di tempat itu.
Matahari sudah hampir terbenam saat akhirnya Alina menyelesaikan masakannya, dan sekarang ia tinggal mandi, baru setelahnya ia makan.
Setengah jam kemudian Alina sudah duduk di depan televisi lama, menikmati makan malam sambil melihat acara televisi yang sedang menayangkan acara kuis, sebuah acara yang jauh lebih layak ditonton daripada sinetron yang alurnya berputar di tempat.
“Sistem, apa ke depannya aku bisa menjual hasil padang ke Dunia lain?” tanya Alina begitu tiba-tiba.
[Ding!]
[Begitu Sistem ditingkatkan ke Level 5, selain Nona bisa melihat wujud nyata Sistem, saat itu juga akan dibuka yang namanya Pasar Sistem, dan Nona bisa menjual apa saja di tempat itu.]
“Selain Toko Sistem yang khusus hanya bisa melayani transaksi satu arah, ternyata ada juga Pasar Sistem. Ini benar-benar luar biasa!” Alina tersenyum lebar, senang dengan informasi terbaru yang didapatkannya.
“Oh iya, berapa Poin Sistem yang dibutuhkan untuk meningkatkan Level Sistem?”
[Ding!]
[1 Poin Sistem sama sedang 10 Poin pengalaman. Untuk menaikkan Level Sistem ke level selanjutnya dibutuhkan 10.000 Poin Pengalaman, jadi Nona harus memiliki 1.000 Poin Sistem untuk melakukan peningkatan Level, dan saat ini Poin Sistem milik Nona lebih dari cukup untuk melakukan peningkatan Level Sistem.]
Alina melihat sendiri Poin Sistem miliknya bahkan telah mencapai angka belasan ribu, lebih dari cukup untuk meningkatkan Level Sistem.
“Kalau begitu lakukan peningkatan Level Sistem!” ucap Alina.
[Ding!]
[Menukarkan 1.000 Poin Sistem menjadi 10.000 Poin Pengalaman.]
[Proses penukaran terselesaikan.]
[Ding!]
[Memulai peningkatan Level Sistem.]
[Selama proses peningkatan level, Sistem akan menonaktifkan diri selama 6 jam, membuat Nona hanya bisa melihat layak hologram Sistem, dan segala transaksi akan ditangguhkan.]
Alina menganggukkan kepala mengerti, dan detik berikutnya ia benar-benar sudah putus hubungan dengan Sistem, walau itu hanya berlangsung sementara.
“Sudah malam juga, sebaiknya aku istirahat sembari menunggu Sistem selesai dengan peningkatan levelnya!”
Sebelum tidur Alina terlebih dahulu membasuh kaki dan mencuci tangan.
Ia sempat kedinginan karena air di Desa terasa sangat dingin saat malam, apalagi saat menjelang pagi.
Namun karena mulai terbiasa, Alina tidak lama kedinginan, berbeda saat masih awal-awal tinggal di Desa, dimana walau tanpa AC dan kipas angin, ia bisa menggigil dari malam sampai pagi, bahkan walau matahari pagi sudah muncul, ia masih saja kedinginan.