Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 - Tidak Konsen
"Tetap lah tersenyum seperti ini,aku akan selalu ada untuk mu,meski kau sudah menikah dengan Gilang,aku tahu semua terjadi karena ketidak sengajaan." gumam Elang.
.
.
.
.
Siang hari.
Gilang ke kantor nya,ia sibuk seperti biasa.
tapi hari ini dia benar - benar tidak konsen bekerja,ia duduk menatap ke layar laptop nya,tapi pikiran nya melayang entah kemana.
Tiba - tiba sekertaris nya masuk dan memberikan berkas hasil meeting tadi pagi pada Gilang.
"Gilang,tadi meeting kau seperti memikirkan sesuatu,ada apa,apa kau ada masalah?." Tanya Titi.
"Kau juga tidak sengaja memanggil ku dengan nama Reina. siapa Reina?,Pacar mu?." Lanjut Titi penuh selidik.
Titi adalah sekretaris Gilang sekaligus teman Gilang. Titi sudah 2 Tahun ini bekerja menjadi Sekertaris Gilang.
"Hanya sedikit pusing." Jawab Gilang singkat.
"Tapi...." Saut Titi.
"Sudah lah,kau bawel sekali,kau bekerja untuk perusahaan,bukan untuk masalah pribadi ku." Kata Gilang kesal.
"Baiklah Bos....m" Jawab Titi cemberut dan berjalan akan keluar dari ruangan Gilang.
"Eh Tunggu." Gilang menghentikan langkah Titi.
"Ada Apa lagi Bos." Saut Titi sengaja menyindir dengan kata Bos.
"Bagaimana dengan rumah yang aku suruh kau cari kan?." Tanya Gilang.
"Sudah saya dapatkan beberapa Rumah,nanti kau dam aku kesana untuk lihat - lihat." jawab Titi.
"Hm,Baik lah." Balas Gilang.
Setelah Titi pergi dari ruangan nya,Gilang menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi,ia memikirkan pernikahan nya dengan Reina yang sudah hampir dekat.
"Bagaimana ini." Gumam Gilang.
Sementara di tempat lain,Reina di ajak Bu Tari untuk melihat - lihat gaun pengantin.
"Ini sangat bagus untuk kamu nak." Ucap Bu Tari.
"Iya Tante." Jawab Reina tersenyum ragu.
"Jangan panggil Tante lagi dong,Minggu depan kan sudah mau menikah,panggil Mama saja." Jawab Bu Tari.
"Iya Tante ,Em maksud Aku Mama." Ucap Reina.
Bu Tari tersenyum mendengar Reina yang belum terbiasa memanggilnya dengan sebutan Mama. tapi tidak mengapa,nanti Reina akan terbiasa,pikirnya.
.
.
.
.
Dering Telefon.
Gilang yang sedang bekerja,mendengar ponsel nya berbunyi.
"Iya Ma." Jawab Gilang.
"Kok Iya Ma,kamu sudah dimana,bukan kah mama sudah bilang kamu harus mencoba pakaian untuk pernikahan mu." Ucap Bu Tari.
"Aku masih sibuk Ma." Jawab Gilang.
"Jangan banyak Alasan,cepat kesini,Mama tunggu,sudah tinggal seminggu akan menikah,bukan nya mengambil istirahat tapi malah menyibukkan diri." Marah Bu Tsri.
"Iya ma,aku akan segera kesana." Balas Gilang yang malas mendengar ocehan ibu nya lebih panjang lagi.
Gilang lalu beranjak berdiri saat mematikan sambungan telefon nya,dan berpapasan dengan Titi yang mau mengajak Gilang untuk melihat rumah baru.
"Gilang,kamu sudah siap?." Tanya Titi.
"Siap kemana?." Tanya Gilang heran.
"Astaga,kan sudah ku bilang,kita akan pergi melihat rumah nya hari ini,jadi kau sekarang bersiap mau kemana?." Tanya Titi.
"Mau ke butik,kau ikut saja,nanti sekalian kita melihat rumah itu." jawab Gilang sembari keluar dari ruangan nya di ikuti Titi.
Titi heran mendengar kata Gilang ingin ke butik,tidak biasa nya Gilang mau ke butik,tapi karena Mood Gilang lagi tidak baik,Titi pun memilih untuk diam dan mengikuti saja kemana Gilang akan pergi.
"Butik pakaian pengantin,siapa yang mau menikah?." Tanya Titi,namun tidak dinjawab Oleh Gilang yang lansung turun dari mobil.
Titi cemberut melihat Gilang mencueki nya,karena rasa penasaran nya,siapa yang akan menikah ,Titi pun turun dari mobil dan mengikuti Gilang.
gak suka tp nempel x